
Obrolan itu berhenti, Rei tidak tidur justru keluar dengan teman-temannya nongkrong ngobrol dan nggak bawa hp, hp nya di cas di rumah. Lama Rei nongkrong ternyata Putri kebangun dan menelpon Rei, karena panggilannya nggak di angkat Putri
berfikir Rei benar-benar tidur. Sesampainya Rei di rumah Rei melihat telponnya ada 3 panggilan tak terjawab, di diamkan saja hp Rei takut jika Rei telpon balik nanti Putri mikir yang enggak-enggak, Rei langsung berbaring dan tidur.
Ketika kebangun Putri nggak bisa langsung tidur, dia mulai aktif di sosmed nya, banyak sosmed yang dimainkannya. Hari-hari Putri sebelum pacaran dengan Rei hanya di rumah karena tidak boleh asal keluar rumah oleh ayahnya. Untuk mengisi kegiatan agar tidak jenuh Putri memainkan sosial media, enggak cuma facebook
tapi dia juga main twitter, Instagram, blog, dan aplikasi lainnya. Sosial media yang paling sering di pakai Putri Facebook dan Twitter sedangkan Rei hanya memiliki Facebook.
Kedekatan dan keromantisan hubungan Rei dan Putri terus berlanjut apalagi mulai hari itu Rei
bebas mengajak Putri main keluar rumah, orang tua Putri percaya dan senang Putri memiliki pasangan seperti Rei. setiap hari minggu Rei main ke rumah Putri dari siang sampai sore bahkan terkadang ketika Rei ingin berpamitan tidak
diperbolehkan orang tua Putri.
Seperti pasangan lainnya saat Rei bertemu di rumah pertama kali yang dilihat hp Putri, dicek semua isi hp Putri. Disini Rei menemukan banyak sosial media yang terinstal. Rei pura-pura tidak paham dengan sosial media yang dimiliki Putri dan tidak membahasnya. Mereka mengobrol dan bermesraan. Ada momen dimana Rei
benar-benar menjadi laki-laki yang sangat manja saat di dekat Putri, ditaruhnya kepala Rei di paha Putri sambil baringan. Sambil mengelus-elus kepala Rei, Putri bilang “kamu ini yang manja banget”
“Manja sama pacarnya sendiri kan gak papa sih yang”
“Kamu gak deket-deket sama perempuan lain kan?”
“Enggaklah yang, kamu aja cukup”
“Kamu tau gak yang, kamu laki-laki pertama yang bisa buat aku nyaman”
“Masa iya, memang mantan kamu dulu gak bisa buat kamu nyaman?”
“Mantanku dulu sama aja kaya laki-laki lain gak gak ada yang spesial”
“Aku spesial berarti?”
“Hem iya, kamu beda sama laki-laki lain bisa dilihat respon orang tuaku yang selektif milih pasangan buat anaknya aja bisa tertarik sama kamu”
“Ya syukur kalo gitu, ada 1 hal yang paling aku benci”
“Apa?”
“Dibohongi, jangan harap bisa jalan biasa lagi kalo udah pernah bohong sama aku. Aku gak pernah bohong bahkan chating dari dulu cuma bisa sama perempuan yang aku suka aja, gak bisa lebih dari 1. Jadi kalo ada perempuan yang berani bohong dan berani chating sama laki-laki lain aku bener-bener ngerasa sakit hati”
Dengan spontan Putri jawab “iya sayang aku nggak pernah bohong dan gak chating sama
laki-laki lain”
__ADS_1
“Yang sini dekatkan muka kamu”
“Kenapa emang?”
“Udah cepetan” Putri pun mendekatkan mukanya ke muka Rei
“Cium yang”
Reflek Putri menepis muka Rei dan berkata “terus yang kaya gitu aku tampar mulut kamu”
“Sambil kesakitan Rei bilang “becanda yang”
“Sakit ya yang, maaf”
“Sakit lah main tampar aja”
Obrolan mereka berlanjut sampai tak terasa hari sudah sore dan waktunya Rei pulang dan berpamitan, Ketika bangun dari tempat duduk tiba-tiba Rei memeluk Putri “aku beneran sayang sama kamu”
Berdebar jantung Putri dan menjawab “aku juga sayang sama kamu”, “udah ayok panggil ibu kamu aku mau pulang”
Hari itu dihabiskan dengan penuh kebahagian dan keromantisan, Rei berpamitan dan pulang ke rumah. Sesampainya Rei di rumah dia penasaran dengan sosmed-sosmed yang dimiliki Putri, langsung diinstal nya aplikasi Twitter di hpnya, mencari akun Putri dan cek semua status yang di buat. Ketika sedang membaca dan mengecek hati Rei menjadi panas, emosinya naik senaik-naiknya, marah karena kecemburuan, merasa dibohongi, dan dibodohi.
Kekecewaannya sama seperti waktu Sisil membohonginya. Isi Twitternya nya penuh dengan
Memang benar Putri sudah sayang dengan Rei tapi kebiasaanya dalam dunia maya tidak bisa dihilangkan. Bagi Putri dunia maya adalah suatu hiburan dan candaan tetapi bagi Rei itu sangat
menyakitkan.
Emosi Rei sudah tidak bisa dikendalikan hatinya sudah sangat hancur dan ingin sekali mengakhiri hubungannya. Tanpa basa-basi, tanpa menjelaskan apapun ke Putri Rei langsung chat Putri “aku gak nyangka kamu sama aja kaya perempuan lain. Maaf aku minta putus, makasih buat semuanya”
Putri terkejut membaca chat Rei gak ada angin nggak ada hujan tau-tau diputusin, dan membalas “apa salahku?”
“Tanya sama diri kamu sendiri, salah kamu apa”
“Aku gak pernah bohong, gak pernah main-main sama laki-laki lain”
“Udahlah aku udah muak, udah gak usah hubungi aku lagi”.
Melanjutkan hubungan dua sejoli yang sangat rumit, membaca chat dari Rei Putri bukan berfikir bahwa dirinya melakukan kesalahan malah berfikir bahwa Rei sudah bosan. Chat terakhir Rei di abaikan dan tidak di balas. Kondisi Rei yang sekarang sangat menyedihkan dibalik marah dan sakit hatinya ada hati yang tidak bisa dibohongi, otak dan hati bertarung hebat, otaknya hanya berfikir logis dan ingin sekali melupakan Putri tapi hatinya menolaknya karena hatinya dipenuhi
nama Putri.
Hari semakin berlalu Putri dan Rei saling meredakan emosinya, Putri masih sangat berharap bisa balikan dengan Rei, begitu pula Rei ia ingin balikan tapi selalu mengingat apa
__ADS_1
yang sudah dilakukan Putri. Tak tahan dengan kondisi itu Putri mencoba berfikir apa yang diperbuatnya sampai Rei marah besar, mengingat semua yang pernah dilakukan dengan Rei, Putri pun ingat bahwa Rei pernah mengecek hpnya,
tak lama Putri langsung membuka twiternya dan disinilah Putri mendapat jawaban kenapa Rei marah besar.
Karena masih memikirkan gengsinya Putri tidak ingin langsung mengakui apa yang dia lakukan, chat Rei “apa yang aku lakuin sampai kamu marah ?” Putri berkata seolah-olah tidak tau apa-apa.
Rei menjawab “udah lupain aja, gak papa nanti juga aku biasa lagi”
“Ngomong gak !!”
Karena sudah tak tahan menahan dirinya Rei langsung berbicara “lihat Twitter kamu, selama ini kamu bilang mau tidur ternyata kamu nggak tidur malah asik mention-mention an sama laki-laki lain, aku bener-bener ngerasa dibodohi tau gak”
“Ih Twitter cuma buat hiburan doang sama aku, gak pernah serius nanggepin laki-laki lain”
“Aku gak peduli mau serius mau enggak, intinya aku dibohongi, aku kan udah pernah bilang kalo aku paling gak suka dibohongin. Kalo pingin biasa lagi anggap aja aku temen kamu nanti aku juga
lupa masalah itu dan kita bisa temen kaya biasanya”
“Aku minta maaf aku salah”
“Iya aku maafin, udah dulu ya aku mau tidur”
Chat mereka terhenti sampai disitu, Putri masih berfikir dan mencari cara untuk bisa balikan dengan Rei, padahal balikan dengan Rei ketika sudah pernah membohonginya adalah sebuah bencana. Karena firasat Putri, Rei juga masih mencintainya dia mencoba membuat status twitter berharap Rei membacanya dan isinya itu adalah
“Satu kenangan yang tidak akan pernah aku lupakan tentang laki-laki yang sangat tampan dan baik untukku. Dia berjuang untuk membuat hati wanitanya yang keras menjadi lunak, dia berjuang dan tidak menyerah walau Perempuan yang dia
inginkan menolaknya, dia ada saat aku membutuhkannya, hati yang kosong diisi dengan senyum dan tawanya, sekarang Perempuan melakukan kesalahan, maafkan perempuanmu, jangan pergi dan tetap bersamaku. Jangan biarkan perjuanganmu selama ini sia-sia dan juga perempuanmu menjadi sedih karena kehilanganmu *R*”
Dengan itu Putri berharap hati Rei menjadi luluh dan mau balikan lagi dengannya, benar saja Rei memang masih sangat mencintai Putri dia penasaran dengan twitternya Putri kemudian melihat ternyata semua status twitter Putri dan balasan laki-laki lain sudah di hapus hanya tersisa status twitternya terakhir. Rei membaca itu, sambil membaca Rei ingat semua perjuangan nya untuk mendapatkan Putri, momen indah yang pernah di rasakan Bersama Putri mulai membayang-bayang di pikiran Rei, hatinya mulai luluh dan tak ingin Putri pergi darinya. Tak lama Rei langsung chat Putri “yang”
“Kamu tau gak, kamu buat aku nangis seharian, aku kangen sama kamu”
“Maaf, jangan pernah bohong lagi ya”
“Iyaa sayang, jangan pergi lagi”
“Iya”
“Kok iyaa doang?”
“Iyaa sayang”
Hubungan mereka kembali lagi seperti semula, tetapi cerita tak semanis diawal mereka berpacaran, karena kebohongan yang pernah dilakukan oleh Putri perasaan Rei selalu was-was takut untuk dibohongi.
__ADS_1