Legenda Nero

Legenda Nero
Chapter 5 - Element Suci Kuno


__ADS_3

Legenda Nero


Chapter 5 - Element Suci Kuno


Karya: yudhaneru




=========================




"Hahaha.., iya iya aku cuma bercanda, yang aku inginkan adalah kau jangan memberitahukan kejadian hari ini kepada siapapun. Dan juga aku mau minta izin akses ke lab alchemist milik keluargamu.. untuk membuat beberapa obat-obatan termasuk obat untukmu." Jawab Nero.



"Apa??, apakah hanya itu?? Aku bahkan bisa membuatkan mu lab sendiri jika kau memintanya, tempat tinggal mewah, uang, dan kekayaan." Ujar Zaskia



"Oow..oow. tidak.. tidak usah sampai seperti itu juga. Haha kau ini kalau soal uang seperti membahas daun saja.. Hanya saja mungkin aku akan meminta bantuan untuk mengumpulkan beberapa bahan-bahan obat." Ujar Nero.



"Uhh., hehe baiklah jangan sungkan, semua bahan-bahan yang kau minta pasti akan aku sediakan tenang saja." Jawab Zaskia



"Oke baiklah kalau begitu, sepertinya diluar sudah mulai gelap. Ayo kita kembali ke asrama, takut kau masuk angin juga karena kau belum sepenuhnya sembuh." Ajak Nero.


"Iyaa., hehe terimakasih banyak Nero..!" Ujar Zaskia dengan muka berseri-seri malu.



Sesampainya mereka di Lobby Asrama.


Ada Nadine yang sedang menunggu di depan pintu.



"Hello pasangan yang sangat mesra, apakah kencan kalian sudah selesai?? Apa perlu aku menukar kamar ku dengan Nero kia? Supaya kalian bisa berduaan lebih lama? Ahahah..!!" Ledek Nadine kepada Zaskia.



"Aaaahhh.., uuhhh diamm kau Nadine ayo ikut aku ke kamar. Teriak Zaskia sambil menyeret Nadine.


"Umm anu terimakasih banyak Nero untuk hari ini, seminggu lagi ingat janji kita yah.." ujar Zaskia sambil pergi meninggalkan Nero.



"Hadeehh.., si Nadine benar-benar. Membuat kesalah pahaman saja." Gumam Nero dalam hati.


__ADS_1


Sesampainya di kamar, Nero melihat Boni yang sudah tertidur pulas. Akhirnya dia memutuskan untuk melakukan meditasi pemekatan element malam itu.



"Hmm.. untuk saat ini aku harus mencari teknik pemekatan yang sesuai dengan elementku, di kehidupanku dahulu aku sudah mempelajari setidaknya 300 buku pemekatan, karena setiap karakteristik element berbeda-beda maka pemekatannya pun begitu. Dulu karena pengetahuanku yang dangkal aku hanya mencampur-campur saja berbagai tekhnik yang kutau.. tapi sekarang aku akan menggunakan teknik yang paling sesuai dari dasar." Gumam Nero.



Setelah beberapa jam Nero mencoba hampir semua teknik yang dia ketahui, akhirnya Nero menemukan teknik latihan yang sesuai dengan elementnya.



"Sepertinya ini sangat cocok dengan karakteristik element ku, hmmm.. ini adalah teknik yang aku temukan di sebuah perpustakaan tersembunyi di pulau langit di atas laut hitam di antara Eropa tenggara dan asia kecil. Aku belum pernah mencobanya dari dulu karena terlalu sulit, hingga akhirnya aku melupakannya. Tidak kusangka kalau teknik ini sangat cocok denganku. Dari namanya teknik ini adalah teknik pemekatan element suci kuno. Hmm.. aku baru dengar ada jenis element suci. Dulu aku mempelajari berbagai macam penggabungan element dan selalu saja gagal, sepertinya karena aku belum terlalu memahami apa elementku sebenarnya. Saat melakukan test terakhir kali adalah saat aku mencapai tingkatan alam semesta. Pada saat itu 4 dari kristal element berhasil melayang, hanya tinggal element angin saja yang tidak merespon." Gumam Nero.



"Sebelumnya aku hanya memekatkan keempat element tersebut secara terpisah, 3 diantaranya sudah mencapai tingkat alam semesta. Hanya element tanah saja yang baru muncul setelah ketiganya mencapai tingkat itu. Apakah karena selama ini teknik dasar yang aku gunakan salah ya sehingga element ku berantakan sepertu itu?.. baiklah untuk hari ini aku akan berlatih pemekatan menggunakan pemekatan element suci ini dulu, baru besok aku akan bertemu guru Andi dan memintanya untuk test ulang dengan menggunakan kristal kunonya. Dengan berlatih semalaman ini aku kira cukup untuk membuat kristal-kristal tersebut bercahaya besok.



Keesokan harinya, setelah melakukan meditasi pemekatan element semalaman penuh. Pagi pun tiba, Nero dan Boni bersiap-siap untuk masuk ke kelas. Mereka ngobrol sambil berjalan ke kelas E.



"Hoaaamm...!!" Nero menguap karena tidak tidur semalaman.



"Kenapa Bro? Semalem gk bisa tidur?" Tanya Boni.


"Hahaha!! Gaya banget.. kau tetap gk akan bisa menjadi hebat. Karena satu-satunya jenius di kelas E adalah aku Boni si pahlawan." Ujar boni sambil bergaya aneh.


"Karepmu lah.." kata Nero acuh.



Sesampainya mereka di kelas, beberapa anak sudah duduk di tempat masing-masing. Nero dan Boni pun memilih tempat duduknya.



"Oi kita duduk sini aja Ner.. jangan terlalu depan biar gak di panggil guru." Ajak Boni.


"Oke oke" Jawab Nero.



Tiba-tiba datanglah Zaskia dan Nadine masuk ke ruang kelas. Semua murid cowok langsung bengong melihat sesosok nan cantik dan anggun yang memasuki kelasnya.



"Hei hei siapa itu?." "Aku baru pertama kali lihat." Apakah dia ada di ujian test kemarin?." "Cewek secantik ini tidak mungkin aku tidak melihatnya." "Sepertinya dia tidak datang pas tes bakat kemarin." Bisik-bisik murid cowok.



Berkat penyembuhan dari Nero terhadap efek samping kutukan ratu pantai selatan, raut wajah dan juga kulit Zaskia sekarang terlihat lebih cerah. Kecantikan Zaskia yang selama ini hilang akibat penyakitnya, kini muncul kembali yang membuat para pria disekitarnya mabuk kepayang.


__ADS_1


"Hei kia itu Nero, oiiii Neroo.." Teriak Nadine sambil melambaikan tangan ke arah Nero.


"Oyy.." sahut Nero.


"Hei kita duduk sini yak??" Ujar Nadine sambil menunjuk tempat duduk di depan Nero dan Boni.


"Ooh silahkan saja toh masih kosong.." Jawan Nero.


"Selamat pagi Nero." Sapa Zaskia malu-malu.


"Yoo pagi kia, kelihatannya kau lebih segar pagi ini." Ujar Nero.



"Umm.. benarkah? Semua ini berkat kau Nero. Hehe" jawab Zaskia.


"Woy woy woy.. ada aku juga disini kali, dikira tiang listrik kali yah." Celetuk Boni.


"Ah pagi juga Boni.." sapa Zaskia.


"Kau seperti butiran debu bon, hawa kehadiranmu tipis sekali. Haha..!" Ledek Nadine.


"Siall.." keluh Boni.


"Hahaha..!!" Mereka tertawa bersama.



Tiba-tiba datang seorang lelaki paruh baya masuk ke dalam kelas E.



"Baiklah tenang semuanya, mohon untuk duduk di kursi kalian masing-masing. Perkenalkan nama saya Andi, kedepannya saya akan menjadi wali kelas kalian. Saya ingatkan satu hal jangan kira kalau kalian berada dikelas E kalian bisa bermalas-malasan.. justru sebaliknya kalian harus menjadi yang paling banyak latihan untuk mengejar ketertinggalan. Karena bakat yang paling tinggi adalah bakat untuk selalu bekerja keras dan tidak pernah menyerah." Ujar guru Andi dengan tegas.



"Begitulah guru, dia sangat tegas kepada murid-muridnya. Sebenarnya dia sangat perhatian.. dia begitu karena ingin kita menjadi kuat, tapi karena sifat nya ini ia sering terkena masalah. Padahal sebenarnya guru Andi merupakan guru terbaik di akademi ini, dia mendapatkan gelar ahli teori terbaik dari kepala negara langsung.. tapi karena banyak guru yang iri padanya, dia pun difitnah hingga akhirnya berakhir di kelas ini." Gumam Nero dalam hati.



"Baiklah ayo kita mulai kelasnya. Pertama kita akan mempelajari sejarah kota jakarta. Kota ini adalah ibu kota negara dan juga merupakan pusat perdagangan. Kepala negara saat ini adalah master Diego dari keluarga Uno. Dia adalah seorang pemekat element tingkat langit. Sampai saat ini hanya ada sekitar 15 orang di dunia yang diketahui mencapai tingkatan tersebut, dan mereka semua berkumpul di perserikatan PBB atau Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dengan adanya organisasi ini hukum di seluruh dunia bisa berjalan, dan dunia bisa damai hingga saat ini." Jelas guru.



"Di kota jakarta sendiri, ada 5 keluarga besar yang memiliki peran penting di kota ini yaitu keluarga Uno sebagai pengurus pemerintahan dan juga sebagai penghubung antar negara, lalu ada keluarga Tohir yang mengurus hukum di kota ini, lalu ada juga keluarga Boyke merupakan dokter terhebat di kota ini, setelah itu ada keluarga Purnama yang mengurus harta negara pelindung inti api monas untuk melindungi kota, dan terakhir keluarga Doel sebagai pengurus akademi." Ujar guru.



Kelas pun berlangsung beberapa jam, guru menjelaskan berbagai macam teori pemekatan, jenis-jenis element, cara penggabungan, dan lainnya. Hingga hampir tiba waktunya kelas berakhir.



"Oke sebelum kelas berakhir, saya akan menjelaskan berbagai tingkatan dalam ilmu pemekatan.. yaitu adalah dasar, menengah, tinggi, bumi, lalu terakhir langit. Ada rumor mengatakan bahwa ada tingkatan yang lebih tinggi dari langit, akan tetapi sampai sekarang belum ada manusia yang bisa menggapainya. Kemungkinan dia yang sanggup mencapainya akan setara dengan dewa. Bagi kalian yang memilik bakat rendah, untuk mencapai tingkat dasar kalian mungkin akan memakan waktu sekitar 3 tahun. Akan tetapi bagi siapa saja yang ingin bekerja keras dan ingin mengikuti metode latihanku, kalian akan mencapainya dalam waktu 2 tahun saja tergantung dari semangat kalian bisa kurang bisa juga lebih. Bagi siapa saja yang ingin ikut kelas tambahan, bisa datang ke perpustakaan siang ini saya akan ada disana. Baiklah sekian untuk pertemuan hari ini, saya mohon pamit undur diri." Ujar guru.



"Hah membosankan..!!" Apa dia benar seorang guru?, selama berjam-jam hanya membahas teori saja." Sesuai gelarnya master teori, hahahah." Aku enggan mengikuti kelas tambahannya." Ujar para murid.

__ADS_1


__ADS_2