
Legenda Nero
Chapter 10 - Relic Rafflesia Arnoldi
Karya: yudhaneru
===============================
Sementara itu Nero di dalam kabut beracun Rafflesia.
"Huuhhh... sudah 5 jam aku memurnikan darah kumbang ini, dan akhirnya berhasil juga.. obat 100% kebal racun sudah selesai. Sekarang aku tinggal masuk ke dalam kabut tumbuhan sialan itu. Letss gooo..!!" Ujar Nero.
Setibanya di dalam kabut, Nero menemukan tumbuhan raksasa yang sangat bau dan beberapa bangkai monster yang sudah mati.
"Aihhh... menjijikkan sekali di dalam sini.. wahhh banyak sekali tumbuhan langka yang tumbuh dari bangkai-bangkai monster tingkat tinggi disini, ini seperti surga dibalik penampilannya yang menjijikkan. Hahaha aku sebaiknya mengumpulkan tumbuhan-tumbuhan ini selagi aku memikirkan cara untuk menaklukkan monster ini." Ujar Nero.
Nero mulai memetik beberapa tumbuhan langka disekitaran bunga Rafflesia itu. Hingga akhirnya ia menemukan sebuah tunas yang memancarkan energi tingkat tinggi.. menandakan bahwa tunas kecil itu adalah monster tingkat tinggi.
"Huh?!?.. tumbuhan macam apa ini? Aku baru pertama kali melihatnya. Wahhh energi apa ini, seperti milik monster tingkat tinggi. Sepertinya ini adalah monster tipe tumbuhan, tapi masih berbentuk tunas. Tunggu dulu.... monster tumbuhan??? Jangan bilang kalau ini adalah tunas dari Rafflesia Arnoldi itu? Pantas saja hanya sebesar pohon toge seperti ini tetapi energi yang di pancarkan sungguh luar biasa setara dengan monster tingkat tinggi." Ujar Nero.
Nero pun melakukan beberapa percobaan, untuk mengecek tunas tersebut benar tunas dari Rafflesia Arnoldi.
"Tidak salah lagi, racun ini, bau ini, semua sangat cocok dengan Rafflesia Arnoldi. Hehehe aku hampir putus asa memikirkan cara bagaimana mengambil roh dari Rafflesia Arnoldi besar itu, ternyata ada tunasnya disini benar-benar sangat beruntung. Fufufu~" ujar Nero tertawa licik.
"Pantas saja ia menggunakan semua tenaganya untuk melindungi area sekitarnya hingga memperkecil ruang lingkupnya sampai sepadat ini.. ternyata untuk melindungi tunasnya. hehehe sepertinya hari ini adalah hari terakhirmu mekar disini Selanjutnya hutan ini akan terbebas dari kabut racun mu sepenuhnya." Ujar Nero.
Waktupun berlalu, hingga menyisakan 1 jam sebelum batas ujian berakhir. Nero telah berhasil menjadikan roh tunas Rafflesia itu menjadi relicnya.
"Wuaahhh roh ini berubah menjadi jarum, dan aku bisa membuat jarum ini sebanyak yang ku mau.. sepertinya ini berfungsi sebagai darts (jarum lempar). Ayo kita coba test di luar." Ujar Nero sambil keluar dari inti kabut racun Rafflesia.
"Hmm itu ada monster buaya albino, monster langka tingkat tinggi.. aku akan coba padanya.." ujar Nero.
"Swinngggg.... jlebb..!!" Suara jarum menembus kulit si buaya.
Tidak sampai 5 detik hingga buaya itu mati bahkan kulit dan tulangnya pun meleleh karena ganasnya racun jarum milik Nero.
"Benar-benar gila, monster tingkat tinggi pun hanya menyisakan rohnya saja seluruh tubuh dan tulangnya hangus meleleh tidak sampai 5 detik. Aku harus mengotrol racunnya jika seperti ini, jika tidak akan sangat berbahaya nantinya. Hahaha" ujar Nero tidak percaya.
Akhirnya Nero pun pergi menuju pintu gerbang, akan tetapi di depan pintu gerbang Nero bertemu dengan Zayn, Zainal dan Rahma yang sedang bertarung melawan anak-anak dari kelas B.
"Heh sepertinya anak bodoh dari kelas E itu telah mati dimakan monster, kami bosan menunggu disini hingga waktu habis.. bagaimana jika kalian menyerahkan cewek itu kepada kami untuk menemani kami. Hahaha jangan khawatir jika kalian memberikannya kalian akan aku biarkan lewat pintu ini dengan aman." Ujar anak-anak dari kelas B.
"Cihhh jangan harap, kalian bisa menyentuh Rahma dengan tangan kotor kalian. Zainal kau bawa kabur Rahma dari sini sementara aku mengalihkan perhatian mereka." Ujar Zayn
"Tidak mungkin kau bisa melawan mereka semua sendiri, mereka ber 5 sudah hampir mencapai tahap dasar pemekatan.. bahkan kita ber 3 bersamapun tidak mungkin melawan mereka. Aku akan pergi bersamamu Zayn, Rahma kau segera pergi dari sini jika menemukan celah." Ujar Zainal.
"Tidak mau..!! Aku lebih baik bertarung bersama dengan kalian." Tolak Rahma.
"Wooooiiii kalian ber 5, beraninya kalian main keroyokan.. dasar pecundang.." teriak Nero.
"Hah?? Nero apa yang kau lakukan disini?" Tanya Zayn.
"Hehehe sepertinya mereka datang kesini mengincarku, maaf yah kalian jadi ikut terlibat." Ujar Nero.
"Bosss itu dia terget kita.." ujar salah seorang murid kelas B.
"Cepat kalahkan mereka, dan jangan biarkan ke-3 orang itu pergi karena mereka akan melaporkan kita." Ujar pemimpin kelas B.
"Eittssss... kebetulan sekali aku sedang mencari orang untuk mencoba kekuatan relic baruku." Ujar Nero sambil melemparkan jarum rafflesia ke arah murid kelas B yang menyerang Zayn dan lainnya hingga murid tersebut meleleh tanpa sisa.
__ADS_1
"A..A.A..Apa itu bagaimana dia bisa meleleh seperti itu??" Seru anak kelas B yang lain.
"Cepat kalian pergi dari sini, aku tidak bisa melindungi kalian sambil bertarung seperti ini terus." Ujar Nero pada Zayn dan lainnya.
"Baiklah Nero kami akan melaporkan kepada guru sesampainya kami di sana. Bertahanlah kawan.." ujar Zayn dan lainnya.
Nero pun berlarian kesana kemari sambil menghindari beberapa serangan musuh.
"Dengan banyak orang menyerang seperti ini, aku tidak akan bisa fokus mengarahkan jarumku pada mereka. Sialll.... bagaimana ini." Gumam Nero bingung.
"Kaaaaaakkkkk..!?!" Tiba-tiba saja burung api datang.
"Baahhhh kenapa disaat seperti ini kau muncul.. sepertinya dia mengikuti bauku hingga sampai kesini. Sial aku harus kabur secepatnya." Ujar Nero.
"Waahh apa itu bosss, burung api tingkat bumi bosss.. gimana nih boss..." ujar anak kelas B takut.
"Cih kenapa disaat seperti ini harus ada gangguan." Ujar boss kelas B.
"Jleb..jleb..!?!" Tiba-tiba saja 2 orang anak kelas B terkena jarum dan mati seketika.
"Aghhh sial kita lengah, hati-hati dengan jarumnya kita akan mati jika terkena serangannya.. hei kau tahan lah dia disini sebentar. Aku akan melapor kepada guru Tito dan membawa bala bantuan." Ujar boss kelas B.
"Eittsss tidak semudah itu boss..!!" Jlebbb...si boss kelas B pun terkena jarum dan mati di tempat.
"Hei bagaimana denganmu? Kau sudah ditinggalkan oleh bossmu loh.. hanya tinggal kau sendiri.. lebih baik kau bertaubat sana, aku akan melepaskanmu kali ini tapi jangan coba-coba kau laporkan kejadian ini pada guru, bilang saja ada monster yang melakukannya ." Ujar Nero.
"B..B..Baik... hiiiiyyyyy" ujar murid kelas B sambil lari terbirit-birit.
"Kaaaaaaakkkkk, bluaaaarrrr." Suara burung api mengamuk.
"Aiiihhh.., aku sampai lupa ada dia disini, saatnya untuk pergi dari sini." Ujar Nero.
"Guruuuu.. cepat tolong Nero, dia sedang bertarung dengan 5 murid kelas B untuk menyelamatkan kami. Kami sempat dicegat oleh mereka di gerbang, mereka menggoda Rahma dan mengancam kami." Ujar Zayn.
"Apa maksudnya ini?? Apa mau kalian menyerang murid kelas lain? Bisa kau jelaskan pak guru Setya??" Tanya guru Nur.
"Bagaimana ini pak Tito, kau bilang tidak akan terjadi seperti ini??" Bisik pak Setya.
"Diam saja kau, serahkan ini padaku.." ujar guru Tito.
"Apakah benar yang kalian ber-3 katakan? Apakah kalian punya buktinya?" Ujar guru Tito dengan nada mebgancam.
Ke-3 murid kelas C pun terdiam tidak berani menjawab pertanyaan guru Tito.
"Kau lihat sendiri guru Nur, muridmu tidak bisa menjawabnya bagaimana mungkin kau berani memfitnah pak guru Setya.." ujar guru Tito.
"Dasar penjahat tua, kau jelas-jelas mengancam anak-anak ini." Ujar guru Nur
"Hahaha bagian mana dari kata-kataku yang mengancam murid-muridmu?" Tanya guru Tito.
"Diam kalian semua..!!!" Teriak guru Andi. Sementara kalian berdebat disini murid ku sedang dalam bahaya di dalam. Aku akan masuk terserah kau mau menghukumku seperti apa nanti, aku tidak perduli.." tegas guru Andi
"Jangan biarkan dia masuk, tahan dia peraturan tetaplah peraturan para guru tidak boleh ikut campur dalam ujian para murid." Teriak guru Tito.
Beberapa penjaga, mulai menahan guru Andi.
"Lepaskan aku..!!!" Duaaarrrr...!!! guru Andi mengeluarkan elementnya untuk melawan para penjaga.
"Blaaaaarrr...!!!" Pak Tito pun mengeluarkan elementnya juga mencoba memperingatkan guru Andi.
"Jangan bertindak macam-macam pak Andi, aku sudah cukup sabar meladenimu dan muridmu.. jika kau bergerak 1 langkah saja, aku tidak akan segan-segan berbuat kasar padamu." Ancam guru Tito.
"Kauuuu... tidak akan kulepaskan kau jika terjadi apa-apa pada muridku Nero..!!!" Ujar guru Andi marah.
__ADS_1
Tiba-tiba keluar seseorang dari dalam gerbang.
"Aahhhhh guruuu, tolong aku!! Dia monsterr... monsterrr. Hiiyyyy.." ujar anak kelas B yang dilepaskan Nero sebelumnya.
Beberapa saat kemudian, terdengar suara ledakan dari dalam gerbang.
"Duaaaarrrr, Duaaarrrr...!?!?!" Spontan semua orang yang ada di sana kaget.
Tiba-tiba saja keluar seseorang lagi dari gerbang.
"Ahhh itu Nero, itu Nero. Kau selamaattt." Ujar anak-anak dari kelas E.
"Haiii semuanya, aku kembali.." sapa Nero.
"Nero apa kau baik-baik saja?" Tanya guru Andi.
"Ya guru aku baik-baik saja memangnya ada apa?? Kenapa semua melihatku seperti hantu saja? Eh guru Tito kau terlihat pucat, apa yang terjadi apa kau sedang menahan buang air besar?" Tanya Nero meledek.
"B..BBagaimana bisa kau kembali anak nakal?" Tanya giru Tito panik.
"Hah?? Tentu saja aku melawati gerbang itu lalu aku sampai disini, apa maksudmu aku tidak bisa pulang kesini?" Ujar Nero meledek.
"Cih lupakan, semuanya bubar anak ini sudah kembali." Ujar guru Tito.
"M..M..Monsterrrr, dii.. dia monster huaaaaaa!!! Tiba-tiba murid dari kelas B yang selamat berteriak dan lari terpingkal-pingkal sampai kencing di celana saat melihat Nero keluar.
"Neroo, bagaimana kau bisa selamat dari mereka??" Tanya Zayn.
"Hah?? Ohh maksudmu anak-anak kelas B itu? Entah kenapa tiba-tiba saja saat aku berlari dari mereka burung api yang aku curi anaknya datang.. sepertinya dia salah mengira mereka yang mengambilnya, dan saat aku kembali ke gerbang sudah tidak ada siapapun disana hanya ada burung api itu, lalu aku buru-buru berlari kesini untuk menghindari semburannya barusan. Sepertinya mereka semua mati oleh burung api itu." Ujar Nero.
"Tii..dak mungkin, murid-murid terbaikku mati..?? Pak Tito bagaimana ini murid-murid terbaikku semuanya mati?? Tidak mungkin.." tangis guru Setya.
"Hehh.. kita akan melakukan penyelidikan besok, belum tentu apa yang dikatakan bocah itu benar." Ujar guru Tito.
"Baiklah Nero kau murid terakhir yang sampai disini, ayo kita lihat apa roh mu ini." Ujar guru penguji.
"Relic ku adalah jarum ini guru, dan roh ku adalah rumput ini.." ujar Nero.
"Hahahah lihat itu, dia benar-benar mengambil rumput sebagai roh relicnya, benar-benar sampah." Ujar Boris
"Hehehe dengan kejadian barusan, apa kau masih berani berbicara kotor seperti itu heh kepala ayam?" Ujar Nero menunjuk Boris.
"Ke.. kepala ayam? Kau mencari masalah.." gretak Boris.
"Diam kau Boris, jangan kau tanggapi dia sampah tetaplah akan menjadi sampah.." Teriak guru Tito.
"Apaaaaa....!*!?!?!* rumput ini merupakan monster tingkat tinggi? Bahkan ini masih berbentuk tunas, bagaimana jika sudah tumbuh menjadi dewasa nantinya??" Tiba-tiba saja guru penguji berteriak takjub.
"Hei nak darimana kau dapatkan tunas monster ini?" Tanya guru penguji.
"Aku menemukannya tidak sengaja saat aku sedang mencari beberapa tanaman obat-obatan guru.. tiba-tiba saja aku melihat ada rumput berbentuk aneh di bawah pohon besar dan saat aku lihat dia memiliki energi roh yang sangat besar lalu aku ambil saja dia sebagai rohku. Akupun tidak mengira tingkat roh ini mencapai tahap tingkat tinggi. Hehehe" ujar Nero berbohong.
"Aku juga tidak mengetahui akan tumbuh jadi apa tunas roh ini, mungkin saja akan menjadi tingkat bumi tahap akhir atau lebih." Ujar guru penguji.
"Hehehe kau salah guru, ini akan menjadi roh monster tingkat langit.." gumam Nero dalam Hati.
"Bagai mana mungkin, rumput seperti itu memiliki tingkat yang lebih tinggi dari macan taring petir ku? Alat itu sepertinya telah rusak." Ujar Boris.
"Sudahlah nak, semakin kau bicara semakin menunjukkan ke tidak mampuanmu.. terima dan hadapi saja, berusahalah lebih keras untuk kedepannya." Ujar guru penguji sedikit kesal.
"T..Tapi guru.." ujar Boris dengan malu.
"Diamlah kau untuk sementara ini." Marah guru Tito.
"Baiklah dengan ini selesai sudah perburuan roh monster untuk dijadikan sebagai relic. Kalian akan masuk ke sekolah seperti biasa besok. Terimakasih atas partisipasinya sekarang waktunya kita pulang." Ujar guru penguji.
__ADS_1