
Hati yang mulai terkunci dan rassa sayang yang berlebihan antara kedua sejoli ini menjadi sebuah bencana besar, Putri yang mulai takut kehilangan Rei dan Rei yang selalu takut dan khawatir karena takut Putri dengan laki-laki lain. Cara mereka berdua dalam mengekspresikan perasaannya sangat berbeda Rei yang selalu menuduh dan Putri yang selalu mengalah kemudian bertingkah manis di depan Rei.
Keduanya Ketika terjebak dalam sebuah keributan menyelesaikannya dengan cara bertemu, hari minggu Rei apel ke rumah Putri, melihat muka Putri hati Rei menjadi tenang dan rasa kecurigaannya seketika hilang, seperti biasanya mereka duduk berdua bersebelahan. Saat sedang asik bermesraan ibu Putri datang “Rei ibu dan ayah tika tinggal dulu ya, mau ke rumah saudara ada acara di sana”
“Iya bu hati-hati dijalan”
“Yasudah baik-baik di rumah berdua ya”
Orang tua Putri sangat percaya dengan Rei karena etika dan sopan santunnya. Ditinggal lah mereka berdua di rumah hanya mereka berdua tidak ada orang lain dirumah Putri. Rei berkata dengan Putri “apa enggak papa kita berduaan aja ini?”
Jawab Putri “ya enggak papa, malahan bisa mesra-mesraan bebas nggak ada yang lihat”
maksud mesra-mesraan Putri bukan melakukan hal yang mesum.
Jawab Rei “yasudah kalau gitu, yang coba lihat mukamu aku mau meramal”
“Ih sok dukun”
Didekatkan muka Putri ke muka Rei yang awalnya mau melawak Rei justru terbawa suasana, melihat muka cantik Putri dan bibir tipisnya, tak sadar bibir Rei mulai mendekat ke bibir Putri. keduanya belum pernah mencium bibir, Karena suasana
romantis tersebut terjadilah Rei yang mulai berani mencium Putri, dengan menikmati berciuman itu mereka dikendalikan nafsu dan Rei mulai melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan.
Mereka berdua berciuman sambil berjalan ke
kamar Putri kebetulan kamar Putri sebelah ruang tamunya. Dikamar itu mereka benar-benar diluar batas, semua harta Wanita yang dimiliki Putri di rampas Rei. Setelah perbuatan mereka itu Putri baru sadar dan takut yang sejadi-jadinya mengatakan kepada Rei sambil meneteskan air matanya “jangan pernah pergi dari aku, kamu udah ambil semua yang aku punya”
Dijawab Rei “pasti sayang, udah jangan nangis lagi” mereka berdua mulai memakai pakaiyannya masing-masing dan duduk lagi diruang tamu. karena kejadian itu tak terasa mereka keluar kamar hari sudah sore, dan tak lama kemudian orang tua Putri pulang. Putri yang masih kepikiran kelakuannya tadi dengan Rei, merasa benar-benar takut kehilangan Rei disisi lain massa depannya sudah di ambil oleh Rei.
Sudah benar-benar berlebihan hubungan mereka, masih di usia yang sangat muda sudah berani melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan, mereka tidak memikirkan dampak dari kelakuannya tersebut, perempuan yang sudah kehilangan hartanya maka akan semakin terkunci dengan pasangannya, padahal belum tentu
pasangannya itu akan menjadi jodohnya kelak.
Untuk laki-laki memang benar setelah melakukan itu tidak ada bekas yang dapat merugikan dirinya tetapi jadilah laki-laki yang bertanggung jawab dan jangan tinggalkan pasanganmu yang sudah kehilangan hartanya. Melihat pergaulan anak muda di jaman sekarang yang sudah terlalu bebas dan berlebihan merasa sangat miris dan kasihan. Jangan seperti Putri dan Rei hanya karena rasa sayang menjadikan mereka manusia yang berdosa. Ada masa dimana kita harus bisa membedakan rasa sayang dan nafsu, harusnya rasa sayang sesungguhnya ada ketika sudah berstatus pernikahan.
Setelah melakukan itu rei tambah percaya diri karena rini tidak akan mengkhianatinya dan berani dekat-dekat dengan laki-laki lain sedangkan Putri merasa dirinya sudah cacat dan tidak bisa memilih-milih lagi laki-laki lain. Rasa khawatir Putri sedikit hilang karena rei selalu bersikap manis terhadapnya. Dua remaja yang terjebak dalam lingkaran nafsu dan merusak satu dengan yang lainnya.
Kisah romantis mereka tak bertahan lama rei yang sudah memiliki bibit kecurigaan dan rsa takut itu tumbuh Kembali saat facebook Putri masih online ketika Putri sudah izin untuk tidur. Rei marah menelpon Putri tetapi tidak di angkat-angkat
telponnya, kemarahan Rei menjadi-jadi saat telponnya tidak di angkat kemudian
chat “perempuan pembohong!!”, tetapi tetap tidak dibalas Putri.
__ADS_1
Ternyata ketika Putri izin tidur memang tidur sungguhan Rei yang tak bisa mengerti aplikasi facebook saat tidak di log out akan tetap terlihat online meski sudah tidak memainkannya. Keesokan harinya Putri bangun tidur melihat hpnya banyak panggilan dari Rei dan membaca chat Rei dengan kata-kata yang kasar Putri kaget
dan langsung membalas chat Rei “kenapa yang? Aku bohong apa, kata-kata kamu
kasar banget tau gak”
Di balas Rei “tadi malem kamu gak langsung tidur kan?”
“Aku langsung tidur”
“Alah gak usah bohong aku melihat FB kamu online terus”
“Ya Allah beneran aku langsung tidur, aku gak tau kalo FB ku tetep online”
“Gak usah bohong kamu ya!”
Putri sudah mulai paham dengan sifat Rei yang seperti ini, Putri tidak langsung membalas chat Rei karena percuma masalah tidak akan terselesaikan, Putri pun siap-siap berangkat ke sekolah.
Sesampainya di sekolah Putri chat Rei “nanti pulang sekolah aku antar ya ada yang mau aku omongin”
“Males amat, sana minta antar sama selingkuhan kamu”
“Kamu ngomong apa sih yang, aku nggak selingkuh pokoknya nanti aku mau ketemu!”
Waktu terus berlalu Rei masih terbawa emosinya, tibalah jam pulang sekolah. Putri menunggu diparkiran samping motor Rei tak lama Rei datang dan berkata “ngapa disitu”
“Ih aku nggak bawa motor antar aku”
Rei tidak bisa menyembunyikan mimik muka yang sangat jengkel, tapi mau gak mau Rei mengantar Putri. Saat dijalan Putri membawa suasana yang menyenangkan, meledek Rei, tapi ditanggapi dengan dingin,
Putri bilang “yang beneran aku nggak tau soal facebook yang tetep online tapi beneran aku gak bohong kalo gak percaya bawa aja hp ku”
“Sini aku bawa”
“Ya ini bawa loh yang aku udah gak mainan sosmed lagi”
Karena sangat meyakinkan Rei pun lunak dan biasa lagi, sebenarnya saat bertemu dan berdekatan dengan Putri semua kecurigaan dan masalah hilang semua dimata Rei, tetapi ketika berjauhan rasa kecurigaan Rei berlebihan.
Sesampainya mereka di rumah, kebetulan hujan turun Rei nggak bisa langsung pulang, akhirnya mau nggak mau Rei mampir. Dibuatkannya makan siang oleh Putri, mereka makan bersama sambil bergurau, selesai makan Rei meminta hp Putri dan mulai cek semua sosmed nya, ternyata Putri benar sudah menghapus semua status twitter dan lain-lain, hati Rei lega dan hilang semua kecurigaannya. Tak lama Rei berpamitan seperti biasanya dengan sopan nya Rei berpamitan dengan orang tua Putri salim dan cium tangannya.
Tak terasa hubungan mereka sudah berjalan lama, Rei sudah di bangku kelas tiga dan sebentar lagi ujian kelulusan. Sesampainya Rei di rumah, Putri chat Rei “yang”
__ADS_1
“Iya sayang kenapa?”
“Kamu kan sebentar lagi lulus, kamu mau kuliah
dimana?”
“Aku bingung, nggak tau nanti belum kepikiran”
“Jangan jauh-jauh ya, aku tau dengan kamu yang sekarang kalau kamu kuliah jauh pasti
hubungan kita gak baik-baik aja”
“Memang kenapa?”
“Gak papa sayang, yasudah gak usah dibahas”
“Iya sayang” sehabis bertemu mereka mengobrol dengan romantisnya saat ada rassa
kangen mereka mulai ribut satu dengan lain.
Keesokan harinya Rei mendengar dari teman Putri bahwa Putri akan ikut lomba menyanyi disekolah lain, mendengarnya Rei merasa gelisah takut perempuannya dilihat laki-laki lain, takut ada yang
menyukai pacarnya, tetapi rasa takut Rei malah diekspresikan dengan marah kepada Putri, bertanya kepada Putri “kenapa kamu nggak ngomong kalau mau lomba?”
“Aku baru mau ngomong sayang”
“Alah kalau aku gak ngomong barusan kamu juga gak bakalan ngomong kan, takut kan kalau aku ikut ke sana, kamu mau sama sapa?”
“Ya allah aku barusan mau ajak kamu besok”
“Gak usah bohong, kamu mau berduaan sama sapa di sana?”
“Gak ada, ayok besok ikut”
“Enggak, aku hargai kemauan kamu yang pingin sendiri berangkat lomba”
“Sapa yang pingin sendiri, salah terus aku dimata kamu”
“Aku udah tau perempuan kalau kaya gini, pasti ada yang disembunyikan”
Sambil menangis Putri mengetik chat balasan ke Rei “aku gak bohong loh yang beneran”
__ADS_1
“Udah sana lomba aku gak bakal ikut” karena lelah Putri tidak membalas chat lagi. Ditunggu sampai malam agar Rei yang menghubunginya tetap tidak menghubungi, Ketika malam Putri mau tidur chat ke Rei “ good nite, I love you”.