
Suatu hubungan yang berlangsung baik-baik saja maka tak akan terasa ketika waktu telah jauh berlalu pergi.
Setahun sudah Angga dan Echa menjalani hubungan LDR. Hanya bertukar pesan dan sesekali bertemu pandang lewat ponsel, setidak nya itu bisa sedikit mengurangi rasa rindu di hati.
Kini Echa sudah menginjak kelas 12. Angga juga sudah menghabiskan waktu setahun belajar di negeri orang. Setidaknya sudah separuh perjalanan hubungan LDR ini mereka lewati.
Walau kadang ada saja butiran kerikil yang menghadang jalannya kisah asmara mereka, tapi setidaknya masih bisa diselesaikan dan bukan suatu masalah yang berarti. Keduanya masih bisa saling percaya dan saling menjaga hati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bulan Ramadhan adalah bulan yang di nanti-nanti. Ada kesenangan tersendiri ketika dapat lagi bertemu dengan bulan yang suci.
Suatu ibadah menahan lapar dan haus mesti di jalani, walau kadang terasa berat tapi jika dilakukan dengan tulus dan iklas maka semua akan bisa dinikmati.
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Momen-momen seru saat menyambut bulan ramadhan tahun ini tak dapat lagi dinikmati oleh seorang Rangga kurniawan.
Untuk Ramadhan tahun ini dan mungkin dua tahun kedepan Angga harus terbiasa untuk berpuasa di negeri orang. Dia harus bisa melewati berbagai cobaan dan rintangan yang tentu saja berbeda saat berada di negara yang juga berbeda.
Rangga kurniawan.
Ketika jarak dan waktu menjadi pemisah untuk kita bertemu, disaat Rindu mulai terasa menggebu-gebu, saat itu aku mengaku obatnya hanya satu, yaitu KAMU...😥
# Puasa di negeri orang..., pengen es campur tapi gak ada yang jual.😭
...****************...
Beberapa menit berselang setelah postingan instagram dari Angga, muncul notifikasi di ponsel Angga yang mennunjukkan kalo Echa baru saja memposting sesuatu di instagramnya.
Fauzia Nesha.
Suka iri sama takjil yang selalu di cari-cari, serasa diri ini gak lebih berarti.
# Hati yang ingin di mengerti.😥
...****************...
Saat melihat postingan Echa, Angga hanya bisa geleng kepala sembari di selingi tawa. Lucu aja, masak Echa cemburu sama menu buka puasa...😂
Angga.
"Assalamu'alakum istri."😘
Me.
"Wa'alaikum salam."
Angga.
"Ehem, kayaknya salamnya ada yang ketinggalan deh."
Me.
"Gak ada!, Perasaan kamu aja."
Angga.
"Oh, yaudah kalo gitu."
Me.
"Yaudah."
Angga.
"Yaudah."
Me.
"Yaudah."
Angga.
"Hmm, aku pamit yah, assalamu'alaikum."
Me.
"Dasar gak peka."
Echa mendumel dalam hati, dia kesal sendiri melihat balasan sang suami.
Tak lama berjeda Angga kembali membalasnya.
__ADS_1
Angga.
🤣🤣🤣
Me.
"Gak lucu."
Angga.
"Tapi bagi aku, kamu selalu lucu...😘"
Me.
"Gombalannya bikin pengen..🤢🤮🤮🤮."
Angga.
"Gak papa, kamu lagi muntah aja tetap lucu kok."
Echa mengulum senyum, Angga memang paling bisa meluluhkan hati istrinya., Tapi karna gengsi Echa tetap bersikap sok cuek.
Me.
😒
Angga.
"Begitu juga kamu tetap lucu kok., pokoknya walau gimana pun ekspresi Echa, bagi Angga Echa akan tetap lucu dan akan selalu lucu."
Me.
"Dasar!, udah berapa cewek yang kamu gombalin kayak gini."
Angga.
"Hmm...🤔🤔🤔."
Echa membulatkan matanya melihat balasan Angga, hatinya yang tadi mulai berbunga-bunga kini kembali membara.
Me.
😠"Kok mikir!!!"😡😡😡
Angga yang berada di seberang sana kembali terkekeh melihat balasan kesal dari Echa.
Angga.
Me.
Gak percaya😡
Angga.
"Beneran..., Bulan puasa mana boleh boong✌."
Angga.
"Lagian aku mana berani chatan sama cewek lain, istri aku tu orangnya cemburuan, orang sama takjil aja dia cemburu."😆
Me.
"Gak usah ngejek, aku lagi marah😠."
Angga.
😆😆😆
Me.
"Gak lucu.😠"
Angga.
"Ini nih yang aku suka dari istri aku, dia orangnya suka marah-marah gak jelas, cemburunya apa lagi. Tapi gak papa, walaupun dia suka cemburu gak jelas, tapi aku suka. Karna kata orang, cemburu itu tanda sayang😊., Iya kan sayang???😘
Me.
"Gak."😤
Angga.
"Aku tau, walaupun istri aku balasnya gitu, terus ditambahin caption marah, tapi aku tau kok, kalo istri aku sekarang lagi senyum-senyum sendiri."
Benar saja, dari tadi, Echa sudah senyum-senyum sendiri sambil guling-guling di kasurnya, karna kesenengan dapat pujian dari sang suami.
__ADS_1
Me.
Siapa yang senyum-senyum, orang aku biasa aja kok.
Angga.
"Percayain aja deh."
Me.
"Beneran kok, orang aku biasa aja. Lagian ngapain juga senyum-senyum sendiri, orang aku lagi kesal sama kamu."
Sedetik kemudian Angga melakukan panggilan vidio, tapi Echa langsung mematikannya, dia malu kalo Angga lihat wajahnya sekarang yang lagi tak bisa diajak kompromi, senyumnya terus merekah, tak bisa ia jeda walau hanya untuk sekedar bersandiwara.
Angga.
"Kok gak diangkat."
Me.
"Gak papa, lagi malas ngomong."
Angga.
"Eleh, paling kamu malu ya ketauan boong. Pasti kamu lagi ketawa kan???"
Me.
"Enggak."
Angga.
"Iya percaya deh. Tapi panggilan vidio aku diangkat dong, kan aku pengen liat wajah manisnya istri aku."
Hati Echa lagi-lagi berbunga. Echa memang selalu kalah jika sudah berhadapan dengan mulut manis suaminya.
Me.
"Iya aku angkat, tapi janji jangan diledekin."
Angga.
"Janji✌"
Sedetik kemudian Angga kembali melakukan panggilan vidio, kali ini panggilannya diangkat oleh Echa.
Begitu panggilan vidio tersambung, sekeras apapun usaha Echa, senyum di wajahnya tetap tak bisa pudar, dan senyumannya tak bisa membuat Angga untuk tak melancarkan ledekannya kepada Echa.
Tentu saja hal itu membuat Echa kembali kesal, pasalnya tadi Angga udah janji gak bakal ledekin dia, tapi begitu panggilannya tersambung, yang pertama dilakukan Angga malah ngeledek Echa.😠
Tapi bukan Angga namanya kalo gak bisa kembali membuat wajah cemberut Echa kembali tersenyum ceria, hingga akhirnya mereka berbicara lama.
Obrolan yang lama tak akan terasa bila di habiskan dengan seseorang yang tak biasa, keduanya saling memutus kan pembicaraan setelah sang mama memanggil Echa, pertanda buka puasa.
...****************...
Berbagi cerita, bercanda dan tawa dengan seorang yang selalu bersama memang tak akan terasa, ketika waktu puasa yang biasanya terasa lama tiba-tiba saja azan magrib berkumandang pertanda buka puasa.
Mungkin karna lawan bicaranya adalah Angga, atau mungkin karna dia adalah orang yang di suka, atau mungkin juga ini gara-gara...."CINTA."
"Uhuk..uhuk...uhuk..." Echa tersedak. Kaget sendiri dengan pemikiran hayalnya. Para orang tuanya langsung menghampiri sambil mengelus punggung Echa, sembari bertanya apakah Echa tak apa-apa.
Echa menjawab dengan Anggukan kepala seolah berkata kalo dia baik-baik saja, tapi berkebalikan dengan hati dan pikirannya.
Apa itu tadi, Cinta???, masak iya Echa suka sama Angga?, kalo sayang sih iya, tapi kalo cinta....Echa menggeleng-gelengkan kepalanya.
Dia berkonflik sendiri dengan hati dan fikirannya, tak mau mengakui apa yang hatinya sedang rasakan.
Echa bukan menolak bahasa hatinya, hanya saja Echa masih ragu atau lebih tepatnya, Echa belum yakin dengan apa yang ia rasakan...
Apa itu sayang, apa itu cinta, apa itu rasa, apa itu suka, dan apa itu duka... semua bahasa hati, tak mudah untuk di pahami karna dia adalah sesuatu tersirat yang sulit untuk di pelajari....
Dalam situasi Echa yang masih menormalkan tenggorokannya, tiba-tiba saja ponsel Echa yang bebas di atas meja berbunyi. Menampakkan pesan whatsapp yang masuk dengan nama kontak Angga.
Echa mengedarkan pandangannya ke seluruh penduduk meja makan.
mama Sarah, mama Lina, papa Danu, juga si kecil Lila yang duduk di sampingnya. Kesemuanya memperhatikan ponsel Echa, pandangan mereka tertuju pada nama kontak yang baru saja mengirim pesan ke ponsel Echa.
Semuanya tersenyum, Lila yang melihat orang tuanya tersenyum ikut-ikutan tersenyum.
Echa jadi salah tingkah di pandangi dengan senyuman aneh para orang tuanya. dengan cepat Echa meraih ponselnya, lalu meminta izin untuk pamit kekamar, padahal makanannya belum habis di makan.
Danu dengan cepat mengiyakan, curiga dengan dua orang mama yang sudah siap melancarkan serangan dengan berbagai macam pertanyaannya.
Echa tak menyiakan izin dari papa mertua, dia langsung bergegas kekamarnya, menghindari dua mama yang siap menginterogasinya.😣
__ADS_1
Memang sudah nasib Echa. Disekolah, para sahabat yang suka meledeknya, eh dirumah bukannya bisa tenang, malah mama dan mama mertuanya yang selalu kepo dengan urusannya dengan Angga...😓
...🙃🙃🙃...