Laki-Laki Posesif

Laki-Laki Posesif
RUSAK 4


__ADS_3

Tak kunjung datang Tika pergi sendirian tanpa tujuan dengan menggunakan mobilnya. Pikirannya kacau ia sangat membenci papanya, ia sangat membenci nasib keluarganya. Setelah malam tiba karena bingung mau kemana lagi Tika akhirnya


pergi ke tempat hiburan malam.


Sesampainya  di sana Tika duduk sendiri memanggil pelayan dan memesan minuman keras dan rokok. Disinilah titik awal Tika mulai mengikuti pergaulan teman-temannya.


Teman-teman Tika walau masih usia sekolah SMA tapi pergaulannya sudah jauh sekali, perempuan


tetapi merokok, mabuk dan pergaulan bebas lainnya. Pada dasarnya teman-temannya melakukan hal itu semua karena ada masalah di rumah dan melampiaskannya dengan cara yang salah, menurut mereka dengan cara bersenang-senang meminum alkohol, merokok, bahkan melakukan hal intim dengan pasangannya dapat menghilangkan masalahnya.


Lebih parahnya lagi ada teman Tika yang sudah mulai menggunakan narkoba. Tika yang dari dulu tidak terpengaruh dengan teman-temannya sekarang mulai mencari kebahagian dengan cara itu. Merokoklah Tika di mejanya, tak lama


datang minuman yang dipesan Tika.


Pelayan itu berkata “ini kak minumannya, silahkan dinikmati”


Tika menjawab dengan muka yang lesu “iya mas”.


Tak lama kemudian teman Tika datang, “loh tik kamu disini, dari tadi aku cari-cari dirumahmu, maaf telat baca chat”


Dengan mata sipit pengaruh alkohol Tika menjawab “iyaa santai aja nggak papa”


“Tik kamu udah mulai mabuk?”


“Enggak kok mana ada aku mabuk”


“Oke aku temani kamu” temannya pergi memesan minuman dan rokok.


Setelah mereka mabuk Tika beru menceritakan semua masalah keluarganya dengan temannya,


temannya merasa Tika memiliki nasib yang sama dengannya.


Temannya berkata “haha Tik santai aja, kita minum ketawa untuk menghilangkan semua masalah kita” sambil tertawa-tawa mereka  bernyanyi tidak jelas.


Ketika sedang mabuk berat ada laki-laki mendatangi 2 perempuan ini karena ditempat itu sudah mulai sepi laki-laki itu bertanya dengan mereka berdua, “kalian sudah mabuk berat pasti bahaya jika pulang sendiri, gimana kalau aku anterin?”


Teman Tika menjawab sambil tertawa “haha kamu mau anterin?, Tik liat ganteng yang mau anterin kita”

__ADS_1


Karena sudah mabuk berat Tika hanya diam dan matanya tertutup. Temannya menjawab “Aku mau


dijemput pacarku, kamu antar temenku ya!”, dan teman Tika menjelaskan lokasi rumah Tika


Diangkat lah Tika ke dalam mobilnya, lalu mereka berdua jalan kerumahnya Tika. Laki-laki itu ternyata mendengarkan semua cerita mereka karena merasa kasihan mangkanya laki-laki itu mau antar Tika. Ketika diperjalanan Tika dengan kondisi mabuk, pakaiannya terbuka, laki-laki itu sempat memilki niat jelek tetapi ia melawan


niat jeleknya dan sampailah mereka dirumahnya Tika, saat di depan rumah hanya ada pembantunya yang membukakan pintu.


Laki-laki itu berkata dengan pembantunya Tika


“maaf mbak saya antar perempuan ini karena sudah mabuk berat dan tak sadar”


“Oiya mas makasih ya”


Pembantunya menuntun Tika ke kamar dan laki-laki itu pesan ojek untuk pulang. Pembantunya


yang melihat kondisi Tika seperti itu merasa sangat kasihan dan ingin sekali menolongnya. Mamanya pada saat itu tidak pulang karena sibuk dengan pekerjaannya, Tika yang malang KeTika membutuhkan mamanya saat kondisi seperti ini, mamanya kurang ada waktu untuknya. Masalah Tika tidak sampai disini karena merasa kurang


perhatian dari keluarganya Tika justru menjadi-jadi. Pergaulannya sangat buruk setiap malam Tika pergi ke club' malam, dan kondisi pulang mabuk.


Beralih ke Rei merasa sudah diabaikan oleh Tika, karena chat dan telponnya tidak ditanggapi lagi Rei mulai ingat dengan adik kelasnya yang bernama putri yang ia lihat di lapangan basket.


mendekatinya. Tetapi belum mendekatinya Rei bertanya-tanya dulu dengan teman sekelas


putri agar tidak gagal mendapatkan hati putri. Putri adalah perempuan yang sedikit kasar dan tidak gampang untuk didekati.


Awal Rei tidak berani langsung terang-terangan ingin mendekatinya. Saat  berpapasan Rei bertingkah seperti tidak peduli dan tak melihat, tetapi ketika  Rei berjalan di depan Putri dengan gaya yang sangat cool, kemudian saat berpapasan lagi Rei masih bersikap tidak peduli tetapi Putri mulai melirik Rei, karena lirikan itu menurutnya Putri sudah mulai melihatnya.


Selesai pelajaran olahraga Rei dengan teman-temannya pergi ke kantin yang ada di dalam sekolah, minum es dan gorengan. Tak disengaja Putri masuk ke kantin itu dan membeli gorengan, saat mengambil gorengan dengan


sengaja nya Rei berjalan dan ikut ambil gorengan, mereka bersebelahan. 


Mata yang cerah, bulu mata yang lentik, alis yang tebal,dan  dengan percaya dirinya Rei menengok ke Putri sambil tersenyum tipis. Putri terlihat salah tingkah dan langsung pergi ke meja makan. Disaat itu juga Rei merasakan ada peluang bisa mendapatkan hati Putri.


Rasa penasaran Rei tidak sebatas itu, ia mencari sosmed Putri. Lewat sosmed facebook Rei


mulai mendekati Putri mulai chating Putri “hai ini Putri ya?”

__ADS_1


Lama chat itu terkirim tak kunjung dibalas Putri. Dengan sabarnya Rei menunggu balasan, lama


tak dibalas akhirnya Rei sedikit pesimis. Malam harinya Rei berbaring di kasur sambil membaca novel yang ditulis oleh “R.A”, tiba-tiba berbunyi notif hp nya dilihatnya dikira ada chat masuk ternyata balasan chating facebook dari Putri,


dengan girangnya Rei langsung membuka isi chat itu    “iya, ini siapa ya?”


“Ini Rei kakak kelas” balasan dari Rei


“Oh kakak kelas, maaf kak aku gak paham yang mana”


“Tadi yang senyum waktu di kantin”


“Lupa, yang mana” Putri berkata seperti itu padahal dia ingat dengan jelas muka si Rei.


Rei membalas lagi “yasudah kalo lupa, maaf aku ganggu gak dek ?”


“Nggak kok, tapi aku mau tidur”


“Yasuda kalo mau tidur 😊, good night”


Hanya di balas senyum dari Putri “😊”


Rasa penasaran Rei makin menjadi-jadi karena baru kali ini ia merasa sangat sulit mendekati perempuan biasanya selalu dapat respon yang baik dan tidak sulit mendekati perempuan, percakapan itu terhenti.


Keesokan harinya Ketika disekolah Rei selalu melihat ke arah kelas Putri, Putri keluar dari kelasnya Rei siap-siap untuk berjalan dengan harapan bisa berpapasan lagi dengannya. Ternyata Putri jalan keluar dari kelasnya pergi ke kantin, dengan PD nya Rei jalan berpapasan sambil melontarkan senyum tipisnya iya berkata “ Putri ya?”


Dijawab Putri “iya kak”


Sambil mengacungkan tangannya Rei berkata “boleh kenalan?”


Putri merespon dengan bersalaman dengan Rei berkata “boleh kak”


“Rei”


Kemudian setelah mengucapkan itu Rei dipanggil temannya “ayok Rei ke kantin depan”, oke tunggu” jawab Rei.


Kemudian Rei berkata dengan Putri “aku yang tadi malam chattingan lewat facebook sama kamu” setelah mengucapkan itu Rei berjalan pergi

__ADS_1


ke kantin depan sekolah.


__ADS_2