Laki-Laki Posesif

Laki-Laki Posesif
RASA SAKIT


__ADS_3

Jalan 6 bulan Rei menjalani hubungan dengan Sisil, tanpa ada masalah dan keributan. Suatu ketika Sisil benar-benar berubah yang sebelumnya perempuan lembut, romantis tiba-tiba menjadi perempuan yang galak, dan kasar.


Sikapnya benar-benar berubah, dihari itu Sisil marah-marah dengan Rei padahal hanya  masalah sepele, keluar kalimat-kalimat kasar, dan meminta putus dengan. Rei kaget hanya karena masalah sepele Sisil minta putus, Rei bertanya kepada Sisil lewat telepon “apa salahku?”


Jawab Sisil “kamu laki-laki kaku, bahkan selama aku pacaran dengan kamu mana pernah aku diajak main, pacaran cuma sebatas hp,


sekolah, antar pulang ke rumah”.


Rei mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Sisil kaget dan kecewa, bukan karena sakit hati, tapi kecewa terhadap dirinya sendiri.


“Aku minta maaf karena banyak sibuk main dengan teman-temanku” kata Rei


“Udah Rei kita putus aja”


“Aku minta maaf jangan putus aku janji akan berubah”


“Yasudah kita break” kata Sisil


Dengan berat hati Rei mengiyakan perkataan Sisil


dengan tujuan agar Sisil besok dengan suasana hati yang baik bisa biasa lagi seperti hari-hari sebelumnya.


Dengan penuh kesabaran Rei menunggu waktu yang tepat untuk menghubungi Sisil. Saat disekolah pun Sisil selalu buang muka dengan Rei.


Satu hari, dua hari, tak teras sudah satu minggu Rei mendapat perlakuan cuek dari Sisil sampai Rei sudah tidak tahan lagi ingin berbaikan dengan Sisil. Dengan nekatnya Rei menelpon Sisil, diangkatnya telpon itu oleh Sisil dan berkata “kenapa Rei?”


“Masih marah kah? Aku minta maaf kalau memang aku salah”


“Maaf Rei aku sudah gak tahan lagi, aku mau putus”


Dengan rasa kecewa dan tidak bisa menolak lagi, Rei pun berkata “yasudah kalau mau putus, makasih untuk semuanya”.


Detik itu Rei baru merasakan rasa kecewa, sakit hati, marah. Malam hari Rei masih kepikiran dengan Sisil sampai semalaman Rei tidak bisa tidur mengingat hari-hari manis bersama Sisil.


Keesokan harinya tepatnya hari minggu, yang biasanya Rei main ke rumah Sisil dia hanya dikamar dan mendengarkan musik. Terdengar suara ketukan pintu kamar, dan Rei membuka pintu terlihat jelas muka Sisil di depan Rei


sambil membawa kue ulang tahun dan mengatakan


“surpisee selamat ulang tahun Rei”.


Rei kaget bukan main, yang tadinya rasa marah, kecewa, kemudian bercampur dengan rasa bahagia, saat lilin ulang tahun ditiup oleh Rei, Sisil berkata


“maaf Rei udah buat kamu sedih, jangan marah aku masih pacar kamu kan ?” dengan


nada merayu.


Sambil memeluk Rei berkata “pasti, makasih buat hari ini”


Kebetulan rumah Rei kosong, keluarganya pergi ke rumah saudara jadi dirumah itu hanya ada Rei, Sisil dan temen-teman Sisil. Mereka mengobrol dan bercanda, tak terasa hari sudah sore, Sisil dan temannya-temannya pamit pulang.


Sebelum pulang Sisil ditarik ke belakang oleh Rei, dipeluknya Sisil dengan erat sambil berkata “I love you”


Dengan hati yang sangat Bahagia Sisil


menjawab  “I love you too, udah malu


dilihat temen-temen”


Dilepasnya pelukan Rei dan melihat wajah Sisil berkata "cantik”.


Mendengar kata-kata Rei wajah Sisil memerah salah tingkah, sambil berjalan Sisil berkata”udah aku pulang dulu ya daa” .


Mulai dari hari ulang tahun itu hubungan Rei dan Sisil dipenuhi kisah romantis, Rei yang awalnya laki-laki polos kemudian berubah menjadi laki-laki yang lucu dan romantis karena keberadaan Sisil.


Tetapi tidak semanis yang di banyangkan, berjalan satu bulan kisah romantis itu sekita hilang ketika Rei mendapat telpon dari temennya, dan berkata "dimana Rei?”


“Di rumah kenapa?


“Maaf ini Rei aku lagi cuci motor di depan jalan raya tadi aku lihat Sisil masih pakai baju sekolah dibonceng laki-laki  lain”.


Emosi Rei naik dan berkata “sebelah jalan mana?”


“Dekat SPBU rumahku”


Tak lama telpon dimatikan, tanpa basa-basi Rei langsung chat Sisil “udah pulang?” berkata seolah-olah tidak ada apa-apa.


Sisil membalas chat Rei “sudah ini lagi makan”

__ADS_1


“Beneran?”


“Iya bener gak bohong” kemudian Rei tutup telponnya dan menuju ke tempat cucian motor.


Sampailah Rei di cucian motor, dan mendatangi temannya, berkata “serius dulu, ini anaknya chat lagi di rumah.


“Serius jelas banget itu Sisil, dan motornya juga motor dia, tunggu aja disini nanti kan balik”


Lama Rei menunggu di depan jalan, dari kejauhan terlihat motor Sisil, dan ternyata benar yang ada di motor itu adalah Sisil bersama laki-laki lain. Rei melambaikan tangannya agar motor itu berhenti, setelah motor itu berhenti laki-laki yang membonceng kebingungan. Dengan takut dan malu wajah Sisil menunduk dan tak berani melihat Rei.


Rei berkata “siapanya Sisil?”


“Temennya bang, tadi Sisil ngajak keluar katanya


pingin main”, laki-laki itu berkata sambil bergetar mulutnya.


Mata Rei melotot ke arah Sisil dan berkata “murah” dengan kasarnya Rei berkata.


Berkata Rei dengan laki-laki yang membonceng Sisil “ tau gak kalau Sisil punya pacar?”


“Gak tau bang”


Kemudian laki-laki tersebut menengok kearah Sisil berkata “kata kamu gak punya pacar” Sisil tetap diam ketakutan.


Hati Rei dipenuhi rasa benci, marah, berfikir bahwa yang salah adalah Sisil, kebetulan laki-laki tersebut mengenal teman Rei yang sedang cuci motor. Tak lama Rei pergi untuk menghindari keributan lebih jauh lagi, karena sudah banyak


orang-orang sekitar melihat keributan yang di timbulkannya.


Rei ambil motornya dan pergi pulang ke rumah, sesampainya di rumah membuka hp sudah banyak chat yang dikirim Sisil


“Aku minta maaf tadi beneran temen bukan sapa-sapa, aku cuma mau tempat saudara kebetulan temenku juga mau ke arah yang sama”


Secara logika alasan Sisil tidak masuk akal karena laki-laki yang membonceng Sisil tadi rumahnya jauh berlawanan arah, kalau laki-laki tersebut yang mengendarai motor Sisil tandanya memang Sisil yang menjemput laki-laki tersebut.


Rei tau lokasi rumah laki-laki tersebut dari temannya. Untuk kali ini Rei benar-benar marah dan benci, Rei pun membalas chat Sisil dengan kata-kata tidak pantas


“Murahan, ternyata benar kata temen-temenku kalau kamu banyak dekat dengan laki-laki, main sana sini dengan laki-laki seperti perempuan liar”


Tentu sesakit hatinya seseorang tidak dibenarkan kata-kata tersebut. Sisil pun marah karena kata-kata Rei dan membalas “iya aku murahan, puas!!!!”


"iya memang” kata Rei. terhenti percakapan Rei dengan Sisil.


pikirannya hanya ada penyesalan, merasa dibodohi, dan merasa di hiyanati,


Rei tidak tau harus melakukan apa. Ketika malam ia tidak bisa tidur rasa sakitnya selalu menghantui. Setelah kejadian itu Rei sama sekali tidak mau melihat Sisil baik disekolah maupun diluar sekolah. Ketika melihat wajahnya emosi Rei naik dan suasana hati menjadi benar-benar buruk.


Ada hari dimana Rei dimusuhi teman-teman Sisil, setiap Rei lewat di depan teman-teman Sisil, selalu disindir dengan kata-kata yang tidak mengenakan, sambil ngerumpi teman-teman Sisil berkata


“Ada ya laki-laki mulutnya seperti hewan, manusia bukan itu?”.


Mendengar kata-kata itu Rei tetap diam tak menghiraukan, ingin marah tapi kata-kata tersebut tidak langsung ditujukan kepada Rei, ingin membalas tetapi bukan mereka yang salah.


Setelah dipelajari oleh Rei kenapa mereka memusuhinya ternyata Sisil mengatakan kepada


teman-temannya tidak sesuai dengan apa yang terjadi. Sisil hanya berkata sedang naik motor dengan saudaranya kemudian Rei salah paham dan mengatakan kata-kata yang kasar.


Hati Rei tambah membara, sakit hati karena dimainkan oleh perempuan ditambah fitnah yang disebar oleh Sisil. Mencoba untuk berfikir dewasa, dan menerima Rei pergi ke gunung, di gunung itu ia menjernihkan pikirannya, sambil merasakan keindahan alam, hati Rei lama kelamaan lupa dengan sakit hatinya.


Saat mengingat kejadian itu Rei sudah tidak merasakan sakit, marah, dan menganggap itu biasa dalam suatu hubungan. Rei berkata dalam hatinya “wajar jika tidak ingin sakit hati jangan pernah mengenal cinta, karena cinta yang tulus


tidak akan terlepas dengan rasa marah,curiga, dan sakit hati, bukannya aneh ketika seseorang menjalani hubungan tidak pernah curiga, marah, sakit hati mungkin bertanda pasanganmu tidak menggunakan hatinya, di dalam otaknya hanya ada hiburan dan kesenangan”.


Sepulangnya dari gunung Rei sudah berdamai dengan hati dan pikirannya, berencana meminta maaf kepada Sisil atas perkataannya yang kurang baik. Saat disekolah datanglah Rei ke kelas Sisil kemudian dipanggilnya Sisil "Sisil! boleh ngobrol sebentar”


Dengan nada tidak enak Sisil menjawab “iya!”,


mereka duduk di depan kelas kemudian Rei mulai membuka pembicaraan


“Aku terima semua perlakuan mu dan aku anggap bahwa itu wajar mungkin banyak kekuranganku


sampai kamu melakukan itu, aku mau minta maaf atas perkataan ku yang kurang baik


waktu itu”


Mendengar kata-kata Rei Sisil tidak berani memandang muka Rei, mungkin malu, benci, tetapi Sisil menjawab “maaf” sambil meneteskan air matanya.


“Udah aku maafin sejak lama, ya gagal pacaran bukan berarti kita musuh kan? Aku berharap besok kita biasa lagi seperti teman, yasudah aku ke kelas dulu” Rei berkata sambil menatap muka Sisil tersenyum dan menghapus air matanya.

__ADS_1


Rei sadar untuk melupakan rasa sakit hati, masalah, dan beban dalam hidupnya ia harus mendekati hal-hal tersebut, berteman dengan


sakit hatinya, berteman dengan masalahnya, agar tidak ada lagi beban yang ada di hidupnya. Masalah cukup diselesaikan, bukan lari.


Kisah Rei dan Sisil berakhir sampai disini mereka


melanjutkan hubungan mereka dengan cara berteman, tak ada lagi perasaan di dalamya khususnya Rei. Mungkin Sisil sedikit menyesal karena laki-laki yang selama ini setia dengannya disia-siakan begitu saja.


Hal yang menarik ketika Rei mulai menggila, banyak dikejar perempuan setelah putus dengan Sisil, ada teman perempuan Rei yang di anggap sahabatnya berani mengungkapkan perasaannya


kepada Rei, tapi Rei sedang tidak ingin menjalin hubungan.


Karena banyak digandrungi perempuan sifat Rei sedikit berubah, mulai merasa tinggi dan menganggap perempuan itu sepele. Tiba pada suatu ketika Rei yang tulus mencintai berubah menjadi Rei yang menganggap suatu hubungan adalah sebuah hiburan dan kesenangan.


Semua perempuan yang dianggap Rei tertarik dengannya mulai didekati, satu persatu dipacarinya setelah bosan ditinggalkan. Tak pernah selingkuh tapi gonta-ganti pasangan.


Hati Rei menjadi keras dan mau menang sendiri, perempuan yang di pacarinya selalu nurut apa yang diminta oleh Rei. padahal perempuan setelah Sisil adalah perempuan yang benar-benar tulus mencintainya.


Mungkin Rei belum sadar tak cukup hanya berfikir dewasa dalam menjalin hubungan, karena ada hati  yang harus dijaga. Rei bersikap tak peduli apa yang akan dilakukan pacarnya, hanya berfikir ketika ia butuh pacarnya ada untuknya, setelah bosan ia tinggalkan.


Rei dengan sikap angkuhnya ada sosok perempuan yang cantik dan sangat menyayanginya, perempuan yang sangat setia, mengerti caranya memperlakukan laki-laki, baik hatinya, dan perhatian.


Perempuan itu bernama Tasya, keberadaan Tasya membuat Rei sedikit luluh tetapi dengan kondisi Rei yang sekarang mustahil menggunakan hatinya untuk mencintai secara tulus, sedikit melakukan kesalahan atau mencurigai Rei tak segan-segan mengatakan putus.


Suatu ketika Tasya pergi dan meminta izin dengan Rei melalui telpon, Rei mengizinkan tetapi tuduhan-tuduhan selalu terlontarkan dari mulutnya “ iyaa gak papa pergi, sama sapa ?”


“Sama saudara” kata tasya


“Bohong, sama laki-laki lain kan?”


“Aku gak bohong, ini ngomong sama saudaraku perempuan dia”


“Yasudah sana pergi”


Sifat Rei ini menandakan bahwa Rei sudah mulai


tertarik dengan tasya. Rasa ketertarikannya membuat hatinya gelisah, kisah yang


pernah di alaminya takut terulang, ini awal terlihatnya sifat posesif Rei.


Semakin dalam perasaanya, semakin rasa takutnya bertambah, takut dibohongi, takut dipermainkan, selalu curiga dan akhirnya apa yang ditakutkannya hanya sebuah dugaan, tentunya tasya berbeda dengan Sisil karena Tasya adalah perempuan yang setia dan jujur.


Hubungan Tasya dan Rei tak berjalan lama ketika Tasya sudah mulai lelah menghadapi Rei, ia marah sambil menangis ketika Rei menuduh yang


tidak-tidak. Alih-alih Rei sadar bahwa dirinya salah justru malah ikut marah dan terdengar dari mulut Rei


“Udah kita putus aja”.


Tasya pun mengis sambil berkata “iya, maaf ya Rei kalau aku ada salah dan makasih untuk


semuanya”.


Dengan gampangnya Rei bersikap tidak peduli baginya gampang untuk mendekati perempuan dan tidak susah mendapatkan pacar.


Sifat dan kelakuannya benar-benar sudah berubah, awal tersakiti Rei selalu berfikir dewasa untuk meredam amarahnya dan bisa berdamai dengan hatinya, sekarang keegoisannya yang mulai dominan.


Setelah putus dengan Tasya Rei merasa lelah menjalani hubungan, sampai pada akhirnya ia tidak pacarana selam 3 bulan, tetapi banyak nomer perempuan di hpnya. Chatting sekedar teman.


Pada suatu hari saat disekolah Rei bermain basket dengan teman-temannya banyak adik tingkat yang menonton, karena lelah Rei pun


istirahat dan mengambil air minum yang ada di sebelah lapangan basket, dia melihat ada adik tingkat yang wajahnya sangat menarik, cantik.


Perempuan itu menurut Rei sangat berbeda dengan perempuan pada umumnya. Kebetulan Rei mempunyai teman adik tingkat yang bernama Agus, kemudian Rei mendatangi temannya itu dan


berkata


“Lihat adik tingkat itu, siapa namanya?


Agus pun menjawab yang mana?”,


“Itu” sambil mengacungkan tangannya ke arah perempuan tersebut


“Oh itu namanya Putri”,


“Oke, makasih”


Tak lama Rei masuk ke kelasnya dan mengikuti pelajaran sampai selesai. Inilah awal Rei mengenal Putri, perempuan yang dianggap paling

__ADS_1


berkesan di hidupnya.


__ADS_2