
Sekian lama Rei tidak pernah merasakan keseriusan dalam hubungan akhirnya Rei mulai
mencoba serius dalam menjalin hubungan, hatinya yang dulu pernah tersakiti dan keras seperti batu mulai luluh kembali.
Pacar Rei yang sekarang benar-benar berbeda dengan yang sebelumnya, perempuan yang keras kepala, mau menang sendiri, dalam segala hal Putri harus benar walaupun salah, selalu ada bantahan ketika disalahkan Rei atas perbuatannya.
Awal mereka berpacaran, sedikit biasa saja keromantisannya sebatas kalimat di chat dan telpon.tidak mudah Rei bisa mengajak Putri jalan, nonton, dan main seperti pasangan lainnya karena ayah Putri terlalu mengekangnya. Cerita perjalanan hubungan mereka selama 1 bulan
hanya sebatas chat, bertemu disekolah, dan telponan. Suatu Ketika Putri tidak boleh membawa motor ke sekolah oleh ayahnya karena Putri diam-diam main dengan temen-temannya tanpa sepengetahuan ayah Putri.
Putri curhat ke Rei kalau besok Putri harus jalan kaki saat pulang sekolah, meski lokasi sekolah masih dilingkungan yang sama dengan rumah Putri tetapi jaraknya sedikit jauh jika ditempuh berjalan kaki. Rei mengambil kesempatan ini untuk bisa membonceng Putri, Rei bilang “besok biar aku antar kamu pulang”
Dijawab Putri “iya, tapi jangan sampai ayahku tau ya, berhenti di depan gang aja”
“Iyaa” kata Rei.
Keesokan harinya saat pulang sekolah, Rei datang ke kelas Putri dan mengajak pulang,
“ayok pulang”
“Iya tunggu sebentar aku beresin buku dulu”
Setelah selesai membereskan buku, Putri langsung jalan ke parkiran Bersama Rei, masih
sangat canggung meski mereka sudah berpacaran. Berboncengan lah mereka menuju
rumah Putri, saat tiba di depan gang ternyata ada sepupu Putri lewat berpapasan, memanggil “Put, cieee cieee”.
Putri kaget dan mengatakan ke Rei “itu sepupuku, nanti ngadu lagi sama ayahku”
“Bilang aja temen yang antar gak tega liat jalan kaki”
“Percaya gak ya dia nanti ngomong enggak-enggak lagi ke ayahku”
“Percaya percaya”
Sampailah Putri di gang dekat rumahnya, Putri turun dari motor bilang “makasih ya”
“Iya sama-sama”
Putri tersenyum dan mengatakan “hati-hati dijalan”
“Oke” langsung digas motornya dan jalan pulang.
Setelah di antar Rei pulang Putri langsung melihat kondisi rumah takut ayahnya melihat Rei, melihat keruang tamu tidak ada, menuju ke kamar ayahnya ternyata sedang tidur. Hati Putri lega melihat ayahnya tidur. Tak lama kemudian Putri masuk ke kamarnya dan tidur.
Ketika Putri tidur pulas sepupunya yang melihat tadi mampir kerumah Putri dan ngobrol dengan ibunya, bercerita dengan ibu Putri “tante tadi
aku lihat Putri di bonceng laki-laki pulangnya, ganteng loh”
“Masa iya, Putri berani pulang sama laki-laki?’
“Nggak percaya tanya aja sama Putri”
“Nanti tante tanya”
Sampailah berita itu ke telinga ayah Putri, nggak marah justru setelah Putri bangun ayahnya langsung bilang “kenapa temennya tadi yang antar kamu gak disuruh mampir” Putri kaget dan langsung bilang “kok ayah tau ?”
__ADS_1
“Besok-besok kalo di antar temen laki-laki suruh antar ke rumah jangan di gang, gak enak di lihat tetangga” ayahnya pun pergi setelah
bilang seperti itu.
Putri langsung masuk ke kamar, telponnya berbunyi ternyata Rei menelpon. Diangkat lah
telpon itu dan Putri berkata “ayahku tau kalo kamu tadi antar aku”
“Terus bilang apa ayahmu?”
“Katanya besok-besok gak boleh nurunin aku di depan gang, suruh mampir dulu”
“Sedikit panik Rei bilang “oke besok aku mampir”
“Janganlah sebelumnya aku belum pernah bawa laki-laki ke rumah”
“Gak papa santai aja, lagi pula ayahmu taunya kan temen”
“Ya gak mungkinlah dia gak curiga kalo kita pacaran”
“Udah gak papa”
Besok aku antar kamu lagi ya, sekalian aku mau kenalan sama ayahmu 😊”
“Sok berani kamu tuh”
“Santai aja sih yang” padahal Rei agak-agak takut menghadapi ayah Putri.
“Yasudah besok antar aku pulang”
“Kok bisa kesiangan”
“Nggak ada yang bangunin”
“Yasudah nanti aku chat”
Sebelum jam pulang sekolah Rei sudah berangkat dan nongkrong di kanti depan sekolah, ngerokok sambil ngopi. Lama menunggu akhirnya bel pulang sekolah berbunyi. Tak lama Putri chat “dimana? Aku udah mau keluar dari sekolah”
“Udah di depan sekolah, maju sedikit biar gak
kelihatan guru”
“Iya” sambil berjalan dan sampai di depan sekolah “aku tunggu di depan warung depan
sekolah”
“Oke otw”
Rei langsung ambil motornya, ketika sampai berkata “ayok yang”
“Apa sih manggil yang-yang geli dengernya”
“Gak asik”
Naiklah Putri ke atas motor, mereka jalan menuju rumah Putri. Di atas motor mereka mengobrol sambil bercanda, Rei mengarahkan spionnya ke arah muka Putri, Putri membalikan spionnya lagi dan bilang “apa sih”
“Aku mau lihat muka kamu” kata Rei
__ADS_1
“Gak boleh lihat-lihat”
“Kadang aku heran sendiri kok bisa aku punya pacar cetus gini, tapi cantik”
Tiba-tiba Putri memeluk Rei dari belakang dan mengatakan “kadang aku juga heran ada laki-laki yang bisa buat aku sayang”
“Berdebar tidak karuan jantung Rei, “peluk yang kuat sebelum kamu lepas, karena sudah mau sampai”
Setelah di depan gang dekat rumah, Putri melepas pelukan itu takut ayahnya lihat. Sampailah mereka di depan rumah Putri, tak lama kemudian ibunya Putri keluar , Rei langsung mendatanginya dan salim cium tangan. Ibunya Putri berkata “oh ini
yang kemarin antar Putri ya?”
“Iyaa bu maaf kemarin saya dipaksa turun di gang sama Putri” Putri reflek langsung mencubit Rei dan berkata “diem”
Ibunya tersenyum melihat tingkah keduanya, dan menyuruh Rei masuk kerumahnya. “masuk-masuk”
“Iyaa bu, sambil mengucapkan salam Rei masuk”
Dijawab lah salam itu oleh ayahnya “walaikumsalam”
“Rei datang ke ayahnya dan salim cium tangan, kemudian ayahnya berkata “sini-sini om pingin kenal sama kamu”
Sedikit takut Rei duduk di depan ayahnya Putri, ayahnya Putri mulai membuka obrolan “Namanya siapa?”
“Rei om”
“Oh Rei, tinggalnya dimana?”
“Saya tinggal di desa sebelah”
“Banyak saudara-saudara om di sana, pacarnya Putri bukan?”
Mendengar pertanyaan itu Rei bingung mau jawab apa, sambil terbata-bata Rei jawab “bukan om saya temennya”
“Yakin temen? Kalo pacaran juga gak papa tapi saling jaga ya gak boleh macem-macem ada batasannya”
“Iya om”
“Oiya om tinggal dulu ya, ada janji sama orang tolong jaga Putri ya Rei”
“Pasti om”
Melihat respon ayahnya dengan Rei Putri heran, sebelumnya ayahnya belum pernah mengizinkan Putri pacar-pacaran. Setelah percakapan Rei dengan ayah Putri tak lama dia pamit pulang, “dimana ibumu aku mau pulang, kamu juga baru pulang, belum salin makan, dll, aku mau pulang, aku kesini cuma mau kenal orang tuamu”
Dengan muka gak enak Putri bilang ke Rei “buru-buru amat mau ketemuan sama
siapa?”
“Gak ketemu siapa-siapa”
“Yasudah” Putri mengantar Rei ke ibunya, Rei pun berpamitan, salim mencium tangan ibunya dan ibunya berkata “kok buru-buru”
“Iya bu udah siang”
“Oh yasudah hati-hati dijalan ya dan makasih udah antar Putri pulang”
“Iya bu sama-sama”
__ADS_1