
"Hufft...." Terdengar helaan nafas dari Echa. Dia gak akan langsung ceritain masalah yang baru saja dia alami...
"Ehmm....Alifah, menurut loe gue sama Angga masih sah dianggap suami istri gak sih?" Tanya Echa memecah kesunyian yang sengaja dibuat para sahabatnya. Serentak ketiganya melotot dengan ucapan Echa, bahkan Salsa sama Sindy hampir menyemburkan makanannya karena kaget dengan pertanyaan Echa barusan.
"Loe udah gila ya Cha?" Kaget Alifah.
"Haaa, maksudnya?" Kini Echa yang bingung, kenapa tiba-tiba dia dibilang gila. Perasaan gak ada yang salah sama ucapannya, diakan cuman nanyak.๐
"Loe sama Angga cerai?"๐ฑ
"Angga cerai-in loe Cha??"๐ฑ
"Apa loe yang mintak cerai sama Angga???"๐ฑ
Pertanyaan gak ada ahlak yang beruntun diberikan oleh Salsa dan Sindy, Echa berulang kali mengucap istighfar.
"Kok kalian ngomongnya gitu sih?๐ " Protes Echa, tak suka dengan ucapan para sahabatnya.
"Lha!, kan loe sendiri yang bilang." Sindy kembali berucap, mulai melanjutkan kembali makannya.
"Emang gue bilang apa?, guekan cuman nanyak, gue sama Angga masih sah suami-istri apa enggak?"
"Ya kenapa loe nanyaknya gitu?, emang loe sama Angga ada masalah?" Salsa yang gantian bertanya. Alifah masih diam, mungkin nungguin penjelasan dari Echa.
"Gue sama Angga emang gak ada masalah, tapikan kita berdua udah pisah selama empat tahun. Dalam agama, kalo istri pisah sama suami selama itu emang masih bisa dianggap suami-istri?" Echa serius bertanya, jujur dia gak tau hukumnya dan belum tanya sama mama dan kedua mertuanya.
"Oooh, masalah itu..., kirain!" Alifah dan yang lainnya mulai bernafas lega.
"Loe sama Angga masih suami-istri lah, kan kalian pisahnya karena alasan Angga yang harus kuliah diluar negeri bukan karena ada masalah." Salsa menyampaikan pendapatnya, Sindy manggut-manggut setuju.
"Lagian loe ada-ada aja Cha, masak nanyak yang begituan."
"Tau nih si Echa, aneh bener."
"Ehmmm, iya sih gue juga mikirnya gitu, tapi gue pernah dengar juga kalo suami-istri udah pisah selama lebih dari tiga bulan dan suami gak kasih nafkah ke istri katanya udah gak sah lagi, makanya gue nanyak."
"Kalo emang bener gitu, berarti gue harus nikah lagi dong sama Angga?" Kata Echa lagi, Salsa sama Sindy diam. Detik berikutnya, mereka kompak menoleh ke Alifah. Kalo masalah agama mungkin Alifah yang lebih paham ketimbang mereka bertiga, jadi ketiganya lagi nungguin pendapat dari Alifah.
Alifah diam sejenak mengetuk-ngetuk dagunya, tampak berfikir.
"Kalo ngomongin nafkah agak susah sih, secara si Angga masih kuliah dan kalian juga ldr-an, jadi...emmm gue juga bingung sih, dan gue juga pernah denger kayak yang Echa bilang tadi, kalo suami istri gak tinggal serumah terus si suami gak ngasi nafkah ke istri, pernikahannya bisa di bilang udah gak sah, tapi gue juga gak tau pasti hukumnya dalam agama itu gimana."
Semua terdiam, mau menyampaikan pendapat pun gak tau hukumnya gimana.
"Emmm, emang nafkah suami ke istri itu yang kek gimana sih?" Echa kembali membuka suara.
"Yaelah ni orang nanyak, tapi dia sendiri kagak tau yang di tanyain?" Celetuk Sindy, Echa cuman nyengir.
"Nafkah suami sama istri ada dua, nafkaf lahir sama nafkah bathin. Kalo buat kalian yang LDR gak mungkin ada nafkah batin yang memungkinkan itu ya nafkah lahir doang." Alifah menjelaskan.
__ADS_1
"Ehm, maksudnya?" Sedikit ragu, Echa kembali bertanya, sebenarnya Echa sedikit paham, hanya saja dia ingin memastikan takut beda persepsi.
Alifah dengan senang hati kembali menjelaskan. "Kalo nafkah batin itu salah satunya masalah sex, kalian kan gak mungkin bisa ngelakuinnya karena kalian LDR-an," Echa susah payah menelan ludahnya mendengar penuturan Alifah, sedangkan Salsa dan Sindy cengar-cengir melihat ekspresi Echa.
"Ka..kalo nafkah lahir?" Echa kembali bertanya, cepat-cepat mengalihkan pembahasan sex, dia malu.
"Kalo nafkah lahir, ya masalah materi, kaya uang belanja, tempat tinggal, yang gitu-gitulah." Echa manggut-manggut.
"Kalo uang jajan yang dikasiin Angga ke gue, itu bisa di bilang nafkah dari dia nggak?"
"Ha, gimana-gimana???" Tanya Alifah.
"Iya, jadi selama ini Angga sering kirimin uang ke gue, terus semua penghasilan dari kafe Angga masuknya juga kerekening gue, katanya buat uang jajan."
Bertiga serentak melongo mendengar ucapan Echa, pasalnya kafe Angga selalunya ramai pembeli dan hasil dari kafenya semua buat uang jajannya Echa, ditambah lagi si Angga sering kirimin Echa uang., gila emang kalo anak sultan.
"Emang Angga sesering apa kirimin loe uang?" Sindy dan Salsa kepo bertanya.
"Gak terlalu sering sih, kadang sebulan dua kali, kadang tiga kali, kadang juga seminggu sekali.
"Emang si Angga kasi uang jajan berapaan Cha?" Pertanyaan kepo kembali keluar.
"Gak nentu kadang 5 juta, kadang 6 juta, kadang 7, gitu-gitulah." Sindy dan Salsa beberapa kali mengedipkan mata tak percaya, walau mereka tau Angga sama Echa dari keluarga kaya, tapi gak nyangka kiriman dari Angga buat Echa sebanyak itu.
"Ya kalo gitu ngapain loe nanyak pakek sok-sokan mau ngulang nikah segala, itu tandanya loe sama Angga masih sah suami istri lah. Yang dia kasi ke loe itu yang seminggu sekali atau sebulan dua kali yang katanya buat jajan itu ya nafkah dari dia buat elo. Belum lagi penghasilan dari kafenya Angga yang memang masuknya ke rekening elo. Jadi udah jelas kalo selama ini walaupun elo sama dia ldr, tapi nafkah dari dia buat elo gak pernah putus. Jadi kalian berdua masih sah suami-istri." Alifah kembali berujar, nadanya sedikit nyolot mungkin agak kesal sama Echa.
Echa manggut-manggut. Sebenarnya Echa juga yakin kalo mama sama kedua mertuanya pasti mikirin hal yang kayak ginian, dan Angga juga mungkin mikirin hal yang sama, makanya Angga rutin kasi Echa uang jajan dari sebagian uang saku kiriman mama-papanya. Cuman selalunya waktu Angga ngirimin uang dia nggak bilang nafkah, Angga biasanya selalu bilang kalo itu uang jajan buat istrinya...๐
"Tapi lain lagi masalahnya kalo resepsi, kalo itu emang harus kalian buat." Alifah kembali berkata.
"Loh kok gitu Alifah?, kan gue gak perlu nikah lagi, jadi kenapa harus resepsi segala."
"Ya iyalah, kan elo sama Angga emang belum pernah adain acara resepsi. Entar kalo elo sama Angga tinggal serumah, terus orang-orang yang gak tau kalo kalian udah nikah malah berpikiran negatif, bisa jadi timbul fitnah."
"Secara pernikahan kaliankan yang tau cuman keluarga dekat sama beberapa tetangga sekitar, teman-teman, guru-guru sekolah, keluarga besar, temannya orang tua kamu sama orang tuanya Angga pada gak ada yang tau." Alifah menjelaskan maksud ucapannya.
Echa memanyunkan bibirnya, "Gimana mau resepsi, orang nikahnya dadakan, terus begitu nikah langsung di tinggal."ย Gumam Echa pelan, Alifah Salsa dan Sindy sekuat tenaga menahan diri agar tidak tertawa.
"Yaudah gak usah galau, entar kalo Angga udah pulang baru deh kalian diskusiin lagi masalah ini." Kata Alifah lagi. Salsa manggut-manggut setuju, Echa kelihatan lesu, Sindy malah bingung sendiri.
"Emang si Angga pulangnya kapan sih?" Tanya Sindy, keningnya membentuk kerutan.
"Emangnya kenapa?, jangan bilang kalo loe mau ngerebut Angga dari Echa." Cerocos Salsa, satu tisu langsung mendarat di kepalanya.
"Asal bet nih orang kalo ngomong." Protes Sindy, yang di protes malah sewot.
"Terus kenapa cobak loe nanyain lakik orang?" Salsa kembali nyerocos.
"Eh maemunah, gue cuman penasaran aja, pasalnya tadi si Angga nanyain alamat kosannya Echa, ngapain cobak dia nanyain alamat kosannya Echa kalo dia gak mau kesini, kan berarti tu anak udah mau balik, mau kasi kejutan kali, tiba-tiba pulang terus nyamperin Echa ke kosannya, emmm... mungkin???, gak tau jugak sih." Balas Sindy mengira-ngira kemungkinan yang mungkin terjadi. Echa malah kaget mendengarnya.
__ADS_1
"Angga nanyain alamat kosan gue?, kapan??, terus loe kasi tau???" Panik, Echa buru-buru bertanya.
"Eh...eh, loe kenapa Cha?" Tanya ketiganya ikutan panik.
Detik berikutnya Echa langsung bergegas mau pergi, namun langsung di tahan sama ketiga sahabatnya, pasalnya mereka gak tau Echa kenapa dan malah tiba-tiba kayak pengen kabur.
"Lepasin....lepasin tangan gue, gue harus cepetan pergi dari sini." Echa berusaha melepaskan pegangan para sahabatnya.
"Cha tenangin diri loe, loe kenapa Cha., loe gak boleh kayak gini, kalo ada masalah loe cerita, jangan kayak gini..." Salsa sama Sindy malah udah nangis-nangis segala, udah kayak di tv-tv, lebay bener emang dua orang ini, padahal Echa sendiri juga gak nangis.
Di tengah drama tarik-tarikan tersebut Echa berhasil lepas dari ketiga sahabat nya, dan dia langsung berlari ke arah pintu keluar dengan kunci mobil yang sudah ada di tangannya, namun begitu membuka pintu dan ingin keluar, badan Echa langsung terbentur dengan badan seorang pria yang entah sejak kapan sudah berdiri di depan pintu kosan Echa.
Begitu terbentur dengan pria tersebut si Echa langsung di peluk erat oleh si pria. Echa kaget karena dirinya di peluk sama orang yang dia gak tau siapa.
Dia berontak-berontak minta tolong, tapi cepat-cepat pria tersebut membekap mulut Echa dengan tangannya, takut orang-orang pada datang dan mikirnya aneh-aneh. Dalam masih usaha untuk melepaskan diri, Echa malah sempat mikir kenapa teman-temannya gak ada yang nolongin, Echa mendongakkan kepalanya melihat siapa lelaki kurang ajar yang dengan berani memeluknya.ย
Echa melotot kaget, melihat wajah lelaki yang memeluknya sekarang ternyata si Angga, suami sekaligus sahabat yang selama empat tahun tidak berjumpa dan gak kasi tau kabar ke Echa kalo dia mau pulang dan sekarang malah datang ke kosannya.ย
Echa menolehkan kepalanya kebelakang, ternyata para sahabatnya hanya jadi penonton di belakangnya tanpa ada niat sedikitpun untuk menolong, mungkin mereka gak mau ikut campur masalah Echa, atau mungkin mereka kaget karena melihat Angga yang mereka gak tau kapan pulangnya.
Detik berikutnya Echa kembali berontak begitu mengingat kalo kekesalannya hari ini karena ulahnya si Angga. Echa terus saja memukuli dada bidang Angga, gak peduli kalo kelakuannya sekarang lagi jadi tontonan para sahabatnya bahkan para tetangga kosanpun yang kesemuanya cewek sudah pada keluar dan ngelihatin mereka yang kelihatannya lagi bertengkar.ย
Gak ada yang melerai Angga dan Echa karena mereka gak tau permasalahannya apa dan Alifah yang satu kosan dengan Echa juga tidak bertindak apa-apa, jadi para tetangga teman kosan juga gak ada yang berani melakukan apa-apa dan hanya menjadikan pemandangan di depan mereka sebagai tontonan.ย
Echa terus saja memukuli Angga dan berusaha lepas dari pelukannya, hingga dia berhenti memukuli Angga dan terkejut ketika satu kecupan dari Angga mendarat di pipi kanannya. Bukan hanya Echa yang terkejut, semua yang melihat kejadian itu juga kaget di buatnya.๐ฒ
Berani-beraninya seorang lelaki yang entah dari mana asalnya, datang dan langsung menciumi Echa yang mereka kenali cukup menjaga dirinya dan tak pernah di ketahui kalo Echa mempunyai pacar apalagi suami. Begitulah kira-kira arti dari tatapan dan ekspresi wajah dari para tetangga kosan Echa dan Alifah. Tapi mereka gak berani berbuat apa-apa karena tidak tau apa yang terjadi, dan juga tak mengenali siapa sebenarnya lelaki yang ada di hadapan mereka sekarang, dan Alifah yang sekosan dengan Echa juga gak melakukan apa-apa.
"Echa, ikut Angga sekarang." Bisik Angga di telinga Echa, Echa menggeleng cepat. Angga tak peduli, dia melepas pelukannya dan langsung menggenggam tangan Echa, lalu berjalan menuju mobilnya.
Baru selangkah berjalan Angga terpaksa berhenti karena Echa menolak untuk ikut dan tak bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri.
Angga menghadap ke arah Echa, helaan napas keluar dari mulutnya. Tak ingin berlama-lama dan tak mau menjadi tontonan banyak orang, Angga mencium pipi sebelah kiri Echa, Echa kembali terpaku dan hanya diam๐ง, Angga langsung menggendongnya dari depan seperti koala, tak mau Echa kembali berontak, Satu kecupan singkat ia berikan di bibir merah Echa. Lagi-lagi Echa kaget dibuatnya.๐ง
Tersadar, Echa melihat ke arah depan lalu kanan dan kiri, Dirinya kini sedang menjadi tontonan dari para sahabat dan para tetangga teman kosannya. Merasa malu, Echa langsung menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Angga., Angga tersenyum simpul, lalu langsung berjalan membawa Echa menuju mobilnya.
Orang-orang masih saja terpaku di tempat berdirinya masing-masing, mengikuti setiap pergerakan Angga, mulai dari memasukkan Echa dengan perlahan kedalam mobil, lalu Angga memasuki mobilnya dari pintu yang satunya lagi, hingga akhirnya mobil Angga bergerak perlahan dan akhirnya berlalu pergi meninggalkan mereka begitu saja.๐ฎ
Orang-orang masih saja tak percaya dengan apa yang baru saja mereka lihat, banyak tanda tanya yang mengisi kepala mereka. "Ada masalah apa sebenarnya?, Siapa pria yang baru saja bawa Echa pergi?, Apa sebenarnya hubungan pria itu dengan Echa?" Semua pertanyaan itu bermunculan di kepala mereka, dan hanya bisa mereka ketahui jawabannya dari orang yang tinggal bersama Echa...
Semua mata kini menoleh ke arah Alifah, dia kini jadi mangsa dari berbagai pertanyaan yang memenuhi kepala para teman-teman tetangga kosannya. Merasa di pandang dan di tatap tajam, Alifah seketika menjadi tegang, Salsa dan Sindy yang berada di sampingnya ikut merasakan suasana yang tiba-tiba berubah mencekam, Alifah mengedarkan pandangannya ke kanan dan ke kiri secara pelan disertai senyuman kakunya.
"Ehmmm, u...udah malam kayaknya, mari semua..." Ujar Alifah dengan Anggukan disertai senyuman kakunya, perlahan ia melangkahkan kaki kembali ke kosannya, tapi pandangan dari teman-teman tetangga kosan terus saja menatap tajam ke arahnya,....
Detik berikutnya, Alifah cepat-cepat berlari untuk kembali ke dalam kosannya diikuti Salsa dan Sindy yang ikutan juga berlari, tak mau kalah para tetangga kosannya juga ikutan berlari tak membiarkan Alifah lolos begitu saja, belum sempat Alifah menutup pintu, para tetangga kosan nya sudah duluan masuk dan memenuhi ruangan kosan Alifah...
Alifah melihat semuanya yang sudah duduk saling berhimpit-himpitan, dengan cengiran tanpa dosa mereka menatap lekat ke arah Alifah, tatapan mereka seolah tatapan anak kecil yang meminta mainan kepada orang tuanya, atau tatapan mahasiswa yang meminta nilai pada dosennya.
"Hhhhuffft..." Alifah menghela napas panjang, sepertinya besok dia akan absen buat ke kampus, malam ini dia harus menghabiskan malam dengan begadang buat jelasin masalah yang baru saja terjadi pada para tetangga kosannya yang haus dan kepo dengan teman sekamarnya yang sekarang lagi diculik sama si Angga.๐ค
__ADS_1
...๐๐๐...