
Legenda Nero
Chapter 6 - Ruangan Virtual
Karya : yudhaneru
==========================
Siang pun tiba, beberapa murid dari kelas E berkumpul di ruang perpustakaan menunggu kedatangan guru Andi.
"Sesuai dengan kehidupan ku yang dulu, hanya 10 orang ini yang datang ke guru. Dan mereka semua adalah teman baikku di masa lalu, kami ber 10 selalu ditindas dulu, sering menjadi bahan tertawaan. Kalau bukan karena bantuan guru Andi dan Zaskia kami mungkin sudah menyerah sejak lama karena hidup seperti sampah. Tapi kali ini akan kuubah semuanya, takkan kubiarkan 1 pun teman-temanku di lecehkan." Gumam Nero.
"Hmm.. apakah hanya segini murid yang datang?" Tiba-tiba terdengar suara dari depan pintu, ternyata itu adalah guru Andi.
"Baiklah kalau begitu, pertama-tama aku ingin mengetahui nama kalian sebutkan nama kalian dan dari keluarga mana." Tanya guru.
"Salam hormat guru, saya adalah Zaskia dari keluarga Boyke."
"Saya Nadine dari keluarga Corby, hormat kepada guru."
"Saya Boni dari keluarga Benyamin, guru."
"Saya Nero dari keluarga Jati, salam hormat kepada guru."
"Saya Dino dari keluarga Hebi, salam guru."
"Saya Doni dari keluarga Hebi, saudara kembar Dino salam guru."
"Saya Azka dari keluarga corby salam guru"
"Saya Vino dari keluarga cabang Uno, salam."
"Saya Melody dari keluarga yanti, salam guru."
"Saya Burhan dari keluarga Udin, salam guru."
Ujar para murid memperkenalkan diri.
"Baiklah satu-satu maju kedepan transfer element kalian pada kristal ini." Ujar guru.
"Bukankah kita sudah menguji sebelumnya saat di test bakat guru?" Saut Vino.
"Hmm.. benar, tetapi ini berbeda. Ini adalah kristal milikku pribadi, dimana dengan kristal ini jika bakat kalian belum bangkit pun masih akan tetap terlihat, tidak seperti kristal di test akademi." Jelas guru.
"Baik guru!!." Ujar Vino.
"Pertama adalah Zaskia, hmm.. element mu adalah air, bahkan dengan tingkatan ini kau memiliki element air kembar.. sungguh bakat yang muncul 1 kali dalam 100 tahun, kau akan menjadi pengguna element air terkuat bahkan bisa menguasai teknik air penyembuh. Bagaimana mungkin di test kemarin kau tidak menonjol?? Seharusnya kau bisa masuk kelas A dengan ini.." tanya guru.
"Haah? Sepertinya berkat penyembuhan Nero bakatku baru terlihat, sebelum test itu aku masih sakit." Gumam Zaskia dalam hati.
"Sudah kuduga, tidak mungkin ratu pantai selatan memilih inang yang buruk, ternyata Zaskia memiliki bakat seperti ini. Di kehidupanku sebelumnya Zaskia tetap mempunyai bakat yang buruk walaupun di test dengan kristal guru.. sepertinya aku telah merubah sejarah. Hehe" Gumam Nero.
"Uhh.. sepertinya karena penyakit ku guru, kemarin aku sakit saat test dan sekarang aku sudah sembuh." Ujar Zaskia.
"Hoo seperti itu rupanya, baiklah.. tapi aku bisa merekomendasikanmu masuk ke kelas A dengan bakat mu kau bisa dengan mudah mengisi bangku kosong disana, apakah kau mau?" Tanya guru.
"Uhhh.. jika aku pindah aku tidak akan sekelas dengan Nero lagi, aku tidak mau!!" Gumam zaskia sambil melirik ke arah Nero.
"Terimakasih atas saran guru, tapi saya tetap ingin berada di kelas ini saya ingin belajar banyak dari guru yang merupakan ahli teori nomor 1." Ujar Zaskia.
"Hoo hoo.. pilihan yang tepat nak, kau akan ku pandu.. dalam 3 tahun ini kau akan menjadi gadis yang kuat jika bersamaku, kau akan belajar teknik air penyembuh bersamaku.. akan ku perkenalkan kau kepada sahabat lamaku yang telah lama mempelajari teknik air penyembuh." Ujar sang guru.
__ADS_1
"Baik guru, Terimakasih banyak.." jawab Zaskia.
"Selanjutnya Nadine, hmm elementmu belum sepenuhnya bangkit tapi element mu adalah metal dan tanah ini merupakan element yang sangat cocok untukmu yang mengedepankan kekuatan fisik. Sama seperti ayahmu Athur Corby petarung terkuat di kota ini." Ujar guru.
"Selanjutnya kau Boni, hmm.. tidak buruk kau mempunyai 3 element api, metal, dan angin akan tetapi element api mu sangatlah kecil.. itu akan bangkit tergantung tekadmu sebesar apa nantinya." Ujar guru.
"Apakah aku seorang jenius guru? Ternyata benar aku adalah jenius sesungguhnya. Hahaha!!" Ujar Boni.
"Orang gila..." gumam guru.
"Selanjutnya kau Nero, ..........."
Tiba-tiba semua kristal element menyala.
"Bagaimana mungkin, kenapa semua kristal ini menyala?? Baru pertama kali aku melihatnya, walaupun masih sangat lemah tetapi dengan tekhnik mata langit ku aku bisa melihatnya, ke 5 kristal ini memancarkan cahaya.. apa sesungguhnya element mu Nero, bakat ini mungkin belum pernah ada seorang pun yang memilikinya aku belum pernah dengar ada sejarah seseorang yang memiliki ke 5 element.." ujar sang guru dengan herannya.
"Huhh,.. aku juga tidak menyangka, aku sendiri belum pernah melihat ini.. dikehidupanku sebelumnya aku hanya bisa mengendalikan 4 element. Ternyata memang benar kemungkinan besar adalah teknik pemekatanku yang salah dan membuat struktur element di dalam tubuhku berantakan. Sehingga proses pembangkitan element di dalam tubuhku memerlukan waktu yang cukup lama dan juga sumber energi yang sangat banyak.. tak heran element ke 4 ku aktif saat aku mencapai tahap alam semesta.." Gumam Nero dalam hati.
"Bagus.. baguss.. murid-muridku kali ini sangat membuatku terkesan.. hahaha tak kusangka akhirnya hidupku ini bisa menyenangkan setelah sekian lama lelah dengan dunia ini.. baiklah sisanya kemari akan aku lihat bakat kalian. Ujar sang guru dengan sedikit mengeluarkan air mata.
"Hei Nero, ternyata kau hebat pantas saja kau berani melawan Boris." Ternyata kau bukan hanya omong kosong." Kelas E bukan lagi pecundang dengan adanya Nero dan Zaskia." Kita tidak akan diam saja jika diremehkan lagi." Teriak teman-teman yang lainnya.
Hasil pengujian ulang pun selesai, sisanya adalah dino dan doni sama-sama memiliki element api dan angin, azka element tanah dan air, vino element air dan angin, melody element angin dan metal, dan burhan element tanah dan angin. Guru Andi pun mengakhiri kelas tambahan tersebut.
"Baiklah semuanya sudah sore, waktunya kalian pulang ke asrama masing-masing.. ingat pesanku ini, jangan beritahu kejadian siang ini kepada siapapun apalagi tentang kristalku dan juga bakat kalian terutama Nero dan Zaskia jika kalian tetap ingin menjadi muridku.. aku bersumpah akan membuat kalian menjadi kuat dengan pengetahuanku.. sekian untuk hari ini, besok kita bertemu lagi di sini. Bubar!!" Ujar guru Andi.
Malamnya di asrama murid, ditengah heningnya malam yang dihiasi suara dengkuran anak-anak yang sudah terlelap. Nero belum juga bisa tidur, dia masih memikirkan tentang kemampuannya yang bisa merespon ke 5 kristal element. Akhirnya diapun memilih untuk melanjutkan pemekatannya.
"Hmmm.. aku penasaran dengan diriku sekarang mampu mengontrol ke 5 element. Apakah akhirnya aku akan sanggup untuk melakukan penggabungan element? Selama ini aku selalu gagal.. Baiklah malam ini aku tidak akan tidur sebelum berhasil menggabungkan ke 5 element ini dan mencari tahu apa attribut baru yang bisa aku hasilkan dari penggabungan ini." Ujar Nero.
"Aissshh.. ternyata tidak semudah yang ku bayangkan untung menggabungkan ke 5 element ini, selalu saja gagal di tahap penyatuan.. sepertinya memang harus secara perlahan, tidak perlu terburu-buru menggabungnya. Baiklah waktunya siap-siap berangkat ke kelas.." ujar Nero.
Sesampainya Nero di kelas.
"Hoaamm.. ngantuk sekali, hari ini aku tidak tidur lagi. Untungnya hari ini kelasnya pak Suep, seingatku dia tidak perduli dengan kelas E ini dan hanya menulis di papan tulis lalu dia akan pulang, aku akan tidur saja ah.."
Gumam Nero.
"Oii bon.. aku tidur dulu ya, ntar kalau sudah selesai kelasnya bangunkan aku.." ujar Nero.
"Busett..!! Seriusan lu? Apa gk dimarahin guru ntar?" Tanya Boni.
"Nggak santai aja, guru ini baik kok." Jawab Nero.
"Okelah.." celetuk Boni
Selama tidur Nero mengalami mimpi yang aneh.. dalam mimpinya dia berada di suatu tempat yang luas dan dipenuhi oleh banyak sekali cahaya.
"Huh.. dimana ini? Bukannya aku dikelas tadi, apakah ini di dalam alam bawah sadarku?." Ujar Nero penuh heran.
Tiba-tiba saja banyak titik-titik cahaya bermunculan seperti sekumpulan kunang-kunang dan perlahan-lahan semakin membesar.
"Apa ini? Terlihat seperti sekumpulan cahaya, mengapa ada banyak sekali cahaya di alam jiwa ku..
Nero mencoba mendekati cahaya-cahaya tersebut lalu menyentuh salah satunya.
"Ugh panaas, apa ini tanganku serasa terbakar!!, aaahhh..!!" Teriak Nero setelah berusaha menyentuh cahaya tersebut..
__ADS_1
Dab tiba-tiba saja dia terbangun dari tidurnya.
"Woi Nero bangun, udh selesai tuh kelasnya.. ayo kita ke perpustakaan untuk kelas tambahan." Ujar Boni sambil mencoba membangunkan Nero.
"Hah?? Mimpi apa tadi, apakah itu tadi nyata, cahaya-cahaya itu, arggh tanganku..."
Nero melihat tangannya.
"Tidak itu tadi bukan mimpi, tanganku masih gemetar karena panasnya."
Nero melihat telapak tangannya yang paling terasa sakit, dan ternyata di telapak tangannya terdapat sebuah tulisan kuno, dan entah mengapa dia bisa membaca tulisan tersebut sedangkan dia belum pernah melihatnya sama sekali.
"Teknik ruang virtual?? Hah aku baru pertama kali melihat huruf kuno ini, tetapi kenapa aku bisa membacanya.. aku tidak bisa memeriksanya disini, aku akan pergi ke toilet dulu untuk memeriksanya.. uhh tangan ku sakit sekali seperti melepuh.." Gumam Nero.
"Bon kau duluan aja, ntar aku nyusul. Mau ke toilet dulu kebelet nih.." ujar Nero.
"Okee siapp, ku tunggu di perpus ya.." ujar Boni.
Sementara itu di toilet laki-laki..
"Teknik apa ini, bagaimana cara menggunakannya..??, hmm ruang virtual? Apa artinya ini?" Ujar Nero.
Tiba-tiba saja sebuah lubang dimensi terbuka di hadapannya.
"Haih sepertinya aku tinggal menyebutkan nama tekniknya, dan otomatis akan langsung aktif." Gumam Nero.
"Mati kita lihat apa ini." Nero menyentuh lubang tersebut.
"Sepertinya lubang ini menembus ke tempat lain, kalau begitu aku akan coba masuk.." Ujar Nero.
Seketika Nero berada di sebuah tempat yang sangat luas, dimana di ruangan itu kosong tidak ada apapun hanya sebuah ruang berbentuk persegi dan sangat gelap.
"Hmm.. ruang apa ya ini kosong tidak ada apapun disini, dan juga sangat gelap. Apakah ini seperti kantong dan cincin penyimpanan ruang? Kalau benar sepertu itu baguslah, aku jadi tidak perlu membeli barang-barang mahal itu. Untuk saat ini aku kira cukup, aku akan pergi ke perpustakaan sekarang. Ujar Nero sambil keluar dari ruangan itu.
Setibanya Nero di perpus teman-teman yang lainnya sedang melakukan meditasi pemekatan element yang diajarkan guru Andi.
"Maaf guru murid mu ini telat hadir, karena ada suatu urusan medadak." Ujar Nero.
"Ohh Nero kah itu, tidak apa-apa sini kau juga harus mengikuti teknik meditasi ku ini 2 kali lebih baik dibandingkan dengan teknik yang digunakan oleh akademi." Ujar pak guru.
"Guru apakah aku boleh menggunakan teknikku sendiri, guru boleh melihatnya dan bisa guru bandingkan sendiri.. jika teknikku tidak bagus maka aku akan menggantinya dengan mulik guru." Ujar Nero.
"Hoo.. baiklah coba kau perlihatkan teknik meditasimu kepada guru, biar guru periksa.." ujar guru Andi.
Lalu Nero pun mulai melakukan meditasi menggunakan teknik pemekatan element suci.
"Hmmm.. aku belum pernah melihat teknik ini sebelumnya, aura yang diciptakan ini lembut seperti air, tapi juga kejam seperti api, juga keras seperti metal, lalu bebas seperti angin, dan luas seperti tanah." Ujar guru Andi.
"Sepertinya tekhnik ini hanya bisa dilakukan olehmu yang mempunyai ke 5 element sekaligus. Ini teknik yang sangat hebat, akupun bahkan tidak mengerti susunan teknik ini jika tidak menelitinya.. mungkin butuh waktu bertahun-tahun untuk memahaminya. Hmm... hmmm.." ujar guru.
"Baiklah kau kuizinkan memakai tekhnik ini, dan berlatihlah disini sendiri.. aku akan mengajarkan teman-temanmu dulu. Dan ceritakan padaku nanti, darimana kau dapat teknik hebat seperti ini. Ujar guru.
"Baik guru..!!" Jawab Nero.
__ADS_1