Laki-Laki Posesif

Laki-Laki Posesif
PAHIT 4


__ADS_3

Kadang mereka akur dan romantis tapi lebih banyak menyiksa diri sendiri, ketika bertemu langsung mereka sangat romantis Saat berjauhan mereka menyiksa dirinya sendiri masalah kecil selalu dibesar-besarkan. Tibalah hari dimana Rei mulai mendaftar universitas yang dia inginkan, berangkat keluar kota dan mengikuti tes seleksi masuk.


Setelah selesai pelaksanaan tes Rei tidak menyia-nyiakan waktunya di sana, dia menghabiskan waktu untuk bermain sebelum pulang ke rumah. Banyak bertemu dengan perempuan-perempuan cantik dan dimintai nomer hp tetapi Rei tidak meladeni semua perempuan tersebut. Sedangkan Putri diam-diam mulai


chating dengan laki-laki lain, sekedar hiburan bagi Putri, tidak belajar dari masalah yang pernah dihadapi justru Putri mendekati kondisi terburuk dari hubungan mereka. 


Malam saat Rei di hotel sebelum pulang ke rumah Rei menelpon Putri, ketika di telpon ternyata nomer Putri sibuk Rei masih belum curiga berfikir bahwa susah sinyal, kemudian Rei menelpon lagi masih saja sibuk, mulai ada kecurigaan dipikiran Rei, tak lama Rei chat Putri “kamu telponan sama sapa?” karena hpnya tidak terlihat ada chat


dari Rei Putri tidak membalas, lama ditunggu Rei nomernya masih tetap sibuk.


Disini Rei mulai marah, akhirnya dibalas oleh Putri “aku nggak telponan sama siapa-siapa”


“Terus kenapa nomer kamu sibuk?”


“Sinyalnya susah disini”


“Gak usah bohong, nyatanya abis kamu tau aku chat lancar-lancar aja, kamu mau membodohi aku”


“Iya sayang tadi saudaraku telpon, kalo aku ngomong pasti kamu marah”


“Justru kamu kelihatan pembohong besar sekarang”


“Kirim screenshot panggilan terakhir kamu”


“Ih aku gak bohong, bentar hp ku mau dipinjam ibuku”


“Dasar, gak capek-capeknya kamu bohongi aku ya”


Putri tidak membalas chat Rei, ternyata Putri tadi sedang telponan dengan laki-laki lain. Putri buru-buru hapus panggilan masuk dan di screenshootnya kemudian dikirim ke Rei.


“Kosong??, barusan kamu kan telponan kok kosong” kata Rei


“Ya gak tau aku”


“Emang aku anak SD yang bisa kamu bohongi seperti itu”


“Udah sih yang gak usah marah mulu” panik dan gugup Putri malah nantang Rei melanjutkan chat “kamu mau putus ?, aku kalo gini capek tau nggak”


“Karena merasa sudah kelihatan Putri benar-benar berbohong Rei langsung mengiyakan perkataan itu “ yasudah putus aja”


“Aku gak mau putus, iyaa tadi temen kelas laki-laki telpon tanya tugas, tuh aku jujur, kalo aku ngomong kamu juga nggak bakal percaya mangkanya aku bohong”


Hati Rei dipenuhi rasa marah langsung menelpon Putri dengan kata-kata kasar “diem kamu! Putus aja makasih”


Putri menangis “jangan di tutup dulu telponnya ada yang mau aku omongin, kamu tau gak


kenapa aku angkat telpon temen laki-laki, karena kamu selalu bersikap kasar dan


posesif sama aku”


“Kamu tau gak! Aku bersikap kaya gitu karena kebohongan-kebohongan yang kamu buat.


Bukannya punya cara untuk menghibur atau gimana tapi sikap kamu sombong seolah-olah gampang dapetin laki-laki lain, aku tau kamu banyak yang suka, aku tau kamu bisa dapet laki-laki lain dengan mudah tapi ingat ya aku bukan laki-laki yang bisa kamu perlakukan semau-maunya”

__ADS_1


Mendengar kata-kata itu Putri menangis tersedu-sedu dan berkata “aku ini serba salah, iya


apa yang aku lakuin semua salah buat kamu”


“Enggak usah banyak omong, udah kita putus, udah tau salah masih bela diri”


Telpon Pun dimatikan oleh Rei, Putri dirumahnya masih menangis, dipikir-pikir kata-kata Rei benar sikap Putri yang membuat Rei menjadi agresif. Sengaja tidak di telpon lagi oleh Putri untuk meredakan suasana yang kacau, menunggu waktu yang tepat untuk menghubungi Rei kembali. Keesokan harinya Ketika Rei ada di kapal tak


sengaja Rei didatangi oleh perempuan cantik, menikmati angin laut diluar kapal sambil mengobrol mereka. Perempuan itu bertanya kepada Rei “kak boleh duduk disini” sambil menunjuk tempat duduk disebelah Rei.


“Boleh”


“Dari mana kak, kok sendirian”


“Dari jogja abis tes masuk perkuliahan, kamu dari mana ?”


“Loh sama dong kak, aku juga dari jogja tes juga”


Dengan asiknya mereka mengobrol di akhir obrolannya Rei berkata “boleh aku minta nomer


hp kamu”


“Boleh kak, aku juga perlu temen untuk informasi tentang perkuliahan”


Rei mencatat nomer hp perempuan itu dan berkata “oh iya lupa siapa namanya?”


“Dini, kakak namanya siapa?”


“Rei, salam kenal ya”


Rei terbangun ternyata Rei sudah sempai di terminal, kemudian Rei naik bus menuju rumahnya. Sesampainya di rumah Rei langsung ke kamarnya, Karena terlalu lelah Rei langsung tidur. Ketika tidur Rei bermimpi tantang Putri didalam mimpinya, Putri sedang menangis dan menyesali kesalahannya, ia meminta maaf, kemudian Rei memeluknya dan meminta maaf juga atas sikap posesifnya” tapi itu semua hanya mimpi ketika terbangun Rei mengingat kebohongan Putri ia merasa tidak bisa memaafkannya.


Rei melanjutkan tidurnya lagi, kali ini isi bermimpi


bertemu dengan Dini, didalam mimpinya dini berkata “kak Rei aku bisa buat kakak bahagia, REI duduk berdua dengan Dini, banyak bercanda dan saling ledek, tetapi seat sedang asik mengobrol Rei memotong pembicaraan dan berkata “maaf aku sayang banget sama Putri, aku nggak bisa Kaya gini terms aku mau nyusul Putri, aku tinggal ya” Mimpi itu terlihat benar-bear nyata, tak lama Rei Bangui Dan Hari pun Sudah pagi. Di pagi itu Rei merasa benar-benar merindukan Putri,


Rei mengambil hpnya melihat foto-foto Putri. Tak lama kemudian Putri chat Rei “aku kangen sama kamu”


Membaca chat dari Putri Rei merasa sangat bahagia, tetapi tidak membalas chat tersebut. Semua kebohongan yang pernah dilakukan oleh Putri untuk Rei bukan masalah lagi dan hilang semua rasa sakit yang dirasakan Rei ketika mereka putus atau tidak ada hubungan, tapi ketika Rei terikat hubungan dengan Putri rasa sakit hatinya tumbuh kembali waktu mengingatnya.


Keesokan harinya Rei membalas chat Putri “salah kirim itu”


“Enggak itu buat kamu, aku kangen kamu”


“Terus aku suruh gimana?”


“Kamu nggak kangen apa sama aku?”


“Kita balikan ya, tapi ingat sekali lagi kamu bohongin aku, apa aja kebohongan kamu nggak bakal sama kamu lagi”


“Iya aku janji nggak bakal bohong lagi”


Mereka pun berbaikan dan menjalin hubungan kembali, disela-sela chat mereka ternyata Rei ingat Dini,karena sudah balikan dengan Putri Rei tidak menghubungi Dini. Dihari itu Putri bilang “kita tukeran hp, besok kamu ke rumahku ya”

__ADS_1


“Iya”


Rei mulai menghapus semua nomer-nomer perempuan yang pernah disimpan olehnya.


Keesokan harinya mereka bertemu dengan spontan baru melihat Putri Rei tiba-tiba memeluk Putri, Putri sangat Bahagia dan bilang “jangan-jangan marah lagi aku janji nggak bakal bohong”


“Udah  diem aku masih melepas rindu”


Setelah berpelukan mereka berhadapan, mata saling menatap, perlahan bibir semakin mendekat, Putri memejamkan matanya, belum sempat mereka berciuman Rei menyebut “astagfirulloh” dan menjauhkan mukanya.


Putri merasa malu langsung duduk begitu pula Rei, dilanjutkannya dengan obrolan mereka Rei bertanya kepada Putri “gimana kabarnya setelah putus, masih berani deket-deket laki-laki lain?”


“Ih ngomongnya, ya enggaklah”


“Oiya sebentar lagi aku berangkat ke Jogja, aku keterima kuliah di sana. Kamu disini bisa aku percaya enggak?”


Mendengar Rei akan pergi, muka Putri terlihat sedih justru Putri yang takut Rei macam-macam dengan perempuan lain di sana, Putri berkata “aku bisa dipercaya, harusnya aku yang bilang kaya gitu ke kamu, di sana kan  banyak perempuan cantik, nanti kamu macam-macam lagi sama perempuan lain”


“Aku nggak bakal macem-macem selagi kamu enggak macam-macam disini”


“Aku enggak bakal macam-macam, tapi janji ya kalau ada perempuan lain yang suka sama kamu jangan di ladeni”


“Iya aku janji”


“Kapan kamu berangkat?”


“Mungkin lusa”


“Yasudah sebelum kamu berangkat  waktumu cuma buat aku”


“Dari dulu kalau aja kamu nggak pernah bohong sama aku, waktuku selalu buat kamu”


“Udah loh yang kamu nggak bisa apa maafin dan ngelupain masalah yang udah lewat”


“Udah aku maafin tapi selalu ingat dan ngerasa cemas aja”


“Yasudah jangan dibahas lagi”


“Iyaa”


Hari itu mereka habiskan waktu berdua, tibalah sore menjelang malam Rei mau enggak mau harus pulang, datang ke ayah dan ibu Putri berpamitan. Sampainya di rumah Rei sibuk berkemas barang-barang yang akan dibawa. Sebelum tidur Putri menelpon


Rei, berkata di telpon “aku mau tidur, tapi jangan tutup telponnya, biarin aja sampai pagi, aku mau ditemenin kamu”


“Iyaa sayang”, Berbaring sambil membaca buku Rei ketiduran.


Keesokan harinya Putri datang ke rumah Rei dan ini pertama kalinya iya datang. Mendekati ibunya dan berkenalan dengan keluarga Rei, mencari perhatian ibunya membantu masak dan makan bersama. Setelah ,makan Rei mengajak Putri ngobrol di ruang tamu, Putri datang karena keesokan harinya Rei akan pergi, mengingatkan Rei kembali jangan sampai dekat-dekat dengan perempuan lain “aku udah kenal keluargamu,


jadi   jangan deket-deket perempuan lain di sana”


“Aku nggak bakal deket-deket perempuan lain di sana”


Tak lama Putri berpamitan karena sudah sore, malam harinya seperti biasa mereka telponan, karena Rei akan berangkat setelah subuh Rei harus tidur lebih awal, bilang ke Putri “aku tidur duluan ya karena besok berangkat pagi banget”

__ADS_1


“Iya sayang, jangan di tutup telponnya”


"Iyaa sayang”


__ADS_2