
Legenda Nero
Chapter 17 - Dokter Kota
Karya: yudhaneru
==================================
Nero mulai memasuki ranah jiwa budak tersebut.
"Ahh itu dia ingatan masa lalunya, hmm segel ini tidak begitu sulit.. sepertinya aku bisa melepaskannya." Ujar Nero.
Sementara itu di luar ranah jiwa milik si budak. Patih sedang berjaga sambil melihat-lihat harta karun kerajaannya.
"Hmm.. ruangan ini sangat praktis sekali ya, bisa buat menyimpan barang, bisa jadi tempat bersembunyi juga. Kalau saja jaman dulu ada teknik seperti ini, aku bisa menyembunyikan para prajurit ku di dalam untuk melakukan serangan dadakan. Atau bisa membawa tabib kemana-mana jika ada yang terluka tidak perlu bolak balik ke kemah." Ujar patih.
Akhirnya Nero telah berhasil memecahkan segel yang menjaga ingatannya si budak.
"Ahh berhasil, sekarang saatnya aku kembali ke tubuhku. Dia akan sadar sebentar lagi, aku harus cepat keluar.." ujar Nero.
Nero pun keluar dari ranah jiwa budak tersebut.
"Oii nak bagaimana? Sudah selesai?" Tanya Patih.
"Ya.. tunggu sebentar lagi patih, dia pasti akan bangun." Ujar Nero.
"Ahh.. dimana aku?" Tiba-tiba saja roh budak itu terbangun.
"Ahh dia sudah bangun Nero, sini cepat." Panggil patih.
"Siapa kalian? Kenapa aku bisa disini?" Tanya budak itu.
"Hei bung kau sebenarnya sudah mati, kau dicuci otaknya dan mereka menyuruhmu membunuhku.. namun aku berhasil membunuhmu, lalu menyimpan roh mu bersamaku." Ujar Nero.
"Ahh..?? Begitu ya jadi saat ini aku sudah berada di surga, maafkan aku teman-teman, keluargaku, warga desaku, aku tidak bisa membalaskan dendam kalian." Ujar si Budak.
"Dasar bodoh kau belum disurga, lihat saja tubuhmu ituu.. apa mungkin penghuni surga mempunyai tubuh seperti itu? Haha" ujar Nero.
"Huhh..?? Apa yang terjadi, mengapa aku hanya bayangan seperti ini, apa yang kau lakukan padaku?" Ujar si Budak.
"Heh.. tenang saja, saat ini rohmu telah kubangkitkan dengan jurus Necromancy ku.. keberadaanmu saat ini berada di tanganku. Saat ini akan ku beri kau 2 pilihan, pertama jadilah prajurit rohku, lalu aku akan membantumu dalam balas dendam sukumu, atau kedua kau bisa pergi dari sini menjadi roh bebas yang akan pergi ke akhirat." Ujar Nero.
"Huh?? Benarkah kau mau membantu membalaskan dendam suku ku? Tapi bagaimana bisa bocah sepertimu membantu? Aku tidak yakin." Ujar si budak.
"Haiihh.. kau mau roh mu kubuang ke neraka sekarang juga?" Gretak Nero.
"Ahh iya iya maafkan saya tuan, saya hanya bercanda.. jika tuan bersedia membantu saya dalam membalaskan dendam saya. Mulai hari ini saya akan bersumpah setia pada tuan sebagai prajurit tuan." Ujar si budak yang tiba-tiba menjadi ramah.
__ADS_1
"Okee setuju. !! Baiklah ceritakan padaku apa yang terjadi denganmu dulu? Bagaimana bisa sukumu dihancurkan oleh negara ini?" Tanya Nero.
Si budak itu pun bercerita kepada Nero tentang masa lalunya, namanya sebenarnya adalah Ujang dari desa kanekes di pegunungan kendeng. Nama sukunya adalah suku badui, terletak di kerajaan banten dan suku mereka adalah musuh dari kerajaan banten saat ini. Kedua suku ini saling memperebutkan wilayah satu sama lain, hingga akhirnya 3 tahun yang lalu negara sepakat untuk menggabung banten menjadi 1 kesatuan dan mengubah namanya menjadi kerajaan banten. Tapi saat itu para penduduk suku badui tidak setuju karena peraturan yang di janjikan memberatkan pihak di sisi suku badui, sampai akhirnya tragedi pembantaian itupun terjadi. Beberapa keluarga dari kota-kota besar menggabungkan kekuatannya untuk membunuh semua suku badui yang tersisa. Hingga akhirnya suku badui pun habis di bantai, hanya beberapa dari mereka yang sedang tidak berada di suku sewaktu penyerangan yang berhasil lolos. Salah satunya adalah si Ujang ini, dia berhasil selamat dari penyerangan, tapi karena rasa dendamnya yang kuat dia akhirnya datang bersama rekan-rekannya mencoba membalas dendam hingga semuanya di bunuh dan Ujang berakhir dijadikan seorang budak.
"Hmm.. jadi apa kau tau siapa para keluarga yang menyerangmu dulu?" Tanya Nero.
"Aku hanya tau beberapa tuan, setelah aku dan teman-temanku yang berhasil selamat melakukan penyelidikan dulu. Tapi yang jelas 3 keluarga besar yang terlibat adalah keluarga Purnama, Tohir, dan satu lagi mantan keluarga 5 besar yang dulu jatuh dan sekarang mereka berada di dalam bayang-bayang keluarga 5 lainnya..Mereka adalah keluarga Lunglung." Ujar Ujang.
"Hmm.. sejak dulu memang keluarga itu sangat mencurigakan, bahkan 1 tahun sebelum terjadinya penyerangan monster iblis semua asset dan barang-barang keluarga itu dilelang habis. Dan kemudian mereka tiba-tiba saja menghilang dari negara ini. Dulu kami mengira kalau mereka memang benar-benar jatuh miskin dan hidup berpisah-pisah karena hancur. Tapi setelah aku pikirkan, mereka makin mencurigakan.. hmm akan aku selidiki nanti." Gumam Nero.
"Oke jang, ayo kita mulai ritual ini. Urusan keluargamu akan aku selidiki secepat mungkin. Kau tenang saja." Ujar Nero.
"Siap Tuan..!!" Ujar Ujang.
Nero pun melakukan ritual penyatuan dengan ujang. Hingga akhirnya Nero selesai dan akhirnya ia keluar dari ruang virtualnya. Namun.. setelah keluar tiba-tiba Boni berbicara kepada Nero.
"Oi Nero, tadi si kia nyariin kamu.. katanya ayahnya telah datang dan sudah membawa bahan-bahan yang kau minta. Ia ingin besok kau bisa berkunjung ke rumahnya sepulang sekolah." Ujar Boni.
"Hehe.. saatnya tiba juga aku bisa mengakses lab alchemist, yang aku butuhkan adalah cobek dewa yang dimiliki oleh keluarga Boyke, yaah meskipun jauh jika dibandingkan dengan cobek milikku dulu.. tapi cobek ini setidaknya yang paling bagus di kota ini, aku tidak sabar menunggu besok." Ujar Nero.
Keesokan harinya setelah kelas usai.
"Yap.. aku dan Boni juga sudah izin guru Andi, ayo kita segera berangkat." Ujar Nero.
"Ayooo...!!" Ujar mereka ber 4.
Merekapun sampai di kediaman keluarga Boyke.
"Nerrroooooooo....!!! Apa kau benar yang bernama Nero? Aku adalah dokter Fahri ayah Zaskia, terimakasih karena telah memberikan harapan baru untuk permaisuri kecilku ini.. aku tidak menyangka anak semuranmu bahkan mengetahui kutukan semacam ini yang bahkan seluruh dokter di negara-negara besar tidak ada yang bisa menemukan penyakitnya." Ujar dr Fahri.
"Ahh.. haha paman sungguh berlebihan, aku tidak sehebat itu. Hanya saja kebetulan aku tau sedikit tentang ratu pantai selatan itu." Ujar Nero.
Darimana kau tau kutukan itu? Aku bahkan mencari berbagai buku di perpustakaan mengenai ratu pantai selatan, tetapi aku tidak dapat menemukan buku yang membahas tentang kutukannya. Bahkan kebanyakan membahas tentang pengaruh kekuatannya di sekitar pantai parangtritis sana sangat baik untuk bermeditasi." Ujar dr Fahri.
"Ahh.. itu aku pernah bertemu dengan orang asli sana, dia menceritakanku semuanya.. benar apa yang dikatakan paman kalau pantai parangtritis merupakan daerah yang sangat baik untuk melakukan pemekatan element. Karena singgasana sang ratu berdekatan dengan pantai parangtritis sehingga aura element air disana sangatlah bagus untuk bermeditasi bagi pengguna element air. Hanya saja jika anak berumur 5 tahun bermain disana apalagi memakai baju warna hijau mereka akan dikutuk oleh sang ratu.. tapi karena efek yang ditimbulkan dari kutukan itu cukup lama, maka orang-orang disana tidak ada yang menghiraukannya." Ujar Nero.
"Ahh jadi apakah kau bisa menyembuhkannya?" Tanya dr Fahri.
"Maafkan aku paman, tapi saat ini aku hanya berada di tingkat dasar sedangkan lawanku adalah seorang ratu berperingkat legenda, bahkan dengan bantuan obat-obatanpun aku tidak akan sanggup. Tetapi tenang saja, sang ratu tidak akan memanggil Zaskia di umurnya saat ini. Biasanya gadis-gadis yang mati berusia 17 tahun, sebelum itu Zaskia bisa menjadi lebih kuat untuk bisa mencapai tingkat bumi lalu mengendalikan kekuatan sang ratu. Dan akan menjadi penerus sang ratu." Ujar Nero.
"Bagaimana mungkin hanya dalam 7 tahun Zaskia bisa mencapai tingkat bumi? Bahkan aku menghabiskan waktu 30 tahun untuk mencapai tingkatan tersebut" ujar dr Fahri.
"Hehe.. apa kau tau paman saat ini Zaskia sudah mencapai tingkat dasar, bahkan tingkat dasar bintang 3?" Tanya Nero.
__ADS_1
"Huhh..??? Benarkah itu sayang? Kau sudah mencapai peringkat dasar bahkan bintang 3 diumur segini?" Tanya dr Fahri.
"Ya.. ayah aku sudah berada di tingkat dasar bintang 3." Ujar Kia.
"B...Bagaimana mungkin bahkan seorang murid super genius seperti master Diego pun saat masih kelas 1 hanya bisa mencapai peringkat dasar bintang 1. Dan kau..?? Lalu kenapa sekolah malah membiarkanmu di dalam kelas E dengan bakat seperti itu? Apa sekolah sudah buta? Apa mereka membullymu sayang? Tanya dr Fahri.
"Huh?? Tidak ayah.. tidak begitu. Hanya saja aku yang menginginkan berada di kelas E, dan hasilnya adalah aku bisa mencapai tingkat ini dalam waktu singkat semua teman-temanku yang ikut kelas tambahan guru juga sudah mencapai tingkat dasar.. semua berkat guru Andi dan Nero ayah. Teknik latihan yang mereka berikan benar-benar hebat." Ujar Kia.
"Andi memang sesuatu, dia memang memiliki pengetahuan yang luas sayang sekali dunia ini sangat kejam bahkan untuk orang-orang pintar sepertinya sekalipun. Jadi saat ini kalian semua sudah berada di tingkat dasar?" Ujar dr Fahri.
"Ya pamannn..!!" Ujar yang lain.
"Benar-benar tapi kenapa baru saat ini ya Andi memberitahukan tekniknya, kenapa dari dulu kelas E selalu menjadi sampah? Apa kalian tahu sesuatu?" Tanya dr Fahri.
"Ahhh paman, sepertinya itu karena teknik meditasi aneh yang diberikan N...." ujar boni yang tiba-tiba mulutnya di tutup oleh Nero.
"Ahahah ituu paman... karena menurut guru, murid yang sekarang sangat bersemangat dan sangat sopan makanya ia mengajarkan teknik yang sangat hebat." Ujar Nero.
"Hmm.. jadi begitu ya, baiklah kalau begitu sepertinya Andi memberikan harapan yang sangat besar pada kelas ini. Ayo masuk kalian semua, aku sudah mempersiapkan beberapa makanan dari luar negri selama aku berkeliling mencari bahan obat-obatan untuk Nero." Ujar dr Fahri.
"Yuhuuuu... saatnya makaann..!!" Teriak Boni.
"Haiihh dasar Norak.. bisik Nero sambil memukul Boni.
Setelah selesai makan, Nero dan lainnya diajak oleh dr Fahri menuju lab milik keluarga Boyke.
"Wahh besar sekali, banyak sekali peralatan dan obat-obatan disini." Ujar Nadine.
"Hahaha tentu saja, lab ini merupakan lab terbesar di negara ini, dan merupakan pusat penelitian dan pengembangan obat-obatan negara." Ujar dr Fahri.
"Haihh.. ini belum ada apa-apanya jika dibandingkan di masa depan nanti, sistem dan pengembangannya masih memakai cara lama dan bahan-bahannya banyak yang terbuang begitu saja padahal masih bisa di gunakan untuk membuat obat lain. Hmm mubazir sekali.." gumam Nero.
"Ehh paman, apa akar-akar itu akan dibuang begitu saja?" Tanya Nero.
"Hah? Ya itu sudah tidak berguna, kami hanya memakai daun dan batangnya saja." Jawab dr Fahri.
"Ahh.. apa aku boleh menyimpannya paman? Aku mau menggunakannya untuk latihan membuat obat." Ujar Nero.
"Huh? Tentu saja.. kau boleh ambil semaumu kami ada banyak sekali dibelakang , toh itu hanyalah sampah untuk kami." Jawab dr Fahri.
"Hehe itu adalah akar pohon jahe biru, jika diolah dengan benar akarnya 10x lipat lebih bagus dibandingkan dengan daun dan batangnya." Gumam Nero.
"Nah ini dia nak Nero semua bahan obat yang kau minta, kau hanya punya 10x kesempatan, karena aku hanya bisa menemukan 10 buah masing-masing bahan.. kumohon jangan sampai gagal nak, tolong selamatkan nyawa anakku." Ujar dr Fahri.
"Apaaa 10..??!? Itu terlalu banyak paman. Hahaha bukankah bahan-bahan ini sangat mahal? 1 set bahan saja bisa membuat 5 pil obat." Ujar Nero.
"Ini tidak ada harganya dibandingkan dengan nyawa Zaskia, dia lebih berharga bahkan dari nyawaku sendiri." Ujar dr Fahri.
"Terimakasih ayaaahh..!" Ujar Zaskia sambil memeluk ayahnya.
__ADS_1
"Tenang saja paman, aku tidak akan gagal sama sekali serahkan ini padaku.