Laki-Laki Posesif

Laki-Laki Posesif
PAHIT 5


__ADS_3

Dimalam itu Putri tidak bisa tidur masih memikirkan Rei yang akan pergi, walaupun Rei


sudah janji tidak akan dekat-dekat dengan perempuan lain tapi tetap saja Putri berfikir pasti banyak perempuan lain yang akan menggoda Rei. Putri melihat jam ternyata sudah pukul 3 pagi, tak lama Putri ketiduran.


Saat Putri baru tidur Rei terbangun dan mulai siap-siap membereskan barang-barangnya. Telponnya dengan Putri masih aktif di telpon Rei berkata “yang, tidur ya?” tak ada jawaban


dari Putri.


Datang waktu subuh Rei sholat, setelah sholat Rei berpamitan dengan orang tuanya, setelah itu masih memanggil Putri lewat telpon tapi tetap tidak ada jawaban, Rei mematikan telponnya, kemudian chat Putri “aku berangkat sayang, tadi ditelpon kamu nggak ada jawaban barusan aku matin terus chat kamu ini, kamu jangan lupa sholat”


Berangkatlah Rei ke terminal, sesampainya di terminal Rei langsung naik bus. Karena lelah dibus Rei banyak tidur dan hp nya dimatikan untuk menghemat baterai. Tidur lelap Ketika terbangun Rei sudah sampai di Pelabuhan, di kapal baru Rei mengaktifkan hpnya, melihat banyak chat dari Putri “kamu kok gak bangunin aku?”, kamu


berangkat sama siapa?, udah makan belum?,” itu semua chat dari Putri,


Rei pun menelpon Putri dan menjawab semua pertanyaannya “aku di antar tadi sama ayah,


udah makan, kamu tadi aku bangunin enggak bangun sayang”


“Kenapa hp kamu nonaktif”


“Hpnya sengaja aku matiin biar baterainya awet”


“Yasudah kalo gitu, sekarang udah sampai mana?’’


“Masih di kapal tapi bentar lagi udah sampai Pelabuhan”


Sedang asik telponan Putri dipanggil ayahnya, “put buatin minum untuk tamu”,


 “Iyah yah” kemudian berbicara dengan Rei “ bentar ya aku buat minum dulu untuk tamu”


“Iyaa, aku matiin lagi hpnya ya?”


“Iya, ingat jangan centil sama perempuan di kapal”


“Iyaa”


Telpon pun dimatikan Rei sampai di pelabuhan dan langsung menuju bus. Sama seperti  sebelumnya Rei melanjutkan tidurnya sampai di tempat tujuan. Sesampainya Rei di jogja pertama kali dia mencari informasi kost-kosan bertanya dengan warga sekitar, setelah Lelah berkeliling mencari kostan akhirnya Rei menemukan kostan yang cocok, kemudian bertemu dengan pemiliknya dan membayar.


Masuklah Rei ke kostan dan mulai merapihkan nya, tak ada yang membantunya, Rei belum memiliki teman di sana. Hari pertama Rei langsung masuk-masuk ke kamar sebelahnya dan berkenalan dengan tetangganya. Malam harinya Rei dikamar menelpon Putri, mengabarkan bahwa dirinya sudah sampai dan sudah mendapat kosan.


“Yang aku udah dapet kosan, kamu ngapain aja seharian aku tinggal?”


“Nggak ngapa-ngapain sayang, nungguin kamu”


“Aku capek banget yang”


“Yasudah tidur, kalo capek”


“Yasudah aku tidur ya, kamu jangan tidur malem-malem, good night”


“Kok ada yang beda ya sama kamu, semenjak sampai di Jogja”


“Beda apanya?”


“Nggak papa-papa”


“Aku ni capek jangan di ajak ribut, udah aku mau tidur”


“Iyaa”


“Kenapa lagi sih, kamu buat-buat masalah, jangan-jangan kamu yang selingkuh ya?”


“Kok ngomongnya gitu sih”


“Alah biasannya perempuan kaya gini karena udah bosan”


“Aku ini cuma kangen sama kamu seharian nggak ada kabar, tapi aku yang dituduh enggak-enggak”


“Yasudah aku mau tidur”


Telponnya dimatikan oleh Rei, tapi Putri masih belum tidur semaleman Putri mulai memainkan sosmed nya. Keesokan harinya Rei mulai masuk perkuliahan, baru masuk kuliah Rei sudah di lirik perempuan-perempuan, banyak perempuan yang naksir olehnya tapi Rei tetap bersikap dingin. Masih setia dengan Putri walau sikapnya kurang baik. Saat istirahat Rei membuka hpnya dan Putri chat, “kamu dimana sekarang”


“Kenapa emang?”


“Aku tanya aja”


“Aku masih di kantin, ini masih istirahat”


“Yasudah sayang, makan dulu”

__ADS_1


“Kok sikap kamu jadi baik padahal tadi malem kamu marah-marah”


“Mulai deket sama laki-laki lain apa?”


“Udah sih jangan tuduh aku terus, kamu mau aku deket sama laki-laki lain?”


“Kamu ngancam?”


“Benci banget aku di ancam-ancam, yasudah kalau berani”


“Enggak, aku ini serba salah sekarang dikit-dikit dicurigai”


“Karena kamu pernah bohong sama aku”


“Udah cukup aku kan udah minta maaf”


“Terserahlah”


“Oiya besok aku ada acara sama temen-temen kelas, boleh ya?”


“Alah bohong aja, mau jalan sama laki-laki lain kan?”


“Tanya aja sama temen-temenku”


“Namanya temen ya bakal nutupin kebohongan temennya”


“Iya aku nggak ikut”


“Yasudah aku mau masuk kelas”


Sikap Rei ketika sudah di jogja benar-benar berlebihan, rasa kecurigaannya bukannya sembuh, malah menjadi-jadi. Setelah Rei pulang dari  kuliahnya, Rei menelpon Putri tapi tidak di angkat, karena hal itu Rei mulai mencurigainya lagi terus-terusan menelpon takut Putri main keluar rumah, karena telponnya tidak di angkat Rei chat Putri “oh gini ya kelakuannya”


Sambil membereskan kamarnya Rei terus-terusan cek hpnya menunggu balasan Putri, ternya lama tak di balas emosi Rei naik. Tak lama kemudian Putri chat “aku tidur”


“Udahlah kamu itu bohong, ada yang main ya ke rumah”


“Nggak ada yang main ke rumah selain kamu”


“Udah ngaku aja”


“Aku hurus ngaku apa, aku dari tadi tidur tanya sama ibu”


“Apa kamu yang main keluar rumah sama laki-laki lain?”


Mendengar Putri menangis Rei baru percaya, tapi masalah itu tidak berhenti sampai disitu, Rei masih membahas Putri yang mau pergi ke acara teman-teman kelasnya. Rei berkata “memang bener kamu nggak mau pergi sama temen-temen kamu?”


“Kamu kan nggak bolehin ya nggak jadi ikut”


Merasa kasian Rei percaya kalau Putri tidak akan berani macam-macam “yasudah kalau mau pergi enggak papa”


“Enggak mau, nanti kalau aku pergi pasti kamu curiga yang enggak-enggak”


“Ya enggaklah aku percaya kok”


“Serius?”


“Iya serius”


“Yasudah besok aku pergi ya”


Keesokan harinya ketika Putri akan berangkat ke acara tersebut Putri chat Rei “aku berangkat sayang, kamu jangan centil sama perempuan lain”


“Kamu berangkat sama siapa?”


“Sama temen perempuan”


“Yasudah kalau gitu, hati-hati di jalan”


“Iyaa sayang”


Kebetulan dihari itu Rei tidak ada kelas di perkuliahannya, seharian Rei di kosan, sambil


memainkan sosmed dan ngobrol dengan teman kosannya, Rei menunggu kabar dari Putri. Kecurigaan Rei timbul Kembali kemudian chat Putri “kenapa enggak ngabarin?”


Lama tunggu Rei tapi Putri tidak membalas-balas chat nya, karena sedang sibuk mengobrol dengan teman-temannya Putri tidak memegang hp. Rei pun menelpon, dan langsung di angkat oleh Putri “maaf yang disini aku masih ngobrol tadi aku nggak lihat hp”


“Sibuk banget ya sampai lupa sama aku” tak sengaja terdengar suara laki-laki di telpon itu berkata “put sini put” Rei mendengarnya dan berkata, “oh ini ya acara kumpul kebo”


“Itu tadi temenku, kan rame loh yang disini enggak cuma perempuan”

__ADS_1


“Kirain temen kelas perempuan semua, temen-temen perempuanmu pada bawa pasangannya masing-masing?”


“Iyaa yang aku doang yang nggak”


“Udah nggak usah bohong kamu tadi berangkat sama siapa?”


“Aku sama temen perempuan”


“Kan kamu yang ngomong sendiri temen perempuanmu bawa pasangannya masing-masing, jadi enggak mungkin kalau temanmu berangkat sama kamu”


“Ini loh yang ada 1 yang enggak punya pacar berangkat sama aku”


“Tadi bilang kan kalau cuma kamu yang enggak berangkat sama pasangannya”


“Salah ngomong, tau gitu tadi aku enggak ikut”


“Berbelit-belit kamu ya , padahal udah jelas tadi kamu yang bilang sendiri, puas puasin aja yaa main sana sini sama laki-laki” karena sudah sangat memuncak Rei mematikan telponnya dan mengajak temannya nongkrong di kafe. Putri chat Rei kembali “yang aku pulang gak jadi ikut acaranya”


“Aku keluar sama temenku nongkrong di kafe”


“Kok gitu, jangan keluar-keluar di kosan aja”


“Kamu aja keluar kenapa aku nggak boleh”


“Ini aku pulang, nggak jadi ikut acara”


“Udah terlanjur aku keluar, enggak enak sama temenku”


“Udah nikmati aja main sama temanmu, aku matiin hp ku”


“Jangan dimatiin”


Rei tidak membalas lagi chat dari Putri, hp nya dimatikan dan Rei asik sibuk nongkrong bersama teman-temannya. Sudah lama Rei tidak nongkrong, bercanda, dan ngobrol dengan teman hanya karena menjaga perasaan Putri, sekarang Rei sedikit terbuka dan tidak memikirkan perasaan Putri bukan karena Rei tidak sayang tetapi karena Putri pun sering keluar bersama teman-temannya.


Sepulang dari kafe Rei langsung mengaktifkan hp nya ternyata Putri chat “kamu kok gitu, kenapa hop nya dimatikan?”


"Selama ini aku jarang keluar cuma untuk jaga perasaan kamu, tapi kamu perempuan yang


cuma mikirin diri sendiri, aku kaya gini karena kamu sendiri”


“Udah enggak keluar lagi, aku juga setiap keluar kan selalu izin sama kamu”


“Berapa banyak kebohongan yang ingin kamu buat lagi sampai aku bener-bener berubah jadi orang yang lebih buruk?”


“Aku nggak bohong”


“Udahlah nggak usah berbelit-belit cuma tinggal akuin aja kebohongan kamu, selesai”


“Hanya karena aku pernah bohong bukan berarti aku terus-terusan bohong sama kamu”


“Terserah, terakhir aku tanya tadi berangkat sama laki-laki kan ?”


“Enggak, aku berangkat sama temen perempuan, iya tadi ada temen-temen laki-laki juga disana tapi kan ramai”


“Aku nggak suka kamu kumpul sama laki-laki, mau temen, mau sahabat, apalah namanya


aku nggak terima liat pacarku sama laki-laki lain, ngerti??!”


“Iya, aku nggak keluar-keluar lagi, udah jangan marah”


Dari kejadian itu Putri menutup dirinya dari teman-teman laki-laki, yang biasanya Putri sering bercanda sekarang hanya sibuk dengan hpnya, karena setiap Rei chat telat sedikit membalasnya Putri akan dituduh chating dengan laki-laki lain.


Putri sangat takut kehilangan Rei, setiap malam Putri menangis karena kesalahan sepele bisa menjadi ribut yang berkepanjangan. Ada hari dimana Rei benar-benar diluar batas, Rei dapat kabar bahwa Putri saat di sekolah mengobrol dengan temen dekatnya, teman curhatnya tetapi laki-laki. Mendengar itu Rei langsung marah tanpa mencari tau dulu hal yang sebenarnya, Rei menelpon Putri dan berkata “kamu selingkuh?”


“Selingkuh apalagi yang, aku nggak pernah macem-macem”


“Alah udah nggak usah bohong, tadi kamu ngobrol sama siapa disekolah?”


“Itu temenku, aku udah kenal lama dari SMP dia temen curhatku”


“Aku kasih tau ya yang namanya lawan jenis itu nggak bakal menganggap teman, lama-lama pasti ada perasaan”


“Nggak sayang itu temen” sambil mengelus dada Putri menangis karena tuduhan Rei


“Biar kamu paham, nanti aku cari temen perempuan buat jadi temen curhatku”


“Kalau itu udah beda niatnya, jangan ya. Iya aku nggak ngobrol lagi sama dia”


“Udah aku mau tidur, lakuin aja sesukamu”

__ADS_1


”Kapan sih kita bisa seperti dulu lagi, kamu perhatian sama aku, jarang marah, cemburu


tapi nggak posesif?”


__ADS_2