
Lama Rei tak menghubungi Putri dan hanya tegur sapa disekolah. Putri tiba-tiba chat Rei berkata “kak”
“Iya dek ada apa?”
“Gak papa”
Di jawab Rei “kalau gak niat gak usah chat”
Rei berani bilang itu karena Rei mulai malas mendekati Putri. Kagetnya Putri baru kali ini ia diabaikan dan ada laki-laki yang acuh terhadapnya. Putri pun membalas chat Rei berkata
“Maaf kak, ini no hp ku 08………”
Rei tambah bingung dan bertanya, "kok kamu ngasih nomer hp, padahal tadi kamu chat kaya orang gak niat dan katanya kamu punya pacar”
“Sekedar ngobrol kan kak, gak ada maksud lainnya?”
“Iyaa”
“Nggak papa kalau cuma temen ngobrol, pacarku juga ngertiin”
Didalam hati berkata seandainya pacarnya tau dan biasa aja, tandanya pacarnya gak serius. Melanjutkan chat Rei membalas “oke, makasih. nanti aku chat ya kalau boleh aku telpon”.
Hari pertama Rei sengaja tidak chat Putri, dia ingin membuat Putri penasaran dengannya. Benar saja Putri merasa diabaikan oleh Rei, padahal banyak laki-laki yang mencoba mendekati Putri dan semuanya bersikap manis. Hari kedua Rei mulai chat Putri,
“Put, ini Rei”
Dibalas Putri “iya kak”
“Masih sibuk gak put?”
Chat Rei lama tidak di balas, ditunggu satu jam baru di balas
"Nggak kok kak, kenapa?”
“Kalau gak sibuk, mau aku buat sibuk” dengan sok asiknya Rei berkata
“Maksudnya apa ?”
“Nggak papa dek bercanda, oiya rumah kamu dimana?”
“Di dekat sekolah kita”
“Deket dong, lagi nggak chating sama pacarnya apa?”
“Nggak, barusan putus”
__ADS_1
Bahagianya Rei mendengar Putri sudah putus dengan pacarnya, karena tidak mau terlihat
norak dan terlalu mengejar Rei tidak membalas chat. Sorenya Tika ke rumah Rei ingin mengajak joging lagi.
Rei bertanya dengan Tika saat sudah sampai dirumahnya, “kamu tau rumahku dari siapa?”
Dijawab oleh Tika “aku tau dari temanmu aldo”
“Yasudah kalau gitu, tunggu bentar aku ganti baju dulu”
Setelah siap Rei langsung ambil motornya sedangkan Tika membawa mobil, Tika bilang ke Rei “kak mobilku tinggal aja ya, aku naik motor bareng kakak aja”
“Oh yasudah kalau gitu, bukannya enak naik mobil ya”
Jawab Tika “enak naik motor lah kak, nikmati sore”
“Yasudah ayuk ke taman kita joging”
Berangkatlah mereka berdua ke taman, saat diperjalanan Tika selalu memeluk erat Rei, Rei
tidak mempermasalahkan karena Tika sudah seperti adiknya sendiri, tiba-tiba saat di jalan Putri lewat melihat Rei dan Tika tapi Rei tidak melihat Putri.
Sesampainya di taman seperti biasa mereka joging berdua bercanda dan menceritakan
masalahnya masing-masing. Hati Tika semakin dalam menyukai Rei. takut Rei dimiliki orang perempuan lain Tika pun bilang ke Rei, “kak boleh aku pinjam hpmu?”
“Sebentar aja” Tika memohon dengan Rei
“yasudah nih kalo mau pinjam"
Lama Tika melihat hp Rei cek semua chating ternyata sudah dihapus semua chating yang ada di hp tersebut, kebiasaan Rei selalu menghapus chat ketika sudah tidak chating lagi. Dengan tenangnya Tika karena tidak ada chat di hp Rei. beralih ke Putri, setelah melihat Rei dan Tika, Putri merasa aneh dan ada yang mengganjal dihatinya, dia belum lama mengenal Rei tapi kok rasanya kaku Ketika melihat Rei dengan perempuan lain.
Setiap mengingat Rei jalan dengan perempuan lain suasana hati Putri menjadi buruk, dengan rasa penasarannya di sore itu chat Rei “kak” tapi chat itu tidak langsung dibalas karena Rei sedang ngobrol dengan Tika.
Beralih ke Tika dan Rei yang sedang asik asikan bergurau dan tertawa. Tika mengatakan kepada Rei “kak salah nggak kalo perempuan kaya aku punya pacar baik?”
“Enggak salah semua orang pasti pingin punya pasangan yang baik”
“Kakak tau pergaulanku dulu kan kurang baik, ada gak ya laki-laki baik yang mau sama perempuan kaya aku?”
“Siapa yang gak mau sama kamu, kamu cantik, baik juga, asik, imut, aku juga yakin pasti banyak laki-laki yang mau, jangan nilai diri kita atau orang lain dari masa lalunya toh masih banyak orang yang masa lalunya lebih buruk dari pada kamu, cukup dengan kita tau kesalahan kita terus jadi orang yang lebih baik dihari-hari berikutnya maka
kita kan juga jadi orang baik dan hak kita untuk dapat orang baik juga” dengan dewasanya Rei menasehati Tika.
Tika menjawab “iya juga ya kak kapan kita jadi orang yang maju kalo kita selalu mempermasalahkan masa lalu”
__ADS_1
Rei menjawab lagi “iya dek setiap orang pasti nggak dilahirkan sempurna, kita juga kan pernah ngelakuin kesalahan”
“Kak aku seneng biasa kenal kakak, coba aja pacarku besok kaya kakak”
“Kok kaya aku?”
“Enggak papa kak hehe” Tika berbicara punya maksud yang tersirat.
Setelah asik ngobrol mereka berdua pulang ke rumah, sesampainya di rumah Rei, Tika
langsung pergi ke mobil dan berpamitan dengan Rei berkata “makasih ya kak udah temenin aku joging, aku pulang dulu kalo ada waktu main ke rumah nanti aku buatin kue lagi, sepi banget rumahku mamah jarang pulang”
Jawab Rei “iya dek besok kalo ada waktu aku main ke rumahmu, hati-hati dijalan”
Tika pun pulang, sesampainya Tika di rumah ternyata mamahnya ada di rumah, masuk ke
rumah mamahnya menemui Tika dan memeluk Tika sambil mengatakan “maaf anak mamah
sering ditinggal maaf Tika mamah jarang nelpon jarang perhatian, mamah salah selalu sibuk dengan pekerjaan” seorang ibu yang merasa bersalah atas semua kelakuan anaknya berbicara sambil menangis.
Tika menjawab “iyah mah enggak papa, aku juga minta maaf mah waktu mamah nggak di rumah aku main enggak jelas”
Mamahnya menjawab “mamah udah denger ceritanya semua dari Mbak”
Ternya Ketika mamahnya Tika pulang bercerita semua kejadian yang dialami Tika bahkan bercerita tentang Rei.
“Mbak cerita apa aja mah”
“Semuanya, oiya mana si Rei itu mamah pingin ketemu mau ucapin makasih”
“Baru aja aku joging sama dia”
“Telat mamah ya, ajak main kesini besok ya kita makan-makan, mamah juga udah nggak sibuk karena mamah udah ditugaskan di kantor semula”
“Bener mah udah nggak keluar-keluar kota lagi?”
“Iya sayang mamah banyak kerja di rumah sekarang”
“Oke mah besok kalo kak Rei enggak sibuk aku ajak kesini”
Akhirnya keluarga yang hampir saja hancur mulai membaik walau Papah Tika sudah tidak peduli dengan keluarganya tapi Mamahnya dan Tika sendiri sudah tidak mempermasalahkannya. Rei yang kelelahan sehabis joging, setelah mandi langsung berbaring di tempat tidurnya dan membuka hp, ternyata ada chat dari Putri nggak
pakai lama langsung dibalas Rei
“Iya dek, maaf baru bisa bales tadi aku nggak
__ADS_1
bawa hp”
Putri yang merasa kesal tidak membalas lagi chat dari Rei. Menunggu chat dibalas, Rei sambil melanjutkan bacaannya untuk novel yang ditulis oleh R.A. karena lama tak kunjung dibalas Rei ketiduran.