
Setelah berkata dengan Tika suruh menunggu sebentar, Rei pergi ke warung dekat taman. Disitu ada ice-cream Rei membelinya dan jalan lagi menuju ke arah Tika. Sampainya di kursi taman Rei bilang ke Tika
“Cuacanya panas, ini ice untuk mendinginkan gerahnya”
"Bisa aja kakak, makasih” di ambilnya ice-cream itu oleh Tika
Sambil memakan ice-cream Rei dan Tika mengobrol, karena baru saling mengenal obrolan
mereka sangat canggung dan kaku. Tapi bukan Rei namanya kalau tidak bisa menaklukan hati perempuan, walupun kaku Rei tidak pernah gagal dalam mendapatkan hati perempuan mungkin di tunjang dari wajahnya yang banyak di idam-idamkan oleh perempuan.
Melanjutkan obrolan mereka berdua Rei berkata
dengan Tika “aku jarang banget ke taman ini, ternyata tempatnya enak juga ya”
Tika menjawab “kalau aku sering kak, setiap sore waktu nggak ada kerjaan, kesini terus
joging”
“Biasanya joging sama siapa?”
“Sama temen kak, kakak enggak pernah joging apa?”
“Enggak pernah dek, bolehlah dicoba gimana kalau hari minggu besok kita joging ?”
“Boleh, abis ini kita ke kafe yuk kak di sana lebih enak buat ngobrol”
“Aduh aku enggak bisa abis ini aku mau ada kerjaan di rumah” mengelak nya Rei saat di ajak ke kafe karena Rei biasanya nongkrongnya di warung kopi pinggir jalan
“Oh yasudah kalau gitu, oiya aku mau tanya, kakak dapet nomerku dari siapa ?”
“Adalah hahaha, rahasia” mata Rei saat mengobrol tidak lepas dari wajah Tika karena
wajahnya terlalu cantik.
“Jawab loh kak, aku penasaran kok bisa punya nomer hp ku padahal aku enggak pernah
sebar-sebarkan”
“Kalau menurutku sih udah nggak penting lagi dapet nomer dari siapa, kan kita udah ketemu sekarang”
“Yasudah kalau gitu, kak lihat tuh perempuan yang duduk di pojok taman sama temen-temennya melirik kakak terus, suka tuh sama kakak kayanya”
“Enggaklah mungkin kebetulan aja liat sini” dengan merendah nya Rei berbicara
“Serius dari tadi aku perhatiin ngeliatin kakak mulu”
“Biarin aja, coba liat aku sekarang”
Dengan tatapan yang manis Tika lihat wajah Rei “ini aku liat”
“Gimana ganteng gak aku? Hahaha”
“Ih kakak malah PD, iyaa kak ganteng kok”
__ADS_1
“Becanda dek hahaha, enggak ganteng kok aku”
“Serius ganteng kak, bulu mata kakak lentik, alisnya tebal”
“Enggak salah maksudku dek, haha” Rei tertawa terbahak-bahak dan “berkata udah aku cuma
becanda aja namanya laki-laki pasti ganteng masa cantik”
“Tapi kakak juga cantik kok, coba dipakaikan kerudung pasti cantik hahaha”
“Ada-ada aja kamu ini” Rei sambil memperhatikan wajah Tika sambil berkata “manis”
Mendengar kata-kata Rei, Tika merasa salah tingkah dan wajahnya memerah. Langsung berkata “pulang yuk kak udah sore”
“Ayuk”
Mereka jalan bersama pergi ke kendaraannya masing-masing, kagetnya Rei si Tika membawa mobil. Tapi Rei adalah orang yang selalu bersyukur dengan keadaanya dan membuang pemikiran jeleknya, dan bersikap tidak peduli dengan bawaan si Tika.
Sebelum Tika naik ke mobilnya Rei berkata "hati-hati ya dijalan”
Tika menjawab “iya kak makasih” sambil
tersenyum manis Tika menjawab perkataan Rei.
Mereka pun pulang masing-masing kerumahnya. Sesampainya di rumah Tika menonton tv dengan
ibunya, seperti biasanya ibu Tika selalu bertanya tentang sekolahnya.
Jawab Tika “beres mah nggak ada kendala semua
tugas dari guru aku selesain semua”
“Mah tambahin dong uang jajannya aku kan sekolah bawa mobil, BBM sekarang naik”
“Kamu ini, ada aja udah kaya pedagang aja naikin harga jualannya waktu BBM naik”
“’Ya kan mobil butuh minyak mah, nggak cukup dong uangku kalau untuk beli minyak juga”
“Berapa nilai tugasmu hari ini?”
“Seratus”
“Iyah mama tambah uang jajannya, oiya tadi temanmu kesini loh tik?”
“Siapa mah?”
“Mantan kamu yang kemarin kamu ceritain itu, karena kamu belum pulang mama bilang aja Tika
belum pulang terus dia pergi”
“Oh biarin, biar aja Mah males aku ketemu lagi, aku juga cuma main-main sama dia enggak ada perasaan, dianya aja ngejar-ngejar”
“Loh sekarang anak mama pacarnya siapa?”
__ADS_1
“Enggak punya pacar, tapi mah tadi aku kenalan sama laki-laki di taman ganteng banget tau Mah”
“Masa iya dek, coba ceritain apa aja yang diobrolin tadi?”
Tika menceritakan semua obrolannya dengan Rei, walaupun Tika anak yang pergaulan dengan teman-temannya bebas dan tidak di perhatikan dengan orang tuanya, tapi ibunya terkadang ada selah waktu mendekatinya dan mengajak ngobrol dengannya walaupun lebih banyak waktu yang dipakai untuk bekerja.
Setelah mamanya mendengar cerita Tika mamanya berkata “mamah enggak pernah ngelarang kamu berteman dengan siapa aja, tapi Tika ingat boleh pacar-pacaran itu ada batasannya ya jangan sampai membuat aib dan memalukan keluargamu. Mungkin mama jarang di rumah tapi mama enggak mau ada apa-apa sama anak mama”
Tika menjawab “iyaa mah, oiya papa belum pulang?”
“Papamu enggak pulang hari ini, dia sibuk urus pekerjaannya di kantor”
“Sibuk terus Papa”
“Ya dimaklumi ya sayang papa kerja kan buat kamu juga”
"Iya Mah, yasudah aku Mama nonton sendiri ya aku mau mandi”
Tika pergi mandi dan mamanya pergi ke kamar. Beralih ke Rei, sesampainya Rei di rumah langsung mandi dan tiduran di kamarnya. Membuka novel yang belum selesai ia baca, santainya membaca sambil di damping kopi dan rokok.
Ketika sedang asik baca novel Rei teringat Tika, Rei mengambil hp nya dan chat Tika “Tika masih
ngapain?”
Lama tak dibalas Rei melanjutkan membaca novelnya, ada kata-kata indah di dalam novel yang dibacanya, “jangan pernah mencoba mendekati perasaan jika anda masih menggunakan otak, jangan mendekati otak jika kamu ingin mendekati hati”.
Setelah membaca itu Rei merasa sangat menyedihkan, karena masa lalunya dengan Sisil yang menyakitkan, walaupun Rei sudah merasa biasa saja. Tetapi Rei punya pendapat lain dengan kata-kata itu, iya harus menggunakan hati dan otaknya agar imbang dalam sebuah hubungan.
Tak lama kemudian Tika membalas chat Rei “ baru selesai mandi kak, kakak masih ngapain?”
“Aku masih baca novel, mandinya sore banget”
“Iyaa kak, soalnya tadi ngobrol dulu sama Mama. Tau nggak kak, tadi aku ceritain ke Mama tentang Kakak”
“Cerita apa aja?”
“Ya semuanya , kata mama nggak papa temenan sama siapa aja yang penting tau batasannya”
“Yasudah salami aja sama mamanya”
“Oke kak, sebentar ya aku salin dulu” kata Tika, dan Rei menjawab “iya dek”
Rei berhenti membaca, menunggu chat Tika tapi tak kunjung di balas, akhirnya Rei pergi ke depan rumah dan ngobrol dengan Ayahnya. Sama dengan Tika, Rei ditanya Ayahnya "gimana sekolahmu tadi?, enggak bolos lagi kan ?
"Enggak ada maslah yah, aku udah nggak pernah bolos"
"Bagus kalo gitu, ayah mau tanya. besok setelah lulus SMA mau kuliah dimana?"
Jawab Rei "enggak tau Yah, masih lama juga"
"Dipikirkan dari sekarang" kata ayah Rei
"Iya yah" tak lama Rei pergi karena merasa bosan ngobrol dengan ayahnya, Rei kembali ke kamarnya.
__ADS_1