
Sebuah hubungan dapat dikatakan pantas apabila sepasang kekasih mempunyai peran yang sama dan saling melengkapi, waktu dan takdir yang akan menjawab hubungan itu layak dipertahankan atau di sudahi. Setiap manusia pasti memiliki harapan dalam hidupnya, tetapi harapan itu bukan hanya sekedar dibayangkan tapi diwujudkan.
Sama seperti sebuah hubungan percintaan keTika kamu bosan dan lelah istirahatlah dan tenangkan dirimu ketika kamu ada di fase keindahan dalam hubungan maka bersiaplah berfikir lah dan memprediksi masalah apa yang akan datang karena sejatinya kita sendiri yang paham tentang diri kita, dan pasangan kita.
Saat pasanganmu keras maka cobalah untuk melunak, Ketika pasanganmu lunak maka cobalah untuk lebih lunak maka semua masalah dapat diatasi dengan hati yang tenang dan damai. Hari-terus berlalu jangan biarkan harimu dinodai dengan keputusan yang salah karena suatu
saat kita akan mengingat penyesalan itu sendiri dan menghancurkan harapan-harapan.
Seandainya hati dan otak bisa berbicara dan ngobrol maka percakapan itu adalah,
Kata hati “hai otak aku menyukai perempuan itu karena aku merasa nyaman didekatnya”
Otak menjawab “ apa kamu nggak berfikir, kenapa harus perempuan itu, perempuan itu kurang cantik, sifatnya keras kepala, dan sepertinya ia tidak menyukaimu”
Hati menjawab lagi “kalau kamu berkata aku tidak berfikir, sekarang aku tanya denganmu otak, apakah kamu tidak menggunakan hati mengatakan hal buruk tentang perempuan tersebut?
Itulah percakapan otak dan hati manusia egois yang mementingkan dirinya sendiri, karena hati dan pikirannya selalu berdebat seandainya rasa nyaman dan pikirannya selalu positif maka hubungan itu akan baik-baik saja, boleh menggunakan pikiran agar tidak dibodohi, boleh juga menggunakan hati untuk mencintai tapi ada hal yang harus dinomor satukan saling percaya.
Saat kamu dibohongi atau dikhianati maka gunakan pikiranmu untuk kehidupan kedepannya, ketika kamu ingin menyakiti orang lain karena pikiranmu maka gunakan hatimu untuk kehidupan orang lain dimasa depan.
Hati yang terus bersedih akan menghalangi otakmu berfikir, otak yang selalu berfikir negative akan mengeraskan hatimu dan membuat rasa khawatir berlebihan di dalam dirimu. Melanjutkan cerita Rei yang keesokan harinya bertemu dengan dengan Putri di sekolah, sama seperti sebelumnya karena masih terlalu canggung Ketika berpapasan
mereka hanya melontarkan senyum, karena setiap mereka bertemu selalu ada teman-teman di sekelilingnya sehingga tidak leluasa. Saat pulang sekolah Rei langsung ke rumah Tika, karena sudah janji akan menemani Tika.
Rei mengetuk rumah Tika, “assalamualaikum”
dijawab “wa'alaikum salam” oleh mamahnya Tika, oh Rei masuk sini tunggu sebentar Tika nya masih dandan, orang mau joging dandannya lama banget tuh dikamar”
Rei menjawab “biasalah tante perempuan gitu, haha”
“yasudah Rei duduk dulu tante tinggal ke dapur ya”
“iya tante”
Lama menunggu akhirnya Tika keluar dari kamarnya, karena merasa kesal lama menunggu Rei berkata “ampun lama banget”
“ya maaf kak, ayuk berangkat”
__ADS_1
“yasudah ayuk tapi ke rumahku dulu aku mau ganti baju dulu”
Mereka berdua berboncengan dengan motor butut Rei, Tika yang biasa naik mobil tak masalah beberapa kali di bonceng dengan motor butut Rei, malah merasa sangat senang naik motor karena bisa peluk-peluk Rei. Setelah selesai ganti baju dan siap joging mereka berdua langsung pergi ke taman kota. Seperti biasa selesai joging mereka
ngobrol dan disinilah Tika sudah tidak bisa menahan perasaannya.
Tika bilang ke Rei “kak aku pernah cerita waktu itu kalau pernah suka sama laki-laki kan, kakak tau laki-laki itu siapa?”
“enggak tau dek”
“sebenernya laki-laki itu kakak, aku berharap kakak jadi pacar aku dan bisa serius sama aku, tapi justru kakak anggap aku sebagai saudara. Aku ngerasa iri sama perempuan yang kamu suka itu. Hari ini aku bilang semuanya biar plong, kakak
mau nggak jadi pasanganku?”
Mendengar perkataan Tika, Rei sangat kaget dan heran selama ini perempuan yang dianggap Rei
sebagi sahabat bahkan lebih dari sahabatnya sudah seperti saudaranya sendiri mencintainya, tapi Rei sadar tidak salah Tika mencintainya karena perlakuannya yang begitu perhatian dengan Tika.
Rei bingung mau jawab apa, karena Rei tidak
Akhirnya karena Rei lama diam Tika bilang lagi “kak aku tau kamu bingung mau jawab apa, kamu nggak mau nyakitin aku, jangan di jadiin pikiran dan tanpa kakak jawab aku juga tau jawaban kakak, aku ngomong biar nggak ada beban lagi setiap aku jalan sama kakak dan bisa anggap kakak sebagai saudara sama seperti kakak anggap aku sebagai adik, udah lupain aja kita biasa lagi kaya biasanya”
“iya dek, jangan sakit hati ya aku anggap kamu sebagai saudaraku, karena menurutku lebih baik kita kaya gini dari pada kita punya perasaan lebih nanti justru kita canggung dan nggak bisa bercanda, ketawa lagi, yang ada marah-marahan” Rei berkata seperti itu untuk menenangkan hati Tika.
“iya kak bener kata mamah juga gitu”
Rei mulai mengalihkan pembicaraannya dan mulai bergurau lagi dengan Tika, akhirnya semua perasaan Tika bisa tersampaikan meski hasilnya tidak sesuai dengan keinginannya tapi membuat hati Tika lebih tenang dan lepas. Hari pun sudah sore mereka berdua pulang ke rumah.
diperjalanan Tika bertanya dengan Rei “kak
siapa perempuan yang kamu suka itu?”
“Namanya Putri dek”
“baik nggak ? kalau enggak jangan sama dia cari perempuan lain aja. Aku nggak terima kakak dapet perempuan yang nggak bisa baik sama kakak”
“haha santai baik kok orangnya cuma agak cuek aja dia”
__ADS_1
“ingat jangan mentang-mentang udah ada gebetan nanti lupa sama aku, udah nggak mau main lagi sama aku”
“ya enggak lah dek”
Sampailah mereka di rumah Tika, Rei langsung berpamitan dengan Tika dan mamahnya. Sesampainya di rumah Rei langsung membuka hp nya dan menghubungi Putri , “Put, siput”
Putri menjawab “ih manggilnya memang aku hewan”
“maaf dek becanda, kaya gitu aja emosi”
“iyaa kak, udah apa joging nya?”
“loh kok kamu tau kalau aku joging tadi?”
“taulah orang aku tadi lewat taman, kakak ini punya pacar chat-chat perempuan lain nanti marah loh pacarnya”
“itu bukan pacarku kok, dia adikku”
“adik apa adik?”
“bukan adik kandung tapi udah aku anggap adikku sendiri Panjang ceritanya kalau mau diceritakan”
“oh yasudah kak”
“masih aja jutek, makan cabe sana biar cerewet dikit haha”
“yang ada mulutnya bengkak bukan cerewet”
“ya enggak papa haha kan imut”
“imut dari mananya lucu iyaa”
Obrolan mereka berlanjut sampai malam hari dan Putri merasa ngantuk kemudian Putri bilang ke Rei “kak aku ngantuk, tidur duluan ya”
“iya dek aku juga ngantuk, good nite”
“good nite too”
__ADS_1