Legenda Nero

Legenda Nero
Chapter 4 - Kutukan Ratu Pantai Selatan


__ADS_3

Legenda Nero


Chapter 4 - Kutukan Ratu Pantai Selatan


Karya: yudhaneru




=======================




"Hoi hoi apa yang sedang terjadi disini, kenapa ribut-ribut?" Ujar Nero sambil menghampiri keributan tersebut.



"Ah kau Nero dari kelas yang sama seperti kami, uhuk.. uhuk.. maaf jika menganggumu kami hanya berdebat kecil masalah kamar, kami sudah disini terlebih dulu lalu Lidya dan Desti dari kelas B ini ingin memiliki kamar disini. Sudah sudah ayo Nadine biarkan mereka memakai kamar ini, kita pergi ke atas saja.. uhuk uhuk.." dengan suara seraknya Zaskia berkata.



"Bagaimana mungkin kita sudah duluan menempatinya, kita tidak bisa memberikannya begitu saja.., dan lagi pula apa kau kuat menaiki tangga ini, setidaknya kita harus naik ke lantai 4 atau 5 jika ingin mendapatkan kamar yang masih kosong. Aku tidak sudi memberikan kamar ini pada mereka!!" Teriak Nadine.



"Diam kau cewek kasar, kami dari kelas B lebih tinggi derajatnya dari kalian. Apa kau mau berantem dengan kami? Dasar kalian kelas E makhluk rendahan, nyampah-nyampahin akademi aja setidaknya kalian membiarkan kami murid berbakat ini mempunyai kamar yang dibawah supaya kami tidak capek naik tangga sebelum latihan. Setidaknya kalian ikut berkontribusi untuk akademi dengan membantu kami.. Hahahah!!" Ujar Lidya



"Dasar kauu..!!!" Geram Nadine.



Tiba-tiba saja Nero mengambil papan nama milik Zaskia dan Nadine. Lalu pergi ke pojok ruangan untuk mengambil pot bunga.



"Oii sialan apa yang mau kamu lakukan?!" Tanya Nadine.



Lalu Nero melemparkan pot bunga tersebut ke dalam kamar yang diperebutkan Nadine dan Lidya, sehingga tanah berceceran di dalamnya.



"Heh apa yang kau lakukan sialan?! Kamar kami jadi kotor seperti ini. Kau sudah gila ya!?." Ujar Nadine.



"Baiklah silahkan ambil kamar ini wahai ratu Lidya, Zaskia dan Nadine tidak ingin tinggal di tempat kotor seperti ini mereka tidak cocok di sini. Tempat yang kotor hanya cocok ditempati oleh orang yang kotor juga seperti kalian ini.. hahahah..!!" Ujar Nero sambil menunjuk ke arah Lidya dan Desti.



"Pfffttt..." Zaskia tertawa kecil melihat tingkah laku Nero.



"Hei Zaskia, Nadine kalian boleh ambil tempatku.. ada di lantai 2, setidaknya hanya naik 1 tangga Zaskia tidak akan terlalu capek. Biar aku dan Boni mencari tempat lain." Ujar Nero.



"Benar, benar pakai saja kamar kami. Kami masih kuat untuk naik bahkan ke lantai 5. Hahaha." Tiba-tiba Boni menyaut.



"Sialan kalian..!!!! Berani-beraninya kalian memperlakukan aku seperti ini, akan aku laporkan pada kakakku dia adalah preman di akademi ini, lihat saja nanti.. akan ku ingat namamu Nero pecundang dari kelas E." Teriak Lidya dengan gusar.



Nero, Boni, Zaskia, dan Nadine pergi beranjak meninggalkan Lidya dan Desti sambil tertawa terbahak-bahak.



"Terimakasih banyak Nero, Boni kalian telah membantu kami, apakah benar tidak apa-apa kami mengambil tempat kalian? Akan aku bayar saja ya berapa yang kalian inginkan? Aku akan membayarnya.. uhuk uhuk.." Tanya Zaskia.



"Heh dasar seperti yang orang bilang dia adalah anak konglomerat nomor 1 di jakarta, uang seperti bukan apa-apa di matanya.. Hahaha." Gumam Nero dalam hati.


__ADS_1


"Apa benar?? Waahh kita akan jadi kaya Nero, ayo cepat tentukan nominalnya. Hehehe." Ujar Boni dengan mata yang hijau.



"Dasar bodoh, mata duitan..!! Teriak Nero sambil memukul kepala Boni.


"Tidak usah Zaskia, kami melakukan ini dengan ikhlas, kami hanya ingin membantu teman sekelas kami yang dalam kesusahan." Ujar Nero.



"Hah.. baiklah kalau begitu terimakasih banyak.. Aku Zaskia akan mengingat kebaikan kalian, jangan sungkan jika kalian butuh bantuan bilang saja padaku. Aku cukup bisa membantu loh.. hehehe." Ujar Zaskia dengan senyum kecil yang manis.



"Hei,, kau Nero kan yang tadi berani melawan si Boris? Kau memang benar-benar gila berani melawan Boris lalu sekarang Lidya, sebaiknya kau berhati-hati. Tapi aku benar-benar suka sifatmu itu, terimakasih karena telah membantu kami tadi ya, jika kau butuh bantuan pertarungan aku siap untuk membantu, aku lumayan kuat dalam ilmu beladiri.. hahaha!!" Ujar Nadine sambil memukul punggung Nero.



"Aduh.. oke oke siap boss, aku akan mencari kalian ber 2 jika butuh bantuan.. Oh iya Zaskia apa aku bisa bicara sebentar dengan mu nanti sore? Ada yang ingin ku tanyakan padamu.." Ujar Nero.



"Hah? Uh, Aku?? Umm.. Baiklah aku tunggu di lobby nanti sore." Jawab Zaskia.



"Oke baiklah kalau gitu, kita sudah sampai dikamar ku. Kalian boleh pakai ini, aku dan Boni akan mencari kamar lain dulu ya, sampai jumpa nanti sore ya Zaskia.." Ujar Nero sambil pergi meninggalkan Zaskia dan Nadine.


"Uh umm oke, sampai jumpa." Jawab Zaskia sambil melambaikan tangan.



Dikamar Zaskia dan Nadine, mereka sedang beres-beres kamar.



"Hei sepertinya Nero menyukaimu kia, untuk apa dia menolong kita sampai berani seperti itu melawan Lidya. Juga mengajak mu ketemuan sore-sore. Hmm... dia lumayan tampan sih dan juga sangat berani, tapi sayang bakatnya dalam element buruk, mungkin dia bisa belajar beladiri sepertiku. Hahaha..!!" Ujar Nadine.



"Apaa?? Uhh tidak mungkin, jangan bercanda deh Nad." Jawab Zaskia.


"Lagi pula menurutku, bakat tidak menentukan segalanya, kerja keras manusia bahkan bisa mengalahkan bakat itu sendiri. Jadi jangan menganggap remeh orang yang tidak memiliki bakat." Ujar Zaskia sambil sedikit marah.




"NADINEEE..!!!!!" Teriak Zaskia sambil memukul Nadine.


"Uhuk.. uhukk, uhukk, hoekk.." tiba-tiba saja Zaskia batuk-batuk.



"Hei apa kau tidak apa-apa?? Ughh... penyakitmu makin hari makin parah saja kia, apa di keluargamu tidak ada yang bisa menyembuhkannya?" Tanya Nadine.



"Ayahku sudah membawaku ke berbagai dokter-dokter hebat di seluruh dunia, namun tidak ada yang bisa mengetahui ini penyakit apa, aku sudah pasrah saja dengan penyakitku ini. Aku juga tidak ingin mencintai seseorang dulu, karena mungkin umur ku tinggal sebentar lagi. Aku takut menyakiti perasaannya ketika aku mati." Jawab Zaskia.



"Hushh.. jangan menyerah dulu, masih ada waktu sebelum penyakitmu ini menjalar. Kita tidak boleh menyerah sampai titik darah penghabisan." Ujar Nadine memeluk Zaskia untuk memberi semangat.


"Iya terimakasih Nadine.." ujar Zaskia.



Waktu menunjukkan pukul 15.00 sore, Nero turun ke Lobby untuk menemui Zaskia sesuai janjinya.



"Yoo, Zaskia aku disini.. apa kau sudah menunggu lama?" Tanya Nero.


"Ahh tidak belum, aku juga baru saja datang kok." Jawab Zaskia.


"Oke baguslah.. ayo kita ke cafe planetbucks aku ingin bertanya beberapa hal padamu.." ujar Nero.


"Oke ayo..!" Jawab Zaskia.



Sesampainya di cafe planetbuck mereka memesan kopi, lalu mencari tempat duduk kosong.

__ADS_1



"Oke langsung saja ke intinya, bisa kau jelaskan apa gejala-gejala dari penyakitmu ini? Aku kira aku bisa menyembuhkannya." Ujar Nero.


"Apa?? Bagaimana kau tau aku sedang sakit?" Tanya Zaskia.


"Duh aku lupa, seharusnya aku belum tau kalau dia sakit, aku terlalu tergesa-gesa. Harus cari alasan nih". Gumam Nero dalam hati.


"Ehh., uhh.. anu tadi aku liat kau batuk-batuk dan lalu Nadine bilang kau tidak akan kuat kalau harus naik tangga setiap hari. Jadi aku pikir kau pasti sedang sakit parah. Ahaha" jawab Nero sambil garuk-garuk kepala.



"Ehh, uhh.., baiklah tapi aku rasa kamu tidak akan bisa menyembuhkan penyakit ku ini. Bahkan dokter-dokter terbaik dari seluruh dunia tidak ada yang tau apa penyakit ku ini. Ujar Zaskia dengan sedih.


"Penyakit ku ini aku juga tidak tau apa, tapi yang jelas itu membuat ku lemas, pusing, mual setiap saat seperti terombang ambing di ombak besar. Dan kadang ada suatu energi yang menyentakku dengan keras, hingga aku pingsan seperti spot jantung."


Cerita Zaskia.



"Hmm.. sepertinya ini bukan penyakit tapi semacam kutukan, apakah ada hal yang kau lakukan sebelum terkena penyakit ini?" Tanya Nero.



"Apa?? Kutukan?? Uhhh.. emm.. Seingatku aku tidak pernah melakukan hal aneh, setiap hari aku belajar ilmu pengobatan di rumah jarang sekali berkeliaran, paling-paling aku main ke tempat Nadine. Ujar Zaskia.



"Hmmm.., apakah kau pernah main ke laut sebelumnya? Sepertinya itu adalah kutukan laut, karena kau merasa seperti terhempas ombak.., tanya Nero.



"Emm.., laut yah, Uhh.., iya sih dulu pernah tapi waktu aku masih sangat kecil, dulu aku sempat ikut ayahku bermeditasi di pantai parangtritis di daerah Jogja dan menginap beberapa hari disana. Tapi apakah ada hubungannya? Jarak antara umur dan munculnya penyakitku ini hampir 5 tahun. Apakah mungkin?." Ujar Zaskia.



"Bingoo!!.. sepertinya aku tau kutukan ini, kutukan ratu pantai selatan. Kutukan ini hanya terjadi pada anak gadis yang berumur 5 tahun, jika dia memakai baju hijau saat umur segitu dan datang ke pantai selatan dia akan terkena kutukannya. Biasanya hanya ada 2 kemungkinan yang terjadi, entah anak itu mati atau bisa menjadi keturunan penerus dari sang ratu pantai selatan. Pasti kau memakai baju hijau kan pada saat main di pantai?" Tanya Nero.



"Heee.. iyaa benar kita semua dulu memakai baju berwarna hijau. Karena kata ayahku ada rumor mengatakan energi spiritual disana akan sangat tinggi jika kita memakai baju berwarna hijau, sehingga ayah menyuruh kita semua memakai baju warna hijau." Cerita Zaskia.



"Heh.., ayahmu benar-benar tidak memikirkan konsekuensinya. Apakah kau tau siapa itu iblis ratu pantai selatan? Dia adalah penguasa seluruh pantai selatan, dan merupakan monster iblis peringkat 50 besar. Kekuatannya bisa menenggelamkan 1 pulau sekali hempasan tangan. Dan kau sekarang ini menjadi inangnya, entah kau akan mati dan jiwa mu menjadi energi spiritualnya. Atau kau bisa menguasai dan mendapatkan kekuatannya. Tapi kemungkinan kau menguasainya adalah tidak sampai 1%." Jelas Nero.



"Apa?? Jadi benar ini adalah kutukan?? Ratu pantai selatan? Bukankah itu monster yang ada di legenda indonesia? Bagai mana kau bisa mengetahui ini semua? Sedangkan para dokter itu tidak tau.." tanya Zaskia dengan sedikit keraguan.



"Huh sepertinya kau tidak percaya dengan ku, baiklah kalau begitu.. aku akan membuktikannya.. biar kuperiksa tangan mu." Ujar Nero sambil meminta tangan Zaskia.



"Uhh.., umm baiklah.." Zaskia mengulurkan tangannya dengan wajah merah.



"Hmm aku akan mencoba mengalirkan energi kesadaranku kedalam tubuhnya, dan mencoba menyegel sang ratu yang berusaha menyerap element Zaskia." Gumam Nero dalam hati.


"Uhhh... benar-benar sesuai dengan reputasinya monster legenda, kutukan yang dia berikan sangat kuat dengan kekuatan elementku yang sekarang aku rasa aku hanya mampu menyegelnya secara perlahan. Hmm.. setidaknya ini akan menghilangkan rasa lemas, dan mual-mualnya. Baiklah waktunya aku kembali ke kesadaranku.." guman Nero.



"Hei bagaimana perasaan mu, apakah kau masih mual dan lemas?" Tanya Nero.


"Hah bagaimana bisa,?? Aku tidak pernah merasa se segar ini semenjak 6 bulan yang lalu, hiks.. hiks.. bagaimana mungkin hampir semua dokter menyerah pada penyakitku. Jadi aku masih memiliki kesempatan untuk sembuh? Nero aku sangat berterimakasih padamu, hiks.. hiks." Ujar Zaskia sambil menangis bahagia karena tubuhnya sudah tidak lemas lagi.



"Hei hei tenang.. tenang, jangan menangis disini orang-orang melihat kita.. aku jadi seperti orang jahat disini." Ujar Nero dengan malu-malu karena diperhatikan banyak orang.


"Oh iya kau jangan senang dulu, aku hanya bisa mengurangi efek sampingnya untuk sementara ini, penyakitmu masih ada di dalam tubuhmu. Untuk sementara waktu, setiap 1 minggu sekali kau harus datang padaku untuk pengobatan lebih lanjut, dan juga kau harus mengumpulkan bahan-bahan yang aku sebutkan untuk membuat obat." Ujar Nero.



"Huu.. Huu., baiklah Nero terimakasih banyak aku sangat berhutang nyawa padamu. Aku akan melakukan apa saja demi kamu, sebutkan saja jika kamu membutuhkan sesuatu dariku." Kata Zaskia tersedu-sedu.



"Apaaa??!.. uhh apa saja keinginanku maksudnya? Haiihhh.." ujar Nero dengan berwajah merah sambil memalingkan mukanya ke samping.

__ADS_1



"Uhh., ehhh.. bukan maksudku seperti itu. Apa saja berartii.. ahhh.. bukan yang seperti itu.." ujar Zaskia sambil menundukkan mukanya karena malu.


__ADS_2