Legenda Nero

Legenda Nero
Chapter 27 - Kemunculan yang Menggemparkan


__ADS_3

Legenda Nero


Chapter 27 - Kemunculan yang Menggemparkan


Karya: yudhaneru





===================================





Sementara itu di gunung salak pertarungan antara Nero dan Ahool dalam proses pembentukan relic telah mencapai puncaknya.



"Duaaaarrrr...!!!!" Jiwa Nero, Rafflesia, dan juga Ahool hancur berkeping-keping tidak ada yang menang maupun kalah, akan tetapi tiba-tiba saja sampul buku yang dilihat Nero sebelumnya muncul kembali dan menyatukan jiwa Nero yang telah hancur berkeping-keping.



"Huh..?? Aku selamat, aku kira aku akan mati untuk ke-2 kalinya. Benar-benar pertarungan yang sangat mengerikan. Huh.. benar juga buku itu, dimana dia? Aneh sekali dia selalu muncul dan menghilang tiba-tiba. Tapi aku telah diselamatkannya 2x sepertinya itu adalah kekuatan aneh yang ada di dalam diriku." Ujar Nero.



"Saatnya membentuk relic roh monster keras kepala ini, dia sudah hancur berkeping-keping juga.. aku benar-benar meremehkan roh monster legenda kali ini." ujar Nero.



Nero memulai pembentukan relic Ahool, membuatnya menyatu dengan kekuatannya. Hingga akhirnya Nero selesai menyatukannya.



"Yosshh.. waktunya kembali ke dunia nyata kira-kira sudah berapa lama aku berada disini, semoga saja belum terlambat untuk ikut turnamen." Ujar Nero.



"Ssshhh.. yoo patih ujang, lama tak jumpa." Ujar Nero yang tiba-tiba terbangun dari meditasinya.



"Woaaahhh nakk akhirnya, aku pikir kau akan terjebak di dalam selamanya, kau membuatku khawatir." Ujar patih.


"Tuaaannnn... akhirnya kau kembali, aku tidak tahu lagi siapa yang akan membantuku membalas dendam jika tuan mati." Ujar ujang sambil berlari memeluk Nero.



"Haha apa kalian meremehkanku? Aku tidak akan mati semudah itu." Ujar Nero.



"Lalu bagaimana? Apa kau berhasil? Tunjukkan pada kami relic roh monster gila itu." Ujar patih.



"Hehe kau lihat ini patih, keluarlah relic Ahool.. sayap hitam." Ujar Nero.



"Woooaahhh relicnya adalah tipe sayap, relic yang sangat berguna. Keren sekali. Hmm..hmm..." Ujar patih sambil meraba-raba sayap Nero.



"Hehe bukan hanya itu kemampuannya, apa kau mau aku tunjukkan yang lebih hebat lagi?" Ujar Nero.



"Umm.. tuan maafkan aku menyela kegembiraan kalian, tapi sepertinya hari ini adalah hari dimulainya turnamen akademi. Tuan sudah menyuruhku sebelumnya untuk mengingatkan. Hehe" ujar Ujang yang tiba-tiba menyela pembicaraan.



"Haaahh..?? Apa kau bilang? Jadi aku sudah sebulan bermeditasi? Lalu jam berapa sekarang?" Tanya Nero kaget.



"Uhh dilihat dari matahari yang sudah menuju ke atas, kira-kira jam 10 pagi tuan." Ujar ujang.



"Apa kau bilang jam 10? Sial turnamen sudah dimulai 2 jam yang lalu, apa aku masih sempat ya. Ahh benar juga kini saatnya menguji kecepatan terbang relic ini, patih ujang ayo masuk kita berangkat menuju akademi." Ujar Nero.



"Ayooo..!!" Ujar ujang dan patih.



Nero pergi melesat ke kota jakarta ke arah akademi dengan terbang menggunakan relic barunya.



"Woaahhh benar-benar sangat cepat, jadi ini kecepatan suara." Ujar Nero yang kagum dengan kecepatan relic barunya.

__ADS_1



Sementara itu 1 jam sebelumnya.. turnamen akademi baru saja memulai pembukaannya.



"Selamat pagi para murid-murid akademi yang kami banggakan, juga para orang tua yang berkenan hadir dalam acara ini salam hormat dari kami panitia penyelenggara.. semoga kalian menikmati acaranya ya. Oh iya hari ini adalah hari spesial dimana kita juga kedatangan satu-satunya pemekat tingkat langit yang dimiliki negara ini tidak lain dan tidak bukan adalah master kita semua master Diegoo... kami persilahkan master untuk memberikan pidatonya untuk menyemangati para peserta turnamen. Silahkan master.." ujar presenter acara.



"Ehmm.. tes 1, 2... selamat pagi semuanya, pertama-tama saya ingin mengucapkan terimakasih karena telah diberi kesempatan untuk memberikan beberapa patah kata untuk memulai acara ini. Yang saya ingin tekankan disini adalah semoga dalam turnamen ini para murid-murid akademi bisa mendapatkan pengalaman bertarung yang sesungguhnya, dimana yang kita tahu dunia saat ini sedang kacau akibat pertumbuhan monster iblis yang semakin meningkat setiap tahunnnya. Juga sebagai motivasi para murid untuk berkembang menjadi yang terbaik. Oh iya dan juga baru saja akademi ini memiliki berita yang tidak menyenangkan salah satu murid terbaiknya telah hilang di gunung salak, saya juga bertanggung jawab karena kelalaian kami dia bisa masuk ke gunung yang sudah di tutup. Sampai saat ini pun tim pencarian kami masih mencarinya di gunung. Mari kita doakan untuk keselamatannya, semoga cepat ditemukan dalam keadaan baik-baik saja." Ujar master Diego.



"Baiklah demikian sambutan dari master kita Diego, dan selanjutnya adalah saatnya pengumuman urutan pertandingan. Di turnamen ini terdapat 15 arena dimana masing-masing arena akan digunakan untuk pertarungan sampai mencapai 16 besar. Setelah 16 besar akan dipindah ke arena utama yang akan muncul dari bawah apabila kita sudah mendapatkan 16 besar peserta dengan skor tertinggi. Baiklah kita mulai undiannya siapa yang akan melakukan pertarungan pembukaan mari kita lihat." Ujar presenter acara.



Panitia mulai mengumumkan hasil undiannya.



"Di arena pertama adalah pertandingan antara kelas B Dio melawan kelas C Lulu. Dan di arena ke-2 dari kelas E Muja melawan kelas B Lidya. Dan di arena ke-3 ada dari kelas A Cikal melawan dari kelas E Nero, Dan selanjutnya.. Dipersilahkan para peserta untuk naik ke atas arena." Ujar panitia.



"Huh?? Bukankah nama anak yang hilang itu Nero? Mengapa dia diikutsertakan dalam pertandingan? Apa terjadi kesalahan?" Bisik-bisik para penonton turnamen.



"Huh? Kenapa anak yang hilang itu tidak di diskualifikasi dari pertandingan? Dimana ketua panitianya aku ingin bicara." Ujar master Diego.



Master Diego pun bertemu dengan ketua panitia penyelenggara turnamen.



"Apa kau melakukan kesalahan? memasukkan anak itu ke dalam list peserta?" Tanya master Diego.



"Tidak master, sesuai dengan peraturan turnamen bahwa jika yang bersangkutan tidak bisa hadir maka hak suaranya berpindah kepada walinya. Dan walinya adalah guru Andi, dia bersikeras mengikut sertakan Nero ke dalam pertandingan, dia yakin Nero akan datang." Ujar ketua panitia.



"Apa..?? Panggil dia, apa yang dia pikirkan mengikut sertakan muridnya yang sudah tiada, bukankah itu pelecehan terhadap rohnya." Ujar master Diego.



Guru Andi dipanggil oleh master Diego ke ruangan panitia.




"Kau benar master, aku sebelumnya juga berpikir begitu, akan tetapi seluruh muridku mempercayai bahwa dia akan datang. Dan jika ia datang dan tidak melihat namanya di dalam list peserta dia akan berpikir bahwa guru dan teman-temannya tidak percaya padanya bahwa dia akan datang. Aku tidak ingin itu terjadi, sampai akhirpun kami akan tetap percaya padanya bahwa dia akan datang dan memenangkan turnamen ini." Ujar guru Andi.



"Haaiihhh... baiklah alasanmu ada benarnya. Maafkan aku yang mencoba ikut campur dalam kelasmu." Ujar master Diego.



"Tidak apa-apa master, saya mengerti sebelumnya pun saya berpikiran seperti anda." Ujar guru Andi.



"Tapi waktunya hanya tinggal sebentar lagi, dan dia mendapatkan urutan pertama. Sementara tim pencarian kami sampai saat ini belum mendapatkan petunjuk apapun." Ujar master Diego.



"Tenang saja master, muridku ini selalu memberikan kami kejutan yang tidak disangka-sangka." Ujar guru Andi.



Sementara itu di arena, presenter sudah akan memulai pertarungannya.



"Yeaaahhhh...!! Akhirnya para peserta sudah berada di arena, ohh tunggu sebentar dimana peserta di arena 3 kenapa hanya ada 1?" Ujar presenter acara.



Tiba-tiba seorang petugas dari panitia berlari menghampiri sang presenter.



"Ohh.. baru saja aku mendapatkan informasi bahwa pertandingan akan tetap dilanjutkan. Jika peserta di arena 3 telat makan dia akan di diskualifikasi dari pertandingan, baiklah persiapan dilakukan selama 5 menit. Seluruh peserta di arena bersiap-siaplah." Ujar presenter.



5 menit berlalu, dan semua peserta sudah berada di posisinya masing-masing. Namun Nero belum juga datang. Guru Andi dan semua teman-temannya berdoa akan kedatangannya, begitupun Irene yang percaya bahwa Nero masih hidup.



"Dimana kau bodohh, cepatlah datang.. aku tau saat ini kau sedang sembunyi, keluarlah Nero bodoohhh..!!!" Teriak Boni.


__ADS_1


"Baiklah akan aku hitung sampai 3 pertandingan akan dimulai.. bagi siapa saja yang tidak hadir maka secara otomatis akan dinyatakan kalah. Okeee 1....2.....3.... Mu...!!" Ujar presenter yang tiba-tiba terhenti karena melihat awan hitam besar sedang mendekat ke arah arena 3.



"Haahh?? Apa itu? Mengapa ada awan hitam menuju kesini?" Ujar para penonton.



"Blaaaarrrrr...!!!" Seketika awan hitam itu jatuh dan membuat ledakan yang megah dan menghasilkan asap hitam yang bertebaran di udara.



Terlihat sosok seorang anak dengan sayap kelelawar berwarna hitam yang terlihat tidak asing di mata para murid.



"Yoo.. apa kau memanggilku Boni bodoh? Hehe" ujar Nero yang tiba-tiba keluar dari asap hitam itu.



"Hahahhaa aku tau kau pasti akan datang, kau selalu saja membuat kami khawatir dasar bodoh." Ujar Boni.



"Itu Nero dia selamat syukurlah.." ujar Zaskia.


"Kau memang selalu membuat kami semua kerepotan dasar anak nakal..!!" Ujar guru Andi sambil mengusap air matanya.



"Hah? Bagaimana mungkin? Bahkan tidak ada kabar apapun dari tim pencarianku, bagaimana dia bisa berada disini?" Ujar master Diego kaget.



"Sialll..!! Aku tau anak itu akan selamat, jika si Andi sialan itu tidak ada aku bisa mengeluarkannya, siall jika Cikal kalah akan membuatku malu." Gumam pak Tito sambil mengigit jari.



"Hahaha percuma saja kau datang, kau akan kalah oleh Cikal dia adalah murid kelas A sedangkan kau adalah murid kelas E. Perbedaan yang sangat jauh. Justru lebih baik kau tidak datang tadi. Hahaha" teriak Boris.



"Heh sepertinya orang-orang dari kelas A semuanya sangat rindu padaku, aku jadi malu. Hehe yoo cewek galak lama tidak berjumpa, apa kau merindukanku juga?" Ujar Nero meledek.



"Hmpphh...!! Diam kau laki-laki tidak bertanggung jawab aku sudah tau kau pasti selamat.. tapi meninggalkan seorang wanita di gunung sendirian. Dasar banci..!!" Ujar Irene.



"Huh.. banci?? Hahah kau tetap saja galak seperti biasa." Ujar Nero.



"Syukurlah dia selamat, aku sangat khawatir dasar bodohh..!!" Gumam Irene dalam hatinya.



"Woooowww benar-benar kejadian yang tak terduga, sungguh mengejutkan..!! Peserta Nero dari kelas E muncul begitu saja dari udara seperti pahlawan yang baru saja datang. Akan tetapi di arena juga terdapat lawan yang berat. Dia adalah murid dari kelas berbakat kelas A. Apakah Cikal akan mendominasi pertarungan ini? Ataukah Nero yang akan membuat kejutan seperti kedatangannya. Mari kita saksikan semuanya... Pertarungan kita mulaaaiii...!!"



Pertandinganpun akhirnya dimulai.



"Hehehe.. maafkan aku jika pertunjukkanmu harus berakhir disini. Perbedaan kekuatan kita sangatlah jauh.. Kau akan aku kalahkan hanya dalam 1 serangan." Ujar Cikal dengan sombongnya.



"Ooohhh benarkah? Aku ketakutan.. kalau begitu aku akan mengalahkanmu tanpa menyerang bagaimana?" Ujar Nero.



"Diam kau anak sombong..!! Akan kubungkam mulut kotor mu itu." Ujar Cikal yang segera menyerang Nero.



"Kau ini benar-benar meremehkan aku, menyerang tanpa menggunakan relicmu.. sepertinya kau sejenis dengan si boris bodoh itu ya.." ujar Nero sambil menghindar ke sampingnya dengan langkah cahaya.



"Huh..? Cepat sekali dia." Gumam Cikal.


"Apa kau hanya bisa menghindar? Maju sini kalau kau laki-laki.. bahkan tanpa relicpun aku akan mengalahkanmu dengan 1 serangan saja." Teriak Cikal.



"Haiiihh.. benar-benar bodoh, aku tidak tanggung jika kau sampai pingsan ya.. relic Ahool, hawa membunuh." Ujar Nero.



Sayap kelelawar hitam keluar dari punggung Nero, lalu menimbulkan hawa membunuh yang sangat mencekam.



"Huh... apa ini, tubuhku tidak bisa bergerak, badanku menggigil, aku ketakutan.. aaarrgghhh..!!" Ujar Cikal yang mulai ketakutan akibat hawa membunuh Nero.


__ADS_1



__ADS_2