
Terlelap di alam mimpi adalah kenikmatan tersendiri bagi setiap manusia. Banyak yang tak menyadarinya dan anggap itu hal yang biasa.
Tapi coba bandingkan dengan seorang insomnia yang harus berjuang hanya untuk memejamkan mata. Maka tidur sejatinya adalah anugrah yang diberikan sang kuasa tak sama rata.
Bukan berarti tuhan sedang menghukum mereka, mungkin saja itu adalah bentuk keadilan semesta yang mengandung sejuta rahasia.
Maka dari itu syukuri yang sudah ada, karna sesuatu yang menurut kita biasa, mungkin bagi orang lain adalah hal yang luar biasa...
# Rindu Angga, Tertidur dalam pelukan manja...😊
^^^Echa, 21 januari...^^^
Echa baru saja mencurahkan isi hati di dalam diarynya , entah kenapa menuliskan perasaan diatas sebuah kertas memiliki kepuasan tersendiri dihati. Dia bisa bercerita sepuasnya tanpa ada kritik dan tanggapan, hanya dia yang bercerita. Ditemani sang pena dan kertas yang menerima setiap curahan kata.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi-pagi sekali Echa sudah bangun dari tidurnya, tak butuh alarm apalagi sampai harus merepotkan mamanya, hanya lantunan suara Adzan sudah cukup tuk membangunkan tidur lelapnya.
Echa sudah biasa dengan itu semua, dari sejak kecil dididik oleh papa dan mama, hingga jadi kebiasaan kesehariannya.
Selesai sholat subuh lalu dilanjutkan dengan merapikan tempat tidur. Sedikit curahan hati ia tuangkan ke dalam buku diary, setelahnya ia lanjutkan dengan membaca beberapa buku yang akan dipelajari di sekolahnya pada hari ini.
Lebih kurang dua minggu sudah sekolah Echa mulai aktif kembali setelah libur panjang semester. Dan selama itu pulalah ia harus menahan kesal pada 2 sahabatnya yang terus bertanya tentang alasan pernikahan dadakannya dengan Angga.
Untung ada Alifah yang selalu bisa menjadi penengah antara mereka, dia selalu bisa menyelamatkan Echa dari pertanyaan aneh Sindy dan Salsa.
Memang sih Echa gak bisa sepenuhnya menyalahkan mereka, kalo Echa di posisi Sindy dan Salsa, mungkin Echa juga akan melakukan hal yang sama. Tapi ya mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi dan yah, harus dijalani.
Bukannya Echa gak mau cerita kalo pernikahannya dengan Angga terjadi hanya karna perihal ciuman di pipi.
Hanya saja Echa merasa kalo itu bukanlah hal yang perlu untuk diceritakan pada para sahabatnya, biarlah itu menjadi cerita dan rahasia bagi dirinya dan suaminya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Cha dimakan sarapannya, dari tadi dimainin terus." Kata Sarah.
"Ehk, iya mah." Jawab Echa, ia sedang melamun.
Dari tadi mamanya perhatikan si Echa cuman ngaduk-ngaduk nasi tanpa sesuap pun masuk ke mulutnya.
"Kenapa Hmm,." Tanya mamanya.
"Enggak, gak kenapa-napa mah." Balas Echa, dia mulai memakan sarapannya.
"Kangen ya sama suami." Tebak sang mama.
"Uhkk..." Hampir saja nasi di mulut Echa menyembur keluar, untung Echa langsung tahan dengan tangan nya. Bukannya dibantu, malah diketawain sama mamanya.
"Yang sabar ya sayang,." Ujar Sarah, tanpa balasan pun mamanya sudah tau dengan ekspresi Echa barusan.
"Kalo ketemu memang masih lama, tapi kan masih bisa WA."
"Iya mah." Balas Echa.
__ADS_1
"Lagian siapa juga yang kangen." Gumam Echa pelan. Mamanya tersenyum simpul.
"Ting..."
Tiba-tiba satu pesan WA masuk di ponsel Echa yang bebas diatas meja makan. Nama yang tertulis di notifikasi tertangkap mata sang mama, Echa buru-buru mengambil ponselnya.
Mamanya mengulum senyum. "Siapa sayang?. Tanyanya pura-pura tak tau.😚
"Ehm, dari teman mah." Jawab Echa. Dia mempercepat makannya, pengen buru-buru kabur.
"Teman sekolah?"😚
"It...itu, teman lah pokoknya mah." Jawab Echa, makannya makin di percepat.
"Teman main atau teman tidur?"😚
"Bhuuuk..."Lagi, untung Echa masih sempat menutup mulutnya. Hampir saja makanan di mulutnya menyembur keluar.
Bisa-bisanya si mama ngomong kayak gitu.
Echa menenggak habis airnya, sarapannya usai sudah. "Alhamdulillah." Ucapnya.
"Mah, gak boleh ngomong gitu sama anak gadisnya, pamali." Peringat Echa membalas ucapan mamanya yang barusan.
"Kok gak boleh, kan mama cuman nanyak?"
"Iya gak boleh lah, masak teman tidur."
"Emh anu, adalah temen pokoknya." Balas Echa. Dia langsung bangun dari duduknya, mengambil tas yang di letakkan diatas sofa, kemudian menyalami sang mama, tak lupa tuk mendaratkan ciuman pada kedua pipi mamanya.
"Mah, Echa berangkat dulu ya." Pamitnya.
Sebelum beranjak pergi sang mama kembali berpesan.
"Cha pesannya jangan kelamaan di bales."
"Pesan apa mah?" Tanya Echa.
"Gak tau sih pesannya apa, tapi ada cowok nih yang ngechat mama,." Katanya "Mah tolong bilangin sama istri aku, balas pesannya jangan kelamaan,. #Istri muda yang masih duduk di bangku SMA." Ucap sang mama membaca pesan di whatsapp nya. Kentara sekali wajah mamanya sedang mengulum senyum.
Wajah Echa memerah padahal lagi gak pakek bush on,. Bisa-bisanya Angga bilang ke mama Echa, padahal tadi Echa udah balas "tungguin sebentar.",
Haduuh, kalo udah gini kan jadinya Echa yang malu. Dasar Angga.
Sang mama masih menatapnya lekat, Echa jadi salah tingkah di buatnya, dari sorot matanya ketauan sekali kalo mamanya senang. Sepertinya bahagia sekali mengerjai anaknya.
"Gimana Cha.?"
"Tau ah, Echa udah telat ma, assalamu'alaikum." Balas Echa dan langsung beranjak pergi.
"Wa'alaikum salam." Mamanya terkekeh geli, senang sekali bisa menjaili anaknya sepagi ini.😆
...****************...
__ADS_1
Echa berpindah kerumah sebelah.
Echa duduk di kursi teras bersama Lila. Menunggu papa mertua mengeluarkan mobilnya dari garasi.
Semenjak Angga pergi keluar negeri, semenjak itu pula perhatian sang mama mertua dan papa mertua jadi lebih protektif terhadapnya.
Pulang pergi Echa kesekolah harus selalu diantar jemput. Kalo papa mertua gak sempat, maka mama mertua yang akan ambil alih, pokoknya gak boleh sendirian dan gak boleh naik kendaraan umum.
Kemanapun Echa pergi, jika tidak bersama teman, maka harus di temani orang tuanya, gak boleh sendirian.
Jika dulu ada Angga yang selalu menemani Echa, tapi sekarangkan sudah berbeda Angga sudah tidak disini lagi, jadi papa dan mama Angga lah yang kemudian mengambil alih tugas yang biasa dikerjakan Angga.
Sebenarnya Echa udah nolak karna gak mau ngerepotin mama dan papa mertuanya, tapi mau bagaimana lagi, dua orang tua yang memang dari sejak kecil sudah menyayanginya itu gak akan mau menerima penolakan darinya.
...****************...
Echa dan Lila sudah mau berangkat, mobil papa mertua sudah siap. Echa dan si kecil Lila bergantian menyalami sang mama, tak lupa mengecupi kedua pipi mamanya.
Salam mereka ucapkan sebelum masuk kedalam mobil, mereka berangkat,.
Lebih dulu Danu mengantarkan Echa, baru setelahnya mengantar Lila yang sekolahnya tak jauh dari kantornya Danu...
Begitulah keseharian yang Echa lalui setiap harinya. Walaupun tanpa Angga, orang-orang disekitar sangat menyayanginya.
...****************...
Mobil Danu sudah sampai di depan gerbang sekolah Echa. Echa mengambil tangan papa mertua lalu menyalaminya.
Tak lupa Danu memberi 3 lembar uang seratus buat jajan Echa., juga tak bisa menolak, sudah begitu kesehariannya. Selama Angga belum bisa kasi nafkah buat Echa, maka selama itu pulalah menjadi tanggup jawab Danu sebagai orang tua yang sudah menikahkan mereka. Echa cuma bisa pasrah menerima, padahal uang saku dari mamanya sudah lebih dari kata cukup, sekarang malah di tambah lagi sama papa mertuanya.
Echa menurunkan Lila dari pangkuannya dan bersiap untuk turun dari mobil.
"Echa,." Panggil Danu.
"Iya pah???"
"Ni Angga wa ke papa, katanya tolong bilangin ke istri Angga, balas pesannya jangan lama-lama." Ujar Danu menyampaikan pesan wa dari anaknya,. Mungkin ada hal yang penting.
Echa tersenyum paksa..."iya pah." Ucapnya pelan.
"Echa masuk dulu ya pah assalamu'alaikum." Ucap Echa kemudian menutup kembali pintu mobilnya.
"Wa'alaikum salam." Balas papa mertua.
Echa bejalan memasuki pintu gerbang. Wajahnya yang tadi tampak senyum dihadapan papa mertua, langsung berubah kecut.
Dia sebal, perasaan tadi dia udah balas pesan sang suami..., Pasti Angga sengaja mengerjainya. lagian pesannya cuman..
"Met pagi Echa sayang, disitu pagi ya???, disini malam...😘."
...🙃🙃🙃...
__ADS_1