LDR( Jauh Kangen Dekat Berantem)

LDR( Jauh Kangen Dekat Berantem)
Bab26. Ngambek.


__ADS_3

Setelah kejadian Echa yang pergi duluan meninggalkan mereka di bandara,  akhirnya Angga beserta keluarganya memilih untuk balik terlebih dahulu kerumah dari pada harus mengejar Echa yang gak tau kemana ia pergi. Sebenarnya Angga lebih memilih buat ngejar Echa ketimbang balik kerumah, tapi karena mama mertua serta keluarganya meminta untuk pulang terlebih dahulu, terpaksa Angga mengalah dan menuruti permintaaan mereka. 


Angga juga gak boleh egois dengan mementingkan dirinya sendiri sedangkan dia tau kalo yang lainnya masih dalam keadaan lelah karena perjalanan, lagi pula bukan hanya dirinya yang kawatir, mama mertua serta keluarganya juga pasti tak kalah kawatir dengan keadaan Echa. Semoga saja Echa balik kerumah jadi mereka gak perlu kawatir nyariin Echa. . 


Dan untuk mobilnya, semua sesuai dengan dugaan Sarah sebelumnya, Lina membawa oleh-oleh yang begitu banyak, bahkan koper untuk oleh-olehnya lebih banyak ketimbang koper pakaian mereka, dan yang pasti semuanya gak akan mungkin muat dalam satu mobil.


Terpaksa mereka harus memesan satu mobil lagi untuk hanya sekedar membawakan koper bawaan mereka.


Sesampainya dirumah, Angga langsung mau pergi lagi nyariin Echa karena Echa gak ada di rumahnya dan gak ada juga dirumahnya Angga. Tanpa tanya terlebih dahulu kemana Echa pergi, yang Angga tahu ia harus nemuin Echa.


Belum sempat Angga melangkah keluar rumah, tangannya langsung di cegat sama mama mertua. 


"Angga mau kemana?, lebih baik Angga istirahat dulu, badan kamu pasti kecapek-an."


"Enggak mah, Angga gak capek, Angga mau nyariin Echa." Angga ngotot mau pergi.


"Angga..." Tegur mama Lina mengisyaratkan agar mendengar ucapan Sarah, papanya juga mengisyaratkan hal yang sama.


"Tapi Echa gimana mah, kita juga gak tau Echa perginya kemana." Angga kembali berujar.


"Makanya Angga duduk dulu, mama juga kawatir sama Echa, tapi kita gak boleh gegabah dalam berpikiran dan bertindak, Echa itu udah dewasa dan dia pasti mikirin setiap tindakannya."


Terlihat Angga menghela napasnya dengan berat, walau terpaksa tapi ia tetap menuruti keinginan para orang tuanya.


Beberapa saat setelahnya, semua kembali duduk di sofa ruang tamu, melepas lelah dan meregangkan setiap otot yang mulai terasa kaku. Berbeda dengan Angga yang dari tadi belum tenang dan masih kelihatan kawatir.


Sarah jadi sumpek sendiri melihat gelagat menantunya. 


Sebenarnya Echa udah ngasi tau lewat sms ke mamanya kalo dia balik ke kosan, tapi Echa mintak supaya jangan kasi tau ke Angga, saat ini dia lagi gak pengen ketemu sama Angga. 


Walaupun Echa lagi kesel, termasuk sama mamanya, tapi dia tetap akan kasi kabar sama mamanya, dia gak mau bikin mamanya kawatir.


Dan Sarah emang gak mau kasi tau ke Angga, tapi melihat gelagat Angga yang kayaknya gelisah terus dan gak bakalan bisa istirahat kalo belum tau kabarnya Echa, terpaksa mamanya ngasi tau ke Angga tentang pesan yang di kirimin Echa.


"Angga istirahat aja, Echa gak papa, dia balik ke kosannya." Ujar Sarah.

__ADS_1


Serempak semuanya menoleh, terlihat sedikit kaget karena memang gak ada yang dikasi tau sama Echa selain mamanya.


"Echa balik ke kosannya mah?" Tanya Angga. 


Sarah mengangguk., "Echa tadi sempat sms mama dan bilang kalo dia balik ke kosannya, jadi kita gak perlu kawatir, Echa baik-baik aja disana." Semua tampak bernapas lega mendengar berita Echa.


"Echa ngekos bareng Alifah kan ma, alamat kosannya Echa dimana mah?." 


Sarah menghela napas berat, dia sudah menduga kalo Angga tetap pengen ketemu dengan Echa.


"Kata Echa, dia lagi gak kepengen ketemu Angga dulu. Anga mending istirahat aja dulu, lagian kan kita udah tau kalo Echa balik ke kosannya."


"Mah, ayo dong kasi tau Angga alamat kosannya Echa."


"Enggak sayang, Echa lagi gak mau ketemu kamu, biarin dia tenangin dirinya dulu ya. Kalian juga barusan udah ketemu dibandara tadi. Udah..., Echa cuman kaget aja ngelihat kamu yang tiba-tiba pulang, biarin dia tenangin dirinya dulu ya."


"Enggak mau mah, Angga harus ketemu Echa, entar dia mikirinnya aneh-aneh, Angga janji deh gak bakalan ngasi tau ke Echa kalo mama yang ngasi alamat kosannya."


Sarah kembali menghela napasnya, tak heran lagi dengan sifat Angga yang dari dulu emang gak berubah., Sarah mengabaikan Angga dan memilih untuk kembali merebahkan badannya ke sofa, memejamkan matanya, gak peduli dengan Angga yang terus merengek seperti anak kecil.


"Mah, mama pasti taukan alamat kosannya Echa." Bisik Angga pelan, samar-samar Sarah mendengar bisikan Angga.


"Oh iya, mama Lina tau kok alamat kosannya Echa, nanti sekalian aja bilang ke Echa kalo mama Lina yang kasi tau alamatnya." Ujar Sarah santai dalam mata yang masih setia terpejam.


Lina langsung membuka matanya, dia gak mau kemarahan Echa malah berpindah padanya. "Ehmmm dulu sih inget, tapi kayaknya udah lupa deh, kan mama udah jarang ke kosannya Echa, lagian Echa juga sering pulang, jadi mama udah jarang kesana dan agak lupa alamat kosannya dimana." Sebisa mungkin mencari alasan.


"Lupa gimana, orang tiap bulan Lila selalu ngajakin kesana!" Cerocos Sarah lagi. Lina menggeram kesal, sahabatnya yang satu ini memang suka ngeselin.


"Yaudah mama kasi tau alamat kosannya Echa, tapi Angga janji dulu kalo nanti Echa nanyak, bilang kalo mama Sarah yang kasi tau, ok." Lina menginterupsi, Angga manggut-manggut setuju, malah Sarah yang gantian membuka mata lebar. Bisa-bisanya dia dijadikan kambing hitam sama Lina.


"Oh yaudah bilang aja gak papa, sekalian aja bilang kalo mama Lina yang ngasi ide buat ngasi kejutan ke Echa."


"Eh enak aja aku yang kasi ide, kalo kamu lupa kamu juga ikutan ya beb.!"


"Enggak aku gak ikutan!, semuanya ide dari kamu, aku cuman dengerin doang."

__ADS_1


"Heh boong dosa, gak boleh ngajarin mantunya boong."


"Yah orang kamu duluan yang nyuruh Angga bohong ke Echa."


"Biarin, siapa suruh kamu ngeselin."


"Au ah."


"Yaudah..."


"Yaudah..."


"Prffft...." Berdua saling menjulurkan lidah, setelahnya saling membuang muka. Angga yang pusing jadinya, bukannya dapat alamat Echa malah dapat tontonan kedua mamanya yang lagi berantem. Yang lebih anehnya lagi, Papanya sama adik kecilnya malah nyemil kue sambil menikmati adu mulut dari mamanya dan mamanya Echa. Orang berantem bukannya di pisah, malah dijadiin tontonan. Angga bingung sendiri melihat tingkah keluarganya.


Merasa gak bakalan dapat alamat Echa dari kedua mamanya, Angga lebih memilih untuk berjalan ke kamarnya. Mungkin mandi dapat sedikit menyegarkan kepalanya. Memang benar yang dikatakan mama Sarah dan mama Lina, Angga harus istirahat sejenak, merefresh kembali pikirannya. 


Mungkin Setelahnya nanti baru Angga akan cari tau alamat kosannya Echa,. Angga bakalan nanyak ke teman-temannya Echa, gak mungkin dari mereka gak ada yang tau.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


18.30. Di kosannya Echa dan Alifah.


Setelah selesai sholat magrib, keduanya tidak langsung makan malam, Alifah yang memang gak makan malam karena lagi diet dan Echa yang lagi kesal dan gak nafsu buat makan.


Di kosan mereka sekarang lagi ada Salsa sama Sindy. Echa gak tau kenapa dua sahabatnya ini sekarang ada di kosannya, tau-tau begitu Echa nyampek dua orang ini sudah ada lengkap dengan jajanan bawaan mereka. 


Mereka bilang lagi cuti kuliah dan sekalian nemenin Alifah yang katanya sendirian di kosan karena Echa lagi balik kerumah dan gak tau balik lagi ke kosannya kapan, eh gak taunya belum juga nyampek sehari si Echa udah nongol lagi di kosannya. Yaudah jadilah mereka ngumpul berempat sekarang.


Salsa sama Sindy kini lagi menikmati makanan yang tadi mereka bawa sedangkan Echa sama Alifah cuman nemenin doang tanpa ikutan makan. Padahal niatnya Salsa sama Sindy bawain makanan buat dimakan bareng-bareng, gak tau aja begitu nyampek, yang satu lagi diet yang satunya lagi malah lagi galau, yaudah jajanannya mereka makan sendiri aja.


Duduk bersama mereka masih berada dalam sunyi senyap, Echa seakan tau kenapa para sahabatnya yang selalunya nyerocos tiba-tiba mendadak diam, pasti mereka lagi nungguin Echa cerita kenapa dia mendadak disuruh mamanya pulang kerumah dan kenapa juga sekarang dia udah balik lagi ke kosannya.


"Hufft...." Terdengar helaan nafas dari Echa. Dia gak akan langsung ceritain masalah yang baru saja dia alami...


...🙃🙃🙃...

__ADS_1


__ADS_2