
Legenda Nero
Chapter 9 - Racun Bunga Rafflesia Arnoldi
Karya: yudhaneru
================================
"Ahh sudah saatnya aku memakan rumput merah ini, dan segera keluar dari sini." Ujar Nero sambil memakan rumput merah berduri emas.
Tubuh fisik dan hawa keberadaan Nero pun menghilang. Dan Nero mencoba berjalan keluar.
"Pelann... pelaan.. tubuh dan keberadaanku memang menghilang, tetapi jika aku menimbulkan suara sedikit saja dia pasti akan curiga." Ujar Nero sambil berjalan perlahan keluar dari gua.
"Klukkk..!!" tidak sengaja Nero menedang kerikil kecil.
"Kaaaaaakkkkk, wuuuusshh!!!" Burung api pun menyemburkan api ke arah Nero.
"Waaahhhh gilaaa, hanya bunyi kerikil kecil saja dia langsung menyemburkan api. Dia sangat sensitif saat ini.. masukkk.. masukkk ke ruang virtual, terbukalah." Ujar Nero sambil masuk ke ruang virtual untuk menghindari api tersebut.
"Fiuuhhh... aku selamat, tekhnik ini sangat berguna sekali bisa dipakai untuk tubuhku sendiri. Sepertinya diluar sudah aman, aku akan lanjut keluar dari gua ini." Ujar Nero
Akhirnya Nero pun berhasil keluar dari gua sarang burung api.
"Fiuuhhhh akhirnya berhasil juga, benar-benar seperti neraka di dalam bersuara sedikit saja api langsung datang depan matamu." Okee saatnya kembali mencari Boni.
Nero pun kembali ke tempat kabut racun itu untuk bertemu dengan Boni dan kawan-kawan lainnya.
"Oii teman-teman..!!" Panggil Nero.
"Hei Nero bagaimana apa kau baik-baik saja, aku dengar kau masuk ke sarang burung api??" Tanya Zaskia cemas.
"Ehh kia, ya kau bisa lihat sendiri aku baik-baik saja. Hehehe" jawab Nero.
"Haaahh... syukurlah kau ini sungguh nekat, masuk ke sarang monster tingkat bumi seperti itu." Ujar Zaskia marah.
"Sudahlaah kia.. yang penting kan Nero kembali dengan selamat." Ujar Nadine.
"Hehehe maaf kia, aku janji tidak akan membuat mu khawatir lagi. Eh iyaa ngomong-ngomong dimana Boni??" Tanya Nero.
"Heh akhirnya kau mencariku juga huh?? Terimakasih kau memang teman terbaikku hingga menjadikan ku seperti ini, lihat ini rambut dan sebagian bajuku terbakar karena mu.. kau bilang burung api itu tidak akan berani masuk, memang benar tidak masuk.. tapi dia bisa menyemburkan api hingga kedalam racun dan aku terlambat mengindar karena percaya padamu. Aggghhhh.. sial aku tidak tampan lagi dengan rambut seperti ini, bagaimana aku akan merayu gadis-gadis nantinya.. hikss..." ujar Boni.
"Hahahaha maaf kawan, aku lupa memberi tahu semburan api burung api memang sangat jauh. Tapi tenang saja pengorbananmu tidak sia-sia kawan lihat apa yang aku dapatkan untukmu." Ujar Nero sambil mengeluarkan anak burung api dari ruang virtualnya.
"Uwaaaahhhh itu.. itu.. adalah anak dari burung api, jadi kau berhasil mencurinya dari sarangnya??" Ujar Boni.
"Tentu saja aku berhasil, aku sudah janji padamu bukan?" Tanya Nero menggoda.
"Uwaahhh apakah benar ini buatku? Terimakasih Nero kau memang sahabat terbaikku." Ujar Boni.
"Baiklah kau seraplah dulu roh anak burung api itu, saat ini ia hanya berada di tahap dasar tingkat ke-5 kau bisa mengendalikannya. Dan perlahan ia akan tumbuh hingga menjadi dewasa dan menjadi hewan tingkat bumi." Ujar Nero
"Siappp bosss ..!!" Ujar Boni semangat.
__ADS_1
"Baiklah sementara Boni menyerap roh burung api, bagaimana apa kalian sudah menemukan monster yang kalian inginkan?" Tanya Nero.
"Hei Nero sebelum itu, aku dan Zaskia tadi mengalami kejadian aneh di danau sana kami bertemu dengan ikan mas raksasa yang bisa bicara, dan ia memberikan rohnya untuk diambil oleh kia." Ujar Nadine.
"Hah?? Apa benar itu kia? Boleh kau perlihatkan roh ikan mas itu?" Ujar Nero.
"Ya Nero benar.. dia bercerita padaku bahwa ia adalah ikan mas penunggu danau disana selama ratusan tahun. Ia bercerita bahwa ia adalah ikan mas yang ada di cerita rakyat bawang merah dan bawang putih. Dialah ikan yang membantu bawang putih sewaktu mencari pakaiannya yang hanyut di sungai. Ini rohnya telah berubah menjadi kalung yang aku gunakan." Ujar Zaskia.
"Waahhh benar-benar keburuntungan yang sangat langka, sepertinya ia tertarik dengan kemampuan air kembar mu hingga menyerahkan rohnya untuk hidup bersamamu. Dan ini adalah ikan mas tingkat bumi, 10 kali lebih kuat dari burung api dewasa milik Boni. Baguslah kau memilikinya kia.." ujar Nero.
"Hehehe iya terimakasih Nero.." ujar Zaskia sambil tersenyum memegang erat kalungnya.
"Oh iya Nero, aku juga sudah mendapatkan relicku lihat sarung tangan ini. Aku dapat dengan bantuan ikan mas itu.. ini adalah kura-kura bercangkang berlian yang menjadi penjaga ikan mas itu selama bertahun-tahun ia memberikan rohnya padaku supaya aku bisa menjaga kia dan ikan mas itu. Hehehe" ujar Nadine.
"Hahhh?? Setidaknya tingkat kura-kura itu adalah roh tingkat tinggi, Kalian ini memang benar-benar anak yang beruntung, aku dan Boni bersusah payah menangkap monster burung api, dan kalian mendapatkan roh langka semudah ini?" Ujar Nero sambil geleng-geleng kepala.
"Ahahahahha kami memang beruntung, tidak seperti kalian..!!" Tawa Nadine dan Zaskia.
"Lalu bagaimana dengan mu Burhan?" Tanya Nero
"Aku sudah menemukan monster monyet berwajah merah yang langka, ayahku pernah bilang bahwa leluhur kita pernah ada yang menggunakan monyet itu sebagai relicnya dan ia menjadi sangat kuat. Aku rasa aku akan mengambilnya." Ujar Burhan.
"Oke baiklah saatnya kita berburu monyet itu, Zaskia bantu kami dari belakang, Nadine dan Burhan ikut aku menyergap dari segala arah, biarkan Boni menyerap rohnya dulu tinggalkan saja dia akan aman disana.. jangan sampai monyet itu lolos." Ujar Nero.
"Baik..!!" Ujar teman-teman yang lain.
"Heh dimana boni?" Tanya Nadine.
"Ooooiii teman-teman aku ada disini, diatas kalian." Teriak Boni sambil terbang di atas.
"Uwaaahhhh kau bisa terbang Boni?" Tanya Nadine.
"Tunggu sebentar aku akan turun," saut Boni
"Huppp..!! Lihat ini adalah relic ku sayap api, karena burungnya masih kecil sayapnya juga kecil tapi sudah bisa digunakan untuk terbang.. Hebat sekali bukan??. Hahaha" ujar Boni sombong.
"Uwaahhh aku juga mau coba terbang, bawa aku terbang cepatttt..." rengek Nadine meminta Boni.
"Iyaaa iyaa sabar laah nanti akan kuajak kau terbang, bagaimana dengan relic kalian? Wahh kau mendapatkan sarung tangan berlian nad, dan kau kalung kia?? Ehh dan burhan topeng apa itu? Seram sekali.." ujar Boni.
"Ini adalah relic ku topeng kera setan merah, saat memakai topeng ini aku mempunyai kekuatan dan kecepatan si monyet berwajah merah." Ujar Burhan
"Okee sepertinya kalian semua sudah mendapatkan relic masing-masing ya. Aku rasa kalian akan aman jika keluar dari sini tanpaku." Ujar Nero.
"Hah?? Tanpamu?? Apa maksudmu kau akan mencari monster sendirian?" Tanya Zaskia.
"Hehehe yah bisa dibilang begitu, aku telah menemukan monster yang cocok denganku tetapi akan sangat berbahaya kedepannya, jadi aku tidak bisa membagi fokus melawannya sambil melindungi kalian. Aku minta maaf.." ujar Nero.
"Hahhh.. yah kami memang tidak bisa protes karena kami memang bebanmu selama ini, kami selalu diselamatkan oleh ide ide mu. Baiklah jika itu maumu Nero.. sudahlah ayo kia, ia berhasil keluar dari sarang burung api tanpa luka lalu berhasil menangkap monyet berwajah merah apalagi yang kau ragukan dia pasti akan kembali dengan selamat." Ujar Nadine.
"Uhhh... baiklah, Nero berhati-hatilah jangan bertindak gegabah." Ujar Zaskia cemas.
"Tenang saja kia, aku tidak akan melakukan sesuatu yang bisa mengancam nyawaku.. aku akan kembali kepada kalian semua sebelum gerbang di tutup.." ujar Nero sambil pergi menjauh.
__ADS_1
Tersisa 10 jam lagi sebelum waktu habis dan gerbang akan di tutup. Nero pun bergegas meracik ramuan dengan menggunakan penawar racun dan kumbang 5 element.
Sementara itu di pintu gerbang tempat kembalinya para murid-murid.
Setibanya kelompok kelas E, Zaskia dan lainnya di pintu gerbang. Hampir semua murid sudah kembali ke pintu gerbang, hanya sisa 5 murid dari kelas B, 3 murid dari kelas C dan Nero dari kelas E.
"Kalian sudah kembali?" Ujar guru Andi.
"Sudah guru kami berhasil mendapatkan relic." Ujar Boni
"Hahaha palingan hanya relic kelas rendah, tidak akan bisa di bandingkan dengan rohku. Ujar Boris.
"Sementara ini roh David, Irene, dan Boris lah yang paling kuat dari semua anak. David mendapatkan roh tingkat tinggi kadal api hitam yang sangat langka, sedangkan irene mendapatkan burung hantu albino monster tingkat tinggi juga, lalu boris mendapatkan macan taring petir tingkat menengah atas.. bagaimana mereka bisa mendapatkan monster seperti itu di tingkat dasar aku juga tidak mengerti sehebat apa mereka." ujar guru Andi.
"Heheheh guru tidak perlu cemas.. tunggu kami selesai diperiksa guru pasti akan lebih terkejut. Hihihihi" ujar Boni.
"Baiklah bagi ke 5 orang yang baru datang, maju kesini akan kami periksa tingkatan roh kalian. Pertama kau Boni maju kedepan." Ujar salah seorang guru penguji.
"Lihat ini guru Andi.., syuuutt ujar Boni sambil mengeluarkan sayap kecilnya.
"Hahahaha lihat itu sayap apa itu, sayap anak ayam? Hahaha" ujar boris diikuti dengan tertawaan anak-anak lainnya.
"Ini... ini tidak mungkin... ini adalah roh burung api?? Monster tingkat bumi? Bukan bukan ini adalah anak burung api?? Pantas saja masih berada di tingkat dasar.. Darimana kau mendapatkannya? Apa kau pergi ke sarangnya?" Ujar guru penguji.
"Hehehe aku dan Nero berhasil menyusup ke dalam sarangnya tanpa diketahui si induk, dan berhasil membawa lari anaknya untuk aku jadikan relicku." Ujar Boni.
"Hah..!? Ngomong-ngomong aku baru sadar dimana Nero? Kenapa dia tidak bersama dengan kalian?" Tanya guru Andi cemas.
"Tenang saja guru, dia baik-baik saja di dalam bahkan kami semua ditolong olehnya. Dia bilang ingin melawan monster relicnya sehingga menyuruh kita pergi duluan karena dia tidak bisa melawan sambil melindungi kita secara bersamaan, kami pun akhirnya menuruti apa maunya karena kami tidak mau menjadi beban untuknya." Ujar Nadine.
"Haaah.. dasar anak itu selalu saja membuatku terkejut.. apa dia yang mencuri anak burung api itu?" Tanya guru Andi pada Nadine.
"Yupp!! Si Boni itu hanya berlari kesana kemari dan berlindung di dalam racun bunga Rafflesia, sedangkan Nero yang melakukan semuanya." Ujar Nadine.
"Huhhh.. apa ini?? Kenapa alat pengukur tingkat roh tidak bisa mendeteksi kalung ini, jika monster tersebut berada diatas tingkat tinggi maka alat ini tidak dapat mengukurnya.. Monster apa yang ada di dalamnya Zaskia?" Tanya guru penguji.
"Emmm.. aku mendapatkan ikan mas besar di danau itu guru dia berbicara padaku untuk mengambil rohnya bersamaku, aku juga tidak tahu sekuat apa ikan mas itu. "Ujar Zaskia.
"Huh?? Monster yang bisa bicara, setidaknya ia adalah monster tingkat bumi. Benar-benar hebat.. keluarga boyke mempunyai penerus yang hebat.. bagaimana mungkin kau terdampar di kelas E." Ujar guru penguji.
"Hehehe panjang ceritanya guru, tapi kelas E ini adalah kelas terhebat aku ingin tetap berada di kelas ini." Ujar Zaskia.
Selanjutnya giliran Nadine dan Burhan yang melakukan test dan mereka berdua mempunyai roh tingkat tinggi.
"B..BB..Bagaimana mungkin kelas E semuanya memiliki monster langka itu?? Mereka pasti curang ya kan? Guru Tito bagaimana ini?" Ujar Boris.
"Kehhh aku juga tidak mengerti bagaimana mereja bisa melakukannya, tapi targetku bukanlah mereka melainkan si bocah sampah Nero itu.. aku tidak akan membiarkan ia keluar hidup-hidup aku sudah menugaskan anak kelas B tingkat dasar untuk membunuhnya di dalam. Hahaha rasakan itu jika kau berani macam-macam denganku." Ujar pak Tito.
"Sungguh kelas E tahun ini sangat membuat kami terkejut, bakat kalian rendah tapi bisa menunjukkan bahwa dengan kerja keras maka kalian akan bisa tumbuh menjadi kuat. Seharusnya murid-murid yang lain mencontoh kalian." Ujar guru penguji.
Semua murid pun terdiam, heran dengan pencapaian kelas E yang sangat hebat.
__ADS_1