
Bagi Tika hari itu adalah hari penuh dengan kesedihan dan penderitaan melihat orang
yang ia sayangi tersiksa karena penyakitnya. Tika mengatakan, “Kak kita usaha bareng ya untuk mengobati penyakitmu. ”
Tak tega melihat Tika menangis terus, Rei berkata “Sudah Dek, jangan menangis lagi jangan buat aku tambah sedih, esok kalau aku pergi, kamu harus bisa ikhlas, aku sudah maksimal dan selalu usaha untuk mengobati penyakit ku”
Tika sudah kehabisan kata-kata dan tak tau mau bicara apa-apa lagi. Pelukannya tidak dilepas sama sekali, pagi itu ternyata Putri lewat depan taman untuk membeli sarapan. Tak disangka-sangka kekasih yang ia sangat cintai sedang berpelukan dengan perempuan lain.
Tika langsung menghampiri mereka berdua dan berkata, “Aku nggak nyangka ternyata kamu main sama perempuan lain, siapa kamu ?" bertanya
dengan Tika.
Rei langsung berkata, “Kamu salah paham ini adikku.”
Dengan suara yang lantang Putri berbicara, “ADIK DARI MANA? AKU INI TAU ADIK-ADIK KAMU JADI NGGAK USAH BOHONG”
Tak tega lihat Rei dimarahi oleh Putri, Tika mengatakan “Diem kamu ya, Kak Rei nggak pernah main-main sama perempuan. Asal kamu tau aja, Kak Rei sayang banget sama kamu. Yang kamu lihat barusan cuma kesalahpahaman”
Putri mendekat ke Rei dan langsung menampar Rei sekuat tenaga, Rei yang merasa malu dilihat banyak orang kemudian langsung menarik Putri berkata “iya aku selingkuh puas kamu, udah mending kamu pulang”
“Kamu tega tau nggak!!, terus kamu mau jalan sama perempuan ini ?”
Rei menjawab dengan nada yang lemas “iya aku mau jalan sama dia”
Hati Putri dipenuhi rasa marah dan sakit hati berkata “terserah kamu aja” Putri pun pergi dari taman itu.
Rei kemudian mendatangi Tika yang pada saat itu juga marah tidak terima Rei ditampar, berkata “kak maaf karena aku kakak ditampar”
“Bukan salahmu dek, aku yang harusnya minta maaf udah ngerepotin kamu, ayuk pulang aku antar”
Saat diperjalanan pulang penyakit Rei kambuh lagi dadanya sesak dan matanya mulai berkunang-kunang, di dalam kondisi seperti itu Rei memaksakan dirinya hingga sampai di rumah Tika, sesampainya di rumah Tika, Rei berkata “jangan bilang sapa-sapa ya dek tentang penyakit ku dan ingat pesanku”
__ADS_1
“Masih diselimuti kesedihan Tika menjawab “iya kak, boleh aku peluk kamu lagi?”
“Sini sini dasar cengeng”
Memeluk dan menatap mata Rei, Tika mengatakan aku percaya surat ini nggak bakal sampai kepada orang yang dituju karena kamu akan sembuh”
Rei hanya membalas kata-kata itu dengan senyum dan pergi, diperjalanan Rei merasa sudah sangat tidak kuat menahan rasa sakitnya hidungnya mulai berdarah matanya sudah sayup-sayup, karena kondisi itu Rei tidak stabil dalam mengendarai motornya. Takut tidak sadarkan diri saat berkendara Rei berhenti dan mencari tempat untuk beristirahat.
Duduklah Rei di kursi tempat anak-anak bermain, di sebelah kursi itu ada pohon yang meneduhkan. Duduk sambil menahan rasa sakitnya Rei mengingat semua kenangan-kenangan indah Bersama keluarganya. Air matanya sedikit demi sedikit menetes di tambah mengingat kenangan-kenangan indah Bersama Putri, seandainya aku masih di beri umur Panjang aku akan memperbaiki semua kesalahanku selama
ini, terdengar lirih kata-kata itu dari mulut Rei, membayangkan Putri yang membaca surat yang iya tulis dan di titipkan dengan Tika Rei tambah merasa sedih, surat itu berisi :
“Hai put, aku berharap kabarmu baik-baik saja, mungkin banyak hal yang ingin aku ceritakan, KeTika surat ini sampai dan kamu membacanya aku berharap kamu sudah melupakan aku. Terimakasih sudah membuat aku sangat bahagia dan merasakan jatuh cinta yang luar biasa, maaf untuk semua kelakuanku yang menyiksamu
mungkin juga menyiksaku, sebelum aku pergi aku ingin memasTikan sudah tidak ada kebohongan antara kita, aku sangat mencintaimu, meski aku tidak ada di dunia ini lagi aku akan tetap menyayangimu. Sudah lama aku menderita penyakit ini dan sengaja merahasiakannya dengan keluarga dan kamu kekasihku,, aku tidak ingin karena penyakit ku membuat orang yang aku sayangi menjadi sedih. Terimakasih sudah menjadi orang yang aku sayangi dan maaf aku tidak bisa menemanimu sampai akhir.
Dari masa lalu mu *Rei*
Terdengar suara telpon, Rei mulai berhenti berkhayal dan mengangkat telponnya, berkata
“halo yang”, ternyata semua itu hanyalah khayalan Rei, penyakit kronis dan jalan cerita kesedihan akan penyakit tersebut tidak pernah terjadi, penyakit kronis yang dimaksud doker itu adalah asma yang memang sudah ada sejak Rei lahir, Rei merasa sedih dan takut karena penyakitnya
tidak bisa di sembuhkan.
Dari kata-kata dokter tersebut Rei mulai menghayal akan penyakitnya. Saat pertama kali cek kesehatan dan keluar dari rumah sakit Rei
duduk di taman rumah sakit disinilah Rei mulai menghayal semua cerita tentang penyakit yang menyedikan itu. Surat itu sebenarnya tidak pernah ada karena isi surat tersebut hanya ada dipikiran Rei. Setelah membayangkan penyakit parah dan
kematian, Rei benar-benar ingin berubah tidak mau lagi menjadi laki-laki yang selalu curiga dan berhenti menjadi laki-laki posesif.
Setelah hari itu Rei berprilaku baik dan mendekatkan diri pada agamanya bahkan menjadi laki-laki yang matang untuk menjadi suami, melihat kekasihnya sudah berubah Putri pun banyak berubah sampai pada akhirnya Rei dan Putri lulus kuliah dan sudah bekerja, hari yang
__ADS_1
ditunggu sudah tiba mereka menikah dan dari hasil pernikahannya dikaruniai 2 orang anak.
......** TAMAT**......
Di akhir BAB penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya jika ada kekurangan dalam
penulisan cerita “LAKI-LAKI POSESIF” dan mengucapkan banyak terimakasih bagi
yang sudah membaca cerita ini sampai akhir.
...“Anggaplah hubungan sama dengan orang memancing ikan besar, jika terus menarik senarnya maka akan putus, jika terus mengulur senarnya maka akan lepas ikan tersebut. Jadi dalam sebuah hubungan percintaan harus ada tarik ulur agar tidak merasa bosan dan lelah yang mengakibatkan hancurnya sebuah hubungan”...
...Kalimat Motivasi Cinta...
... “Wanita itu unik, mereka ingin kamu tahu bagaimana perasaannya tapi mereka tak ingin mengatakannya padamu.”...
^^^“Jika kamu gagal mendapatkan sesuatu, hanya satu hal yang harus kamu lakukan, coba lagi!!!!”^^^
...“Berfikir positif dan optimis terlihat seperti kalimat puisi yang sepele, tapi sadarilah ini sangat penting dalam peran anda mengambil keputusan yang akan menentukan kesuksesan atau kehancuran”...
...“Orang yang kuat hatinya, Bukan mereka yang tidak pernah menangis, Melainkan Orang yang tetap tegar keTika banyak Orang menyakitinya.”...
...“Dalam kehidupan tiada yang abadi, karena untuk setiap ‘Selamat Datang’ akan selalu diakhiri dengan ‘Selamat Tinggal’.” (Ali bin Abi Thalib)...
...“Jika kamu bahagia dan mengingat seseorang, itu berarti kamu mencintai orang tersebut. Jika kamu sedih dan mengingat seseorang, itu berarti orang tersebut mencintaimu”...
...“Jangan pernah menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang menyukaimu tidak membutuhkan itu, dan yang membencimu tidak akan percaya itu.” (Ali bin Abi Thalib)...
...“Wanita bukanlah pakaian yang bisa kamu pakai dan kamu lepas semau mu. Mereka terhormat dan memiliki haknya” (Ali bin Abi Thalib)...
Sumber: https://adoc.pub/250-kata-kata-mutiara-bijak-motivasi.html,.https://wolipop.detik.com/love/d-5796824/30-kata-kata-ali-bin-abi-thalib-tentang-cinta-syahdu-bikin-hati-adem
__ADS_1