
Setelah pulang kuliah Rei berangkat ke rumah sakit untuk periksa penyakitnya lagi, dokter berkata “penyakitmu harus segera di tangani karena sudah di tahap akhir”
Rei bertanya kepada dokter tersebut “apakah ada cara untuk menyembuhkan penyakit ku dok?”
“Ada metode pengobatan paling efektif untuk penyakitmu yaitu kemoterapi ”
Rei yang sedikit tau tentang metode pengobatan kemoterapi merasa tidak berkenan melakukannya. “apakah ada cara lain selain kemoterapi ?”
“Di dunia medis cara yang paling efektif hanya ada cara tersebut, tetapi ada cara lain yaitu menggunakan metode pengobatan tradisional”
“Maaf ini dok apakah bisa saya berobat jalan untuk mengontrol penyakit saya dan dibarengi dengan pengobatan tradisional?”
“Saya sarankan jika pengobatan jangan dicampur aduk, takutnya malah membuat penyakitmu lebih susah untuk ditangani”
Mendengar itu Rei sangat frustasi iya berfikir sebegitu parah kah penyakitnya itu, tak lama setelah Rei selesai konsultasi ia menebus obatnya. Saat dijalan Rei selalu memikirkan penyakit yang di deritanya dipikirannya sebentar lagi ia meninggal. Pusing dan frustasi memikirkannya Rei duduk sebentar di taman, di sana ia teringat tika yang bisa menjadi teman curhat untuk membuat pikirannya lebih lepas. Rei tidak mau menceritakan penyakitnya dengan keluarga dan Putri.
Saat sedang melamun tiba-tiba ada laki-laki tua yang mendatanginya, bertanya kepada Rei “Kenapa dek kok ngelamun?”
Jawab Rei “nggak papa pak”
“Enggak papa cerita aja sama bapak, saya perhatikan dari tadi kamu ngelamun terus”
“Sebenernya saya baru-baru ini sangat sedih karena saya di diagnosis menderita penyakit kronis saya enggak tau harus berbuat apa disisi lain saya nggak mau lihat keluarga
saya sedih”
“Nak, bapak ini juga sudah lama menderita penyakit yang sangat parah, tetapi alhamdulillah walaupun penyakit bapak belum sembuh bapak masih diberi umur sedikit lebih lama, saran bapak lebih baik kamu cerita ke keluargamu”
“Iya pak makasih nasehatnya”
“Bapak pun juga sedih saat mengetahui bahwa bapak sakit tetapi kesedihan itu yang justru membuat penyakit bapak semakin parah, coba lebih ikhlas dan menjalani hidup lebih Bahagia maka kita tidak akan merasakan sakit”
Melihat semangat bapak itu Rei sedikit lebih tenang dan bersemangat lagi, Rei bertanya
dengan bapak tersebut “pak kalau boleh tau bapak menggunakan metode pengobatan apa?”
“Saya menggunakan metode pengobatan tradisional minum obat herbal, tetapi cek kesehatan ke rumah sakit karena dokter lebih tau kondisi kita”
“Boleh pak saya minta alamat tempat pengobatan tradisionalnya?”
Bapak itu pun memberitahukan alamat pengobatan tradisional yang di maksudnya, lama
mengobrol dengan bapak itu Rei mulai tertawa-tawa mendengar bapak itu bercerita
usia mudanya.
“Kamu tau dek waktu bapak ada di usiamu, bapak ini playboy yang menurut bapak cantik semua bapak pepet dan memacarinya, saat bosan bapak putusin, sampai pada akhirnya hati bapak ter pincuk dan merasa sangat menyayangi salah satu perempuan yang bapak pacari. Perempuan itu berbeda dengan perempuan lainnya untuk bapak ia sangat istimewa tetapi karena kesombongan bapak iya pergi meninggalkan bapak, bahkan sampai bapak menikah ia selalu ada di hati bapak ini”
__ADS_1
“Selain playboy bapak juga setia ya haha”
“Gimana perasaanmu dek, sudah lebih tenang?”
“Makasih banyak pak sudah temani saya ngobrol disini, saya lebih tenang dan bersemangat lagi”
“Kalau begitu bapak tinggal dulu ya dek, bapak mau berobat juga”
“Oh iya pak, mau diantar?”
“Enggak usah bapak sudah ada yang antar”
Pergilah bapak tua itu, Rei yang mulai tenang pulang ke kosan saat sedang diperjalanan hp Rei berbunyi ternyata Putri menelpon, Rei meminggirkan kendaraannya dan mengangkat telpon tersebut
“Halo yang aku masih di jalan ini”
“Dari mana kamu? Kok jam segini belum pulang ke kosan”
“Aku tadi ngerjain tugas di kosan temen”
“Kok nggak ngomong sama aku? Enggak main sama perempuan lain kan?
“Enggak sayang, yasudah aku jalan pulang dulu nanti aku telpon kalau sudah sampai”
“Yasudah iya yang langsung pulang ya! Hati-hati di jalan”
Sesampainya di kosan Rei tidak langsung menelpon Putri ia karena harus beres-beres kosannya yang berantakan, setelah itu memasak untuk makan malam. Setelah selesai semuanya Rei baru menelpon Putri
“Halo yang, kenapa lama banget sih”
Rei menjawab “maaf yang tadi aku beres-beres kamar dulu terus masak”
“Kamu ini aku perhatiin aneh tau nggak, yang biasanya marah-marah jadi lembut banget,
pokoknya banyak yang berubah, aku ini jadi curiga kamu deket sama perempuan lain”
“Kamu ini, aku capek marah-marah terus, aku capek curiga terus. Bukan salahku sebenernya aku curiga dan takut tapi salahmu kenapa kamu cantik banget kan karena kecantikan kamu jadi aku takut banyak laki-laki yang deket-deket kamu”
“Enggak usah gombal yang aku ini serius, kamu enggak deket-deket perempuan lain kan di sana?”
“Enggak sayang, aku cuma mau menghabiskan waktu dengan Bahagia haha”
“Kamu ngomong apa sih yang, aku nggak mau waktu kita habis”
“Iya yang, kamu udah makan kan?”
“Ini aku lagi makan, kamu belum makan kan pasti?”
__ADS_1
“Belum masih nunggu nasi belum matang”
“Ih kasian banget anak kost haha”
“Malah ngece, besok kalau aku pulang kamu harus udah bisa masak dan masakin untuk aku”
“Yasudah cepat pulang nanti aku masakin untuk kamu, aku kangen yang sama kamu”
“Beneran ya awas aja kalau bohong, aku juga kangen yang”
“Sayang aku udah selesai makan tapi aku mau mandi dulu ya”
“Iya yang mandi aku juga mau makan dulu”
“Iya sayang”
Telpon pun dimatikan kemudian Rei berbaring di kasurnya menangis tangisannya bukan karena takut dengan penyakitnya tetapi karena kebahagiannya akan hilang saat Rei meninggal. Merasa banyak waktu yang ia pakai untuk membenci dan mencurigai padahal pada
kenyataannya hanya sebuah imajinasinya saja.
Diwaktu itu juga dada Rei mulai merasa sesak dan sakit, cepat-cepat mencari obatnya dan meminumnya. Obat yang diberikan oleh dokter kebanyakan adalah obat pengurang rasa sakit dan antibiotik. Setelah meminum obat rasa sesak dan sakitnya sementara hilang, rencananya besok
Rei akan berobat ke pengobatan tradisional yang diberitahukan oleh bapak yang ada di taman.
Dimalam itu Rei merasa sangat ngantuk bahkan matanya sudah terpejam, matanya tiba-tiba terbangun karena suara hp nya, Putri menelpon lagi dengan suara yang tidak jelas Rei berkata “halo yang”
“Kamu tidur yang?”
“Ketiduran barusan, aku ngantuk banget”
“Kok tumben sih yang jam segini kamu udah ngantuk?”
“Enggak tau ini, mungkin kecapean”
“Kamu sakit yang?”
“Enggak kok”
“Yasudah tidur, tapi jangan bohong ya jangan main, jangan chating sama perempuan lain”
“Iya sayang aku tidur ya kamu juga tidur”
“Iya sayang, good nite”
“Good nite to”
Obrolan mereka terhenti Rei tidur sedangkan Putri masih memikirkan kenapa Rei berubah.
__ADS_1