Laki-Laki Posesif

Laki-Laki Posesif
MANIS 2


__ADS_3

Hari pertama Rei bertemu dengan orang tua Putri memiliki kesan yang baik, Rei di izinkan berpacaran dengan Putri. Di hari-hari berikutnya Rei tidak takut-takut lagi untuk mampir kerumahnya. Dihari itu juga Putri tambah suka dengan Rei banyak hal yang menyenangkan dan berkesan. Setiap Rei mengantarkan putri pulang


selalu mampir dan ngobrol sambil bermesraan dengan putri.


Hati putri sudah benar-benar menyayangi Rei. pada waktu itu dihari minggu Rei apel ke rumah


putri, saat berduaan obrolan mereka sangat mesra “yang aku buatin kopi ya? Kata putri


Rei menjawab “boleh, nggak papa ya akui ngerokok orang tuamu lagi nggak di rumah kan?”


“Iya nggak papa, tapi jangan sering-sering ngerokok nya”


“Iyaa sayang”


Putri langsung bergegas membuatkan kopi untuk Rei, “ini yang kopinya”


Sambil menikmati kopi, dan rokoknya Rei menceritakan semua tentang keluarganya yang


saat ini masih ada masalah.


“Yang usaha ayahku sekarang masih kesusahan hampir bangkrut”


“Sabar ya sayang pasti ada jalan keluarnya kok dan ayahmu juga pasti masih usaha buat


nanganin masalahnya”, kata Putri


“Iya yang” sambil memeluk Rei putri kemudian mencium kening Rei dan berkata “aku


sayang kamu”


Perasaan Rei berbunga-bunga dan mengatakan “aku juga sayang kamu sayang”


Mungkin sudah sedikit berlebihan hubungan mereka jika tidak dikendalikan maka akan


berujung fatal. Setelah selesai merokok Rei menyandarkan kepalanya di bahu Putri.


Rei bilang “aku nggak nyangka aku bisa dapat perempuan kaya kamu”


“Kenapa, nyesel dapat aku?”


“Aku ngerasa beruntung bisa punya pacar kaya kamu”


Kemesraan itupun berlanjut sampai tak terasa hari sudah sore, karena ngerasa tidak enak dengan orang tua putri, Rei berpamitan pulang dengan putri saat berdiri dari tempat duduknya Rei mencium kening putri sambil berkata “aku pulang dulu ya sayang”


“Iya sayang” jawab putri. Keluarlah Rei dari ruang tamu dan langsung berpamitan dengan ibunya putri.


Keromantisan hubungan ini tak terasa sudah berjalan selama satu bulan tanpa ada masalah,


Tapi kondisi ini tidak bertahan lama ketika Rei ketahuan telponan dengan Tika, dihari itu Tika menelpon dan di angkatnya oleh Rei, seperti biasanya mereka mengobrol, curhat satu sama lain, dan bercanda, untuk Rei hal itu wajar karena


Tika teman dekatnya, waktu Rei sedang telponan dengan Tika ternyata Putri menelpon.


Mengetahui panggilannya sibuk Putri langsung chat Rei “kenapa panggilannya sibuk, kamu lagi telponan sama sapa?”


Chat itu tidak terbaca oleh Rei dan lama tidak dibalas, setelah selesai telponan dengan Tika, Rei baru membaca chat dari Putri, dibalasnya oleh Rei “tadi temen nelpon”

__ADS_1


Dengan kecurigaannya Putri menjawab “temen apa temen, kok lama banget telponan nya?”


“Serius temen”


“Perempuan?”


“Iya cewe”


Chat itu terhenti dan tak dibalas Putri, Rei ketakutan takut Putri mikir enggak-enggak, takut dia marah, langsung telpon Putri, tetapi  telponnya tidak di angkat dan langsung dimatikan.


Kecemburuan Putri menandakan bahwa Putri sudah benar-benar suka dengan Rei, karena telponnya tidak diangkat Rei mencoba chat Putri “maaf tapi beneran ini temen”


“Diem” dibalas Putri”


“Maaf sayang”


“Jujur ya baru kali ini aku marah seperti ini, mau kamu apa?”


“Kok gitu, kan aku gak bohong”


“Terserah, udah kita putus aja !”


Karena Rei tidak merasa bersalah Rei pun ikut marah dan berfikir Putri sudah bosan dengannya, lalu menjawab “yasudah kalo gitu, memang kamu nya aja yang bosan sama


aku”


“Gila ya mana nuduh kamu, terserahlah iyaa kita putus”


“Iya!”


Rei banyak bercerita dengan tika, sama seperti halnya putri karena rassa sayangnya membuat dirinya galau kadang merasa benar-benar merindukan Rei.


Jenuhnya Rei sering memikirkan putri sampai terbawa mimpi, Rei pun mulai ingin melupakan putri. Saat ada niatan ingin melupakan putri ternya Rei mendengar Putri sakit dan dirawat di rumah sakit, Rei khawatir tapi gengsi untuk menjenguk


Putri. Satu minggu Putri dirawat di rumah sakit Rei selalu mencari tau kabar Putri lewat teman dekatnya, kondisi, setelah satu minggu kondisi Putri membaik dan diperbolehkan pulang ke rumah.


Saat sudah di rumah Rei mencoba untuk


membuang gengsinya dengan dalih menjenguk teman, ya itu pembelaan Rei padahal Rei masih sangat mencintai Putri. Tepatnya sore hari dihari minggu Rei berangkat ke rumah Putri dengan membawa buah-buahan, tak lama kemudian sampailah Rei di rumah Putri, mengetuk pintu sambil mengucapkan salam “assalamualaikum”


dibukakan pintu rumah oleh ibu Putri “Wa'alaikumsalam, oh Rei”


“Iyaa bu katanya Putri sakit, saya mau jenguk”


“Masuk-masuk Rei, sebentar ya ibu panggil Putri dulu”


Masuklah Rei ke rumah Putri dan menunggu di ruang tamu, terdengar suara kaki melangkah,


Putri menghampiri Rei, tatapan yang lemas dan seperti malas menemui Rei. Putri duduk di samping Rei dan berkata “kirain gak mau ketemu lagi”


“Aku mau jenguk kamu, udah lupain aja masalah kita yang kemarin, udah baikan ?, apa yang sakit?”


Melihat Rei begitu cemas dan perhatian hati Putri sangat senang “udah mendingan, kemarin perutnya sakit”


“Kata dokter sakit apa?”

__ADS_1


“Sakit lambung”


“Orang makannya gak dijaga”


“Sebelum sakit aku pingin makan sambel, ya aku makan aja eh abis itu sakit perutku”


“Besok-besok gak usah makan sambel lagi, maaf ini ngatur tapi buat kebaikan kamu”


“Iya”


Obrolan dilanjutkan dengan canda gurau mereka, tiba-tiba saat sedang asik mengobrol Putri memotong pembicaraan dan bertanya “sapa yang kamu telpon waktu itu?, jangan bohong”


“Temenku beneran, udah lama aku temenan sama dia”


“kamu tau gak buat perempuan temen itu gak ada waktu mereka udah nyaman sama laki-laki, yang ada punya perasaan. Mangkanya aku marah sama kamu tapi kamu malah marah balik sama aku”


“Iya aku minta maaf”


Waktu pun sudah mendekati magrib, Rei merasa tidak enak dengan orang tua Putri kemudian dia berpamitan, diantarnya Rei ke depan pintu oleh Putri, Ketika Rei naik motor berkata


“Aku pulang dulu ya”


Tak berkata-kata Putri hanya membalas dengan senyum dan melet kearah Rei, melet Putri seperti memiliki makna lain kelihatan bahwa Putri juga masih sangat mencintai Rei. untuk kali ini Rei peka


dan menganggap senyumnya putri adalah gambaran perasaan dan masih menyayanginya.


Rei langsung tancap gas pulang ke rumah.


Sesampainya Rei di rumah dia langsung chatt Putri “jangan sakit lagi ya, aku dari kemarin khawatir” di abals oleh Putri


“Iyaa aku coba jaga makan biar gak sakit lagi”


“Mau gak kalo kita balikan lagi, aku masih sayang banget sama kamu”


“Tapi janji ya jangan deket-deket perempuan lain, mau itu temen sekalipun”


“Iya aku janji”


“Yasudah kita mulai lagi seperti biasanya, abis kamu pulang ibuku juga bilang “balikan aja sama Rei”


“Ibu kamu aja dukung haha 😊”


“Yasudah aku ngantuk banget abis minum obat, aku tidur ya”


“Iyaa tidur, cepat sembuh sayang”


“Kalau aku tidur kamu mau ngapain ?”


“Ya nggak ngapa-ngapain”


“Kamu tidur juga, gak usah mainan hp!”


“Iya sayang aku tidur”


“Awas bohong,yasudah aku tidur da”

__ADS_1


__ADS_2