
Legenda Nero
Chapter 25 - Roh Relic Hitam
Karya: yudhaneru
================================
Master Diego mencoba bertahan dari serangan-serangan Ahool sambil mengisi energi relic garudanya untuk melakukan serangan pamungkasnya. Sementara itu di sisi Nero.
"Nakk sepertinya si Diego itu mau melancarkan serangan besar ke arah Ahool, ini kesempatan kita mendapatkannya saat ia lemah." Ujar patih.
"Huh..?? Oke patih beritahu aku jika Ahool berhasil terkena serangannya, akan aku pancing master Diego dengan suar api ini dia pasti akan segera datang kesini." Ujar Nero.
"Okeee.." ujar patih.
Akhirnya setelah bertahan cukup lama dari serangan Ahool, master Diego telah berhasil mengisi penuh energi garuda, tiba saatnya serangan balasan.
"Bagusss sudah penuh.. telat sebentar saja mungkin akan berbahaya, semua relic armorku sudah hancur tak dapat menahan serangannya. Dengan 1 serangan ini akan aku hancurkan monster itu, tidak boleh meleset hidup ku di pertaruhkan dalam 1 serangan ini." Ujar master Diego.
"Wiiinnggggg..." relic garuda milik master Diego bersiap melakukan serangan.
"Ahoooll...!!" Ahool pun bersiap melakukan serangan gelombang suaranya.
"Blaaarrrrrr.... wuuunnnggggg..!!" Serangan mereka berdua beradu.
"Duaaarrrr...!!" Serangan Ahool kalah oleh serangan master Diego, akan tetapi dengan refleknya Ahool berusaha menghindari serangan master Diego.
"Siall dia sangat cepat, jangan sampai ia berhasil menghindari seranganku, tidak akan ada yang bisa menghentikannya jika ia berhasil lolos." Ujar master Diego cemas.
"Duakkkk..!! Tiba-tiba burung hitam milik patih menabrak kepala Ahool, sehingga ia tidak bisa menghindari serangan master Diego tepat waktu.
"Blaaaaarrr...!!!" Ahool terkena serangan relic garuda dengan telak.
"Huh..? Apa itu tadi yang menyerang Ahool secara tiba-tiba? Apa ada yang sedang berusaha membantuku?" Ujar Diego bingung.
Saat Ahool terkena serangan dari relic garuda master Diego, seketika kabut hitam yang menyelimuti pegunungan salak menghilang.
"Ahh Arthurrr...!! Kau baik-baik saja?" Ujar master Diego sambil berlari menghampiri Arthur yang sudah terjatuh dan terluka.
"Master maafkan aku.. aku sedikit lengah, relic armorku hancur dan sepertinya beberapa tulangku patah akibat serangannya." Ujar Arthur.
"Nerooo.. sekarang saatnya, tembakkan suar api itu, Ahool berhasil kena telak." Ujar patih memberi aba-aba.
"Huh..? Baik patih.. wuussshhhhhh..." ujar Nero sambil menembakkan suar apinya.
Semua pasukan master Diego melihat sebuah tanda suar api milik Nero dan Irene, dan mereka semua segera pergi ke arahnya.
"Master lihat itu ada suar api, apa itu milik Irene?" Ujar Arthur.
"Huh kau benar, ayo kita kesana aku bantu kau berdiri.." ujar master Diego.
"Ahoooll...!! Ahool dengan sempoyongan pergi meninggalkan mereka.
"Ahh master.. monster itu pergi, tidakkah kita segera membunuhnya?" Tanya Arthur.
"Jangan... meskipun dia terluka akupun juga sudah kehabisan semua tenagaku, jika ia masih sanggup melawan habislah kita. Lagipula prioritas utama kita adalah menyelamatkan anakku dan temannya ayo segera pergi ke suar api, aku yakin Sila dan Bimo juga sudah disana." Ujar master Diego.
Sementara itu Sila, Bimo, dan para pasukan sudah sampai di tempat suar api itu berada. Disusul oleh master Diego dan juga Arthur.
"Ahh.. master, Arthur kalian baik-baik saja? Maafkan kami terlalu lama, gunung ini sangat luas dan banyak sekali gua-gua yang membuat kami sedikit kesulitan mencarinya." Ujar Bimo.
"Tidak masalah, bagaimana keadaan disini apa yang sudah kalian temukan?" Tanya master Diego.
"Kami menemukan putri anda master, dia sudah ada di tenda yang kami buat, kata dokter dia hanya pingsan kau tenang saja." Ujar Sila.
"Ahh syukurlah, aku sangat cemas.. lalu bagaimana dengan temannya?" Tanya master Diego.
"Ahh.. untuk temannya kami hanya menemukan sobekan baju yang dipegang oleh nona Irene. Dan kami tidak tahu dimana keberadaannya sekarang." Ujar Sila.
__ADS_1
"Ahhh.. sepertinya kita pun sudah tidak sanggup lagi melanjutkan pencarian ini, aku dan Arthur sudah tidak bisa bertarung lagi, dan sudah cukup lama juga pasukan mengitari gunung ini pasti mereka juga sudah kelelahan. Jika bertemu monster itu lagi malah akan memakan korban jiwa yang lebih banyak, sepertinya kita hanya bisa mundur untuk saat ini dan mempersiapkan tim penyelamatan yang selanjutnya untuk mencari keberadaan anak itu." Ujar master Diego.
"Baik master, kami akan segera mundur dari gunung ini, silahkan master dan Arthur pergi duluan untuk segera menyembuhkan luka-lukanya kami akan menyusul setelah membereskan ini semua." Ujar Bimo.
"Oke aku serahkan semua padamu Bimo, Sila.." ujar master Diego.
Sementara itu di sisi Nero. Patih mengikuti Ahool ke sarangnya, dan akhirnya Ahool mendarat di sebuah gua.
"Oii nak sini.. dia masuk kedalam gua dia sedang kelelahan, saat ini waktu yang tepat untuk melawannya." Ujar patih.
"Hehe aku tidak menyangka akan mendapatkan kesempatan seperti ini, aku sudah memikirkan banyak cara untuk melawannya tetapi ternyata justru dibantu oleh paman Diego, sepertinya kita memang jodoh Ahool." Gumam Nero senang.
Seluruh pasukan master diego sudah pergi dari pegunungan salak, sementara itu Nero bersama patih dan Ujang sudah bersiap-siap di depan gua untuk melawan Ahool.
"Hoooiii monster bodoh keluar kauu..!! Ujar Ujang.
"Husshh.. kau tidak perlu memanggilnya seperti itu, biar aku gunakan gas beracunku untuk menggiringnya keluar." Ujar Nero.
"Ahh.. baik tuan." Ujar Ujang.
Nero melemparkan beberapa jarum penghasil gas beracun ke dalam gua, sehingga gua itu dipenuhi oleh gas beracun.
"Ahooollll..!!" Tiba-tiba terdengar teriakan Ahool dari dalam gua.
"Duak...duakk..blaarr..!!" Suara Ahool yang tertabrak-tabrak mulut gua saat mencoba keluar.
"Semuanya keluarkan relic kalian, serang dia dengan serangan terkuat kalian secara bersamaan." Teriak Nero.
Nero, patih dan Ujang beserta 2 monster roh patih Drake dan gorilla tanduk merah menyerang Ahool bersamaan.
"Duaaarrr... blaaarrr... taakkkk, buaakkk..!!" Serangan mereka berhasil masuk semua ke Ahool. Seketika Ahool rubuh dan terjatuh ke tanah.
"Ini kesempatan, serang bagian lehernya disana ada bekas luka parah yang dibuat oleh pemimpin indonesia yang dulu." Teriak Nero sambil melemparkan Jarum Rafflesia Arnoldi ke bagian leher Ahool.
"Jlebbb...!! Duaarr.." serangan Nero dan patih berhasil mengenai leher Ahool.
"Hah.. aku menggunakan 100% pelepasan racun pada jarum itu, suharusnya itu sangat ampuh, ditambah lagi serangan patih berhasil masuk itu akan menambah daya rusaknya." Ujar Nero.
"Ahooolll..ahkkk..ahkkk..!!" Ahool dengan sempoyongan merangkak menjauh dari Nero dan lainnya.
"Aihh walaupun dia seekor monster yang buas dan pelaku penghancuran negara ini, aku tetap tidak tega menyiksanya seperti ini aku merasa seperti orang jahat yang suka menyiksa hewan. Tapi maafkan aku Ahool, aku sangat membutuhkan kekuatanmu untuk melawan bangsa iblis nanti,, akan ku pelihara relicmu dengan baik." gumam Nero.
"Semuanya serang bagian lehernya, saat ini dia sudah tidak mampu lagi untuk menghindar, dan efek racunku sebentar lagi pasti akan keluar. Kekuatan penuhh..!!" Teriak Nero.
Semua menyerang Ahool dengan kekuatan penuhnya, hingga akhirnya Ahool terkapar terkena serangan Nero dan lainnya dari luar dan juga serangan racun Rafflesia dari dalam.
"Haahh.. sudah lama aku tidak bertarung sesengit ini, sangat menyenangkan. Tidak sia-sia aku ikut denganmu nak. Haha" ujar patih yang membaringkan badannya ketanah karena kelelahan.
"Hehe.. sudah ku bilang patih, kau tidak akan menyesal mengikutiku. Kita istirahat saja dulu disini sambil menunggu roh Ahool muncul keluar." Ujar Nero.
Beberapa saat kemudian akhirnya roh Ahool muncul keluar dari tubuhnya.
"Oi nak dia muncul, wahh lihat itu roh itu memiliki warna menunjukkan kalau roh itu berada di atas tingkat langit, dan warnanya hitam terlihat sangat menyeramkan.. apa kau yakin akan menjadikannya relic? Aku takut tubuhmu yang sekarang tidak bisa menahannya." Ujar patih cemas.
"Ya aku tau patih, aku sudah mempersiapkan segalanya ayo kita bawa roh ini ke gua. Aku akan menyiapkan beberapa kristal element untuk membantu pemekatan elementku semakin kuat, dan membuat jamu penguat kekuatan jiwa untuk melawan roh Ahool di alam bawah sadarku." Ujar Nero.
"Jamu..? Apa itu jamu? Aku baru pertama kali dengar." Tanya patih penasaran.
"Hehh.. itu adalah minuman obat khas indonesia, jika di china terkenal dengan pilnya, di jepang dengan tehnya, di eropa dengan kapsul, maka di indonesia juga punya jamu." Ujar Nero.
"Hoo.. begitu rupanya, masa depan sudah sangat berubah banyak, dulu di masa kami sepertinya hanya ada pil dari china, dan juga beberapa obat tumbuk tradisional." Ujar patih.
Nero dan lainnya bergegas menuju gua air terjun untuk membuat beberapa persiapan sebelum memulai penyatuan Nero dengan relic roh Ahool.
"Yosshh..!! 5 kristal element sudah siap, jamu penguat jiwa ditambah dengan beberapa bahan yang aku temukan di gua membuatnya makin kuat. Sudah saatnya aku mulai menyatu dengan roh Ahool." Ujar Nero.
"Patih apa segel di pintu gua sudah selesai?" Tanya Nero.
__ADS_1
"Beress.. gua ini tidak akan terlihat dari luar kau tenang saja, kau bisa fokus menyatu dengan monster itu." Ujar patih.
"Baiklah patih, ujang tolong jaga tubuhku selama aku memasuki ranah jiwa melawan Ahool dari dalam." Ujar Nero.
"Beress serahkan pada kami...!!" Ujar patih dan ujang.
Akhirnya Nero mulai membuat kontrak dengan roh Ahool, akan tetapi sesuatu tiba-tiba saja terjadi.
"Uhuukkkkkk.. hoekkk..!!" Nero mulai memuntahkan darah sesaat setelah dia memulai menyerap roh Ahool.
"Ahh.. nakk.. nakkk!! Sial baru saja mulai sudah separah ini, sudah aku peringatkan kalau tubuhnya yang saat ini masih berada di tingkat menengah tidak akan kuat. Semoga kau selamat nak, maafkan kami tidak bisa membantumu banyak." Ujar patih.
Sementara itu di dalam ranah jiwa milik Nero, Nero kembali ke saat-saat dimana kota tempat tinggalnya dibantai.. ayah ibunya yang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Nero. Hari itu tidak akan bisa Nero lupakan, semua anggota keluarganya di bantai oleh bangsa iblis, ke-2 adiknya juga mati hanya Nero yang selamat dari kejadian mengerikan itu. Kota solo sudah seperti kerusuhan, bangunan runtuh dimana-mana monster mengamuk di setiap sudut kota.
"Ayaaahhh... ibuuu...!! Tidaaakkk maafkan aku ayah.. ibu.. aku hanya anak bodoh yang tidak mampu melindungi keluarga ini, aku hanya beban untuk kalian mengapa kalian malah menyelamatkan aku.. bahkan adik-adikku sudah tiada, untuk apa aku hidup lagiii...!!!!" Teriak Nero.
Tiba-tiba saja datang cahaya yang menyinari sekitar Nero, sampai membuat seluruh tempat menjadi terang. Dan akhirnya Nero melihat sebuah buku yang sudah lusuh, tetapi seperti memiliki aura menenangkan yang sangat besar di dalamnya.
"Huh..? Buku apa ini? Mengapa hanya ada sampulnya? Dimana isinya? Dan Mengapa aku sangat tenang berada disini? Sangat nyaman.. aku tidak ingin keluar dari sini." Ujar Nero yang tiba-tiba saja tertidur di ruangan putih tersebut.
"Huh..?? Dimana ruangan putih tadi? Tiba-tiba saja aku mengantuk didalamnya.. Buku apa ya itu tadi, aku juga tidak pernah meilhatnya.. ahh pikirkan nanti sajalah, terlalu banyak misteri di dunia ini yang belum aku pahami meskipun aku sudah hidup selama ratusan tahun tetap saja setiap manusia pasti memiliki batas di dalam pengetahuannya. Sekarang saatnya ke tujuan utama, dimana roh monster itu? Aku berhasil di permainkan oleh ilusinya sial monster legenda memang sangat kuat... jika bukan karena cahaya itu mungkin jiwaku akan tersesat di dalam ilusi selamanya." Ujar Nero.
"Wiiiinnggg...!!" Akhirnya Nero melihat sebuah bola cahaya berwarna hitam pekat.
"Hmm ini kah inti roh Ahool? Yosshhh... aku sudah siap mari kita mulai pembentukan relic..!!" Ujar Nero sambil menyentuh bola hitam itu.
"Siapa kau manusia?" Tiba-tiba terdengar suara menyeramkan.
"Huh..? Siapa itu yang bicara? Perlihatkan dirimu." Teriak Nero.
"Heh.. berani juga kau manusia menyuruhku memperlihatkan diri, kau ini bukanlah orang yang mengalahkanku licik sekali kau menyerangku disaat aku kelelahan setelah bertarung." Ujar suara aneh tadi.
"Hehe kau Ahool? Jangan begitu.. bertarung bukan hanya soal kekuatan, tapi juga kecerdasan.. sepertinya aku lebih cerdas dari pada kau." Ledek Nero.
"Sial kau manusia, jika aku tidak kelelahan setelah bertarung dengan orang itu aku tidak akan bisa kau permalukan seperti ini. Sekarang biarlah aku mengambil alih tubuhmu itu untuk membalaskan dendamku pada orang itu." Ujar Ahool.
"Hehh coba saja kalau kau bisa, takdirmu adalah menjadi relicku..!!" ujar Nero.
"Syuuuutttt..!! Energi hitam Ahool menyerang jiwa Nero.
"Aaaaahhhhhhh...!! Sakittt sekali, siaallll..!!!!" Teriak Nero kesakitan akibat jiwanya yang dimakan oleh Ahool.
"Heh..hehh..ehe.. rasakan itu kau manusia bodoh, berani-beraninya kau mencoba menguasai roh ku dengan tingkatan seperti ini, kau seperti debu untukku." Ujar Ahool.
"Aaarrggghhhh sial, jika seperti ini terus jiwaku akan dilahap olehnya.. aku harus cari cara.. arrrgghhhh...!!!" Ujar Nero.
"Matilaahhh.. berikan aku tubuhmu, biarkan aku hidup kembali..!! Hahahaha" ujar Ahool.
"Sssshhhhhhh...!!" Tiba-tiba datang energi berwarna putih mengelilingi energi hitam Ahool dan jiwa Nero.
"Ahh... siapa itu? Siapa yang menganggu? Jangan ganggu aku melahap jiwa manusia ini, siapa kau sebenarnya?" Ujar Ahool marah.
"Syyuuhhhhh..!!" energi putih itu menyelimuti jiwa Nero.
"Ahh.. ini bukankah roh Rafflesia Arnoldi? Uhhh.. sepertinya dia berusaha melindungiku, dia memberiku kekuatan." Ujar Nero.
"Sialll...!! kau ini berada dipihak mana? Bukankah kau juga monster? Kenapa kau malah melindungi manusia?" Tanya Ahool.
"Sssshhhhh..." energi putih itu justru semakin melindungi Nero.
"Ahh apa dia menganggap aku keluarganya? Benar juga selama ini aku yang selalu merawatnya dari tunas hingga menjadi kuncup seperti sekarang. Ternyata monster juga tau caranya balas budi." Gumam nero.
"Dasar kau monster tidak berguna, mati saja kau bersama manusia itu..!!" Teriak Ahool sambil mencoba menyerang Nero kembali.
"Rafflesia bantu aku menahan energi ini.." ujar Nero.
"Ssshhhhhh....!!" Energi putih itu melindungi Nero semakin kuat.
"Aaaarrrgggghhh...!! Tidak bisa, bahkan dengan bantuan roh Rafflesia kita tidak sanggup melawannya.. bagaimana ini..!?!" Gumam Nero bingung.
__ADS_1