LDR( Jauh Kangen Dekat Berantem)

LDR( Jauh Kangen Dekat Berantem)
Bab24. kelulusan Angga.


__ADS_3

Dalam setiap akhir dari tetesan air mata pasti akan ada tawa, disetiap rasa kecewa pasti akan ada bahagia, begitupun dengan kisah cinta bagi dua hati yang harus terpisahkan oleh jarak dan waktu. Pasti satu saat keduanya akan kembali berjumpa, memangkas jarak yang selama ini jadi tembok pemisah.


Kehidupan bukanlah garis lingkaran yang tak mengenal awal dan akhir, semua pasti ada ujungnya. Begitupun dalam kehidupan asmara, cinta, hubungan, status dan berbagai macam hal yang kadang kala sering meniadi gejolak di dalam hati. Takkan selamanya terasa pahit, dan tak selamanya juga akan berbuah manis., pasti akan selalu ada sisipan rasa yang acap kali tak sesuai dengan keinginan.


...****************...


Empat tahun sudah Angga lewati di luar negeri, menempuh pendidikan di bangku kuliah dengan sungguh-sungguh untuk menjadi kebanggaan bagi keluarga yang banyak menaruh harapan padanya. 


Selama kuliah disana, tak sekalipun Angga melangkahkan kaki untuk kembali pulang kenegaranya, pulang kerumah sejenak walau hanya untuk melepas rindu pada keluarga.


Walau cuti kuliah yang agak panjang sekalipun Angga akan tetap stay disana. Jika kedua orang tuanya rindu, maka mama papanyalah yang akan terbang untuk menemui putranya. 


Bukannya Angga gak mau pulang dan ketemu sama keluarga, sungguh Angga sangat ingin sekali. Bahkan kalo mengikuti isi hatinya ingin rasanya setiap ada cuti Angga balik ke negaranya. hanya saja Angga sudah bersepakat dengan Echa kalo akan kembali hanya setelah Angga lulus dari kuliahnya, gak akan menyentuh rumah kalo Angga belum benar-benar tuntas dengan pendidikannya.


Walaupun agak berat dan awalnya ragu apakah Angga bisa atau tidak menepati janjinya ke Echa, tapi akhirnya Angga berhasil juga melewati semuanya.


Kuliah yang selama empat tahun dijalani dengan mood naik turun, berbagai cobaan yang sering kali datang silih berganti. Pertengkaran-pertengkaran kecil dengan Echa yang kadang suka sering jadi beban pikiran, semuanya telah berhasil Angga lewati.


2 hari yang lalu Angga telah diwisuda, nilai yang Angga terima juga sangat baik, setidaknya cukup untuk membuat kedua orang tuanya merasa bangga.


Diacara wisudanya Angga turut hadir mama dan papanya, juga mama mertua, tak ketinggalan si keci Lila.


Hanya Eha yang gak ikut menghadiri acara wisudanya Angga. Bukan karena gak sempat atau karena alasan lainnya, hanya saja Echa memang gak tau dan gak di kasi tau kalo Angga akan di wisuda, Angga yang punya rencana.


Sebenarnya Angga ingin sekali melihat kehadiran Echa di hari wisudanya, tapi hatinya memikirkan sesuatu yang lain. 


Angga ingin bikin surprise ke Echa dengan kepulangannya yang tiba-tiba, berharap Echa akan senang dengan kehadiran nya. Makanya Angga mintak sama mama-papa, juga mama mertua untuk merahasiakan tentang hari wisudanya dari Echa.


Dan karena ulahnya ini, kedua orang tua ikut serta pula mama mertuanya harus tega membohongi Echa dan bilang kalo mereka harus menghadiri acara pernikahan kerabat di luar kota yang setelah dua hari baru akan balik kerumah.


Jadi selama dua hari itu Echa harus stay di kosan dan gak boleh pulang kerumah dulu karena dirumah lagi gak ada orang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


😑Sehari setelah wisuda,


Hari kepulangannya Angga.


"Hufft, semua gara-gara Angga, awas aja kalo nanti Echa marah, semuanya bakal mama limpahin ke Angga." Mama Lina ngomel-ngomel sambil bantuin Angga masukin barangnya ke koper, dia merasa Angga sedikit keterlaluan karena gak ngasi tau hari ia di wisuda ke Echa, padahal itu adalah hari yang penting untuk Angga juga tentunya untuk Echa. Angga malah mencak-mencak tak terima, pasalnya semua ini juga karna usul dari mama Lina dan mama Sarah. Papa Danu dari tadi cuman nyengir doang melihat Angga diomelin mamanya.


Jadi hari ini Angga bakalan balik kerumahnya bersama dengan kedua orang tua juga adik kecilnya, sedang kan mama Sarah sudah balik duluan dari kemarin.


"Kan mama juga ikut andil dengan rencana Angga, lagian kalo mama lupa, Angga ingatin lagi kalo sebenarnya rencana Angga ini atas saran dari mama sama mama Sarah." Kata Angga membela diri.

__ADS_1


"Eh gak ada ya, mama sama mama Sarah kemarin itu cuman becanda doang."


"Becanda apaan, orang waktu itu ngomongnya serius bener."


"Enggak ah, mana ada mama serius."


"Ish gak ngaku, coba aja kemarin itu Angga rekam." Kata Angga dengan sebal.


"Ya bagus dong, berartikan gak ada bukti, jadi kalo Echa marah semuanya karna rencananya Angga."


Lina tertawa penuh kemenangan, Danu yang hanya duduk santai sambil mangku Lila yang asik main hp ikut-ikutan menertawai Angga, sedangkan Angga hanya bisa merutuki nasibnya yang entah akan seperti apa nantinya.


Ternyata Angga telah salah menerima saran dari mama dan mama mertuanya. Rencana yang dia buat berdasarkan saran dari mereka berdua malah jadi beban masalah sendiri bagi dirinya.


"Hufft..."Angga menghela napas berat. 


Kalo sudah begini Angga hanya bisa pasrah dan berharap Echa akan senang menerima surprise kepulangannya, dan semoga kejutannya ini bukan malah mendatangkan amarah dari Echa yang tentunya akan jadi bencana bagi Angga.


Lebih-lebih setelah ucapan mamanya tadi, Angga yakin betul kalo nantinya Echa beneran marah gak bakal ada yang belain Angga, malah mungkin akan bantuin Echa buat ikut-ikutan ngomelin dirinya.😭


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kosan Echa.


Tiba-tiba..."GUBRAAAK..."


Echa menggebrak mejanya dengan cukup kuat, Alifah sampai kaget di buatnya.


Sambil masih mengelus dada, Alifah bertanya. "Kenapa lo Cha?" Tanya Alifah sedikit panik, takutnya Echa kenapa-napa.


Echa menoleh, detik berikutnya Echa nyengir..., merasa bersalah karena telah mengagetkan Alifah.


"Hehehe..., Sorry ya fah, gue gak sengaja tadi, reflek."


"Kenapa loe?".


"Hehehe....ini, gue kebawa emosi gara-gara nontonin youtube."


"Shhh, Dasar." Deru Alifah sebal, dia kembali fokus dengan kegiatannya.


"Sorry,..." Balas Echa kembali nyengir.


"Hmm." Gumam Alifah tanpa mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


Echa pun ikut kembali melanjutkan tontonannya.


Terlihat Echa beberapa kali memukul pelan kepalan tangannya diatas meja, seperti sedang melampiaskan kekesalannya.


Alifah yang memang duduk tak jauh dari Echa memperhatikan gelagat Echa dari tempatnya duduk.


"Loe nonton apaan sih Cha sampek segitunya, kesel bener kayaknya!" 


"Hmmm..." Alis Echa sebelah terangkat, dia menoleh ke Alifah. "Oh, ini Alifah, gue lagi nontonin youtube yang prank-prank pasangannya gitu, ish kesel bener deh gue liatnya...ada yang sampek nangis gitu ceweknya, gimana gak kesel coba, pengen gue pitek rasanya tuh cowok yang ngeprank." Echa kesal sendiri, Alifah senyum doang sambil geleng kepala melihat kekesalan temannya.


Dalam hati Alifah berkata.


"Liat orang yang di kerjain aja Echa sampek kesel gitu, apa kabar kalo malah dia yang dikerjain...???"😅 Alifah kembali melanjutkan kegiatannya.


Jauh diseberang sana pada waktu yang bersamaan, Angga yang lagi makan sama mama dan papanya di bandara sambil nungguin jadwal keberangkatan, tiba-tiba saja Angga tersedak,...


"Uhuk...uhuk....uhuk..." Angga meneguk habis minumannya, entah kenapa dia tiba-tiba tersedak, hatinya mendadak gelisah."


"Semoga semuanya baik-baik saja." Gumam Angga dalam hati sambil mengelus dada untuk menenangkan kegelisahannya...


Angga jadi ragu buat pulang kerumahnya, pasalnya hatinya mendadak gak karuan, serasa takut bertemu dengan Echa. 


"Angga kenapa, kok gak dilanjutin makannya?" Tanya sang mama melihat Angga yang sepertiya melamun. 


Danu melirik Angga, "Lagi mikirin Echa dia mah?" Ujarnya.


"Kamu lagi mikirin Echa?" Tanya sang mama.


"Eh, enggak kok ma, Ngapain juga mikirin Echa, bentar lagi juga ketemu."


"Ish gak ngaku, gengsi lah tu, padahal sampek kesedak gitu gara-gara mikirin si Echa." Saut papanya lagi.


"Siapa yang gengsi, emang gak ada kok, papa aja yang sok tau. Lagian mana ada orang kesedak gara-gara mikir, dimana-mana orang kesedak itu gara-gara makan."


"Huuu, gengsi huuuu." Sorak Danu ke Angga. Lina langsung menundukkan kepalanya karena malu, pura-pura gak tau dan enggan melihat sekeliling, orang-orang udah pada ngeliatin semua.


Tak puas, Danu malah mengajak Lila ikut nyorakin Angga.


"Ayo dek kita sorakin kak Angga. Sorakin huuuuu, sekali lagi huuuuu...." Lila antusias mengikuti papanya, Angga cuman bisa cemberut menerima sorakan papa dan adiknya, sedangkan Lina dari tadi ngomel-ngomel karna kelakuan anak dan suaminya, pasalnya dari tadi orang-orang pada ngeliatin meja mereka terus, eh suami sama anaknya malah gak peduli dan lanjutin kegiatannya.


Lagi-lagi Lina hanya bisa menundukkan kepala karena malu. "Aduuuuh, punya keluarga random bener sih." Gumamnya dalam hati sambil terus menyuapi makanannya, berpura-pura tidak peduli dengan keadaan sekitar yang jalas-jelas lagi menjadikan mereka bahan tontonan.


......🙃🙃🙃......

__ADS_1


__ADS_2