
Tak terasa 1 bulan sudah berlalu Putri sudah sedikit memiliki perasaan dengan Rei, yang awalnya Putri nggak mau telponan sekarang dia sudah mau ditelpon Rei, percakapan mereka penuh dengan ejekan, tawa, dan marah. Ternyata hal-hal ini yang membuat Putri mulai suka dengan Rei.
Tiba pada waktunya Rei mulai berani blak-blakan soal perasaannya, ada momen dimana Rei sedang mengobrol di telpon dia berkata “put kamu pernah gak bener-bener suka sama laki-laki, ada gak laki-laki yang paling berkesan buat kamu?”
“Boleh jujur ya, selama ini aku pacaran gak pernah serius, gak ada laki-laki yang bener-bener buat aku serius, bukan salah mantan-mantanku, memang akunnya aja yang menganggap pacaran itu cuma hiburan bukan untuk serius”
“Serem ya kamu Put”
“Kok serem?”
“Boleh aku jujur juga ya, ada perempuan yang bener-bener buat aku tertarik, dan setelah lama kenal aku beneran suka sama perempuan ini, kamu pingin tau gak sapa perempuan itu?”
“Siapa?”
“Rahasia haha”
“Mending gak usah ngomong kak, kalo gak mau kasih tau”
“salah gak kalo perempuan itu kamu?”
Putri terdiam dan tak berani mengucapkan kata-kata sedikitpun, “maaf put kalo aku suka sama kamu” kata Rei
“Kok minta maaf?, gak salah kan orang suka sama kita”
“Mau gak kamu jadi pacar aku?”
“Kenapa kakak pingin jadi pacar aku?”
“Ya pingin jadi pacar kamu karena aku suka kamu, udah itu aja gak ada alasan lain, kalo kamu tanya kenapa suka sama kamu, gak ada alasan untuk itu”
“Gak mungkin kak nggak ada alasan kenapa kakak suka sama aku”
“Aku takut waktu alasan itu udah gak ada di kamu, aku jadi gak suka sama kamu lagi, mangkanya aku bilang gak ada alasan untuk suka sama kamu”
“Tapi maaf kak aku belum lama putus dari pacar aku, gak mungkin aku pacaran sama orang lain sekarang, maaf kak kita temenan aja ya”
Mendengar kata-kata itu Rei merasa sangat kecewa, hatinya benar-benar kacau, baru kali
ini Rei di tolak mentah-mentah dengan perempuan, bingung mau bilang apalagi cuma sepatah kata yang keluar “oh iya nggak papa, maaf dek aku ada kerjaan aku matiin telponnya ya?”
“Iyaa, sekali lagi maaf kak” telpon pun dimatikan.
Setelah ditolak Rei mencoba menenangkan dirinya dan mencoba untuk biasa saja, 2 hari Rei tidak menghubungi Putri bahakan Ketika disekolah Rei selalu menghindar jika ada Putri. Setelah hatinya tenang Rei mencoba chat Putri “gimana kabarnya Put?”
__ADS_1
“Baik kak, kakak gimana kabarnya?”
“Gak baik haha”
“Kenapa?”
“abis ditolak jadi gak baik haha”
“Maaf kak”
“Bercanda gak papa santai aja kan masih bisa temenan”
“Iyaa bener kak”
Masih sama dengan sebelumnya Putri dan Rei ngobrol dengan lepasnya, kadang Rei mengejek Putri dan tertawa bersama layaknya teman biasa, tetapi Rei tidak pernah ada niat hanya sebatas teman dia masih belum menyerah untuk mendapatkan Putri. Terkadang di obrolannya disisipkan kata-kata yang manis agar Putri benar-benar menyukainya.
Hubungan Rei dan Putri malah lebih mendekati persahabatan lepas tak ada perasaan canggung, lama kelamaan karena merasa nyaman Putri yang awalnya hanya tertarik menjadi mencintai Rei.
Akhirnya Putri memberikan kode ke Rei, dengan selalu ramah dan senyum yang mempunyai makna kagum. Bukan tipe laki-laki yang peka Rei
menganggap itu semua biasa saja, Rei benar-benar menjaga agar tidak untuk kedua
kalinya dia ditolak, menunggu waktu yang pas untuk berpacaran dengan Putri.
Putri Pun menjawab “iya kak kenapa?”
“Ini yang terakhir aku ngomong gini, aku bener-bener serius sama kamu put, kamu mau gak jadi pacar aku?”
Dengan gugupnya Putri menjawab “kak aku bingung mau jawab apa, boleh gak aku minta waktu untuk jawabannya?”
Rei tersenyum dan menjawab “iya gak papa aku tunggu jawabannya”, percakapan mereka berhenti sampai situ, Rei dan Putri pulang kerumahnya
masing-masing.
Dua hari setelah obrolan mereka akhirnya Putri tiba-tiba chat Rei hanya senyum “😊”
Dijawab Rei “maksudnya apa Put?”
“Apa ya?? haha”
“Kamu mau jadi pacar aku”
“Enggak”
__ADS_1
Dengan kecewa dan malunya Rei hanya menjawab dan ingin menyudahinya “oh”
“Enggak salah maksudnya kak”
Akhirnya perjuangan Rei untuk mendapat Putri terwujudkan, Rei sangat bahagia, terlalu bahagianya Rei sampai tidak bisa berkata-kata. Tak lama Rei menelpon Putri, langsung berkata “seriusan put kamu mau jadi pacar aku?”
“Iyaa kak, tapi jangan aneh-aneh ya”
“Pasti”
“Kak sebentar ya aku disuruh ayah buat minum untuk tamu”
“Mau aku bantuin gak? 😊”
“Jangan bercanda kak, bentar ya”
Telpon pun dimatikan, masih sangat kegirangan saking bahagianya Rei tertawa-tawa sendiri,
dan ibunya melihat tingkah aneh Rei berkata “ngapa Rei, kaya orang gila ketawa-ketawa sendiri”
Dijawab Rei “gak papa hahaha”, ibunya pergi sambil geleng-geleng kepala.
Seperti bunga yang baru mekar bunga itu akan terlihat sangat cantik dan mengeluarkan bau harum, keindahannya dan wanginya menyejukkan hati manusia. Lebah akan mencarinya untuk mengambil sari pati makanan yang ada di bunga, tapi bunga itu tak selamanya akan indah ada waktunya gugur dan hilang.
Mungkin kondisi Rei hari ini sama seperti bunga yang baru saja mekar, sedang merasakan keindahan, dan kebahagiaan tapi tidak tau apa yang akan terjadi di masa depan kelak. Seandainya bunga dapat berbicara mungkin ia akan mengatakan
“Aku ingin selalu mekar dan tak ingin gugur, karena jika aku selalu indah banyak yang akan merasakan manfaat ku dan merasakan kebahagiaan”
Seandainya lebah dapat berbicara “aku ingin bunga selalu mekar dan tidak gugur karena
setiap satu persatu mahkota bunga gugur aku kehilangan makananku dan kebahagiaanku”
Tidak ada manusia yang ingin merasakan kesedihan tetapi manusia tidak akan lepas
dari masalah dan kesedihan. Manusia yang hebat adalah manusia yang mampu menyelesaikan masalahnya dan bisa merubah kesedihan menjadi suatu kebahagiaan.
Sama halnya dengan pasanganmu, laki-laki/perempuan yang hebat adalah yang mampu menciptakan suatu kebahagiaan untuk kekasihmu, bukan kesedihan. Tak bisa dilepaskan dari masalah tapi bisa menyelesaikannya dengan baik agar tidak ada kesedihan antara kamu dengan kekasihmu.
Berbeda dengan manusia yang hanya memikirkan dirinya sendiri seberapa banyak menjalin suatu hubungan maka mereka tidak akan mendapatkan suatu nikmat dan kebahagiaan itu sendiri. Rei baru
merasakan cinta yang sebenarnya, disinilah titik penentuan Rei akan menjadi manusia yang dewasa atau manusia egois.
Setelah tertawa-tawa sendiri di kamarnya Rei keluar dan mencuci motor, disaat mencuci motor ternyata putri menelpon karena tidak diangkat Rei Putri pun tidur. Selesai mencuci motor Rei melihat hp dan langsung menelpon balik putri, tak di angkat Rei langsung chat “maaf tadi aku
__ADS_1
tinggal cuci motor”