Laki-Laki Posesif

Laki-Laki Posesif
Awal Mengal Cinta


__ADS_3

Cerita ini diawali ketika laki-laki yang bernama Rei


duduk di bangku SMA. Rei adalah salah satu murid kelas 11 SMA Negeri. Dimasa-masa


ini, Rei benar-benar menikmati masa remajanya, bermain, nongkrong, dan bercanda dengan teman-temannya.


Sebelum menjalin hubungan dengan Putri Rei mempunyai pacar yang bernama Sisil. Layaknya remaja lainnya, pacaran bagi Rei adalah sebuah hiburan dan bersenang-senang. Tidak paham apa arti sebuah hubungan, bahkan hati dan pikirannya tidak focus dengan pacarnya.


Sisil adalah pacar pertama Rei, alasan Rei mendekati Sisil adalah hanya ingin mencoba dan merasakan memiliki seorang pacar, sedangkan Sisil walupun umurnya sama dengan Rei, tapi dia perempuan yang sudah berpengalaman dalam hal percintaan.


Bisa dibilang, Sisil guru bagi Rei dalam hal percintaan. Suatu hari, Rei sedang kumpul dengan teman-temannya, temannya berkata “Hei Rei kita ini sudah kelas 11 masa  iya kamu belum pernah pacaran padahal banyak perempuan yang suka sama kamu.”


“Mana ada perempuan yang asik dan cantik nggak?” tanya Rei.


“Ada perempuan cantik tapi gak terlalu tinggi, mau gak Rei ? Aku punya nomor hp nya, kelas sebelah kita namanya Sisil,” kata teman Rei


“Aku mah tau Sisil, iya cantik itu tapi udah punya pacar.”


“Udah geser aja, gampang itu mah. Kayanya Sisil juga suka sama kamu, aku perhatiin setiap kamu lewat dia selalu memperhatikan kamu,” kata temannya.


“Yasuda mana aku minta nomernya.” Mulailah Rei mencatat nomer hp Sisil.


Karena Rei masih benar-benar polos, dia bingung


kata-kata apa yang harus di ketik untuk mengirim chat ke Sisil pertama kalinya. Berfikir dan berfikir Rei memberanikan diri chat ke Sisil dan isi chat itu


 “Ini Sisil ya ?”


"Iya ini Sisil, maaf ini sapa ya?”


Ketika chat nya dibalas Rei bingung dan sedikit grogi dan ia pun menjawab lagi, “Aku Rei anak kelas 11.”


“Oh Rei... iya tau, ada apa Rei tumben chat?”


Dijawab Rei, “Gak papa cuma pingin ngobrol aja, masih sibuk gak?” Sisil menjawab dengan rasa senang karena ternyata benar Sisil tertarik dengan Rei.


“Enggak kok Rei, masih santai aja.” Berlanjut


percakapan tersebut sampai akhirnya terbawa susana nyaman.


Pada keesokan harinya ketika Rei berangkat sekolah tidak sengaja berbarengan dengan Sisil, mereka memarkirkan motornya bersampingan, dan jalan bersama.


Dalam perjalanan menuju ke kelas, Rei membuka sebuah obrolan dengan kakunya, mukanya merah terlihat malu berkata, “Tumben berangkatnya agak siang.” Padahal Rei tidak pernah memperhatikan jam keberangkatan Sisil ke sekolah, dengan sok taunya Rei mengatakan itu.


“Enggak kok biasanya aku juga berangkat jam segini,” kata Sisil.


Rei tambah malu karena sok taunya, membuat


dirinya terlihat bodoh dan gugup, kemudian dengan gaya cool Rei menjawab, “Nah kan jadi tau kalau kamu setiap berangkat sekolah jam segini."


Sisil pun tertawa, sampailah mereka dikelas masing-masing, dengan tatapan dan senyum yang


manis, muka Sisil menghadap ke Rei.


Waktu terus berlalu kedua sejoli ini mulai merasakan nyaman satu dengan yang lainnnya. Tak terasa satu minggu sudah berlalu, tetapi Rei


belum berani mengungkapkan perasaannya dengan Sisil.


Suatu ketika saat disekolah, teman dekat Sisil yang bernama Vani datang menemui Rei dan berkata, "Hey Rei pingin tau gak?”


“Apa itu?”  kata Rei.


Kemudian Vani berbisik ke telinga Rei, “Sisil udah putus sama pacarnya.”


Rei tersenyum dalam hati berkata “Alhamdulillah."


Melanjutkan percakapan Rei dengan Vani, Rei pun menjawab, “Masa iya? Kenapa putus? Padahal udah pacaran lama.”


Rei berbicara seperti orang yang tak berdosa, padahal hubungan Sisil dengan pacarnya putus karena ada campur tangan Rei.


“Gak tau Rei mungkin memang sudah gak cocok, Tapi aku denger-denger Sisil suka sama kamu, gas... Rei.” Vani berkata sambil tertawa.


Rei pun ikut tertawa dan berkata, “Gimana caranya mengungkapkan perasaan ke perempuan?” Bertanya dengan muka polosnya karena baru pertama ini Rei mau mengungkapkan perasaan ke perempuan.


Vani tertawa terbahak-bahak dan berkata, “Rei kamu belum pernah pacaran??? Beli bunga kemudian keluarkan kata-kata manis dan romantis, baru kamu bilang, mau gak jadi pacar aku.”


 “Jangan bilang sapa-sapa ya, Van. Aku belum pernah pacaran karena sibuk main sama temen-temen,” kata Rei.


“Kalau enggak, nanti malam kamu telpon aja terus kamu ungkapin perasaan, jadi nggak usah ketemu langsung biar gak malu.”


“Oke,” kata Rei. Kemudian Vani dipanggil Sisil dari depan pintu kelas, “Van ayok makan di kantin.”


Vani berkata, “Ayuk, Rei gak di ajak?”,


Sisil menjawab, “Janganlah,nanti ada yang marah.”


Rei berkata, “Iya gak usah, nanti biar aku aja yang ajak Sisil makan diluar sekolah.”


Ternyata kepolosan Rei sedikit bercampur dengan kelincahan berkata-kata manis didepan perempuan. Sisil tersenyum malu mendengar perkataan Rei, kemudian Vani dan Sisil pergi ke kantin.


Masih terngiang-ngiang kata-kata Rei di kepala Sisil tentang ajakan makan diluar sekolah, ternyata dianggap serius. Rei tidak serius


berkata seperti itu.


Sepulang sekolah Sisil ke kelas Rei, mencari Rei, ternyata Rei sudah pulang dengan temannya. Rasa kesal, jengkel, marah Sisil pulang muka cemberut dan seram.


Pada malam harinya Rei menelpon Sisil, Rei tidak sadar ada bencana yang akan dihadapinya, hp Sisil berdering. Ketika Sisil melihat hp ternyata Rei yang menelpon, karena rasa jengkel dan marah Sisil tidak mau ngangkat telpon, 2 kali telpon berbunyi masih tidak di angkat, 3 kali berbunyi,


Sisil takut Rei tidak menelpon lagi, dengan nada keras Sisil jawab, “APA REI!"


Rei kaget dan berkata, “Kok nadanya keras, aku punya salah apa?"


"Gapapa."


Karena kepolosan Rei dan ketidak pahaman nya, Rei bingung dan diam sejenak, Rei melanjutkan obrolan, “Oh... mungkin aku ganggu ya? Maaf


ya. Yasudah aku tutup telponnya.”


Jengkel dan marah Sisil tambah menjadi-jadi


berkata, “Terserah!” Dengan nada kesal, kemudian Sisil menutup telponnya.


Sambil memegang kepalanya Rei kebingungan apa salahnya, apa yang sudah diperbuat, sampai-sampai Sisil marah seperti itu, lama Rei


berfikir, tapi tetap tidak mendapat jawaban kesalahannya.


Hp Sisil berdering lagi dan ternyata Rei yang menelpon, sekali tidak diangkat, berdering 2 kali diangkatnya telpon Rei dan Sisil berkata “ada apalagi Rei ?”


“Oke kalau aku punya salah aku minta maaf, tapi


tolong jelaskan apa salahku?”


Salah Rei, harusnya paham jika perempuan tidak akan mau bicara kesalahan orang yang disukainya, sifat perempuan sangat rumit menurut kebanyakan laki-laki.


Laki-laki dipaksa untuk paham dan mengerti kesalahannya sendiri, dan menurut laki-laki hal kecil yang dianggap salah bagi perempuan  itu bukan kesalahan dan pada dasarnya laki-laki dan perempuan untuk bisa menjalani hubungan yang saling mengerti itu sangat sulit. Kecenderungan laki-laki berfikir menggunakan logika dan perempuan menggunakan perasaan.


Melanjutkan obrolan Rei dan Sisil, Sisil berkata lagi “kamu gak ada salah Rei, ada apa nelpon aku malam-malam?”


“Gak papa, cuma mau ngobrol aja, boleh?”


Marah Sisil dan jengkelnya sedikit demi sedikit


menghilang, “boleh”


"Masih ngapain ?"

__ADS_1


“Tiduran aja” kata Sisil, walaupun sudah tidak jengkel lagi Sisil tetap bertahan jutek


Rei pun menjawab” kamu tau gak ?”


“Apa Rei?”


“Aku masih bayangin muka kamu Ketika kamu jengkel dan marah, pasti imut banget”


Di atas Kasur Sisil senyum-senyum sendiri, “masa?”


“Ambil kaca”


"Udah”


“Lihat di kaca itu ada orang yang ingin aku miliki”


 “Maksudnya apa Rei?”


“Ya walaupun kita baru satu minggu lebih dekat dan sering ngobrol” kata-kata Rei terputus.


“Rei!”


“Aku suka kamu, mau gak jadi pacar aku?”


Ternya Ketika Rei terdiam Rei grogi setengah mati,


mukanya pucat, jantungnya berdebar lebih kencang.


Karena Sisil adalah perempuan yang memilki pengalaman dalam hubungan percintaan dengan santainya Sisil menjawab “jangan bercanda Rei,


gak lucu”


Emosi Rei naik dan berkata “ aku gak bercanda, aku serius”


“Kalau serius kenapa kamu ngomongnya di telpon, gak ngomong langsung?”


 “ Aku malu kalau ngomong langsung, sebelumnya aku belum pernah ngomong kaya gini ke perempuan”


“Dalam hati Sisil “ini yang aku cari”, tampan, polos, lugu, walau pergaulannya sedikit nakal.


Sisil menjawab “ coba buktikan Rei agar aku percaya kalau kamu benar-benar serius”


“Kamu mau bukti apa?”


“Ya… terserah kamu Rei”


Dengan nekatnya Rei bilang ke Sisil “besok kita ketemu ya disekolah waktu istirahat”


Sisil pun menjawab “iya”


“Tidur sudah malam besok sekolah”


“Iya ini mau tidur, yasuda aku tidur dulu ya”


“Iyaa, good night”, telpon pun ditutup dan kedua sejoli ini tidur.


Keesokan harinya waktu jam istirahat sekolah, Sisil duduk di depan kelasnya, kemudian Rei keluar kelas dengan niat menemui Sisil, bertemulah Sisil dan Rei di depan kelas. Mereka duduk berdua dengan suasana canggung. Rei membuka obrolan dan berkata’ “ada yang aku mau omongin soal yang tadi malem”


“Iyaa Rei apa itu?”


“Aku bener-bener serius, aku suka kamu, aku bingung mau buktiin apa yang aku bisa buktiin Cuma ngomong langsung di depan kamu, mau


gak kamu jadi pacar aku?”


Dengan basa-basi nya Sisil mengatakan “kok bisa kamu suka aku?”


“Gak tau, aku gak tau alasan kenapa bisa suka kamu, yang aku tau setiap lihat mukamu aku kagum, suka dan tertarik apakah butuh


alasan?”


Sisil menjawab perkataan Rei “kalau memang kamu suka denganku, boleh aku minta sesuatu sebelum kita pacaran”


“Apa itu?”


“Setia!, aku tau Rei banyak perempuan yang suka sama kamu, jadi seandainya aku bilang iya jangan selingkuh” kata Sisil


Dalam hati Rei berkata “gimana mau selingkuh orang juga  baru pertama pacaran” . Rei pun berkata kepada Sisil “ iya aku bakal setia dan gak main-main sama perempuan lainnya”


“Janji?”


“Janji!”


“Yasuda iya aku mau”


Rei tersenyum dan tertawa sampai teman-teman Sisil melihat dan sambil berkata “cieee cieee”.


Bunyi bel tanda selesai jam istirahat terdengar,


sebelum masuk ke kelas Rei berkata kepada Sisil “makasih” berkata sambil


tersenyum manis.


Bel pulang berbunyi Rei masih seperti biasa tidak ada pikiran menunggu atau jalan pulang bareng Sisil, keluar kelas langsung ke parkiran ambil motornya dan mampir ke kantin sebelah sekolah.


Rei duduk di depan kantin dengan teman-temannya sambal merokok, tiba-tiba Sisil datang menarik tangan Rei dan membuang putung rokok yang dipegang Rei.


Kemudian berkata “jangan merokok, ayok pulang”, Rei kaget ternyata selama ini Sisil sering memperhatikan kebiasaan Rei saat pulang sekolah.


“Sebentar aku ambil tas dulu didalam” kata Rei.


Setelah Rei ambil tas, ternyata Sisil sudah duduk di atas motor Rei dan berkata “antar aku pulang”


“Kan kamu bawa motor”


“Gak mau?”


“Iya mau, terus motor kamu gimana?”


“Udah dibawa temen, rumahnya sebelah rumahku”


“Oke, ayok pulang”


Rei naik motor dan langsung gass motornya mengantar Sisil.


Ketika di perjalanan Rei berkata “memang kenapa kalau laki-laki merokok,?”


“aku gak suka kamu merokok Rei”


Mendengar kata-kata Sisil Rei pun diam, Sisil


melanjutkan perkataannya “besok kalau pulang sekolah langsung pulang ya jangan


mampir-mampir ke kantin”


“Iyaa, tapi gak janji” Rei berkata sambil tersenyum mengejek ke Sisil, dengan muka yang jutek Sisil berkata


“Diem kamu Rei” sambil cubit perut Rei, pokoknya aku gak mau liat kamu di kantin lagi waktu pulang sekolah”


“Oke” kata Rei


Sampailah di rumah Sisil, walaupun Rei adalah laki-laki yang sedikit nakal tapi dia laki-laki yang sopan dengan orang yang lebih tua. Sesampainya di rumah Sisil Rei tidak langsung pergi, menemui orang tua Sisil dan salim cium tangan kemudian berpamitan. 


Sebelum Rei pergi Sisil berkata “hati-hati ya sayang”,


Rei pun terkagum-kagum dan ingin tertawa Bahagia, karena Rei tidak biasa dipanggil seperti itu, hanya menjawab “iyaa” sambil malu-malu.

__ADS_1


Ketika dijalan Rei senyum-senyum sendiri masih terngiang-ngiang di telinganya panggilan sayang dari Sisil.


Panggilan sayang dari Sisil ternyata Rei mulai


mengenal apa itu cinta, rasa ketertarikan Rei mulai berlebihan. Malam hari Rei menelpon Sisil dengan hp jadulnya.


Saat menelpon ternyata nomer hp Sisil tidak aktif, masih berfikir positif, mengira Sisil sedang belajar. Setelah menunggu selama 1 jam Rei menelpon lagi, masih tidak aktif.


Ditinggalnya hp Rei kemudian dia pergi nongkrong dengan teman-temannya, layaknya anak muda ngopi, merokok, main gitar sampai malam. Tepatnya pukul 11 malam Rei pulang kerumahnya melihat hp ada beberapa panggilan tidak terjawab dari Sisil. Rei panik langsung menelpon balik Sisil, telponnya kali ini di angkat Sisil,


“Halo, dari mana?” Sisil berkata


"Dari nganter ibu ke rumah saudara, kamu tadi aku telpon nomernya gak aktif jadi aku tinggal aja” Rei berbohong agar Sisil tidak marah.


“Tadi aku masih belajar, kenapa gak bawa hp?”


“Tadi hp di cas jadi aku tinggal”


Rei sadar kalau Suasana hati Sisil sedang tidak baik, mencoba untuk merayu Rei berkata “sudah makan?”


“Sudah, kamu udah makan?”


“Belum, padahal aku berharap kamu belum makan”


“Kok gitu?”


“Aku mau ajak kamu makan berdua diluar”


“Sudah malam, lain kali aja”


Dalam hati Rei berkata “alhamdulillah, aku basa-basi doang”


“Kalau gak bisa makan berdua, boleh aku minta sesuatu dari kamu ?”


“Apa ?”


“Panggil aku sayang lagi”


“Enggak mau”, “kenapa gak mau ? Udah malam tidur ya besok sekolah, jangan sering-sering tidur malam gak baik” Terdengar kata-kata


itu dari mulut Rei dengan romantisnya.


Suasana hati Sisil menjadi baik dan senang, merasa diperhatikan oleh Rei. kemudian Sisil menjawab “kalau aku tidur kamu mau


ngapain ?”


“Ya tidur juga”,


“Alah bohong, kamu mau mainan hp chatting sama perempuan lain kan?”


“Enggak sayang aku mau tidur, beneran”


“Yasudah jangan bohong ya, tidur beneran”


“Enggak bohong, love you”,


“Love you too”


Hari demi hari berlalu Sisil dan Rei masih menjalani hubungan yang romantis, kepolosan Rei belum mengenal karakter perempuan membuat


Rei selalu berfikir positif tentang Sisil. Sampai pada suatu ketika terdengar berita buruk tentang Sisil dari temannya, temannya berkata


“Tau gak Rei, sebelum Sisil pacaran sama kamu, Sisil punya mantan banyak”


Rei menjawab “gak tau, memang kenapa?”


“Ada yang bilang Sisil waktu pacaran, selalu banyak teman chating” Rei masih gak percaya dengan kata-kata temannya dan berkata


“kan katanya belum tentu benar”


“Tapi beneran Rei, banyak mantannya yang bilang kalau Sisil perempuan yang bisa dekat dengan laki-laki lain meski udah punya pacar”


“Udahlah gak usah dibahas, kita ngopi aja sambil gitaran”.


Cerita percintaan Rei dan Sisil berlanjut sampai suatu ketika Rei mulai curiga, setiap jam 8 malam Rei menelpon pasti nomer Sisil tidak aktif. Kecurigaan itu bercampur dengan kata-kata temannya yang bilang Sisil bukan perempuan setia.


Jam 10 malam Rei menelpon Sisil lagi dan diangkatnya telpon tersebut oleh Sisil, “iyaa, maaf aku baru selesai belajar”


“Belajar apa telponan sama laki-laki lain?”


“Belajar sayang” dengan nada yang lembut Sisil menjawab.


Tidak banyak berkomentar,seperti biasa Rei dan Sisil ngobrol layaknya sepasang kekasih, tetapi masih terfikir kan oleh Rei tentang perkataan temannya. Hari ke hari Rei semakin curiga, mulailah Rei mencari tau tentang Sisil lebih dalam, mendekati teman-teman dekat Sisil, banyak mencari informasi tentang hubungan masa lalu Sisil dengan mantannya. Hasilnya nihil teman-teman Sisil selalu jawab “gak tau Rei” setiap pertanyaan.


Lambat laun pikiran negatif Rei hilang karena sifat


lembut dan perhatian Sisil terhadapnya. pada hari senin upacara bendera tiba-tiba Sisil pingsan, Rei masih sibuk lari-lari dikejar satpam karena bolos


tidak mau ikut upacara.


Lepas dari kejaran satpam kemudian Rei nongkrong di kantin dekat sekolah, Rei dengar dari temannya kalau Sisil tadi pingsan, masuklah Rei ke sekolah lewat pagar yang tingginya 2 meter langsung menuju UKS ternyata benar Sisil masih berbaring di Kasur dengan kondisi sudah sadar. Rei bertanya sambil memegang tangan Sisil “mana yang sakit?”


“Nggak sakit kok, cuma lemas aja”


“Ayok aku antar pulang”


“Enggak usah, aku gak papa”


“Kamu kemana kok gak keliatan waktu upacara?”


“Aku telat tadi dihukum di depan gerbang, kamu belum makan kan ?”


“Belum, yasudah cepat masuk ke kelas belajar”,


“Sebentar” kata Rei dan keluar dari ruang UKS.


Tak lama kemudian Rei masuk ke ruang UKS dan membawa bubur ayam untuk Sisil “makan dulu !” dengan nada yang tegas.


Tak disengaja Rei terlihat oleh guru ada di ruang UKS bersama Sisil dan berkata “Rei kenapa gak masuk kelas, gak boleh berdua-duaan satu


ruangan sama lawan jenis”,


Untuk menghindari masalah lebih besar Rei masuk ke kelas dan mengikuti pelajaran, sebelum Rei masuk ke kelas dia mengatakan “dimakan ya buburnya, jangan sampai enggak dimakan”


Sisil menjawab “iya nanti aku makan, makasih Rei”.


Guru yang melihat mereka berdua hanya bisa geleng-geleng kepala dan berkata “Rei sekolah dulu yang benar baru pacar-pacaran”. Setelah itu rei masuk ke kelasnya dan mengikuti pelajaran


sampai selesai.


Bunyi bel pulang terdengar, Rei langsung ke ruang UKS tanpa disengaja Rei melihat Sisil sedang sibuk dengan hpnya, dan ternyata hp yang


dipegang Sisil asing dimata Rei. Rei membuka pintu ruang UKS, cepat-cepat Sisil


menyembunyikan hpnya.


Dengan rasa penasaran Rei bertanya”kamu punya hp berapa?”


Dijawab Sisil dengan santainya “Cuma punya 1, tapi ini aku bawa hp ibu juga tadi soalnya gak ada orang di rumah dan hpnya ketinggalan”. “oh kirain hp kamu, ayok pulang aku antar”


Mereka berdua berjalan keluar dari ruang UKS langsung menuju ke parkiran, diboncengnya Sisil dengan motor butut Rei, Ketika dijalan tiba-tiba Sisil memeluk Rei dan berkata “aku sayang kamu Rei” rasa kecurigaan Rei tiba-tiba hilang mendengar kata-kata itu.


Sesampainya di rumah Sisil tak lama Rei langsung berpamitan dengan ibunya. Rei sudah dikenal baik oleh orang tua Sisil dan selalu dapat perlakuan baik mungkin karena sopan santun Rei terhadap orang tua Sisil, sampai-sampai ketika Rei berpamitan tidak diperbolehkan pulang dan


ibu Sisil “nanti jangan pulang dulu temani Sisil”

__ADS_1


Rei tetap ingin pulang karena motornya ditunggu mau dipakai ayahnya. Pulanglah Rei ke rumah, sesampainya di rumah tidak langsung makan dan salin, ambil hpnya dan menelpon Sisil, obrolan berlanjut di telpon dengan romantisnya.


__ADS_2