LDR( Jauh Kangen Dekat Berantem)

LDR( Jauh Kangen Dekat Berantem)
Bab29. Gak bisa marah.


__ADS_3

15 menit setelah Echa pergi meninggalkan Angga. 


Dengan kaos lengan pendek dan celana pendek selutut, Angga terlihat rapi dan sudah wangi,. walaupun Angga belum bisa mandi karna masih demam, tapi Angga tetap menjaga penampilannya karena sekarang dirinya masih dalam proses membujuk Echa supaya tidak marah lagi, jadi Angga harus tetap terlihat rapi dan wangi walaupun dalam keadaan sakit. 


Perut Angga terasa lapar, tapi dia juga belum mau makan kalo gak ditemani sama Echa,. 


"Hufft." Angga menghela napas, mungkin dia harus menunggu hingga Echa balik dari kampus kalo dia mau makan bareng sama Echa. Tapi perutnya juga sudah sangat lapar, udah gak bisa kompromi. Angga menimbang-nimbang, apakah dia harus pesan makanan atau tetap nungguin Echa pulang dari kampus yang gak tau akan sampek jam berapa.


Kalo nungguin Echa pulang yang ada entar dirinya makin sakit karena gak makan,...dari pada nantinya malah makin sakit dan malah ngerepotin Echa, akhirnya Angga memutuskan untuk pesan makanan.


Baru saja mau memesan makanan lewat ponselnya, tiba-tiba pintu kamar Angga terbuka. Rupanya Echa yang datang kembali, padahal baru 15 menit yang lalu dia keluar. Tangan kanan Echa terlihat menenteng makanan dan minuman lengkap dengan beberapa buah-buahan. 


Angga tersenyum lebar, tapi juga sedikit heran. Tak jadi memesan makanan, Angga meletakkan kembali ponselnya di atas nakas... 


"Kok udah pulang?, dosennya gak masuk ya?" Tanya Angga.


"Enggak." Jawab Echa, masih bertahan dengan nada ketusnya.


Padahal di hati sedang mendumel sebal..."Aku itu gak pergi ke kampus, aku itu cuman keluar bentar buat beli makanan untuk kamu, kamu pikir aku istri apaan, pergi ke kampus disaat suaminya lagi sakit." Monolog Echa dalam hati.


Echa meletakkan makanannya lesehan diatas ambal yang ada di lantai, "Sini makan dulu." Ujarnya menyuruh Angga turun dari kasur. Angga dengan senang hati menurutinya.


Angga melipat kedua kakinya dan duduk di depan Echa, menunggu Echa mengambilkan makanan untuknya.


Echa mengambil satu dari dua bungkus bubur ayam yang tadi ia beli. membuka bungkusannya dan langsung melahapnya. Angga diam di tempat, hanya bengong dan menatap Echa yang sedang lahap menyantap buburnya. Echa menatapnya balik, sedikit heran kenapa si Angga belum ngambil buburnya.


"Kok loe gak makan?, emang loe gak laper?" Tanya Echa, masih dengan nada ketusnya.

__ADS_1


"He he, laper." Jawab Angga dengan cengengesan.


"Yaudah makan..."


"Jangan ngarep gue bakal suapin loe." Ketus Echa lagi.


"Hmmm, enggak kok, makasih." Balas Angga dengan senyumannya, lalu mengambil bubur ayam miliknya.


Echa merasa bersalah, dia berlebihan, kata-katanya yang barusan agak kasar, mungkin menyakiti perasaan Angga. Echa melirik wajah Angga, walau berusaha tetap tersenyum dari raut wajah Angga tersirat kesedihan.


Echa meletakkan bubur miliknya, lalu dengan sedikit kasar merampas bubur milik Angga yang baru saja sesuap masuk kemulut Angga, Echa meletakkannya ke bawah.


"Loe kenapa sih!, gue tu lagi marah sama loe, loe seharusnya marah balik sama gue, bukan malah sabar kek gini." Kesal Echa, air matanya mulai menetes di pipi. Angga hanya tersenyum sambil menggeleng.


"Kalo gue marah, loe harusnya balik marah ke gue, kalo loe gue kasarin loe juga harus gitu, biar gue tetap bisa marah sama loe." Echa terus maluapkan isi hatinya, pipinya mulai basah oleh air mata. Angga mendekati Echa, tanpa berkata Angga langsung memeluknya. 


"Gue benci sama loe yang terlalu sabar ngadepin gue, kalo loe gitu gue gk bisa marah lagi sama loe Ngga." Echa terus saja ngoceh dalam tangisannya.


"Aku gak papa kok kalo kamu mau tetap marah sama aku, tapi aku gak bisa kalo kamu nyuruh aku buat marah balik ke kamu, aku udah terlanjur sayang sama kamu Cha. Aku tau kok aku salah, dan aku gak masalah kalok kamu mau tetap marah sama aku, mau tetap panggil loe gue juga aku gak masalah kok Cha. Asalkan kamu tetap izinin aku buat deket sama kamu, gak ngelarang aku buat usaha terus biar bisa ngebujuk kamu, aku gak masalah kok." Angga terus mengelus lembut kepala Echa sampai tangisan nya reda.


Setelah Echa merasa agak baikan, Echa melepas pelukannya. Angga dengan sigap mengambil tisu untuk mengelap air mata dan cairan yang meler dari hidung istrinya itu. Echa diam saja ketika Angga membersihkan wajahnya. Setelah beres, Echa kembali mengambil bubur ayam miliknya, Angga pun sama dia kembali mau mengambil bubur ayam miliknya. Baru saja Angga mau nyentuh bubur miliknya, tangan nya langsung di pukul oleh Echa. 


Angga menatap Echa heran, "Apa Echa masih marah?, Apa dia gak ngizinin Angga ikut makan?". Prasangka buruk tersebut langsung sirna ketika satu sendok bubur milik Echa di sodorkan di depan mulut Angga. Angga tersenyum senang dan langsung menyambut suapan Echa. 


"Jangan senyam-senyum, aku nyuapin kamu karena kamu lagi sakit." Jawab Echa, masih berusaha tetap marah, lalu menyuapkan satu sendok selanjutnya kemulutnya sendiri. Melihat ekspresi Echa yang pura-pura marah tapi tetap peduli, senyuman Angga malah makin melebar. 


Angga memajukan wajahnya dan langsung mencium singkat pipi Echa. 

__ADS_1


"Cup..." Echa kaget, pipinya langsung bersemu merah, tapi seketika dia ingat kalo dia lagi marah sama Angga.


"Gak usah cium-cium, aku masih marah sama kamu." Ketus Echa lagi, Angga manggut-manggut sambil tersenyum senang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya, Angga kembali mengantar Echa ke kosannya. Anehnya begitu nyampek di kosan Echa, orang-orang malah pada nyapa Angga dengan sebutan kakak sepupu, Echa juga agak kaget kenapa para tetangga kosannya manggil Angga kayak gitu. 


Aneh sih tapi Angga gak mau ribet dan langsung pergi setelah pamit sama Echa, tujuan Angga langsung balik kerumah papa-mamanya.


Angga harus balik kerumah karena sudah berulang kali di telpon sama papanya, katanya sih kangen sama anaknya, Angga malah geli mendengar ucapan papanya yang bilang kangen. Padahal mamanya udah ngizinin kalo Angga masih belum mau pulang dan masih mau kangen-kangenan sama Echa.


Sebenarnya Angga memang belum mau balik, tapi karena si Echa nya juga mau kuliah dan gak bakal bisa nemenin dia, jadi lah Angga menuruti perintah papanya.


Angga merasa agak aneh sih, kenapa papanya nyuruh cepetan pulang dan lagi alasannya itu loh, "kangen". Seumur-umur baru sekali ini Angga denger papanya bilang kayak begituan, pasti ada sesuatu yang gak beres sama papanya.


Benar saja, keanehan papanya enggak cuman nyampek disitu. Begitu Angga sampai dirumah, papanya udah beliin kue brownies kesukaan nya Angga, terus setelah beres makan kue, Angga malah diajakin makan lagi di luar, ikut serta pula mamanya dan si Lila,. 


Sebenarnya Angga udah ngerasa gak enak dari awal, mama Angga aja berkali-kali gelengin kepala dengan kelakuan suaminya itu, kentara sekali kalo papa Angga lagi ada sesuatu yang mau dia lakuin, gak biasanya papanya bersikap manis ke Angga kayak hari ini. 


Benar saja setelah selesai makan dan ngajak jalan-jalan, terakhir ketika di dalam mobil menuju pulang kerumah, papanya ngomong kalo Angga disuruh agar segera belajar di kantor buat nanti gantiin papanya buat mimpin perusahaan., alasannya sih karena Angga masih muda dan harus mulai belajar memimpin perusahaan papanya. Itu sih kata papanya, padahal Angga udah tau di balik alasannya itu, papa Angga cuman mau pensiun dini dan pengen santai-santai di rumah, kan urusan kantor udah bisa di lepas dan diurusin sama anaknya yang baru balik dari luar negeri. Makanya Angga disuruh cepat-cepat belajar mimpin perusahaan papanya, makin cepat Angga bisa makin cepat pula papanya bisa pensiun...😒


"Hufft..." sebagai anak yang baik dan berbakti pada kedua orang tua, Angga hanya bisa menuruti semua permintaan papanya. Lagian kapan lagi Angga belajar kalo bukan dari sekarang, toh dia juga sudah punya kemampuan. Disatu sisi Angga juga seorang suami, jadi sudah kewajiban Angga untuk bekerja dan mencari nafkah buat istrinya. 


Biarlah Angga yang gantiin papanya buat jagain perusahaan, biar papanya bisa cepat pensiun dan bisa ngelakuin apapun yang dia mau dan biar bisa jalan-jalan sama mamanya kemanapun mereka mau.😄 


Lagian kalo Angga bisa cepat gantiin posisi papanya juga gak ada ruginya buat Angga, malah Angga bisa buat mereka bangga, dan lagi Echa juga pasti senang dan ikut bangga punya suami yang masih muda tapi udah bisa pimpin perusahaan, tambah cinta lah si Echa nantinya,.xixixi...😁

__ADS_1


......🙃🙃🙃......


 


__ADS_2