
Legenda Nero
Chapter 28 - Turnamen Akademi
Karya: yudhaneru
\================================
Pertarungan antara Cikal melawan Nero sudah hampir mencapai akhir, Cikal sudah sangat ketakutan dan tidak mampu berbicara lagi.
"Aaaahhhh...AA..Ampunnn.. aku menyerah, aku mengaku kalah.. huu.. huuu..." Ujar Cikal sambil menangis ketakutan.
"Apa..? Apa yang terjadi? Ada apa denganmu Cikal? Kenapa kau menyerah? Sial wasit dia telah curang, dia memakai sebuah cara licik." Teriak pak Tito.
"Kami tidak melihat kecurangan apapun yang dilakukan Nero, yang ada hanyalah dia mengintimidasinya dan Cikal tidak mampu menahan intimidasinya." Ujar wasit.
"Woooww apa yang baru saja terjadi, peserta Cikal dari kelas A menyerah bahkan tanpa bertarung, sekuat apakah peserta Nero ini..? Bahkan anak berbakat dari kelas A tidak bisa melawannya." Ujar presenter.
"Prok... prook.. woowww..!! Anak ini berasal dari kelas E? Hebat sepertinya akademi membuat kesalahan. Seketika tepuk tangan penonton ramai.
"Huh..? Bagaimana bisa anak seumurannya mengerti cara intimidasi? Sebenarnya seberapa berbakatnya Nero?" Ujar guru Andi.
"Aura membunuh itu tidak salah lagi.. aku masih mengingatnya dengan jelas itu adalah milik Ahool. Bagaimana anak itu memilikinya? Dan relic sayapnya tidak asing.. Seperti mengingatkanku pada sayap Ahool. Siapa anak ini sebenarnya.." Gumam master Diego.
"Okeeee babak pertama pertarungan telah selesai, bagi peserta yang kalah jangan berkecil hati kalian bisa berjuang di babak penyisihan selanjutnya melawan tim yang kalah. Untuk peserta yang menang dipersilahkan kalian bisa kembali ke tempat masing-masing sambil menunggu pertarungan selanjutnya." Ujar presenter.
"Yooo... teman-teman lama tidak berjumpa..!!" Ujar Nero menghampiri anak-anak kelas E.
"Dasar bodoh kau, selalu saja membuat kami khawatir." Ujar Boni yang langsung memukul Nero.
"Ya kau benar, tapi kemunculanmu tadi sangat keren Nero. Biarkan anak-anak kelas A itu tau, kalau kelas kita tidak bisa diremehkan." Ujar Nadine.
"Ya benar, benar.. hidup Nero kau membuat kelas kita terlihat keren barusan. Kami mengandalkannmu." Ujar anak-anak kelas E.
"Kau hebat Nero, selamat atas kemenanganmu.. aku tau kau pasti akan kembali." Ujar Zaskia.
"Hehe.. tentu saja aku sudah berjanji padamu dan juga ayahmu." Ujar Nero.
"Oh iya, orang tua mu saat ini ada di kediaman keluargaku, mereka datang kesini untuk mencarimu di gunung salak. Sebaiknya sepulang dari sini kau segera menemuinya.." ujar Zaskia.
"Apaaa...?? Ayah dan ibuku ada disini? Aihhh aku pasti membuat mereka khawatir. Oke kia aku akan ke tempatmu sepulang dari sini." Ujar Nero.
"Okeeeeee...!! Saatnya memulai kembali pertandingan, yang bertarung kali ini di arena 1 adalah dari kelas E Zaskia melawan kelas B Desti, dan selanjutnya.." ujar presenter.
"Semangat kia, kau pasti bisa. Kemenangan kedua untuk kelas kita. Hahaha" ujar Nadine.
__ADS_1
Pertarungan babak ke dua sudah dimulai, Zaskia dan Desti sudah memasuki arena.
"Hehe kita bertemu lagi cewe penyakitan, bekas kamarmu di asrama sangat enak.. sangat nyaman dekat dengan pintu keluar. Hahaha" ujar Desti.
"Ya tidak apa-apa ambil saja.. justru aku bersyukur karena berkat keributan kita dulu aku bertemu seseorang yang bisa menyembuhkan penyakitku." Ujar Zaskia.
"Cihhh..!! Kau tidak seru, tidak bisa di provokasi.. makan ini, aku akan mengalahkanmu dengan cepat..!!" Teriak Desti menyerang Zaskia.
"Maafkan aku.. tapi aku tidak akan membiarkannya..! Ujar Zaskia.
"Duaaaarrr.....!!" Serangan Desti di tahan oleh lingkaran air pelindung milik relic Zaskia.
"Bagaimana bisa seranganku di tahan? Aku bahkan sudah mencapai tingkat dasar bintang 3.. sebenarnya apa tingkatan pemekatan mu?" Ujar Desti.
"Hehe kau tidak boleh tau, kata guru aku harus sebisa mungkin menyembunyikan tingkat pemekatanku.. saatnya aku menyerang.. rasakan ini..!!" Ujar Zaskia.
Zaskia mengeluarkan bola air dan membuat Desti masuk di dalamnya.
"Bluubb....Blubb... ah.. ahh.. aku tidak bisa bernafas." Ujar Desti.
"Tolong cepatlah menyerah, aku tidak ingin menyiksamu." Ujar Zaskia.
"Ahh.. ahhh.. bluuubb.. bluubbb.. a...aku menyerah.. lepaskan aku." Ujar Desti meronta-ronta.
"Wooww di arena 1 sudah terlihat siapa pemenangnya, lagi-lagi dari kelas E.. Zaskia." Ujar presenter.
"Kelas E saat ini sungguh kuat, bagaimana mereka bisa sekuat ini?" Benar mereka berkembang sangat hebat padahal mereka memiliki bakat yang buruk." Ujar beberapa anak kelas lain.
Beberapa pertarungan berlalu, hingga tiba akhirnya pertarungan Boni melawan Parno dari kelas D.
"Hehe beruntung sekali aku bisa melawan kelas E, setidaknya aku bisa menang 1 pertandingan saja." Ujar Parno.
"Hehe sepertinya kau meremehkanku, keluarlah sayap relic burung api." Ujar Boni sambil mengeluarkan sayap merahnya.
"K..kau sudah memiliki relic? M..Maafkan aku.. aku menyerah.. kenapa kelas E bisa sekuat ini, huaaa....!!" Ujar parno lari sambil menangis.
"E...E..Ehemmm.. pertarungan selesai pemenangnya adalah Boni dari kelas E." Ujar presenter.
Pertarungan terus berlanjut, 10 orang yang mengikuti kelas tambahan guru Andi berhasil memenangkan pertandingan dan melaju ke turnament tingkat atas. Bagi yang kalah akan masuk ke turnamen tingkat bawah. Hingga hari sudah sore, turnamen selanjutnya akan dilanjutkan esok hari.
"Yaakk berikut adalah list peserta yang berhasil melaju ke turnamen tingkat atas, sedangkan yang baru saja kalah akan bertanding lagi di tingkat bawah. Tapi di tingkat bawah sudah berlaku sistem gugur.. bagi siapa saja yang kalah di tingkat bawah dia harus keluar dari turnamen. Baiklah sekian penjelasan dari saya, turnamen akan dilanjutkan esok hari.. sampai bertemu besok." Ujar presenter.
"Kalian semua hebat, baru kali ini aku bertemu anak-anak hebat seperti kalian. Ini semua berkat kerja keras kalian semua, bahkan tanpa bakatpun asalkan kalian mau bekerja keras tidak ada yang tidak bisa kalian lakukan." Ujar guru Andi.
"Yeaahh...!! Kita tunjukkan kehebatan kelas guru Andi..!!" Teriak teman-teman Nero.
__ADS_1
"Ciihhhh...!! Cikal sudah berhasil dikalahkan, anak itu benar-benar merepotkan.. tenang masih ada Boris dan juga David, aku yakin bocah itu tidak akan bisa mengalahkan mereka.. aku telah mencurahkan segalanya untuk mereka ber-2." Ujar pak Tito.
Sementara itu setelah turnamen selesai, Nero dan Zaskia kembali ke kediaman dr Fahri untuk menemui orang tua Nero.
"Ayaahh...!! Ibuuu..!!" Ujar Nero yang berlari menghampiri ayah dan ibunya.
"Nerooo anakku, apa kau baik-baik saja? Kami semua sudah mencarimu kemana-mana apa yang kau lakukan hingga menghilang selama 1 bulan?" Ujar Ibunya Nero.
"Dasarr..!! Anak nakal, kenapa kau masuk ke daerah terlarang, sejak dulu kau ini memang tidak pernah berubah selalu saja tersesat dan menghilang di dalam hutan." Ujar ayah Nero.
"Hehehe maafkan aku ayah... ibuu.. kalian sampai harus datang jauh-jauh kesini. Aku juga tidak tahu bagaimana aku bisa tersesat dihutan, padahal aku sudah mengingat-ingat jalannya. Tapi aku dikejar-kejar seekor kelelawar raksasa, makanya aku tersesat." Ujar Nero.
"Ahh sudahlah ayah, biarkan Nero istirahat dulu dia baru saja kembali dari hutan, apa kau sudah mandi?" Ujar ibu Nero.
"Hehe belum ibu, aku kan baru saja turun dari gunung, dan langsung menuju ke akademi." Ujar Nero.
"Nerrrrooooo... anakkkuuu..!! Kau sudah kembali??? Huaaa aku merindukanmuuu..!!" Tiba-tiba dr Fahri berlari datang ke arah Nero.
"Ahh paman Fahri, terimakasih sudah menjaga kedua orangtuaku.. sampai menjamunya di rumahmu seperti ini." Ujar Nero yang menghindari pelukan dr Fahri.
"Hohoho tidak perlu khawatir, aku dan ayahmu sekarang adalah saudara sekeluarga.. kau adalah anakku juga tidak perlu sungkan, benarkan Rahman?" Ujar dr Fahri.
"Hahahha benar sekali, aku tidak tahu kalau orang-orang kota sebaik Fahri, dia menganggap orang desa seperti kami seperti saudaranya. Hahaha..!! Ujar pak Rahman ayah Nero sambil merangkul dr Fahri.
"Ya benar Nero, dr Fahri benar-benar orang yang baik, dia bahkan melakukan kerjasama dengan pertanian keluarga kita, dia berkata kau telah menjadi keluarganya, dan mengangkat keluarga Jati kecil kita ke keluarga Boyke. Terimakasih dr Fahri, berkatmu pertanian kami bisa hidup kembali." Ujar ibu Nero.
"Haha itu bukanlah masalah besar, justru kekuarga kami yang beruntung mendapatkan Nero sebagai anggotanya.. dia akan menjadi harapan besar untuk keluarga ini nantinya." Ujar dr Fahri.
"Huh..? Apa kau tidak salah dengan ucapanmu dokter? Apa yang istimewa dari anak ini? Yang hebat darinya hanyalah sifat nakalnya itu." Ujar ayah Nero.
"Ehehe.." tawa Nero sambil garuk-garuk kepala.
"Huh..? Tidak dia sudah menyelamatkan nyawa...." ujar dr Fahri yang tiba-tiba bajunya di tarik oleh Nero, pertanda tidak perlu memberi tahu orangtuanya.
"Ehmm... hahaha walaupun dia nakal dia adalah anak yang jenius di sekolahnya." Ujar dr Fahri.
"Haha kau terlalu membesar-besarkan dokter, dia tidak sepintar itu.. dia hanya beruntung." Ujar ibu Nero.
"Ahh ayo.. ayoo.. kita makan malam saja, kita rayakan kepulangan Nero dan juga berhasilnya mereka lolos di babak pertama turnamen akademi, sambil kalian ceritakan bagaimana kejadian tadi." Ujar dr Fahri.
Mereka ber-5 pun pergi makan malam bersama setelah itu Nero dan Zaskia kembali ke asrama pulang. Keesokan harinya turnamen kembali dimulai.
"Yooo...selamat pagi semuanya, bagaimana istirahat kalian semua? Tidur nyenyak? Karena kalian hari ini harus semangat..!! List pertandingan kali ini sudah di atur oleh panitia dan jika sempat di akhir acara akan ditentukan siapa yang berhak masuk dalam 16 besar. Kalau begitu langsung saja kami persilahkan pihak panitia untuk mengumumkan hasil undiannya." Ujar presenter.
Setelah para panitia mengumumkan list pertandingannya, semua murid pun mulai bertanding di arena, lagi-lagi anak-anak kelas A dan kelas tambahan guru Andi mendominasi pertarungan. Hingga akhirnya muncul salah satu peserta yang aneh dari kelas B.. dia berhasil melaju ke tingkat atas dengan megalahkan lawannya sampai terluka parah.
__ADS_1