LDR( Jauh Kangen Dekat Berantem)

LDR( Jauh Kangen Dekat Berantem)
Bab15.Wisuda tanpa Angga.


__ADS_3

Sebagai seorang anak yang terlahir kedunia dalam keadaan kaya raya, tentu uang dan fasilitas mewah bukanlah hal yang istimewa bagi Angga. 


Itu semua adalah hal yang biasa saja baginya, karna keseharian Angga dari sejak kecil memang sudah terfasilitasi dengan apa saja yang orang lain anggap mahal dan sulit untuk dimiliki, tapi mudah saja bagi mama-papanya.


Angga bahkan sudah beberapa kali bolak-balik ke luar negri dari sejak usianya masih sekolah dasar.


Tapi itulah Angga, pria tampan yang menganggap harta bukanlah hal yang perlu untuk dibanggakan, kemewahan bukanlah sesuatu yang harus dipertontonkan apalagi untuk di pamerkan. 


Setidaknya itu yang diajarkan kedua orang tuanya sejak ia kecil dan itu pulalah yang menjadi pedoman hidupnya hingga saat ini.


Dulu saja waktu sma, banyak orang yang tak mengetahui kalo Angga adalah anak seorang konglomerat. 


Kalo biasanya anak orang kaya memakai mobil untuk kendaraannya berangkat ke sekolah, Angga malah memilih pespa untuk fasilitas kendaraannya. 


Bukan karena Angga pengen terlihat sederhana, hanya saja Angga tidak suka membuat ribet dirinya sendiri. Angga lebih memilih hal yang simpel dan gampang dalam menjalani hari-harinya. 


Mau murah atau mahal, asalkan membuat Angga nyaman maka akan ia lakukan dengan senang hati.


Angga tak begitu peduli dengan yang namanya gengsi, apalagi jika berhadapan dengan para teman-temannya yang berangkat ke sekolah dengan mobil atau motor mewah, Angga gak akan ambil pusing, toh kendaraan yang mereka gunakan juga fasilitas dari orang tua mereka, bukan dari hasil keringat mereka sendiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hampir dua tahun sudah Angga berkuliah di luar negeri. Walau sering mengirim pesan dan saling bertegur sapa lewat dunia maya, tetap saja belum bisa mengobati rasa rindu dengan keluarganya, papa-mamanya, Adik kecilnya, mama mertuanya, para teman-teman dan kerabat dekat, dan tentu saja seorang sahabat yang sejak keberangkatannya keluar negeri telah menjadi istrinya, seorang yang telah dan akan ada disetiap catatan jejak dalam setiap rutinitas kehidupannya.


Selama hampir dua tahun ini, tak sekalipun Angga pernah kembali kerumahnya, walaupun sedang ada cuti ataupun libur kuliah dia memilih untuk tetap berada disana.


Bukan Angga tak mau dan tak rindu. Hanya saja dia dan Echa yang jauh disana sedang memegang janji bersama, janji yang Echa berikan untuk hubungan mereka.


Echa memberikan Syarat untuk hubungannya dengan Angga. Mereka hanya akan berjumpa kembali setelah Angga menyelesaikan segala urusan kuliahnya disana. Sekali saja dan gak akan pisah lagi setelah Angga lulus dari kuliahnya nanti. 


Walau mungkin syarat dari Echa terdengar agak egois, tapi Angga dan keluarganya dapat memahami isi hati Echa.


Para orang tua juga sepakat untuk tak terlalu ikut campur dengan hubungan Angga dan Echa, jadi selama keduanya setuju mereka juga akan mendukung.


Echa cuman gak mau Angga hanya pulang sementara dan nantinya akan kembali lagi keluar negeri, mengalami perpisahan yang akan terjadi lagi dan lagi. 


Cukup sekali saja hatinya merasa sakit ketika ditinggal pergi. Biarlah dirinya dan Angga menahan rindu dengan waktu yang agak lama, asalkan setelah nanti mereka berjumpa kembali, dirinya dan Angga gak akan terpisah lagi.


Agak lebay, tapi memang itu yang Echa rasakan dan angga sama sekali gak keberatan dengan syarat yang Echa ajukan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini pengumuman kelulusan di sekolah Echa sudah keluar.


Di saat kepala sekolah membacakan hasilnya, lagi-lagi seluruh siswa dan dewan guru tak bisa untuk tak melepas keharuan karena kelulusan semua siswa-siswi kelas 12 yang tak menyisakan satu siswapun untuk tetap tinggal di sekolah. 

__ADS_1


Tahun ini sekolah mereka mendapat kelulusan 100 persen untuk seluruh siswa kelas 12 baik ipa maupun ips. Semua terharu, gembira dan tentunya bahagia. 


Tak ada tangisan sedih dari para guru ataupun siswa, kalaupun ada air mata, itu adalah air mata bahagia, bukanlah air mata duka.


Setelah pengumuman di berikan, maka setelahnya sekolah mereka akan mengadakan acara perpisahan dan wisuda untuk seluruh siswa-siswi kelas 12.


Acaranya akan dilaksanakan seminggu setelah pengumuman kelulusan.


"H-7 sebelum acara perpisahan Echa memposting gambar topi toga di instagramnya.


"Fauzia Nesha"



Caption; Wisuda kali ini dia gak bisa hadir, sedih sih tapi aku gak marah karna aku tau dia juga lagi berjuang disana. #menjaga hati yang kadang suka sedih sendiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sepulang sekolah Echa mengajak Lila buat main ke butik mamanya.


"Beneran gak mau suruh Angga pulang?" Tanya sang mama sambil mengerjakan sesuatu dengan laptop di meja kerjanya. 


"Enggak mah." Jawab Echa dengan gelelengan kepala, senyuman tipis ia berikan sebagai penanda kalau hatinya baik-baik saja. 


Sarah bangun dari duduknya, menjeda sejenak kegiatan kerjanya lalu ikut duduk di sofa bersama putri satu-satunya.


"Yaudah gak papa, mama ngerti kok." Ujar Sarah, tangannya mengelus lembut kepala sang putri.


Tanpa berkata Echa langsung memeluk erat mamanya. Tangisnya tumpah begitu saja, mata sang mamapun ikut berkaca-kaca, tangannya terus mengelus lembut kepala Echa.


"Echa cuman gak mau dia pulang terus pergi lagi,...hiks hiks, sakit mah..." Lirih Echa ditengah tangisannya. Sarah hanya diam mendengarkan isi hati Echa, tangannya tak henti mengelus lembut kepala putrinya.


"Echa gak egois kan mah....?" Tanyanya lirih sambil mendongak kearah sang mama, air mata terus mengaliri pipinya.


Dengan gelengan kepala jawaban lembut keluar dari mulut mamanya "Enggak sayang." Satu kecupan ia daratkan di kening Echa, lalu kembali memeluknya erat.


"Echa sayang mama." Gumam Echa dalam pelukannya.


Lila yang dari tadi duduk memperhatikan mama dan kakaknya dari seberang sofa ikut mendekati keduanya, Lalu tangan mungilnya ikut memeluk dua orang yang ia sayangi dan sangat menyayanginya...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"H-2 sebelum acara perpisahan SMAnya Echa."


Dua hari lagi Echa akan di wisuda, dan dua hari ini pula air mata Echa kadang suka jatuh sendiri tanpa di pinta. Echa selalu terbayang acara wisudanya yang sebentar lagi.

__ADS_1


Aneh rasanya kenapa Echa bisa sedih begini, padahal seluruh anggota keluarga dan orang-orang yang menyayanginya bisa hadir dan hanya Angga saja yang tak bisa menemani. 


Hanya Angga!, segitu besarnya pengaruh Angga dalam hidup Echa.


Mungkin karena Echa tak pernah melewati setiap hari istimewanya tanpa kehadiran Angga, makanya hal seperti ini jadi terasa berat untuknya. 


Angga selalu ada disetiap hari spesialnya. Disetiap ulang tahun Echa, kelulusan Echa waktu TK, SD, sampai yang terakhir SMP, dan ini kali pertama Echa merayakan kelulusannya tanpa kehadiran Angga disampingnya.


...----------------...


Mama dan papa mertua yang melihat menantunya beberapa hari ini tak seceria biasanya sudah berkali-kali bertanya ke Echa tentang kepulangan Angga. 


Namun jawaban Echa masih tetap sama, tak berubah dan tak akan berubah. Alasannya juga masih sama seperti dulu ketika mereka bertanya ke Angga dan Echa. "Gak mau ketika Angga pulang hanya sebentar dan nantinya bakalan pergi lagi."


Niat hati ingin menghibur Echa, kedua mertuanya melakukan panggilan video dengan Angga. Mungkin kesedihan Echa akan sedikit berkurang ketika bertatap muka dengan putra mereka.


Dan entah kenapa ketika panggilan video sudah tersambung dan Echa mendengar suara Angga, Echa langsung kabur dan balik kerumahnya. 


Keduanya sempat bingung dengan sikap Echa, tapi begitu Angga menjelaskan ke mama-papanya, barulah mereka memahami isi hati Echa sang menantu yang dari dulu memang sudah menjadi putri mereka. 


Rupanya sudah seminggu Echa dan Angga tak bertatap muka lewat dunia maya, bertukar pesan pun sudah berapa hari ini tak mereka lakukan. Terakhir hanya sebuah kiriman pesan dari Echa yang meminta Angga agar tak menghubunginya beberapa hari kedepan sampai Echa sendiri yang menghubungi Angga kembali.


Kata Echa dia gak akan sanggup jika bertatap muka dengan Angga dalam keadaan wisudanya yang sebentar lagi tapi Angga gak akan bisa menemani.


Makanya Echa memilih untuk membatasi komunikasinya dengan Angga untuk beberapa hari dan akan menghubungi lagi setelah hatinya kembali baik-baik saja.


Mereka mengerti perasaan Echa yang memang dari kecil gak pernah jauh dari Angga, selalu saja bersama dan sekalinya pisah memang akan terasa berat. 


Bahkan ketika masa kecil Angga yang beberapa kali ke luar negeri, tak pernah sekalipun Echa tak ikut. Walau kadang mama-papa Echa tak bisa ikut serta, tapi Echa pasti akan selalu dibawa sama mama-papanya Angga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini Echa dan Lila, mama Sarah, mama Lina dan juga papa Danu sedang berada di wahana bermain.


Papa Danu memilih untuk tidak masuk kekantornya hari ini, begitu juga dengan mama Sarah. Begitu tau kedua mertuanya mau ngajakin Echa dan Lila ke wahana bermain, dia juga ikut serta bersama mereka. 


Walau kadang suka sering bercanda, tapi mamanya lah yang paling mengerti Echa, putri satu-satunya yang tampak tegar dan selalu ceria di luar tapi selalu ada sisi rapuh di hati lembutnya. 


Orang tuanya mengajak Echa dan Lila kemari sebenarnya untuk menghibur hati Echa yang pastinya sedang tak baik-baik saja.


Lusa dia akan wisuda dan wajahnya harus bisa ceria, harus bisa ikut tersenyum bersama teman-temannya dihari yang bahagia.


Orang tuanya berhasil, setidaknya walaupun mereka tak tau isi hati Echa, tapi melihat senyum dan tawa yang keluar dari bibir manisnya sudah cukup untuk menghilangkan kekawatiran tentang kesedihan Echa., Kini lesung pipi yang sudah beberapa hari ini tak tampak, kembali terbit di pipinya.


...🙃🙃🙃...

__ADS_1


__ADS_2