
Sepulang sekolah Rei tidak langsung pulang, ia pergi main dengan teman-temannya sampai malam. Pulang main dengan teman-temannya Rei melewati jalan yang ramai dengan anak-anak gaul main sana-sini mabuk dan merokok, saat di depan salah satu tempat hiburan malam tidak sengaja ia melihat Tika masuk ke tempat hiburan malam itu. Dengan herannya Tika yang iya kenal dulu ceria, tertawa meski cara berpakaiannya kurang baik dan main sana-sini sekarang lebih parah lagi sudah mulai berani main ke tempat hiburan malam. karena penasaran Rei menunggu Tika di depan hiburan malam itu.
Lama ditunggu Tika keluar juga dengan laki-laki yang menuntun masuk ke dalam mobil Tika. Rei melihat Tika yang sudah sangat mabuk tetapi
masih sadar dan berbicara tidak jelas. Laki-laki yang menuntunnya ternyata laki-laki yang pertama mengantarkan Tika pulang sebelumnya. Rei tetap memperhatikan Tika yang mulai masuk di dalam mobil.
Tiba-tiba mobil itu mulai jalan bukannya
jalan menuju ke rumah Tika malah diparkirkan disebelah tempat hiburan malam itu yang jika dilihat tidak ada orang yang lewat situ. Rei yang penasaran mencoba mendekat ke dalam mobil. Didalam mobil ternyata laki-laki itu mulai melakukan hal senonoh Tika yang sudah mabuk hanya bisa memukul-mukul dengan tangannya dan memberontak tetapi hal itu tidak pengaruh karena Tika yang pada saat itu kondisi lemas pengaruh alkohol.
Laki-laki itu mulai berani meraba tubuh Tika dan ingin melepas bajunya, pada malam itu Tika menggunakan baju yang sangat terbuka, hanya menutupi bagian atas tubuhnya ditambah celana
pendek yang ia pakai.
Siapa laki-laki yang tidak melihat dan nafsu dengannya jika menggunakan pakaian seperti itu, pakaian atasnya mulai terbuka, laki-laki itu mulai meraba bagian tubuh Tika. Tak lama Rei mengintip di kaca mobil bagian belakang, dengan kagetnya Rei melihat itu, melihat Tika bergerak seperti ingin melawan Rei langsung paham kalau laki-laki itu ingin memperkosa Tika.
Rei langsung menggedor pintu samping laki-laki itu, laki-laki itu juga sangat ketakutan karena ada yang melihat perbuatannya. Karena ketakutan laki-laki itu membuka pintunya dan tak sempat Rei memukul dia sudah lari terbirit-birit. Rei masuk kedalam mobil melihat kondisi Tika yang sangat menyedihkan, mengambil bajunya dan memakaikannya.
Rei melihat Tika yang lemas di kursi mobilnya sambil meneteskan air mata, mengatakan “kalau kamu butuh teman kan ada aku, kenapa
ketempat seperti ini”
“Makasih kak udah tolongin aku” dengan nada bergetar dan badannya gemetaran
Rei menjawab “yasudah aku antar kamu pulang, tapi sebelumnya kamu cuci muka biar sedikit hilang mabuk mu itu”
Rei mengambilkan air minum yang ada di mobil Tika dan mencuci mukanya. Dengan kondisi seperti itu Tika sangat menyesal dengan semua yang ia lakukan, dan sangat nyaman di sisi Rei.
Sedikit sadar Tika berbicara dengan Rei “jangan pergi dari aku”
“Aku nggak pergi dari kamu, kamu yang sombong bertingkah kuat dan bisa menyelesaikan masalahmu dengan caramu sendiri sehingga seperti ini”
“Aku nyesel, tapi aku bingung harus gimana”
“Yasudah kita pulang dulu, mending kamu istirahat dan menenangkan dirimu”
__ADS_1
Karena Rei membawa motor, Rei menelpon temannya untuk membawa motornya ke rumah.
Pergilah Rei ke rumah Tika, saat diperjalanan Tika sudah tertidur dengan pulas mungkin karena masih ada pengaruh alkohol yang iya minum.
Melihatnya Rei malah merasa Tika ini sudah seperti saudaranya sendiri, tidak sama sekali ada niatan lagi mau memacarinya. Mungkin karena Rei sudah sangat tertarik dengan putri. Sesampainya dirumahnya Tika, pembantunya membukakan pintu. Pembantunya sebelumnya sudah pernah melihat Rei saat menjemput Tika joging.
Rei pun menjelaskan semua yang terjadi di malam itu, pembantunya yang juga merasa sangat kasihan dengan majikannya itu mulai bercerita dengan Rei.
“Dek mungkin mbak ini bukan orang punya juga bukan orang berpendidikan, tapi mbak juga
sosok ibu punya anak di kampung, saat pergi kerja disini sangat berat meninggalkan anak Mbak dikampung tetapi sebelum mbak pergi Mbak selalu kasih perhatian untuknya, saat Mbak kerja pasti sesekali Mbak telpon atau videocall,
menanyakan anak Mbak sudah makan belum, mandi belum, itu rasa perhatian Mbak sama
anak, tetapi Tika ini tidak ada yang memperhatikannya semenjak papahnya bercerai
dengan mamahnya. Kadang Mbak pingin ajak ngobrol Tika dan jadi temannya tapi enggak bisa. Ditambah mamahnya yang selalu sibuk dengan pekerjaannya jangankan ngobrol bahkan ibunya saat pergi keluar kota urusan pekerjaannya saja tidak pernah menelpon Tika, yang mamahnya tau hanya mengirimkan uang banyak untuk anaknya. Jadi Mbak mau minta tolong kamu sebagai temannya jaga Tika kalau Tika butuh temen ngobrol tolong ditemani ya”
Rei menjawab “iyaa Mbak aku juga ngerasa kasian lihat Tika kaya gitu, aku ini ya nakal
tapi enggak sampai segitunya dan masih bisa berfikir jernih, pasti aku temani Tika”
nggak mabuk-mabukan lagi”
“Iya Mbak, yasudah aku mau pulang dulu sudah malam”
“iya hati-hati dijalan”
Rei keluar dari rumah Tika dan memesan ojek online. Sesampainya di rumah Rei yang sudah sangat ngantuk tidak kepikiran lagi dengan hpnya kemudian tidur karena besok sekolah. Keesokan harinya saat disekolah Rei hanya berani melihat putri dari kejauhan disisi lain Rei masih kepikiran dengan Tika. Bukannya chat putri Rei
malah chat Tika menanyakan bagaimana kabarnya “Tik udah enakan badan ?”
Langsung dibalas Tika “udah kak, makasih kak udah bantu aku tadi malam”
“Maaf ini tik tapi kalo kamu butuh temen curhat atau cerita telpon aja aku”
__ADS_1
“Iya kak, hari ini aku nggak berangkat sekolah aku masih pingin di rumah aja”
“Yasudah nggak papa, santai aja di rumah”
“Kak nanti sore pulang sekolah joging lagi yuk”
“Ayuk joging, nanti aku ke rumah ya izin dulu sama mama mu”
“Mama masih diluar kota, masih sibuk sama pekerjaannya”
“yasudah nanti aku ke rumah ya”
Sepulang sekolah Rei langsung pulang ke rumah dan salin ganti bajunya, memakai sepatu olahraga langsung berangkat ke rumah Tika. Sesampainya di rumah Tika, ternyata Tika sudah menunggu dan sudah siap. Berbeda dengan sebelumnya Tika yang menggunakan pakaian ketat sekarang sudah menggunakan pakaian yang lebih sopan.
Ternyata paginya Tika mulai mau bercerita dengan pembantunya, pembantunya pun menasehati Tika
agar menggunakan pakaian yang lebih sopan biar tidak di sepelekan laki-laki. Berangkatlah Tika dan Rei ke taman kota, mereka joging kadang Rei meledek Tika, memegang kepalanya berkata “dasar bocah, jangan ngelakuin hal aneh-aneh lagi
ya”
Dijawab Tika ”ih iyaa”.
Selesainya mereka joging duduklah di kursi taman
disitu mereka saling curhat tentang masalah masing-masing. Tika bercerita merasa sangat sedih ketika mendengar papahnya menceraikan mamahnya di tambah setelah bercerai mamahnya selalu keluar kota sibuk dengan pekerjaannya dan
jarang menelpon Tika.
Ternyata rasa kesepian dan kosongnya perhatian keluarga yang membuat Tika melakukan hal-hal negatif mengenal pergaulan bebas. Rei
menasehati Tika “di rumahmu kan nggak cuma ada mamah mu masih ada pembantu mu coba
lebih banyak ngobrol sama dia, dia kan ibu juga punya anak pasti bisa di ajak temen ngobrol dan bisa perhatian sama kamu”
Tika menjawab “iya kak tadi pagi aku juga ngobrol sama dia ternyata banyak nasehat yang baik dan aku ngerasa lebih plong mendengar kata-katanya, dia juga mengelus-elus rambutku, dia bilang
__ADS_1
kalau dia ngobrol sama anaknya pasti sambil mengelus-elus rambut anaknya"
“Nyaman kak aku kaya punya mama lagi”.