Laki-Laki Posesif

Laki-Laki Posesif
RUSAK 1


__ADS_3

Setelah melihat untuk pertama kalinya muka Putri Rei merasa tertarik, tetapi keesokan harinya Rei


justru tidak mencari tau lebih lanjut tentang Putri. Saat disekolah Rei ngobrol dengan temannya, temannya menawari perempuan yang cantik tapi pergaulannya kurang baik.


Karena pergaulannya kurang baik justru Rei tertarik mendekatinya, bagi Rei perempuan yang dekat dengan pergaulan bebas adalah perempuan yang sangat menghibur. Rei berkata dengan temannya


“Mana nomer hpnya biar aku chat”


“Ini Rei 08…………..” temanya memberikan nomer hp perempuan tersebut


“Siapa namanya?”


“Namanya Tika, hati-hati tapi Rei jangan terbawa pergaulannya. nggak papa kalau cuma buat hiburan”


"Iya santai aja”


Tak lama Rei langsung chat Tika, “hei Tika”


Langsung dibalas oleh Tika “iyaa ini siapa?”


“Salam kenal ya, aku Rei”


“Oke, kamu dapet nomer aku dari siapa?”


“Dari temen tapi maaf nggak bisa nyebutin namanya”


“Yasudah kalau gitu nggak papa, FB mu apa?, aku mau lihat”


“Rei…. @gmail.com, kalau kamu?”


“Tika…..@gmail.com” Karena penasaran ingin


melihat muka Rei Tika langsung mencari akun FB Rei, untuk Tika muka itu nomer satu, yang penting tampan iya mau dekat.


Tak butuh waktu lama Tika langsung menemukan FB nya, melihat foto-foto Rei, Tika sangat heran karena laki-laki yang chat adalah laki-laki sangat tampan.


Sedikit gambaran tentang Tika, Tika adalah


siswi sekolah swasta.sekolahnya adalah sekolah internasional, dimana disekolah itu tempat berkumpulnya anak-anak orang kaya. Orang tua Tika pengusaha sukses, bahkan uang jajan Tika setiap harinya 100 ribu.


Ditunjang dengan uang yang banyak mangkanya sebagian anak-anak yang sekolah di situ pergaulannya sedikit leluasa. Berbeda dengan anak-anak yang uang jajannya hanya 10 ribu


sehari, tidak kepikiran main ke kafe atau main-main ketempat yang mahal.


Walupun Tika adalah perempuan yang kaya tapi bagusnya Tika ini tidak memandang laki-laki dari kondisi ekonomi, untuknya yang penting tampan sudah cukup. Melanjutkan chating Rei dan Tika, semenjak tau muka Rei, Tika menanggapi chat


Rei dengan manis.


Rei berkata “barusan aku lihat foto-fotomu cantik-cantik banget”

__ADS_1


“Masa sih cantik?” kata Tika


“Iya cantik banget”


“Makasih kak, kakak juga ganteng, pasti banyak temen chating ya kak?”


“Enggak juga, ini baru dapet temen chating”


“Siapa kak?”


“Kamu, boleh kan chating terus sama kamu?”


“Boleh kak, aku juga lagi gak ada pacar, jadi nggak perlu takut-takut. Toh temenan doang”


“Masa iya sih nggak punya pacar, pasti banyak laki-laki yang deket sama kamu ya?”


“Enggak kok kak, cuma temen-temen biasa aja. Kakak punya pacar ya ?”


“Mana ada pacar, nggak punya dek,


“Yang benerr????”


“Iya beneran, kok nggak percaya, gimana kalo besok kita ketemuan biar jelas bisa ngobrol langsung?”


“Mau ketemuan dimana kak?”


“Di taman kota aja, sepulang sekolah”


“Oke dek”


Chating mereka untuk pertama kalinya terhenti sampai disitu, waktu tak terasa sudah berlalu Rei dan Tika sudah pulang sekolah. Agar tidak terlalu terlihat benar-benar mengejar Tika, Rei tidak chat Tika lagi sampai malam datang.


Ketika malam sekiranya Tika sudah tidur Rei baru chat “selamat malam Tika, jangan lupa besok pulang sekolah kita ketemu di taman ya", rei pun tidur.


Keesokan harinya Tika membaca chat Dari Rei kemudian membalas “iya kak”.


Pukul 7 pagi Rei baru bangun, dengan terburu-buru iya langsung mandi dan menyiapkan semua peralatan sekolah. Sesampainya di sekolah Rei dihukum karena terlambat,


Gurunya bilang “Rei-Rei nggak capek-capeknya kamu dihukum”.


Rei pun menjawab “gimana Buk, orang


kesiangan”.


Selesainya Rei dihukum, Rei masuk ke kelas dan teringat Tika, memegang kantung celananya kanan kiri, ternyata HPnya ketinggalan di rumah. Rei mulai panik, karena ia sudah janjian akan bertemu Tika di taman, bagaimana jika tidak


membawa hp Rei belum pernah melihat wajah asli Tika.


Rei mencari temannya yang memberikan nomer Tika, ternyata temannya tidak masuk sekolah karena sakit, tambah panik Rei. Berfikir nanti pulang sekolah langsung ke taman saja, ada gambaran sedikit muka Tika karena Rei sudah melihatnya di foto FB.

__ADS_1


Rei melanjutkan aktifitasnya di sekolah belajar dengan lesunya bukan semangatnya. Karena dihari itu semua pelajaran yang tidak disukainya salah satunya pelajaran KIMIA. Akhirnya waktu yang ditunggu Rei datang bel tanda selesainya sekolah berbunyi setelah benar-benar Lelah seharian mikir. Nggak pake lama Rei langsung ke parkiran mengambil motornya dan menuju ke taman kota.


Beralih ke Tika yang ternyata sudah menunggu di kursi taman, Tika chat Rei tetapi tidak dibalas-balas. “gimana si Rei ini sudah janjian tapi tidak datang” dengan muka


yang sangat kesal tetapi masih terus menunggu.


Sampailah Rei di taman kota, melihat kanan-kiri tapi tidak merasa melihat Tika, banyak perempuan di sana tapi mukanya asing semua. Jalan Lah Rei ke kursi taman yang diduduki Tika, berkata dengan perempuan yang duduk disitu


“Maaf boleh duduk disini?”


Jawab Tika “ oh iya kak boleh”.


Ternyata karena Susana hati Tika yang kesal tidak memperhatikan muka si Rei yang berbicara Tika hanya fokus melihat hpnya. Rei duduk disebelah Tika, sama-sama menunggu, sama-sama jenuh.


Rei berkata dengan Tika “masih nunggu


orang ya mbak?”


“Iya kak” dengan nada yang tidak enak Tika menjawab.


Dijawab lagi oleh Rei “oh udah lama nunggu ya?”


Tika langsung membalas perkataan Rei


“kak bisa nggak nggak usah banyak tanya, saya masih kesal” kemudian Tika menengok ke arah laki-laki yang duduk di sampingnya.


Dengan kagetnya Tika melihat laki-laki yang duduk disampingnya adalah Rei, Rei pun sekilas dari


dekat sedikit mengenal muka Tika.


“Astaga, Tika ya?” Rei berkata.


Tika menjawab “kenapa enggak ngomong dari tadi kalau kakak yang duduk di sebelahku, aku ini udah nunggu dari tadi”


“Maaf dek aku juga belum paham sama mukamu, ternyata lebih cantik aslinya dari pada di foto”


“Nggak taulah kak!, kesal aku ini sama kakak”


Tak berkata Rei hanya melontarkan senyum ke arah Tika, melihat senyum, bulu mata yang lentik, alis tebal, kulit putih, muka tirus. Tika sangat kagum dan seketika ikut tersenyum. Bahagianya Tika baru kali ini ia melihat ada laki-laki yang benar-benar tampan, dan sangat menarik.


Tika berkata dengan Rei "kak kok bulu matanya bisa lentik banget, padahal aku yang perempuan aja nggak selentik itu"


Rei menjawab "enggak tau dek ini udah bawaan lahir, aku beneran minta maaf HP ku ketinggalan tadi di rumah karena kesiangan terus buru-buru"


"Iya nggak papa kak, tapi jujur aku masih kesal"


"Sebentar aku punya obat biar nggak kesal lagi" kata Rei


"Apa kak?" dengan penasarannya Tika bertanya

__ADS_1


"Tunggu sebentar disini"


__ADS_2