
Pagi harinya Rei sudah bangun pukul 04 seperti biasa Rei membangunkan Putri mengingatkan sholat subuh dengan cara chat “bangun sayang siap-siap sholat subuh”
Chat itu menurut Rei merupakan salah satu bentuk perhatiannya, jika menelpon Rei merasa kasihan karena masih terlalu pagi. Beralih ke kehidupan
Tika yang sekarang sudah sangat baik jika dibandingkan sebelumnya. Tika dan mamahnya mulai menjalani hidup dekat dengan agama mulai merasakan kenyamanan di dalam lingkup dan suasana islami.
Suatu ketika mamah Tika berkata “Tika gimana
kabar Rei ? kok mamah udah lama nggak denger kabarnya”
“Enggak tau mah, aku juga udah lama enggak dengar kabarnya kak rei. Aku mau nge hubungi
dia takut ganggu soalnya dia sibuk sama kuliahnya belum di tambah takut pacarnya salah paham”
“Kamu kan udah lama temenan sama Rei masa iya pacarnya masih salah paham dan kamu juga
mamah liat udah seperti saudara”
“Tetep aja mah nanti takut salah paham, kalau kak Rei nggak lupa sama aku pasti nanti dia telpon”
“Yasudah kalau gitu, oiya setelah lulus kuliah kamu mau kuliah dimana dan jurusan apa?”
“Kalau dimana nya aku belum tau tapi aku mau ambil jurusan kedokteran”
“Bagus kalau gitu, mau kuliah di luar negri?”
“Nanti kalau aku kuliah diluar negri mamah gimana sendirian?”
“Jangan mikirin Mamah yang penting kamu sekolah yang berkualitas”
“Nanti aja deh mah aku pikirin lagi”
“Yasudah, sesekali kamu chat Rei kan nggak papa kalau dia masih kesusahan dibantu”
“Iya mah nanti aku chat coba”, Seandainya Tika tau Rei sedang sakit parah pasti setiap hari memperhatikan kondisi Rei.
Kembali ke Rei yang seperti biasanya beres-beres
kamar, memasak, dan mandi. Setelah semuanya beres Rei baru melihat hp nya dan melihat ada panggilan tak terjawab dari Putri. Rei bergegas telpon balik,
“Halo yang” kata Putri
“maaf yang tadi aku masih beres-beres jadi nggak ke angkat telponnya, kamu udah sholat”
“Iya nggak papa yang, udah kok. Kamu sekarang rajin banget sayang jam 4 udah bangun udah, udah beres-beres, udah siap semuanya”
“Iya dong pacar sapa dulu harus rajinlah 😊”
“Yang aku mau cerita tadi aku mimpi serem banget, aku bangun aja sampai nangis”
“Mimpi apa sayang ?”
“Masa aku mimpi kamu pergi dari aku, ninggalin aku yang masih duduk di taman sambil dada gitu tangannya”
Seketika Rei diam dan teringat penyakitnya yang semakin hari semakin parah, Rei berbicara dengan tenangnya “mimpi doang itu yang”
“Kamu nggak bakal pergi dari aku kan yang?, seandainya kamu ada niatan pergi aku nggak bakal melepas kamu”
__ADS_1
“Ya enggaklah yang mimpi doang. Namanya mimpi kan bunga tidur nggak usah takut aku ada terus untuk kamu”
“Janji ya yang?”
"Iya janji, yasudah kamu siap-siap mau berangkat sekolah kan”
“Iya yang aku mandi dulu ya”
“Iya sayang yang bersih mandinya”
Rei masih memikirkan mimpi Putri dan merasa apa benar ia akan pergi secepat ini, karena Rei merasa masih ingin hidup dan masih ingin melihat kebahagiaan orang disekelilingnya ia berusaha mengobati penyakitnya, setelah pagi itu Rei pergi
ke kampusnya dan Putri pergi ke sekolahnya, setelah pulang kuliah Rei datang ke pengobatan tradisional, banyak bercerita tentang penyakitnya dan hasil medis yang ditunjukannya
Tabib pengobatan tradisional itu memberikan obat
herbal dan berkata “minumlah obat ini walaupun saya tidak bisa menjamin kesembuhan penyakit adik tapi banyak pasien saya yang sembuh karena racikan obat herbal ini”
“Iya pak terimakasih”
Rei pulang ke kosannya dan langsung minum obat tersebut, memang setelah minum obat tersebut seperti tidak ada efek apapun tetapi Rei masih percaya obat itu akan menyembuhkannya disisi lain Rei rajin ke rumah sakit untuk mengontrol
penyakitnya secara medis.
Hari semakin berlalu Rei yang rajin meminum obat
herbal tersebut merasakan sedikit agak mendingan dan hasil lab pun menunjukan
penyakitnya sudah sedikit membaik. Rei merasa sangat bahagia ia yakin akan sembuh.
lemas dadanya semakin sesak bahkan sesak yang dirasakan lebih menyiksa dirinya, karena Rei merasa sudah tidak tahan lagi ia menelpon teman kuliahnya untuk mengantarkannya ke rumah sakit. Tak lama setelah ditelpon temannya datang dan
langsung mengantarkan Rei. sesampainya di rumah sakit temannya bertanya kepada Rei “kamu kenapa Rei yang sakit apanya?”
Dijawab Rei “enggak papa kok cuma pusing biasa, kamu duluan aja aku bisa naik ojek nanti”
Serius Rei nggak papa ditinggal?”
“Iya nggak papa santai aja”
“Yasudah aku pulang duluan ya”
“Iya, makasih ya” Rei berbicara dengan nafas yang berat
Teman Rei pulang dan rei masuk ke ruang dokter, setelah pemeriksaan dokter berkata
“Dek penyakitmu sekarang sudah di tahap sangat memprihatinkan saya sebagai dokter menyarankan mu kemoterapi”
Jawab Rei atas pernyataan dokter tersebut “maaf dok saya tidak akan kemoterapi, dengan kondisi saya yang seperti ini berapa lama saya bisa bertahan hidup?”
Dokter menjawab dengan muka yang menunjukan kasian terhadap Rei berkata “tidak sampai 1 bulan”
Rei yang awalnya sangat bahagia karena belum lama penyakitnya di bilang sudah sedikit membaik sekarang hatinya sangat sedih dan berantakan, hancur berkeping_keping.Melihat dokter yang terlihat kasian terhadapnya Rei justru tersenyum dan terlihat bersemangat meski ia ingin sekali menangis.
Rei berkata dengan dokter itu “jangan lihat saya seperti pengemis, saya tidak suka diperlakukan seperti itu. Dok boleh saya minta resep untuk menahan rasa sakit lagi, mungkin seandainya benar yang dikatakan dokter waktu saya tidak sampai 1 bulan lagi maka ini terakhir kali saya kesini saya mengucapkan banyak terimakasih
dengan dokter yang telah banyak membantu saya”
__ADS_1
Dokter itu berkata sedikit keras “dek lakukan kemoterapi!”
“Tidak akan saya lakukan dok, menurut saya kemoterapi hanya memperlambat kematian saya bukan menyembuhkan penyakit saya”
Dokter itu pun susah tak bisa mengucapkan apa-apalagi dan langsung memberikan resepnya, Rei pulang ke kosan dan rencananya iya akan pulang kerumahnya besok sore, rei ingin
menghabiskan waktunya Bersama orang terdekatnya yaitu keluarga. Sebelum pulang
saat malam harinya rei mengajak teman-temannya kumpul, disitu iya bilang ke teman-temannya bahwa iya akan pulang ke rumah, temannya kaget dan berkata
“Loh Rei besok kan masih ada jam kuliah, kok pulang ke rumah?”
“Ada masalah keluarga jadi harus pulang mungkin kalau waktu mengizinkan aku lanjut kuliah kalau
enggak yasudah aku putus kuliah, jadi sebelum aku pulang aku mau minta maaf sama sekalian sekiranya aku punya salah dan makasih”
Teman-teman Rei tak berfikiran aneh-aneh karena rei terlihat seperti tidak terjadi apa-apa. Setelah
selesai dan pulang ke kosan Rei mulai packing semua barang yang akan dia bawa besok. Dimalam itu rei menelpon Putri, Rei berkata “yang besok aku pulang”
Putri menjawab “kok pulang yang memang udah liburan?”
Jawab Rei “disini diliburkan 1 bulan karena ada masalah di kampus”
“Baguslah yang aku udah kangen banget sama kamu”
“Aku juga kangen”
“Bentar ya yang ibuku nelpon”
“Iya yasudah angkat dulu telpon ibumu”
Dimatikan telponnya oleh Rei dan mengangkat telpon dari Ibunya
“Halo bu"
“Gimana kabarnya sehat kan?”
Mendengar Ibunya bertanya tentang kesehatannya Rei langsung meneteskan air matanya sedih tak terbendung seandainya ibunya tau pasti akan teramat sangat sedih Rei menahan kesedihannya
dan berkata “alhamdulilah sehat bu, besok aku pulang sementara kampus 1 bulan libur karena ada masalah di kampus”
“Yasudah kalau gitu nanti biar disiapkan jemputan di Pelabuhan, kira-kira sampai disini jam berapa?”
“Enggak usah bu besok aku naik bus aja, udah lama enggak naik bus pingin nikmati jalan”
“Yasudah kalau begitu hati-hati di jalan nak”
“Iya bu, yasudah aku tidur ya besok aku berangkat pagi”
Setelah ngobrol lewat telpon dengan ibunya Rei chat putri “yang aku tidur ya besok aku berangkat pagi”
Jawab Putri “Iya sayang, love you”
“Love you too”
Baru Rei memejamkan matanya tiba-tiba………
__ADS_1