
Legenda Nero
Chapter 18 - Pilihan
karya: yudhaneru
================================
Nero akhirnya memulai membuat obat untuk Zaskia.
"Maaf paman bisakah anda meninggalkan aku sendiri disini? Aku butuh konsentrasi penuh saat membuat obat, mohon paman mengerti." Ujar Nero.
"Ahhh... baiklah maaf maaf aku hanya penasaran bagaimana anak sepertimu mengerti cara membuat obat yang bahkan aku dokter berpengalaman pun tidak pernah menyangka bahan-bahan tersebut bisa digabungkan menjadi sebuah obat." Ujar dr Fahri.
"Ahaha aku hanya suka membaca buku paman, dan ada salah satu buku milik masterku dia sedang berkelana mengelilingi dunia saat ini. Dia adalah dokter hebat dari luar negri yang sering berkelana membantu orang-orang kecil pedalaman di seluruh penjuru dunia." Ujar Nero.
"Apa?? Siapa dia? Aku pernah dengar rumor sih katanya ada seorang dokter berbakat dari Turki ia tidak pernah muncul ke permukaan dan ia hanya membantu orang-orang miskin yang menderita sambil berkeliling dunia, dan bahkan ia pernah membasmi wabah penyakit mematikan di India. Tapi sampai saat ini asosiasi dokter dunia bahkan tidak tau keberadaannya. Jadi dia adalah master mu?" Ujar dr Fahri.
"Y..Y..Ya sepertinya itu dia paman, ehehe.." ujar Nero.
"Jadi ada orang seperti itu? Padahal aku hanya mengarangnya.. jika bertemu dengannya aku harus berterimakasih padanya suatu saat nanti. Hahaha" gumam Nero dalam hati.
"Baiklah nak, aku keluar dulu kau berkonsentrasilah.. semoga berhasil." Ujar dr Fahri sambil berjalan keluar meninggalkan Nero.
"Fiuuuhhh...!! Akhirnya paman keluar juga, aku tidak bisa membocorkan resep rahasia ini karena sebenarnya bahan utamanya adalah roh Zaskia, untungnya aku sempat mengambil sedikit aliran jiwanya saat aku memasuki ranah jiwa Zaskia dulu. Aliran jiwa bisa dimanfaatkan menjadi pengganti roh Zaskia." Ujar Nero.
"Syuuuuuttttt....!!" Tiba-tiba roh Ujang muncul.
"Tuan.. tuan di rumah ini aku merasakannya tuan, ada salah satu pelaku pembantaian suku ku aku benar-benar yakin..!!" Ujar Ujang.
"Huh..?? Benarkah? Oke nanti akan aku selidiki, saat ini biarkan aku membuat obat untuk Zaskia dulu." Ujar Nero.
"Baik tuann..!!" Ujar Ujang.
"Hmm... apakah keluarga boyke termasuk kedalam salah satu keluarga yang menyerang suku baduy? Sepertinya tidak mungkin, yang aku tau dulu keluarga ini adalah keluarga yang tidak pernah memiliki masalah dengan siapapun, mereka bisa menjadi keluarga 5 besar karena kehebatan dr Fahri sebagai dokter. Apakah ada keluarga lain disini? Aku akan coba berkeliling nanti." Gumam Nero.
Nero mulai melakukan pembuatan obat untuk Zaskia.
"Selesaiii... hanya tinggal menunggu proses pembekuannya lalu obat itu akan siap. Sambil menunggu sebaiknya aku membuat elixir untuk meditasi element menggunakan akar jahe biru, hehe aku tidak menyangka akar ini dibuang begitu saja dan ada sebanyak ini.. ini benar-benar jackpot." Ujar Nero.
Sambil menunggu obat Zaskia jadi, Nero membuat elixir penguat jiwa untuk membantu meditasi pemekatan element.
"Oii ujang tolong bantu aku membuat elixir ini.." ujar Nero seraya mengeluarkan ujang dari bayangannya.
"Siapp tuan.. apa yang harus aku lakukan?" Tanya Ujang.
"Kau tolonglah ulek akar jahe itu hingga lembut, saringlah cairannya lalu berikan air akarnya padaku." Ujar Nero.
"Laksanakan tuan..!!" Ujar Ujang.
__ADS_1
"Hehe punya prajurit seperti ini berguna juga, hmm apa aku cari koki atau mayat seorang penyayi terkenal ya nanti, lumayan bisa makan enak dan dinyanyikan tiap hari. Haha" gumam Nero.
Akhirnya obat untuk Zaskia pun selesai, dan juga Nero berhasil membuat 20 botol elixir hasil menunggu pembekuan obat Zaskia.
"Klakkk..." suara pintu lab terbuka.
"Ahh Neroo, kau sudah selesai?. tanya Zaskia.
"Yup, ini obatmu tapi sebelum itu dimana ayahmu?" Tanya Nero.
"Huh? Dia ada di dalam apa kau mau berbicara dengannya?" Tanya Zaskia.
"Kalau begitu ayo, aku ingin berbicara dengan kalian berdua." Ujar Nero.
"Tok.. tok.. Ayah Nero sudah selesai, dia ingin bertemu denganmu saat ini." Ujar Zaskia mengetok pintu.
"Ahhh.. maafkan aku Nero tidak menunggumu di sana.. hanya saja aku sedang ada tamu dari keluarga purnama mereka meminta beberapa elixir untuk kepentingan klannya. Kami sebagai dokter negara harus menyiapkannya karena ini perintah dari mentri Sidik." Ujar dr Fahri.
"Heiii Fahri...!! Lama sekali, apa kau anggap kami tamu yang tidak penting, hingga kau meninggalkan kami selama ini? Mau kami laporkan kepada mentri?" Ujar salah seorang tamu dr Fahri.
"Ahh.. maafkan saya tuan-tuan hanya saja dia adalah penyelamat hidup anakku, aku harus berbicara padanya terlebih dulu.. mohon tuan-tuan menunggu sebentar saja." Ujar dr Fahri.
"Jadii kami kau anggap tidak lebih penting dari pada bocah ini? Kau sedang ditipu oleh bocah ini, bagaimana mungkin hanya seorang bocah bisa menyelamatkan puterimu yang sudah sekarat itu? Bahkan seluruh dokter ahli di dunia tidak ada yang sanggup mengobatinya.. apa kau sudah putus asa hingga kau bisa sampai menyuruh seorang bocah untuk mengobati putrimu? Hahaha" ujar ke dua tamu.
"Aduh paman sepertinya paman sedang punya tamu ya.. tidak apa-apa paman layanilah mereka dulu, sepertinya mereka sudah lama tidak di beri makan oleh majikannya.." ujar Nero meledek.
"Heii bocah ini sombong sekali, apa dia tidak tau siapa kita? Biar aku jelaskan nak kami ini adalah para utusan negara, bertugas melindungi negara dan rakyatnya termasuk kau bocah.. jika kami tidak dilayani dengan benar, dimana rasa terimakasih kalian? mau jadi apa negara ini tanpa kami hahh..!??" Ujar tamu dr Fahri sombong.
"Haaahh.. jika kalian memang benar bertugas menjaga negara dan rakyatnya, maka kalian tidak akan memeras seorang dokter seperti ini, apa kalian tahu banyak rakyat kecil yang tidak dapat mencapai tingkat dasar pemekatan karena elixir yang kalian minta tiap bulannya hampir menghabiskan 3/4 dari seluruh persediaan elixir yang dimiliki kota ini? Namun kalian menghambur-hamburkannya begitu saja, berkedok sebagai pelindung negara tapi sebenarnya adalah penjahat negara.." ujar Nero marah.
"Ceehh..!! Awas saja kau nak, akan kuingat wajahmu itu, jika aku tidak menghormati dokter fahri sudah aku habisi kau nak.." ujar utusan menteri.
"Ayoo.. mari tuan-tuan tidak perlu menghiraukannya, mari mari kita keluar dari sini.." ujar dr Fahri sambil mengajak para utusan keluar.
"Nero, kau terlalu berani melawan mereka.. terlalu berbahaya untukmu jika berurusan dengan utusan menteri, aku takut mereka akan mencelakakanmu nanti." Ujar Zaskia.
"Ahaha tenang saja kia, mereka tidak sebodoh itu sampai harus membunuhku, asalkan kalian semua bisa menjaga rahasia tentang teknik dan obat-obatan ku mereka tidak akan mengincarku dalam waktu dekat ini." Ujar Nero.
"Ehmmm.." angguk Zaskia.
Setelah beberapa saat, dokter Fahri pun kembali.
"Maaf Nero aku meneriakimu tadi, jika kau tidak kuhentikan tadi mungkin mereka akan melakukan sesuatu padamu.. aku tau perasaan kesalmu pada mereka, kami semua disini juga sedang berusaha yang terbaik membantu para rakyat menjadi semakin kuat untuk dapat bertahan hidup di dunia yang sudah mulai banyak dikuasai monster iblis ini. Hanya saja tiap bulan mereka selalu menaikkan jumlah elixir yang harus diberikan, dan semakin hari hasil panen jahe biru di beberapa daerah semakin berkurang akibat sudah semakin tuanya tanah dan beberapa serangan monster iblis yang sangat tertarik dengan tanaman itu." Ujar dr Fahri.
"Ya paman terimakasih karena telah melindungiku tadi, keluargaku di solo juga seorang petani jahe biru.. jadi aku terbawa emosi tadi melihat orang-orang itu." Ujar Nero.
"Oh iya, apa yang ingin kau bicarakan denganku dan kia Nero? Apakah tentang penyakit kia?" Tanya dr Fahri.
"Oh iya aku sampai lupa, sebenarnya aku mau membicarakan tentang sel sang ratu yang ada ditubuh Zaskia. Ada 2 pilihan yang bisa aku berikan kepada kia, yang pertama adalah kia meminum obat ini dan kutukan yang diberikan sang ratu akan hilang sepenuhnya.. atau kia meminum setengah dari obat ini, untuk melemahkan kutukan sang ratu kemudian saat mencapai tingkat menengah nanti aku akan membantu kia pergi ke pantai selatan, untuk mendapatkan relic iblis ratu pantai selatan dimana kesempatan mendapatkan relicnya hanya bisa dilakukan oleh sang penerus yang telah dirasuki oleh inangnya tapi tingkat keberhasilannya tergantung dari bagaimana kia bisa melaluinya, aku tidak bisa menjamin itu." Ujar Nero.
"Huh..?? Tentu saja aku tidak mau membahayakan putriku, lebih baik kita hancurkan saja kutukan itu. Benarkan sayang??" Ujar dr Fahri.
__ADS_1
"Uh.. ayaah aku ingin menjadi lebih kuat, saat ini aku hanya sering menjadi beban untuk semuanya, aku hanya bisa menyembuhkan dan juga relicku yang sekarang hanya berfungsi sebagai penyembuhan saja, aku membutuhkan teknik penyerangan. Apa relic sang ratu sangat kuat Nero?" Tanya Zaskia.
"Bukan hanya kuat, relic ini juga merupakan relic tingkat legenda dimana kemampuannya biasanya mempunyai 2-3 tipe berbeda. Dan relic ratu pantai selatan mempunyai 2 tipe yaitu kekuatan sihir dan efek." Ujar Nero.
"Tipe kekuatan?? Aku baru tau jika monster dibedakan seperti itu.." ujar Zaskia.
"Hmm monster iblis dibedakan menjadi beberapa tipe, ada tipe petarung dimana ia mengandalkan kekuatan fisiknya, tipe sihir dengan kemampuan sihirnya, tipe kecepatan mengandalkan kecepatan bertarungnya, dan tipe efek monster yang memberikan efek-efek baik negatif maupun positif. Seperti milikku ini merupakan monster tipe efek, efek yang dihasilkan adalah racun." Jelas Nero sambil mengeluarkan relicnya.
"Ya benar sayang, seperti ikan milikmu adalah tipe efek penyembuhan.. memang sebaiknya tiap relic yang dimilik seseorang berbeda-beda tipe agar seimbang dalam pertarungan, tapi ada juga beberapa orang yang memang memfokuskan pada suatu hal, seperti ayah hampir semua relic ayah adalah tipe efek, hanya satu yang bertipe petarung karena ayah memfokuskan diri kepada pengobatan." Ujar dr Fahri.
"Oh iya aku juga dengar kalau kita hanya bisa memiliki relic baru saat kita sudah naik tingkat benar kan ayah?" Tanya Zaskia.
"Yap benar sekali, tiap orang hanya bisa menyerap monster relic saat mereka sudah berhasil naik tingkat, saat ini ayah ada di tingkat bumi, jadi ayah sudah mempunyai 4 relic." Ujar dr Fahri.
"Jadi jika memiliki 2 tipe kekuatan bukankah ia sangat hebat ayah? Aku akan bertarung ayah, aku tidak mau menjadi anak manja lagi." Ujar Zaskia.
"Haaahh... baiklah sayang, aku sudah tau hal ini suatu hari akan terjadi, saat dimana aku harus membebaskanmu dalam memilih jalan hidupmu sendiri, sekarang kau sudah besar nak.. ayah percaya padamu. Nero tolong bantu Zaskia, kau sudah aku anggap keluargaku sendiri. Jika kau butuh bantuan segeralah minta padaku, anggap saja aku adalah paman kandungmu. Kediaman keluarga Boyke selalu terbuka untukmu mulai saat ini." Ujar dr Fahri.
"Terimakasih paman, aku hanya ingin meminta satu bantuan.. tolong lindungi keluarga Jati ku mulai saat ini aku mungkin akan memiliki banyak sekali musuh dari orang-orang penting di negara ini, hanya koneksi dengan pamannlah yang bisa membuat mereka semua berpikir 2 kali jika ingin menyerang keluargaku." Ujar Nero.
"Huh?? Apa yang akan kau lakukan nak, sampai bisa berurusan dengan orang-orang penting di negara ini?" Tanya dr Fahri heran.
"Lihat ini paman,.." nero mengeluarkan elixir dari akar jahe biru.
"Apa itu? Elixir?" Tanya dr Fahri.
"Ini bukanlah elixir biasa paman, efek dari elixir ini mampu mencapai 10x lipat dari elixir biasa.." ujar Nero.
"Apaa??? 10x bagaimana caranya?" Tanya dr Fahri.
"Paman tau akar-akar jahe biru yang tadi aku minta? Itu adalah bahan utamanya, jika mengolahnya dengan bahan-bahan yang benar maka akan sanggup menghasilkan elixir tingkat tinggi seperti ini paman." Ujar Nero.
"Bagaimana mungkin, aku menghabiskan seluruh umurku untuk meneliti tanaman ini dan kau hanya seorang bocah tapi kau memahami tanaman ini seperti orang yang sudah hidup lama saja." Ujar dr Fahri.
"Ah..ahaha ini adalah pelajaran dari guruku itu paman, dan aku masih punya beberapa resep lainnya nanti akan aku berikan pada paman, tapi sebelum itu rahasiaku ini mungkin cepat atau lambat akan terbongkar.. jika saat itu terjadi aku masih sanggup untuk meloloskan diri, tapi untuk melindungi keluargaku aki belum cukup kuat.. jadi aku meminta pertolongan paman, aku mohon tolong jaga keluargaku." Ujar Nero.
"Astagaa Neroo, aku sidah bilang padamu kalau aku ini adalah paman kandungmu, dan semua keluargamu adalah keluargaku juga. Mulai saat ini semua keluarga Jati adalah keluarga inti Boyke.. aku akan mempersiapkan bendera keluargaku dan beberapa penjaga keluarga untuk dikirim ke keluarga Jati. Kau tenang saja Nero.. oh iya bagaimana jika kita menjadi keluarga kandung sungguhan?? Ahh benar juga kenapa aku baru terfikirkan sekarang, jika di masa depan keluarga Boyke di pimpin oleh mu dan kia masa depan keluarga ini sangat lah cerah. Hahaha bagaimana Nero?" Ujar dr Fahri.
"Ayaaaaaahhhh...!! Jangan bicara sembarangaaannn..!!" Teriak Zaskia.
"Ah..ahahah paman bisa saja. Haha" ujar Nero garuk-garuk kepala.
"Haha tidak perlu kalian pikirkan sekarang, umur kalian masih lamaa.. masih lamaa kenali diri masing-masing lebih jauh saja dulu, tapi ayah sangat setuju hahaha." Ujar dr Fahri tertawa.
"Ayaaahh diaaammm...!!! Aku benci ayaaahh..!!" Teriak Zaskia sambik berlari keluar ruangan.
"Hahaha anak itu masij saja malu-malu.. bagaimana denganmu Nero apa kau bersedia? Aku sangat percaya padamu, kau adalah lelaki yang baik dan berbakat. Hahaha" Ujar dr Fahri tertawa.
"Uhh... itu.. aku rasa belum saatnya aku memikirkan itu paman, umurku juga masih bocah, kurasa aku ingin fokus meningkatkan kekuatanku dulu saja. Hehehe." Ujar Nero.
"Hahaha benar juga, oh iya aku minta alamat keluargamu untuk mengirim utusanku kesana.. mulai saat ini keluarga Jati adalah keluarga inti Boyke aku akan menyiapkan pengumuman ini secepat mungkin." Ujar dr Fahri.
"Terimakasih banyak paman, aku berhutang budi padamu." Ujar Nero.
__ADS_1
"Tidakk.. tidakk justru keluarga kamilah yang diuntungkan disini, mendapatkan anak berbakat sepertimu menjadi keluarga kami di masa depan nanti keluarga ini akan memiliki masa depan yang cerah. Hahaha" ujar dr Fahri.