Laki-Laki Posesif

Laki-Laki Posesif
RUSAK 3


__ADS_3

Setelah dikamar Rei melihat hpnya ternyata ada chat Tika “udah kok kak”


Rei menjawab “lama banget ya perempuan salin nya”


“ya kan banyak yang dipakai kalau perempuan, belum mengeringkan rambut”


“memang apa aja yang dipakai? Haha”


“apa perlu aku sebutin semua yang aku pakai? Aku sebutin semua ini haha”


“jangan-jangan nanti obrolan kita kemana-mana arahnya, coba boleh kirim fotonya sekarang”


“buat apa?”


“pingin liat aja”


Langsung dikirimkan foto dengan Tika, rambutnya terurai dengan baju yang tanpa lengan terlihat sangat cantik. Rei melanjutkan chat nya “ cantik banget”


“makasih, coba liat foto kakak”


“maaf aku nggak bisa foto-foto gitu”


“curang ya kakak ini, cepat nggak!”


“beneran aku gak bisa selfi gitu”


“yasudah lah kak”


“jangan kesal ya, ilang nanti cantiknya kalau cuek-cuek gitu”


“enggak cuek kok, kakak dari tadi ngapain aja?”


“ngeliatin foto kamu, besok minggu jadi joging kan ?”


“iya jadi kak jemput aku tapi ya, mobilku masih di servis”


“aku bawa motor butut tapi, enggak papa?”


“ya enggak papa lah” kata Tika.


Tak terasa sudah larut malam, chat Tika tidak dibalas lagi oleh Rei, ternyata Rei ketiduran. Keesokan harinya jam 6 pagi Rei siap-siap, pakai sepatunya kemudian ambil motornya, sebelum berangkat Rei chat Tika “aku otw”.


Langsung main gas aja padahal Rei belum tau rumah Tika dimana. Saat dijalan Rei baru ingat kalau belum pernah tanya rumah Tika dimana, berhenti dipinggir jalan Rei ambil hpnya dan lihat ada chat dari Tika “memang kakak tau rumahku?”.


Dibalas Rei “oiya lupa tanya rumahmu dimana?” Tika share lokasi dan Rei melanjutkan perjalannya

__ADS_1


menuju rumah Tika. Saat sudah mau sampai Rei melihat Tika di depan jalan, ternyata Tika sudah menunggu di depan jalan, dengan pakaian yang sangat indah jika di pandang laki-laki, pakaiannya ketat.


Rei berkata dengan Tika “apa enggak papa pakai pakaian gitu?” dengan matanya yang melihat dari ujung kaki sampai kepala.


“memang kenapa kak, biasanya juga aku joging juga gini”


“oh yasudah kalau gitu, ayuk naik”


“oke” naiklah Tika ke motor Rei.


Karena Tika jarang naik motor, dia merasa sangat senang, menikmati jalan. Rei berkata dengan Tika saat di jalan “kenapa kayanya senang banget di bonceng motorbututku?” Rei berkata sambil cengar-cengir


“Tika menjawab “senang bisa boncengan sama kakak”


“pegangan yang kencang biar lebih nyaman”


Tika memeluk Rei menyandarkan kepalanya di punggung Rei, dan berkata “padahal aku belum lama mengenal kakak tapi kok nyaman banget bisa meluk kakak”


“Apa perlu kita nggak usah joging kita jalan-jalan aja naik motor ?”


“joging dong kak, nanti pulangnya kita bisa jalan-jalan”.


Sampailah mereka di taman kota, Rei dan Tika turun dari motor Rei berkata “pemanasan dulu


di jawab Tika “iya kak”.


Mulailah mereka pemanasan, saat pemanasan mata Rei tidak henti-hentinya melihat Tika. Rei hanya kagum dengan badan dan muka Tika, normalnya laki-laki siapa yang tidak kagum


dengan kecantikan Tika. Saat joging pun Rei terus dekat-dekat Tika. Disela-sela mereka berlari Rei selalu menggoda Tika,


“ayok kita balapan lari” kata Rei berkata dengan muka cerianya


Sambil ngos-ngosan Tika menjawab “males lah kak capek”


Rei berlari kencang berkata “cemen”


“oke sih” Tika mengejar Rei yang berlari sangat kencang


Setelah mereka kelelahan Tika berkata “udah kak capek aku”


dijawab Rei sambil tertawa “hahaha oke sini duduk di kursi  taman istirahat kita”


Mereka berdua duduk berdampingan, Rei melihat Tika yang sangat kelelahan merasa kasihan. Pergi ke warung dekat taman dan membeli air minum. Diberikannya air minum itu.


Rei berkata dengan Tika “kasian anak manja satu ini”

__ADS_1


Dijawab Tika yang nafasnya masih terengah-engah “ih enggak manja”


Rei memegang pipi Tika dan berkata “selain minum ada satu lagi yang bisa buat ngilangin rasa lelah, kamu tau sentuhan bisa buat ngilangin rasa lelah” berbicara dengan menatap muka Tika.


Detak jantung Tika yang sudah kencang karena Lelah bukannya normal malah tambah kencang, mukanya memerah, bingung mau bicara apa Tika justru memegang tangan Rei sambil bicara “gombal”


Dijawab Rei “nggak percaya lihat nafas mu sudah normal, udah enggak ngos-ngosan lagi”. Iya benar detak jantung Tika memang lebih kencang tapi nafasnya sudah tidak ngos-ngosan lagi. Rei pun melepas tangannya dari pipi Tika. Dari mulai hari itu Tika benar-benar kagum dan tertarik dengan Rei merasa dirinya sangat  tenang dan nyaman jika di dekat Rei.


Setelah ngobrol-ngobrol mereka memutuskan untuk keluar jalan-jalan, karena pakaian Tika yang mengundang mata laki-laki Rei memilih mengantarkan Tika pulang. Sesampainya di rumah Tika, mereka mendengar suara keributan dari dalam rumah. Ternyata orang tua Tika sedang ribut, ayahnya membanting barang-barang yang ada disitu, ibunya menangis sambil berkata “tega kamu pa main sama perempuan


lain”


Ayahnya dengan membentak berkata “siapa yang selingkuh, terserah kamulah”.


Ayahnya keluar dari rumahnya, bertemu dengan Tika di depan rumah berkata dengan Tika “urus tuh mamah mu”, setelah mengatakan itu papah Tika pergi dengan menggunakan mobilnya.


Tika yang takut mamahnya kenapa-kenapa langsung lari ke dalam rumah, sambil memanggil “mah mah mah”


sesampainya di dalam Tika melihat ibunya yang berbaring di atas Kasur menangis tersedu-sedu. Tika menghampiri mamahnya memeluk mamahnya berkata “Mah sabar ya, aku sama mamah” Tika tak bisa menahan air matanya. Mamahnya berkata “Papah mu selingkuh, mamah melihat dengan mata mamah sendiri tadi”.


Karena merasa tidak enak Rei malah pamit ke Tika “tik  aku pulan dulu ya”


dijawab Tika “iya kak” dengan muka yang murung dan sedih.


Rei pun pulang ke rumah, sesampainya di rumah Rei merenung dan bersyukur akan kondisi keluarganya. Meski pas-pasan untuk hal ekonomi tapi keluarganya selalu harmonis. Pastinya setiap keluarga punya cobaannya masing-masing, baik-buruknya seseorang dimasa depan tergantung orang tersebut dalam menyelesaikan masalahnya sendiri.


Rei merasa sangat kasian dengan Tika, justru yang awalnya Rei hanya ingin bersenang-senang dengan Tika kemudian setelah bosan akan ditinggalkan sekarang menjadi ingin menemani dan membantu menyelesaikan masalahnya. Malam harinya Rei telpon Tika, tetapi tidak diangkat.


Karena telponnya tidak di angkat Rei chat “Tika maaf aku tadi langsung pulang, karena motorku mau di pinjam saudara, kalau kamu Lelah istirahat, kalau kamu pusing jangan sedih ya, aku bisa kok jadi temen curhatmu” chat Rei tetap tidak dibalas dan Rei pun langsung tidur karena besok ada ulangan harian di sekolah.


Beralih ke rumah Tika, di malam itu Tika ternya belum tidur, Tika hanya merenung membayangkan keluarganya akan segera hancur. Papanya yang sudah tidak peduli dengannya di tambah ibunya yang terus bersedih. Sempat difikirkan Tika ingin


pergi dari rumah tetapi setelah difikirkan Tika tidak bisa meninggalkan mamanya.


Pergilah Tika ke kamar mamanya melihat mamanya yang matanya bengkak karena


menangis terlalu lama, akhirnya Tika tidur disebelah mamanya. Di malam itu Tika benar sudah tidak peduli dengan hpnya. Keesokan harinya Tika tidak masuk kesekolah, mamanya pun tidak masuk kerja, tak disangka-sangka papanya pulang dengan muka yang sangat emosi berkata dengan istrinya, "secepatnya aku ceraikan


kamu”


mendengar itu mamanya juga berkata “iya aku tunggu surat cerai mu, atau aku saja yang menceraikan mu?”


Pikiran Tika sudah tidak jernih ketika mendengar


obrolan orangtuanya, Tika ambil hp nya dan menghubungi temannya, “jemput aku sekarang aku pingin keluar ke tempat yang bisa buat senang-senang”

__ADS_1


__ADS_2