
Legenda Nero
Chapter 14 - Pembangkitan Roh
Karya: yudhaneru
===============================
"Tunggu dulu, kau bilang tadi kau pernah di tawan oleh bangsa iblis? Sebenarnya saat umur berapa kau ditawan? Sedangkan umurmu ini baru saja 10 tahun?" Tanya Patih heran.
"Huhh...itu.. emm.. haiihh sepertinya aku tidak perlu menyembunyikan rahasia ini kepada patih, toh patih pun tidak akan bisa memberitahukan rahasiaku kepada siapapun. Sebenarnya aku telah hidup hingga 200 tahun ke depan, entah kenapa saat aku mati aku kembali ke masa ini dimana umurku baru 10 tahun.. dan 10 tahun dari sekarang umat manusia akan dihancurkan oleh bangsa iblis hingga hanya tersisa sedikit saja yang selamat, itupun juga mereka hidup menderita sekali.. ada yang jadi budak, hidup di pegunungan makan seadanya, hidup di tengah padang pasir, dibtempat-tempat yang tidak terjamah oleh iblis.." ujar Nero.
"Ternyata benar, pantas saja kau bisa menguasai teknik penyegelan roh dan teknik membuat kemenyan hanya dengan waktu singkat.. sepertinya kau ditakdirkan oleh dewa untuk menyelamatkan umat manusia ini dari kepunahannya. Baiklah aku telah memutuskannya, demi rajaku, demi kerajaanku, dan demi umat manusia aku akan membantumu menyelamatkan umat manusia dari kepunahannya.. jadikanlah aku prajurit roh mu, aku akan membantumu dengan kekuatanku.. dalam membangkitkan roh kau bisa memilih untuk tetap menjaga kesadarannya atau membuatnya menjadi boneka yang sangat patuh denganmu. Saat membangkitkanku pilihlah tetap menjaga kesadaranku, dengan begitu kita akan bisa tetap berbicara seperti ini, dan aku akan mengajarkanmu tentang tekhnik necromancy ini yang aku ketahui.. tenang saja aku tidak akan pernah berkhianat padamu." Ujar Patih.
"Baiklah patih, aku percaya padamu." Ujar Nero.
"Oke ayo kita mulai prosesnya, kau tinggal mengikuti petunjuk yang ada di buku itu lalu jangan masukkan akar dari tanaman mandrake itu sehingga kesadaranku tidak akan hilang." Ujar Patih.
Setelah menyiapkan bahan-bahan pembentukan wujud, akhirnya Nero pun melakukan tekhnik pembangkitan roh dan memberinya wujud sehingga bisa bergerak bebas di dunia.
"Yuppp...!! Akhirnya selesai, sekarang aku akan mencoba memanggil patih keluar." Ujar Nero.
"Necromancy.. bangkitkan patih Gajah Muda..!!" Ujar Nero.
"Wusshhh...!!" Muncullah sosok patih dengan wujud bayangan hitam dari bayangan Nero.
"Yoo.. nak kau berhasil, sekarang kau bisa memanggilku kapan saja. Ujar patih.
"Oh iya patih apakah kau juga bisa melakukan necromancy dengan tubuh itu?" Tanya Nero.
"Tentu saja, akan tetapi pada saat proses pembangkitan akan ada pinalti yang diterima oleh roh itu sendiri, level kekuatannya akan turun beberapa tingkat. Dan sepertinya aku turun cukup banyak kali ini, tapi tenang saja selama aku terus bersamamu jika kau meningkatkan pemekatanmu maka akupun akan meningkat juga. Sepertinya kau belum sepenuhnya terbiasa menggunakan skill necromancy ini, lebih baik kau banyak berlatih supaya roh yang kau bangkitkan tidak turun level terlalu jauh." Ujar Patih.
"Eheheh seperti itu ya, aku kira aku sudah benar-benar menguasainya. Berarti saat ini kau tidak berada ditingkat langit patih?" Tanya Nero.
"Ya saat ini aku hanya berada di tingkat bumi lapisan ke 1, sangat jauh turunnya.. biasanya hanya turun 3-5 tingkat tapi ini sampai 7 tingkat." Ujar patih.
"Uhhh.. maafkan aku patih.." ujar Nero.
"Hahaha tenang saja, aku tau dengan kemampuanmu kau bisa dengan mudah mencapai tingkat langit. Oh iya saat ini aku hanya bisa memanggil 5 roh saja, saat aku berada di tingkatku yang sebenarnya nanti aku akan sanggup memanggil hingga 100 roh." Ujar patih.
"Apaa..?? 100 roh?? Jadi rumor yang mengatakan bahwa kau bisa menghancurkan 1 kerajaan dengan dirimu sendiri itu benar ya? Mimikirkannya saja aku merinding 100 monster tingkat tinggi muncul bersamaan." Ujar Nero.
"Hahaha.. ya tapi itu mungkin akan terjadi setelah aku dan kau mencapai tingkat langit. Untuk sekarang ayo kita keluar dulu dari sini, oh iya ambil beberapa roh monster tingkat tinggi itu, jadikan itu monstermu dan hilangkan kesadarannya supaya tidak mengamuk nantinya." Ujar patih.
__ADS_1
"Baik patih.. aku menyiapkan kemenyannya dulu." Ujar Nero.
Waktupun berlalu, sementara itu Nero membangkitkan beberapa roh monster tingkat tinggi menjadi prajurit dibawah kendalinya.
"Yosshhh sudah semua patih, ada sekitar 20 monster yang sudah aku jadikan roh ku dan sepertinya itu sudah mencapai batasku untuk saat ini.. dan saat aku mengeluarkanmu aku tidak bisa mengeluarkan monster lain, tenagaku saat ini tidaklah cukup. Jika aku tidak memanggilmu, aku bisa mengeluarkan 2 monster tingkat tinggi." Ujar Nero.
"Hmmm bagus.. bagus...ya memang semakin tinggi tingkatan monster maka makin banyak energi element yang harus digunakan." Ujar patih.
"Okee ayo saatnya kita keluar patih, sepertinya monster penjagamu sedang membantai orang-orang dari kelompokku di luar." Ujar Nero.
"Apaa..?? Sebaiknya kita cepat, aku memerintahkan salah satu prajurit terkuat ku disana.. jika mereka bertemu dengannya aku berani jamin mereka tidak akan bisa selamat." Ujar Patih.
Akhirnya Nero pun keluar dari ruangan harta milik kerajaan Majamanis. Di depan ruangan sudah berkumpul para roh penjaga istana dan 1 pemimpinnya menunggu kedatangan Nero yang dianggap sebagai penyusup.
"Aihhh.. patih tolong bantu aku.." ujar Nero.
Keluarlah roh sang patih.
"Wahai prajuritku, berhenti kalian semua.. dia adalah penerusku jangan menyakitinya." Teriak sang patih.
"Baik yang mulia..!!" Ujar para prajurit roh.
Prajurit-prajurit roh itu pun, melebur menyatu dengan bayangan milik patih.
"Hei patih, apakah mungkin seorang Necromancer saat sudah mati bisa membangkitkan rohnya selama 500 tahun? Seperti yang kau lakukan ini?" Tanya Nero.
"Tentu saja.. asalkan bahan dan energinya mencukupi kau bisa melakukannya." Ujar patih.
"Bahan apa memang yang dibutuhkan?" Tanya Nero.
"Hmm.. tentu saja salah satu anggota tubuhmu, setiap anggota tubuh memilik bayangannya masing-masing jadi kau bisa memanggil prajurit roh mu itu tanpa batas asalkan kau membakar anggota tubuhmu itu bersamaan dengan kemenyan. Tetapi setelah prajurit itu mati, anggota tubuh yang dibakar akan ikut menghilang. Tapi aku membuat beberapa prajurit rendah bertugas untuk mengisi ulang bahan-bahan yang habis di kemenyan, sehingga prajuritku tidak akan pernah habis." Ujar Patih.
"A...A..Anggota tubuh..?? Apa yang kau korbankan patih hingga bisa membuat ratusan prajurit abadi seperti ini?" Tanya Nero ngeri.
"Hmm.. coba saja kau pikir anggota tubuh mana yang memiliki jumlah ribuan bahkan jutaan dan bisa tumbuh setiap saat." Ujar Patih sambil menunjuk ke arah atas kepalanya yang botak.
"Eeee...k..kau memang luar biasa patih. Sampai membuat rambutmu botak seperti itu." Ujar Nero aneh.
"Hahaha, inilah betapa hebatnya seorang Necromancer bahkan rambutnya saja sangat berharga. Hahaha"
__ADS_1
"Iya.. iya.. terserah apa katamu lah patih." Ujar Nero lelah.
Setelah mengumpulkan prajurit-prajurit di dalam istana yang tersisa, dan menghentikan pusat kemenyan untuk memproduksi prajurit abadi. Merka akhirnya keluar dari istana tersebut. Akan tetapi setelah sampai di luar mereka sudah terlambat karena semua kelompok Nero sudah di eksekusi mati oleh roh penjaga.
"Aihhh sepertinya aku terlambat, mereka semua tidak bisa aku selamatkan.. ehh tunggu dulu dimana jasad Saepul, kenapa tidak ada disini?" Ujar Nero Heran.
"Duuwaarrrr...!?!$@ tiba-tiba saja di arah utara terdapat ledakan yang sangat besar.
"Itu adalah serangan dari roh monsterku, ayo ceoat kita kesana." Ujar patih.
Sesampainya di tempat ledakkan, terlihat monster berbentuk seperti naga sedang menyerah sebuah gua.
"Apa itu monster naga milikmu patih?" Tanya Nero.
"Ya tapi dia bukanlah Naga melainkan seekor Drake, makhluk yang menyerupai naga tetapi lebih kecil. Dia adalah monster tingkat bumi. Jika dia besar nanti akan bisa berubah menjadi naga sepenuhnya, dan akan mencapai tingkat Legenda." Ujar Patih.
"Hmmm.. aku kira dia seekor naga, bentuknya memang mirip dengan spirit monsterku dulu tapi dia lebih kecil. Di kehidupanku dulu, aku telah menaklukkan naga gurun dan menjadikannya spirit relicku. 1 1nya relic tingkat legenda yang kumiliki." Gumam Nero.
"Kembalilah kedalam bayanganku Drake, sudah saatnya kau beriatirahat." Ujar Patih.
"Roaaarrr... rrrrrr...!! Syuuuhhh..."Drake pun berhasil di tarik kembali ke dalam bayangan patih.
"Hmm... apa yang sedang ia serang ya, apakah ada sesuatu disana. Coba kau cek gua disana Nero. Ujar patih.
Nero pun masuk ke dalam gua itu. Ternyata didalam gua itu ada Saepul yang sedang terluka parah.
"Huhh..?? Kak Saepul..?? Kau tidak apa-apa kak? Apa yang terjadi disini? Dimana yang lainnya?" Tanya Nero.
"Ughhhh... k.. kau Nero? Bagaimana kau bisa selamat, bukankah kau dimakan oleh monster-monster itu?" Tanya Saepul lirih.
"Tidak kak, aku berhasil melarikan diri. Sudah aku katakan sebelumnya aku mempunyai tekhnik langkah cahaya.. aku berhasil kabur dengan itu sebelum para monster menyerang." Ujar Nero.
"Huhh... syukurlah aku kira semua orang sudah mati saat ini, hanya tersisa aku saja. Para pengawalku menyelamatkanku dan memancing naga itu.. lalu aku bersembunyi di dalam gua ini. Ternyata tidak lama setelahnya naga itu kembali ke gua ini, sepertinya dia mencium bauku di dalam gua. Lalu bagaimana kau bisa masuk? Bukankah disana ada naga hitam yang sedang menyerang?" Tanya Saepul.
"Huh..? Tidak ada apa-apa di depan kak, aku sedang memantau keadaan kalian, ternyata tidak kuduga malah bertemu denganmu disini. Dan aku lihat sudah banyak mayat yang di eksekusi oleh monster-monster itu sepertinya kita tidak bisa lagi menyelamatkan mereka." Ujar Nero.
"Sialll... aku tidak menyangka akan jadi seperti ini, bahkan para pengawalku adalah prajurit terbaik keluarga bisa kalah oleh monster-monster itu." Ujar Saepul.
"Haihhh.. kau itu sedang melawan roh seorang patih yang berhasil menguasai hampir seluruh negara di asia tenggara. Bagaimana mungkin prajurit-prajuritmu itu menang." Gumam Nero dalam hatinya.
"Ayo kak, sebaiknya kita cepat pergi dari sini. Sebelum monster-monster itu menyadari keberadaan kita." Ujar Nero.
__ADS_1
"Ughhh tapi aku tidak bisa berjalan saat ini Nero." Ujar Saepul.
"Akan kubantu kau bergerak kak, tenang saja daerah sini sampai ke portal keluar sudah aman, aku sudah mengeceknya tadi." Ujar Nero.