
Keesokan harinya waktu bangun tidur Rei baru membalas chat Putri, “maaf put baru bales, tadi malam ketiduran”
Putri membalas “iya kak”.
Obrolan chat Rei dan Putri masih sangat kaku dan membosankan Rei belum mendapat celah untuk masuk lebih dalam dan membuat suasana yang menyenangkan. Dengan hati-hati dan sabar Rei menunggu waktu yang tepat untuk bisa lebih dekat dengan Putri.
Trik-trik klasik dimainkan Rei untuk mendapat perhatian dari Putri, Ketika bertemu di sekolah Rei
selalu memberikan senyuman manisnya ke Putri, respon Putri masih sangat biasa dan hanya membalas dengan senyuman. Bagi Rei senyuman itu belum menandakan ketertarikan Putri. Masih belum puas bertemu di sekolah Rei melanjutkan
chating dengan Putri.
Rei chat Putri berkata “udah pulang belum put?”
“Udah kak ini baru sampai rumah”
“Yasudah makan dulu”
“Nantilah kak masih belum lapar”
“Yasudah, nanti makan ya”
“Iya”
Nggak tau Rei yang kurang bisa menjadi laki-laki yang asik atau Putri yang sangat sulit untuk didekati, Rei bingung dan sempat berfikiran untuk berhenti mendekati Putri.
Masih di lanjutkan percakapan itu “aku ganggu ya put?”
“Enggak kok kak”
“Kirain ganggu, soalnya kamu cuek banget”
“Aku memang gini orangnya, kalau gak suka nggak papa gak usah chat lagi” kata Putri
Membaca chating terakhir Putri, Rei sedikit emosi dan membalas “oke”
Di saat itu juga Rei merasa sudah waktunya berhenti. Sedikit rumit kedua orang ini, sama-sama sombong karena terbiasa di sukai lawan jenisnya, yang satu merasa dirinya cantik, yang satu merasa dirinya tampan. Keegoisan mereka membuat suasana makin kacau dan saling menunggu siapa yang kalah.
Setelah chating terakhir mereka Rei tidak pernah menghubungi Putri lagi. Ketika Rei bosan di rumah selalu mengajak Tika keluar, main ke pantai, makan, nonton. Dibalik pertemanan mereka, ada Putri dengan keegoisannya sedang menunggu chat dari Rei.
Ternyata selama ini Putri sebenarnya tertarik dengan Rei hanya tidak mau di anggap perempuan gampangan makanya Putri bersikap seperti itu. Saat pulang sekolah tidak sengaja Putri melihat Rei berboncengan dengan Tika, saat melihat itu Putri merasa emosinya mulai naik. Tak lama Putri chat Rei “kak”
Rei membalas “ kenapa dek ?” dengan
juteknya. Balasan jutek dari Rei membuat Putri malu karena sebelumnya dia tidak pernah chat laki-laki duluan.
Putri membalas “gak papa kak cuma buang bonus doang”,
Didalam hati Rei chating bukan SMS kenapa bilangnya buang bonus padahal chating kan pakai kuota bukan pulsa. Merasa terhina Rei justru membalas dengan kata-kata sedikit kasar
“Buang aja ke kotak sampah, jangan ke aku”.
__ADS_1
Setelah chat itu Putri tidak membalas chat Rei lagi.
Suasana hati Rei semakin kacau ia ingin cerita tapi bingung mau cerita dengan siapa. Teringat Tika yang selalu menemaninya, ia langsung menghubungi Tika padahal barusan aja mereka
berduaan. Sorenya Rei kerumahnya Tika mengajak Tika joging dan ingin cerita mengenai Putri.
Sesampainya di rumah Tika, Rei lupa belum chat kalau ingin mengajak joging. Ternyata Tika sedang tidur merasa tidak enak Rei malah pulang
lagi dan tidak jadi joging. Sesampainya di rumah Rei langsung membuka novel yang belum selesai ia baca, tak lama membaca hp nya berbunyi, ternyata Tika telpon diangkat lah oleh Rei “iya halo Tik ada apa?”
“Tadi kakak ke rumah ya, maaf aku ketiduran”
“Iya nggak papa, tadi aku mau ajak kamu joging dan ada yang mau aku ceritain”
“Cerita apa? Kakak punya masalah?”
“Bukan masalah juga sebenernya tapi buat aku jengkel”
“Apa kak?”
“Sebenernya aku lagi deketin perempuan, adik kelas tapi cuek banget orangnya, barusan
dia chat terus aku bales eh di jawab katanya chat aku cuma buang bonus, coba bayangin sombong banget perempuan ini”
Mendengar Rei sedang tertarik dengan perempuan lain Tika justru merasa cemburu dan
emosinya naik.
Dijawab Rei “iya suka tapi aku nggak suka sama sifatnya”
“Oh yaaudah deketin aja dan usaha” dengan juteknya Tika menjawab.
“Kok gitu doang jawabannya? Menurutmu perempuan kaya gitu bisa nggak di dapetin dan
di ajak serius?
“Buat apa sih kak deketin perempuan kaya gitu, padahal banyak perempuan yang suka sama
kakak”
“Iya juga ya dek tapi baru kali ini loh aku nemuin perempuan kaya dia”
Karena suasana hati Tika menjadi tidak enak Tika langsung ingin mematikan telponnya dan berkata “udah ya kak aku mau makan dulu”
“iyaa dek”
Rei melanjutkan bacaannya di dalam buku itu terdapat nasehat-nasehat untuk para remaja yang sedang jatuh cinta, ada kalimat yang membuat Rei benar-benar kagum kata-kata itu adalah “carilah pasangan yang menurutmu sulit untuk didapatkan,
carilah pasangan untukmu yang berhati keras, tidak mudah jatuh cinta, maka kamu akan mendapatkan pasangan sesungguhnya karena hati yang keras akan hilang ketika kamu berhasil mendapatkannya dan cintanya denganmu bukan main-main dengan begitu akan sangat sulit pasangan seperti itu pindah ke hati yang lain”.
Setelah membaca itu Rei yang awalnya sedikit kesal dan malas mendekati Putri lagi sekarang malah tambah bersemangat. Rei terus membaca buku itu masih banyak ilmu yang ingin didapatkannya dari buku tersebut, benar saja di dalam buku tersebut banyak kata-kata bijak yang memotivasi Rei tentang percintaan bahkan cara-cara mendapatkan perempuan pun ada disitu, dan akhirnya Rei selesai membaca bukunya.
__ADS_1
Rei semakin penasaran dengan Putri, beralih ke Putri yang justru panik sendiri setelah mengingat balasan chat Rei, ada rasa takut kehilangan Rei, mencoba menurunkan gengsinya dan meminta maaf dengan Rei, akhirnya Putri chat “maaf kak
bercanda”
“Gak lucu dek”
“Lucu kok kak, lucu tau 😊”
“Mimpi apa semalam kok jadi gak jutek?”
“Apalah jutek salah, gak jutek salah”
“Maaf”
“Kakak tuh galak”
“Mana ada galak, baik gini”
“Galak lah 😊”
Disela-selah chating Rei dengan Putri tiba-tiba Tika menelpon Rei,
“iya kenapa?” kata Rei
“Gantian aku mau curhat boleh?”
“boleh, tapi nanti tunggu bentar ya” telpon pun dimatikan.
Rei melanjutkan chating dengan Putri “Put bentar ya aku disuruh ibu ke tempat saudara jemput adikku”
Di jawab Putri “iya”,
Dengan berat hati Rei menyudah kan cahtingan dengan kebohongannya. Rei langsung menelpon Tika “halo dek”
“Iya kak, abis ngapain kamu?”
“Gak papa tadi ke WC”
“Curhat apa ni ?”
“Aku mau denger pendapat kamu, aku suka sama laki-laki tapi aku gak berani bilang ke dia, laki-laki itu selalu baik sama aku”
“Terus, menurut kamu laki-laki itu suka gak sama kamu?”
“Aku gak tau kak, aku takut kalo aku bilang ke dia terus dia tolak aku. Pasti aku sama dia jadi canggung dan gak bisa temenan kaya biasanya”
“Gini dek kalau memang laki-laki yang kamu maksud sahabat kamu, teman dekat kamu mending kamu pastiin dulu dia menganggap kamu sebatas temen deket atau memang ada perasaan sama kamu, lebih baik kamu tahan dulu kalau belum bener-bener pasti”
“Gitu ya kak?”
“Menurutku gitu sih, dari pada nanti hubungan pertemanan mu jadi canggung”
__ADS_1