Legenda Nero

Legenda Nero
Chapter 11 - Element Es


__ADS_3

Legenda Nero


Chapter 11 - Element Es


Karya: yudhaneru





============================




Keesokan harinya dikelas E.. hanya ada 5 murid yang berada di kelas, sisanya sedang berada di hutan raya bogor untuk mencari monster relic.



"Ehh guru Andi juga sedang menemani teman-teman yang lain ke hutan bogor yah, jadi untuk apa kita masuk kelas seperti ini." Ujar Boni.



"Iya makanya, cuma buat ngisi absen doang nih." Celetuk Burhan.


"Apa kalian tidak khawatir dengan mereka ber 5? Kita beruntung kemarin ada Nero bersama kita, sehingga monster tingkat tinggi bisa kita kalahkan dengan mudah.. sedangkan mereka..." Ujar Zaskia.



"Tenang saja kia, aku sudah membekali mereka ber 5 sebelumnya.. mereka pasti akan membawa monster tingkat tinggi juga kesini. Hahaha tunggu saja nanti." Ujar Nero.



"Hehehe.. aku sudah membekali mereka dengan rumput merah berduri emas dan juga jarum Rafflesiaku, dengan ke 2 benda itu bahkan monster tingkat tinggipun akan mereka kalahkan dengan mudah." Gumam Nero dalam hati.



"Heii.. bagaimana jika kita pergi ke pasar saja melihat-lihat beberapa barang?? Yang penting kita sudah absen kan." Ujar Nadine.


"Heiii ide bagusss, ayo kia, Nero, kita pergi." Saut Boni.


"Haaahh.. kalian ini benar-benar sangat bersemangat aku ingin tidur sebentar, kalian duluan saja nanti aku susul." Ujar Nero dengan malas.


"Haihh dasar pemalas.. ayo semuanya tinggalkan saja si tukang tidur ini." Ujar Boni.



Mereka ber 4 pun pergi ke pasar, meninggalkan akademi.



Sementara itu di dalam mimpi Nero lagi-lagi masuk kedalam ruang jiwanya, tempat dan suasana yang sama seperti saat ia mendapatkan tekhnik ruang virtual dahulu.



"Lagi-lagi aku berada disini, huhh... cahaya-cahay itu lagi. Sepertinya cahaya-cahaya itu berisi berbagai macam tekhnik pembentukan element ini mungkin bisa dibilang seperti perpustakaan. Aku akan coba pergi lebih jauh kedalam. Ugghhh..!! Aku tidak bisa maju kedepan lebih dari ini..Seperti ada aliran arus energi yang sangat kuat disini." Ujar Nero.



Nero mulai memeriksa sekelilingnya, yang ternyata dia dikelilingi oleh aliran arus energi yang kuat.



"Hampir di semua sisi ini dilapisi oleh arus energi, aku tidak bisa melewatinya. Mungkin hanya sampai sini saja yang bisa aku jangkau dengan kekuatanku sekarang.. aku akan coba lihat beberapa tekhnik disekitar sini." Ujar Nero.



Nero mulai mencoba melihat satu persatu cahaya-cahaya yang berada di sekitarnya.



"Sepertinya saat ini aku sudah tidak terpental lagi seperti kemarin saat menyentuh cahaya ini.. dan aku bisa melihat nama-nama tekhnik yang ada di dalam cahaya-cahaya ini sekarang. Haihh tekhnik ruang lagi, ruang hampa, ruang dimensi, ruang penyimpanan, ruang dunia lain.. semua tehknik disini adalah teknik ruang seperti tehnik ruang virtual milikku, apakah tidak ada tehnik lain ya?" Ujar Nero sambil melanjutkan pencarian.



"Ahaa..!! Akhirnya apa ini.. tehnik seribu langkah?? Apakah ini tehnik supaya bisa bergerak lebih cepat? Ohh ada lagi tehnik kecepatan angin, langkah aliran air, ohh speertinya yang ini oke.. tehnik langkah cahaya.. apa dengan ini aku bisa berlari secepat cahaya?" Hmmm... akan ku ambil tehnik ini, sepertinya pada tahap awal ini rata-rata tehnik yang muncul adalah tehnik pendukung seperti ini. Belum muncul tehnik penyerangan, mungkin jika aku bisa melakukan penggabungan ke-5 element nanti baru akan muncul tekhnik penyerangan.. untuk saat ini aku rasa cukup, aku akan kembali ke dunia nyata." Ujar Nero.



"Uhhhh... sudah lama sekali aku berada di dalam mimpi tadi, jam berapa sekarang ya? Huhh...?!? Baru 15 menit sejak aku tertidur? Sepertinya terdapat perbedaan waktu antara sana dengan dunia ini, aku belum terlalu paham juga ah.. kucari tahu nanti saja, saat ini mencoba tehnik langkah cahaya ini lebih penting. Heheh ayo kita coba di luar.." ujar Nero.



Nero pun pergi ke luar kelas.



"Ayo kita coba.. Langkah cahaya..!!!." Ujar Nero.

__ADS_1



Tiba-tiba saja waktu di sekitar Nero berjalan lambat.



"Uwaahh..!! Benar-benar.. dalam 5 detik tadi area disekitar ku terasa 10x lebih lambat dibandingkan gerakanku.. tapi kurasa batas waktu penggunaannya hanya 5 detik, hmmm..lumayan bisa digunakan untuk kabur di saat-saat terdesak nanti. Haha" ujar Nero.



"Heiii kauu..!!" Tiba-tiba saja ada yang memanggil dari kejauhan.


"Huhh..? Kau memanggilku?" Tanya Nero.


"Tentu saja, siapa lagi yang ada disini selain kau.." ujar Irene anak kelas A.


"Oh iya. Haha.. lalu ada keperluan apa kau memanggil ku?" Tanya Nero.


"Aku ingin melihat roh monster milikmu." Ujar Irene.


"Huh.?? Untuk apa?" Tanya Nero heran.


"Tidak usah banyak tanya itu bukan urusanmu, mau perlihatkan atau tidak..??" Jawab Irene kesal.


"Aihhh.. galak amat. Baiklah-baiklah toh hanya melihat saja.. nih.." ujar Nero.



Nero mengeluarkan roh monster miliknya.



"Hmm.. sepertinya bukan pohon itu.." ujar Irene.


"Huh?? Pohon apa yang kau maksud?" Tanya Nero.


"Apa kau tahu pohon cendana darah?" Tanya Irene.


"Hmm sepertinya aku baru pertama kali dengar. Memang pohon apa itu?" Jawab Nero.


"Menurut rumor yang beredar, buah dari pohon itu dapat memperbaiki aliran element yang rusak di dalam tubuh. Dan sepertinya tunas milikmu ini bukan lah pohon itu." Ujar Irene.


"Hmm.. tentu saja bukan, pohon yang kau sebutkan itu sepertinya adalah pohon suci.. sedangkan tunasku ini adalah tanaman monster.. apa kau kira energi mereka sama." Jawab Nero.


"Ya kau benar.. aku hanya penasaran dengan energi kuat yang muncul dari tunasmu, sampai aku salah mengiranya. Maafkan aku menganggu latihanmu.. aku akan pergi dulu.." ujar Irene dengan penuh kecewa.



"Ya.. kau benar aliran energi dalam tubuhku saat ini sedang kurang baik." Ujar Irene.


"Apa aku boleh memeriksanya?" Tanya Nero.


"Hah?? Tidak-tidak itu tidak perlu. Aku tidak mau diperiksa oleh orang asing sepertimu." Ujar Irene sambil berjalan pergi.



"Heii aku tau penyebab rusaknya aliran energimu itu, pasti gara-gara teknik pemekatan es absolut yang kau gunakan.." ujar Nero.



"B..Bagaimana kau tau teknik es absolut? Itu adalah teknik rahasia keluargaku." Ujar Irene bingung.



"Itu tidak perlu dibahas, yang lebih penting aku bisa membantumu menyembuhkan aliran energi yang rusak dalam tubuhmu." Ujar Nero.



"Apakah benar? Bahkan dokter kota tidak bisa membantuku, bagaimana kau bisa? Aku tidak percaya." Ujar Irene.



"Haaahh.. kau mau coba atau tidak? Kalau tidak mau pun aku tidak akan rugi." Jawab Nero.



"Huhh... baiklah. Tapi akan kuhajar kau jika macam-macam denganku." Ujar Irene mengancam.


"Tenang saja, apalah aku terlihat seperti kakek-kakek mesum dimatamu. Hadehh.." ujar Nero kesal.


"Hmmphh.. kau lebih parah dari kakek-kakek mesum itu. Ujar Irene.


"Terserah kau saja, ayo masuk ke kelasku.. akan kucoba mengobatimu disana." Ajak Nero.


"Oke ayo.." sahut Irene.



Merekapun kembali ke kelas E.


__ADS_1


"Pertama-tama coba kau ulurkan tanganmu, aku akan mencoba melihat apa yang membuat aliran element di dalam tubuhmu rusak." Ujar Nero.


"Oke.." jawab Irene sambil menjulurkan tangannya.



Neropun menyentuh tangan Irene bermaksud untuk memeriksanya, tetapi irene kaget dan langsung menarik tangannya lagi.



"Hehh apa yang coba kau lakukan..??" Ujar Irene.


"Haahh..?!? Ya tentu saja memeriksamu lah apalagi.." jawab Nero kesal.


"Apa kau harus menyentuh tangan ku?" Ujar Irene.


"Astaga... lalu kau mau bagaimana? Tidak mungkin aku memeriksamu tanpa menyentuhmu.. lagipula aku hanya menyentuh tanganmu." Ujar Nero kesal.



"Huhh.. baiklah, awas saja kau macam-macam." Jawab Irene.


"Dasar cewek aneh.." gumam Nero.



Nero pun memeriksa aliran energi milik Irene. Tiba-tiba saja Nero berhenti dan melepaskan tekniknya..



"Brrr.. brrr.. aku sampai menggigil seperti ini, dia benar-benar memiliki element gabungan air dan angin menjadi es yang sangat kuat di dalam tubuhnya. Dan beberapa alirannya beku karena dinginnya, sehingga aliran energinya sangat berantakan." Gumam Nero.



"Ada apa?? Apa kau sudah selesai?" Tanya Irene.


"Haiihh, kau ini benar-benar cewe yang dingin di dalam maupun di luarnya." Ledek Nero.


"Apa maksudmu, hah??" Tanya Irene kesal.


"Di dalam tubuhmu itu element es yang sangat dingin milikmu sudah membekukan beberapa aliran energimu, sehingga aliran energi element di dalam tubuhmu berantakan." Jelas Nero.


"Huh..?? Lalu apa yang harus aku lakukan?" Tanya Irene.



Lalu Nero mengeluarkan beberapa kristal api dari dalam ruangan virtualnya.



"Ambil ini..!! Ujar Nero sambil memberikan kristal api ditangannya.


"Hahh?? Bukankah ini kristal api? Untuk apa ini? Tanya Irene.


"Kau berendamlah di air bersama dengan kristal itu, sementara hanya ini satu-satunya cara mencairkan element es dari tubuhmu. Semakin banyak kau masukkan kristal itu kedalam air, semakin cepat penyembuhanmu.. akan tetapi tubuhmu akan sangat tersiksa seperti terbakar di lautan api. Kau harus bertahan dari panas itu jika ingin sembuh." Ujar Nero.



"Tidak masalah dengan panasnya, jika aku bisa tumbuh lebih kuat lagi bahkan jika aku harus berendam di lautan api pun akan kulakukan." Ujar Irene.



"Hehh.. dia berusaha sekeras itu karena tidak ingin takdirnya di atur oleh keluarganya, yang kutahu dia sedang dijodohkan dengan seorang pangeran dari kerajaan banten.." gumam Nero dalam hati.



"Baiklah, aku akan jamin jika kau berhasil bertahan dari panasnya kau akan bisa sembuh dengan cepat. Oh iya aku memiliki tehnik untuk element es yang lebih baik daripada tehnik es absolut dari keluargamu itu.. apa kau mau?" Ujar Nero.



"Huhh..?? Tekhnik ini adalah yang terbaik di seluruh negara ini, bagaimana ada yang lebih hebat dari tehknik ini?" Tanya Irene tidak percaya.



"Kau coba saja sendiri kalau tidak percaya.. akan kuberikan ini, terserah kau mau memakainya atau tidak. Hanya saja, jika kau terus memakai tekhnik es absolut mu itu kau akan terus mengalami pembekuan aliran energi.." ujar Nero.



"Yang kuberikan itu adalah tekhnik kelompok Inuit dari suku eskimo, suku yang tinggal di daerah kutub Alaska. Dimana terdapat 2 kelompok besar di suku itu yaitu Inuit dan Yupik yang masing-masing tugasnya adalah menjaga agar energi es tidak keluar dari daerah itu. Tidak ada yang bisa menandingi kemampuan element es mereka, apalagi hanya sebuah teknik dari negara ini yang bahkan tidak memiliki musim salju sama sekali. Haha" gumam Nero dalam hati.



"Baiklah kalau begitu, jika tidak ada urusan lagi aku akan kembali ke asrama.. aku rasa teman-temanku sudah menungguku disana. Sampai jumpa lagi." Pamit Nero.



"Uhh.. okee baiklah." Ujar Irene.



Nero pun pergi menuju asrama kelas E.

__ADS_1


__ADS_2