Laki-Laki Posesif

Laki-Laki Posesif
PAHIT 3


__ADS_3

Rei membaca chat Putri tapi mengabaikannya, keegoisannya lebih besar dari pada kedewasaannya, Rei terlihat seperti anak kecil yang sedang berpacaran, sifatnya ke kekanak-kanakan. Keesokan harinya ketika Putri mau berangkat lomba ia meminta izin ke Rei “sayang aku mau berangkat doain aku menang ya”


Sebenarnya Putri chat seperti itu ke Rei berharap Rei juga ikut pergi ke lomba, tetapi kata-kata Putri di chat dimaknai berbeda dengan Rei, kemudian Rei membalas “seneng banget kamu ya, tanpa rasa takut kamu bersikap manis padahal aku masih marah sama kamu, seneng kalo aku gak ikut kan?”


“Aku capek yang sama tingkah kamu, aku gak bohong, yasudah aku berangkat dulu”


“Karena Rei merasa diabaikan Putri langsung pergi begitu saja, Rei membalas “mau kamu apa?” lama chat Rei tidak dibalas oleh Putri. Ternya Putri tidak memegang hp dan mempersiapkan lombanya. Dengan suasana hati yang kacau fokus Putri berantakan dia bernyanyi di panggung sangat kacau, juri pun memberikan nilai yang kurang baik,dan akhirnya Putri kalah.


Melihat kanan-kiri Rei tidak menyusulnya dan tidak memberikan semangat justru teman-temannya yang memberikan semangat, Putri pulang dengan temannya. Saat di atas motor Putri menangis karena tidak diperhatikan oleh Rei, membuka hp ternyata justru kata-kata yang menyayat hati yang ia terima, sambil berteriak di atas motor Putri menangis tersedu-sedu dan berkata dengan temannya “salahku ini apa”


Temannya menjawab “ sabar put mungkin Rei masih belum bisa terima karena kamu mention sama laki-laki lain di Twitter”


Putri menjawab “aku ini nggak selingkuh, aku ini beneran serius sama kak Rei, iya aku tau dia nggak pernah main-main, setia tapi apa ya adil cuma gara-gara masalah seperti itu, dia selalu ingat dan curiga sama aku”


Temannya menghibur Putri “udah put gak papa


nangis aja  biar lepas, kalau udah tenang baru kamu bales chat kak Rei”


Ketika hari perlombaan tersebut Rei malah pergi ke pantai dengan teman-temannya untuk melepas semua masalahnya, Rei bersenang-senang lupa dengan Putri. Sesampainya Putri di rumah hatinya sudah sedikit tenang dan membalas chat Rei “yang kamu tau gak aku tuh cepat kalau disuruh ngelupain laki-laki” Putri mulai mengancam Rei,


dengan maksud supaya Rei takut kehilangan Putri, karena Rei masih sibuk main dengan teman-temannya, dia tidak melihat hpnya.


Hari Pun mulai gelap, Rei pulang ke rumah dengan hati yang tenang Rei ingin biasa lagi dengan Putri, membuka hp ternyata dan membaca chat Putri, emosinya melonjak, marahnya makin menjadi-jadi


Dibalasnya chat Putri “ apa maksudnya? Kamu mau ngelupain aku?, kamu tau kalau kamu butuh watu sehari ngelupain laki-laki, aku cuma butuh 1 jam buat ngelupain perempuan!!!”


“Aku udah gak tau gimana nanggepin sikap kamu yang kaya gini, aku minta maaf yang ngomong kaya gitu, aku pingin biasa lagi”


Yang awalnya Rei ingin biasa juga karena sudah emosi ribut itu berkelanjutan “kamu mau putus?? Ha?”


“Yku gak mau putus, aku minta maaf”


“Udah putus aja kalau mau putus, sombong amat ngomong kaya gitu ke aku”

__ADS_1


“Maaf yang maaf aku gak mau putus”


“Terserah kamu aja, udah aku capek mau tidur”


“Kamu seharian kemana sayang?, aku kangen”


“Gak usah tanya aku kemana, kamu seharian puas kan gak chating sama aku, bisa centil sana-sini sama laki-laki lain”


Untuk meredakan suasana Putri mengabaikan kecurigaan Rei dan selalu membalas dengan


lembut dan perhatian “kamu udah makan sayang?”


“Oh ternyata iya ya kamu dari tadi sama laki-laki lain nyatanya kamu nggak menanggapi kata-kataku barusan”


“Aku nggak menanggapi nya karena aku nggak ngelakuin itu”


“Alah, udahlah aku mau tidur”


Chat berhenti ketika Rei mematikan hpnya, tapi Putri masih chat Rei “jangan tidur dulu aku masih kangen sama kamu”, itu chat terakhir Putri di malam itu dan tidak di balas lagi oleh Rei.


tidak dibalas, kemudian Rei siap-siap membereskan bukunya, lalu berangkat kesekolah. Diparkiran sekolah Putri sudah menunggu Rei, mereka jalan berdua, dengan raut muka yang tidak enak dan tidak berbicara apapun Rei berjalan.


Sedangkan Putri bilang “yang udah jangan marah lagi aku gak bohong sama kamu”


Rei tetap diam, Putri melanjutkan bilang “yang udah jangan marah” sambil merayu


tetapi meneteskan air mata.


Rei melihat air mata Putri menetes tak tega dan bilang “iya aku nggak marah kok”


“Udah biasa lagi ya kaya biasanya”


“Udah kamu jangan nangis, seburuk-buruknya aku, aku paling nggak bisa lihat perempuan nangis”

__ADS_1


Yasudah senyum dulu, nanti aku senyum” Rei menatap muka Putri dan menghapus air matanya


kemudian Rei tersenyum


Melihat senyum Rei Putri pun ikut tersenyum merasa masalahnya sudah selesai. Sampailah


mereka di depan kelas masing dan mengikuti kegiatan belajar mengajar. Walaupun hati Rei masih sedikit jengkel tetapi setelah melihat wajah cantik Putri ia sedikit merasa takut kehilangan, mengingat dulu waktu ingin memiliki Putri perjuangannya sangat sulit.


Sifat Rei yang posesif masih berkelanjutan karena


sifat ini sudah terbentuk dari masalah-masalah yang pernah dirasakannya. Kebohongan, penghianatan, menjadikannya bukan hanya posesif tetapi juga agresif.


Lambat laun berjalannya waktu hari-hari Putri dan Rei semakin menyiksa karena sifatnya itu, setiap hari Putri menangis merasa Lelah menghadapi Rei yang seperti itu, dan karena inilah Putri yang awalnya tidak berbohong karena selalu dicurigai


dan dituduh ia mulai berani berbohong, bukan tanpa sebuah alasan tetapi untuk menghibur dirinya.


Putri sangat sayang dengan Rei begitu pula Rei, karena sayang merekalah hubungan yang tidak seharusnya dipertahankan dipaksakan untuk bertahan dampaknya adalah hati mereka perlahan hancur dan merubah karakter orang menjadi lebih buruk lagi.


Melanjutkan cerita Rei dengan Putri, tak terasa ujian sekolah pun datang, Rei mengikuti ujian dan lulus dengan nilai yang lumayan bagus. Ketika kelulusan mereka berdua menghabiskan waktu bersama, Putri masih penasaran dengan pilihan Rei yang mau kuliah dimana, Putri bertanya dengan Rei sambil memegang tangannya “kamu mau kuliah dimana?”


“Aku pinginnya diluar kota, tapi nggak tau boleh apa enggak sama orang tua”


“Terus kalau kamu boleh di luar kota, aku gimana?”


“Kamu ya lanjutin sekolahmu, lulus terus kuliah juga”


“Ih bukan itu maksudku, nanti kamu deket sama perempuan lain lagi di sana”


“Aku bukan orang orang kaya gitu, yang aku rasakan selama ini setiap aku tertarik dan memiliki hubungan selalu fokus dengan orang itu, aku gak bisa nanggepin asik orang lain”


“Janji ya”


“Iya aku janji, tapi aku gak tau kalo kamu”

__ADS_1


“Aku nggak bakal bohong dan deket-deket sama laki-laki lain”


“Iya” sambil berkata Rei memeluk Putri


__ADS_2