Laki-Laki Posesif

Laki-Laki Posesif
KESEDIHAN REI


__ADS_3

Baru saja Rei memejamkan matanya tiba-tiba suara telpon berbunyi KeTika dilihat ada telpon dari Tika,


“Halo tik” Rei berbicara dengan nada lemas karena ngantuk


“Kemana aja mentang-mentang kuliah jauh udah enggak ada kabar lagi”


Jawab Rei “maaf aku sibuk kuliah”


“Sibuk kuliah apa sibuk sama kak Putri? haha”


“Sibuk kuliah, kamu gimana kabarnya?”


“Baik kak, kakak baik kan di sana?”


“Alhamdulilah baik,. Oh iya besok aku pulang”


“Memang libur kak kok pulan?”


“Kampusku masih ada masalah jadi sementara diliburkan dulu, oh iya ada yang mau obrolin sama kamu waktu udah di rumah, sekalian kita joging lagi ya” Rei ingin membicarakan


tentang penyakit-nya kepada tik.


“Kok kayanya penting banget obrolannya, kakak ada masalah?”


Jawab Rei “iya aku ada masalah, aku tidur dulu ya besok harus berang kat pagi”


“Iya,  aku tunggu disini udah kangen banget”


Perbincangan itu berhenti dan Rei mulai tidur. Dibalik pulas nya Rei tidur ternyata didalam


hatinya merasa gelisah, takut ketidak bangun sudah tidak ada di dunia ini lagi, takut tidak bisa bertemu lagi dengan keluarganya dan orang-orang yang ia sayang sampai-sampai terbawa mimpi.


Rei bermimpi berkumpul dengan semua keluarganya dan semua orang yang ada di mimpi itu sattu persatu pergi meninggalkannya, sebelum


pergi keluarganya memberikan bunga kepada Rei, bunga mawar hitam. Rei berkata kepada keluarganya “kenapa aku dikasih bunga mawar hitam ?” tetapi semua orang yang ada di mimpi itu tidak menjawab sepatah katapun hanya terdiam dan menangis.


Di mimpi itu tiba-tiba datang Putri yang langsung menjawab pertanyaan Rei “ mawar ini lambang kesedihanmu, sembuh ya kak dan jani kamu akan selalu ada lihat keluargamu dan aku yang sangat mencintaimu”


Jawab Rei berbicara menangis tersedu-sedu “aku pun ingin sembuh tetapi semuanya sudah terlambat, penyakit ku sudah tidak bisa di obati lagi, penyakit ku bukan penyakit biasa”

__ADS_1


Putri diam dan tak menjawab lagi kemudian ikut pergi Bersama keluarga Rei, tak lama Rei


terbangun baginya mimpi itu terasa sangat nyata, saat melihat jam ternyata masih pukul 2 pagi, tak langsung melanjutkan tidurnya Rei mengambil air wudhu dan sholat malam iya berdoa,


“Ya Allah aku pasrahkan semua hidup dan mati ku


kepadamu ya Allah”, hanya doa itu yang di panjatkan oleh Rei karena sudah benar-benar pasrah dengan penyakitnya. Rei Kembali tidur dan untuk kali ini Rei tidak bermimpi lagi, hatinya sudah semakin tenang.


Keesokan harinya seperti biasa Rei membangunkan Putri lewat chat nya dan membereskan semua barang yang akan dibawanya, setelah semuanya selesai Rei memesan taksi untuk berangkat ke terminal, sudah dapat mobil Rei langsung bergegas naik dan berangkatlah Rei ke terminal.


Sesampainya di terminal Rei langsung naik mobil


bus yang akan mengantarnya pulang ke rumah. Lama diperjalanan dari naik bus sesampai nya di kapal Rei selalu tidur karena fisiknya yang sekarang semakin melemah terkadang dadanya terasa sakit dan keluar darah dari hidung bahkan saat batuk pun sama mengeluarkan darah. Disaat itu Rei merasa hidupnya benar-benar sudah tak lama lagi.


Singkat cerita Rei sudah sampai dirumahnya, keluarga dan Putri sudah ada disitu. Semua barang bawaannya dibawakan oleh adik Rei sedangkan Rei langsung duduk Bersama keluarganya dan Putri di ruang tamu. “gimana Rei kuliahmu lancer kan?” kata ayahnya


Jawab Rei “lancer dong yah, ayah sehat kan?”


“Ayah dan keluarga sehat semua, mumpung ada Putri ni gimana hubungannya?”


Putri menjawab “baik kok hubungannya”


Sekarang Rei yang berbicara “masih lama menikah orang Putri aja belum lulus aku juga belum selesai kuliahnya”


Obrolan itu di lanjutkan dengan sangat ramainya saat sepupu Rei datang, canda tawa menyelimuti obrolan itu, tak terasa hari semakin sore Putri pun pamit pulang. Setelah berpamitan dengan ayah ibu Rei, Putri jalan ke depan dengan ditemani Rei dan berkata “kalau di rumahku udah aku peluk-peluk gak jelas kamu yang”


“Haha yasudah pulangnya hati-hati nanti hari minggu aku ke sana”


“Iya sayang”


Masih terlihat Putri yang sedang mengendarai motornya dada Rei terasa sangat sakit Rei


buru-buru masuk ke kamarnya dan mengambil obat yang diberikan oleh dokter. Didalam kamar Rei berbaring, setelah sudah mendingan Rei cepat-cepat mengambil kertas dan pena ada yang ingin ia tulis.


Malam pun tiba Rei yang mengisi malam itu penuh dengan keromantisan di telpon Bersama Putri. setelah telponan dengan Putri, Rei merasa sangat ngantuk dan berat matanya mungkin karena efek obat yang ia minum, sebelum tidur Rei chat Tika “besok pagi aku ke rumahmu aku mau ajak kamu joging”.


Tertidur lah Rei


Pagi harinya Rei yang merasa sangat gelisah langsung berangkat ke rumah Tika sesampainya di rumah Tika, Tika sudah siap di depan rumah dan langsung berlari ke Rei, baru turun dari motor langsung dipeluk Tika. Tika berkata “aku kangen banget sama Abang ku ini”

__ADS_1


“Aku juga kangen, ayuk langsung aja ke taman”


“Buru-buru banget sih kak”


“Udah ayuk lah ada yang mau aku omongin”


Mereka berdua pun berangkat ke taman, sesampainya di taman Rei malah tidak mulai


joging tapi langsung duduk di kursi taman bersama Putri


“Dek ada yang mau aku omongin tapi aku minta kamu jangan sedih”


“Apa kak?” dengan penasarannya Putri


“Sebenernya aku menderita penyakit kronis, bahkan dokter bilang hidupku tak lama lagi


mangkanya aku pulang”


“Enggak usah bercanda kak aku nggak suka bercandaan gitu!” dengan muka yang serius Tika


menjawab perkataan Rei


“Aku serius, kalau kamu enggak percaya semua hasil medis tentang penyakit ku ada semua di tasku”


Mendengar itu Tika sekeTika mulutnya tak bisa berkata apa-apa air matanya mulai menetes,


dadanya terasa sesak, pecahlah tangis Tika dan memeluk Rei “Tika mulai berkata kak aku enggak mau ditinggalin kamu, kenapa kamu nggak ngomong waktu pertama kali tau, aku mau kamu sakit”


“Sakit itu takdir Tuhan dek nggak ada yang bisa nolak sama seperti kematian enggak ada yang bisa menghindar, aku punya pesan sama kamu tolong seandainya aku udah enggak ada lagi berikan surat ini untuk Putri dan keluargaku”


Rei memegang 2 pucuk surat, tetapi Tika mengatakan “aku nggak mau terima, kamu harus sembuh aku bisa minta tolong mamahku, kamu bisa berobat di luar negri pokoknya kamu harus sembuh!”


“Jangan dek aku enggak mau ngerepotin orang lain, kalau kamu benar-benar sayang sama kau tolong lakuin apa yang aku minta dan untuk kamu, aku mau ucapin banyak terimakasih udah nemenin aku selama ini bisa jadi temen curhatku bisa becanda ketawa, maaf seandainya aku punya salah sama kamu”


Derai air mata Tika sudah tak terbendung tangisannya semakin keras, pelukannya


semakin kuat “aku enggak mau kamu pergi!!”


Rei yang merasa takut sekarang merasa sangat sedih melihat Tika menangis, Rei meneteskan air matanya dan berkata “makasih dek udah bisa jadi temen bahkan saudaraku”

__ADS_1


__ADS_2