
Legenda Nero
Chapter 19 - Pelelangan
Karya: yudhaneru
==================================
Setelah memberikan alamat kediamannya kepada dr Fahri, Nero dan lainnya kembali ke asrama. Lalu sesampainya mereka di asrama.
"Teman-teman malam ini berlatihlah pemekatan element dengan menggunakan elixir ini.. ini mempunyai khasiat 10x lebih kuat dibandingkan dengan elixir yang ada sekarang, aku jamin kalian akan naik tingkat dengan cepat." Ujar Nero.
"Ahh ini yang kau berikan pada ayah tadi kan?" Tanya Zaskia.
"Ya benar, aku membuatnya cukup banyak, akan aku beri kalian 1 botol dan akan kuberikan pada teman-teman yang lain besok." Ujar Nero.
"Waahhh.. terimakasih Neroo.." ujar Nadine.
"Wahh ini baru sobatku..!" Ujar Boni.
"Terimakasih Nero.." ujar Zaskia.
"Yaa sama-sama teman-teman tidak perlu sungkan kita semua adalah keluarga." Ujar Nero.
Sesampainya Nero dan lainnya di kamar, ujang tiba-tiba muncul.
"Tuann.. tuan 2 orang td mereka termasuk salah satu pembantai suku ku, tidak salah lagi." Ujar ujang.
"Hmm.. benarkah? Selain memeras persediaan elixir kota, mereka juga berurusan dengan beberapa insiden janggal di kota ini? Pemerintahan sekarang benar-benar hancur sampai ke akar-akarnya.. apa paman Diego tau akan hal ini ya.. aku harus segera bertemu dengannya. Kau tenang saja jang, jangan terburu-buru kita harus mencari siapa dalang sebenarnya dibalik pembantaian suku baduy dan membalaskan dendammu." Ujar Nero.
Malamnya Nero, Boni, Zaskia, dan Nadine melakukan pemekatan di kamar masing-masing hingga pagi datang. Waktunya mereka berangkat ke akademi.
"Heii.. heii apa kau dengar, katanya tumbuhan racun Rafflesia Arnoldi yang menjaga hutan raya bogor tidak tumbuh lagi? Ya aku dengar, tahun ini adalah tahun terakhir tumbuhan itu tumbuh disana. Dan disana banyak di temukan berbagai macam bangkai monster tingkat tinggi, dan juga beberapa tanaman obat langka. Dan saat ini para penjaga sedang mencari apa penyebab matinya tanaman itu." Ujar murid-murid akademi di sepanjang jalan.
Sementara itu di dalam kelas E.
"Hei apa kalian dengar rumor yang beredar, jadi gas beracun tumbuhan itu saat ini sudah tidak ada lagi? Aihhh kenapa tidak dari kemarin saja saat kita menerima ujian pencarian relic, benar-benar sial kita semua sangat kerepotan dengan racunnya." Ujar Boni.
"Ya benar.. benar ujian relic tahun depan pasti akan sangat mudah, dengan tidak adanya racun itu di tengah hutan murid-murid bisa dengan bebas mencari monster terbaik untuk dijadikan relic." Ujar Dino.
"Apa kau tau sesuatu Nero, bukankah kau ingin mencari seekor monster di dalam racun itu dulu?" Tanya Burhan.
"Benarr monster relicmu Nero, bukankah itu hanya seutas rumput tapi mengapa bisa berada di tingkat tinggi? Bagaimana mungkin ada rumput memiliki energi element sehebat itu.. monster seperti apa yang berhasil kau bunuh?." Ujar Boni.
"Haha sepertinya aku tidak bisa menyembunyikan apapun dari kalian ya, benar rumput ini bukan rumput biasa, ini adalah tunas dari monster tanaman iblis Rafflesia Arnoldi yang harusnya tumbuh menggantikan tanaman yang sudah tua sekarang aku berhasil masuk kedalam inti racunnya untuk mengambilnya menjadi relicku.." ujar Nero.
"Astaaggaa jadi kaulah pelakunya...!?! Kau benar-benar seorang buronan kali ini Nero." Ujar teman-teman lain sambil menepuk keningnya.
"Hahahaha..!!" Tawa Nero.
Kelas pun dimulai, anak-anak kelas E belajar seperti biasa dengan guru Andi. Dan kelas tambahan guru Andipun berjalan seperti biasa tanpa ada masalah.
Sore pun datang, yang menandakan kelas tambahan guru Andi berakhir.
"Oke baik anak-anak sekian pelajaran kali ini, ingat tetaplah melakukan meditasi di asrama kalian.. semakin kalian bekerja keras akan semakin cepat perkembangan kalian nantinya." Ujar guru Andi.
"Baikk guruu...!!" Ujar anak-anak kelas tambahan guru Andi.
"Eh teman-teman jangan pulang dulu, aku ingin memberikan ini pada kalian. Ini adalah elixir untuk kalian, gunakan ini saat melakukan meditasi pemekatan element." Ujar Nero.
"Huh? Bukankah elixir ini sangat mahal Nero? Kami tidak bisa menerimanya." Ujar Dino.
"Aihh sudahlah Dino, Nero menganggap kita semua sebagai saudaranya.. jika kau menolaknya justru akan menyakiti hatinya. Sudahlah kau terima saja." Ujar Boni.
"Ahh baiklah jika kau memaksa, jika kau butuh bantuan kami jangan sungkan Nero aku pasti akan membantumu." Ujar Dino.
"Haha ya pasti saudaraku.." ujar Nero.
"Oh iyaa Nero rabu depan ayahku mengundangmu di pelelangan keluarga Sadino, ayah bilang kau bisa ikut bersama dengannya. Kata ayah disana mungkin ada sesuatu yang ingin kau beli.." ujar Zaskia
"Huh..? Apa boleh? Tentu saja aku mau." Ujar Nero.
"Tentu saja, akan ku katakan pada ayah kau mau ikut." Ujar Zaskia.
"Okee.. terimakasih kia." Ujar Nero.
Setelah selesai membagikan elixir dan menjelaskan cara pemakaiannya, Nero dan lainnya kembali ke asrama.
__ADS_1
1 minggu pun berlalu, hari-hari selama seminggu ini berlalu dengan lancar tanpa masalah sedikitpun, Nero dan teman-temannya menghabiskan waktu dengan berlatih pemekatan menggunakan elixir yang diberikan Nero. Lalu tiba saatnya Nero dan dr Fahri pergi ke pelelangan keluarga Sadino.
"Hei Nero aku sudah menunggumu, ayo kita segera berangkat.." ujar dr Fahri.
"Ahh paman maaf membuatmu menunggu.. ayoo..!!" Ujar Nero.
Akhirnya mereka sampai di kediaman keluarga Sudino.
"Kita sampai Nero, ayo segera masuk.." ujar dr Fahri.
"Ahh tuan besar Fahri, silahkan masuk lewat sini, kami sudah menyiapkan ruang vvip untuk anda.." ujar penjaga.
"Ayo Nero disini, ikut aku jangan sampai terpisah denganku.." ujar dr Fahri.
"Huh..? Patih keluarlah, kita berpisah disini, ambillah pakaian untuk menutupi tubuhmu dan beberapa barang-barang yang akan kita lelang." Ujar Nero.
Di malam sebelum pergi, patih dan Nero berencana menjual beberapa harta karun kerajaan maja manis.. dan mereka berencana membuat patih menjadi seperti seorang pemburu harta dengan perubahan wajah milik patih, dan anggota bawah tubuhnya diselimuti oleh jubah.
"Haihh santai saja, apa benar barang-barang tidak berguna ini bisa dijual ya? Aku mulai ragu dengan umat manusia saat ini, yang rela membeli barang tidak berguna ini." Ujar patih heran.
"Sudah patih percaya saja padaku, sikat mandimu itu akan jadi yang termahal diantara semua barang. Banyak kolektor barang antik yang akan membelinya. Hahaha" bisik Nero.
"Huhhh.. aneh sekali manusia di zaman ini." Keluh patih.
Patih mulai menyamar sebagai pemburu harta dan pergi ke belakang panggung untuk mendaftarkan harta kerajaannya untuk di lelang.
"Huh?? Aura orang ini benar-benar kuat, mungkinkah dia seorang tingkat bumi ranking tinggi? Aku harus menghormatinya." Gumam pelayan yang menjaga tempat pendaftaran.
"Tuan apa yang ingin anda jual? Bisakah kami bantu?" Ujar pelayan.
"Aku mau menjual ini, barang-barang ini adalah peninggalan kerajaanku.. ehemm.. maksudku kerajaan majamanis." Ujar patih.
"Apaaa..?? Kerajaan majamanis? Berdasarkan laporan tim pemeriksa, dungeon itu sudah kosong bukan? Bahkan semua monster yang ada di dalamnya sudah menghilang. Padahal ditemukan banyak sekali mayat pemburu harta disana dan beberapa sudah berada di tingkat tinggi, dan tuan bisa mengambil semua harta ini? Setidaknya tuan ini pasti adalah elementor tingkat bumi, hingga bisa mengambil harta dan memusnahkan semua monster itu?" Ujar pelayan.
"Haha ya begitulah.." ujar patih.
"Boleh kami mengeceknya sebentar tuan?" Ujar pelayan.
"Silahkan saja, toh harta itu sudah pasti asli." Ujar patih.
"Mohon tunggu sebentar di ruang vip ini tuan." Ujar pelayan.
Setelah menunggu beberapa saat pelayan itu pun kembali.
"Maaf mengganggu anda tuan muda, nama saya adalah Lily Sadino kepala penyelenggara pelelangan saat ini, aku datang kesini untuk menyambut anda mari kita berdiskusi di tempatku tuan.. disini kurang layak untuk tuan muda." Ujar Lily.
"Nahh gini dong yang menyambutku haruslah seorang wanita cantik, aku kan jadi bersemangat, saatnya menunjukkan wajah tampan semasa mudaku.. tekhnik peniru wajah." Seketika wajah patih berubah menjadi muda.
Patih membuka tudung kepalanya seraya menjawab ajakan Lily.
"Ya.. kalau kau memaksa aku akan ikut denganmu nona cantik.." ujar patih merayu.
"Ahh tuan muda bisa saja.. hahaha. Mari tuan muda ikut ke ruanganku, kita ngobrol2 disana." Ujar Lily.
"Mari aku dibelakangmu nona..!!" Ujar patih.
"Wow siapa dia, aku belum pernah bertemu pria setampan dia di kota ini, dan sepertinya auranya tidak main-main.. bagaimana bisa dengan koneksiku saat ini aku tidak mengenal orang sepertinya.. mencurigakan sekali, aku akan coba membongkar identitas aslinya nanti." Gumam Liliy dalam hati.
"Huh.. gadis ini sepertinya cukup dewasa, tidak langsung terpesona oleh ketampananku dan masih bisa mencurigaiku seperti ini.. sepertinya ia bukan orang amatiran. Tapi hal itu justru membuatku tambah semangat menaklukkannya.. Hehe" gumam patih jahat.
"Mari tuan lewat sini.." ujar Liliy.
Patih diajak ke ruangan makan mewah, disana terdapat beberapa makanan mewah yang disajikan khusus untuk menyambut patih.
"Silahkan dinikmati tuan muda, sembari kita berbincang-bincang.. hehe" ujar Liliy sambil merayu patih mendekati tempat duduknya.
"Tuan apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?" Tanya Lily.
"Tentu saja, bagaimana bisa aku menolak permintaan seorang wanita cantik." Ujar patih.
"Tuan ini berasal dari mana? Mengapa orang sehebat anda tidak pernah terdengar sama sekali di kota ini?" Tanya Lily.
"Hahaha aku bukan berasal dari kota ini, dan aku tidak bisa memberitahumu dari mana aku berasal.. hehe" jawab patih.
"Hmm.. lalu bagaimana bisa tuan mendapatkan harta karun itu? Bukankah disana banyak monster-monster berbahaya.. bahkan yang aku dengar ada monster tingkat bumi.. dan beberapa utusan kami juga tidak selamat di sana." Ujar Lily.
"Hehe.. monster-monster itu cukup lemah dihadapanku, dan sepertinya mereka dikendalikan oleh pemimpinnya.. asalkan pemimpinnya mati semua monster itu akan mati, dan aku telah berhasil mengalahkan pemimpinnya serta mendapatkan kunci harta karunnya." Ujar patih.
__ADS_1
"Apa, jadi kau yang membunuh semua monster itu?? Tanya Lily.
"Hmm ya seperti itulah.. sebenarnya aku hanya beruntung bisa bertemu pemimpinnya dengan cepat, sehingga tidak terlalu banyak berurusan dengan monster-monster lain." Ujar patih.
"Waaah tuan memang hebat.." ujar Lily sambil memeluk patih.
"Ehehe.. menang banyaak, menang banyaakk.." gumam patih wajahnya memerah.
"Oh iya.. aku belum mengetahui nama tuan, bolehkah aku mengetahuinya?" Ujar Lily.
"Hoho namaku adalah Ga... ehemm maksudku Galih Muda." Ujar patih.
"Tok..tok.. tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan Lily.
"Ya masuklah.." ujar Lily.
"Maaf mengganggu nona, kami sudah selesai menilai barang bawaan tuan muda, dan kami menkonfirmasi bahwa harta itu 100% asli berdasarkan catatan sejarah dan juga umur dari barang tersebut.
"Baiklah terimakasih infonya, segera bawa barang-barang itu ke pelelangan kita akan memberikan kejutan pada semua peserta yang hadir. Hari ini akan menjadi hari yang sangat menakjubkan kita telah berhasil menemukan harta leluhur kita yang sudah hilang." Ujar Lily.
"Tuan Galih, mari kita bergabung dengan para peserta di aula pelelangan.. oh kami juga memiliki baju-baju yang bagus untuk tuan kenakan, jika tuan ingin mengganti mantelnya." Ujar Lily.
"Huh? Ohh tidak.. tidak.. mantel ini adalah mantel sihir, aku merasa tidak nyaman jika harus melepaskannya. Ehehe" ujar patih beralasan.
"Ohh.. maafkan aku tuan galih, saya tidak tau kalau mantel itu adalah mantel sihir.. ya cukup berbahaya juga jika seseorang ingin mengincar tuan karena harta yang tuan miliki.. tapi tenang saja, keamanan di pelelangan ini sangat ketat tidak akan ada yang berani menyentuh tuan Galih seujung jaripun.. kecuali jika kau meminta aku menyentuhmu aku bisa membuat pengecualian. Hehe" ujar Lily.
"Haha nona Lily bisa saja.." ujar patih.
Sesampainya Lily dan patih di pintu masuk ruang pelelangan.
"Dakk..!!" Pintu ruangan mewah terbuka, disana merupakan perkumpulan para peserta dari beberapa keluarga ternama yang mengikuti lelang..
"Hadirin semuanya mohon tenang.." Ujar Lily yang menaiki panggung untuk melakukan penyambutan.
"Saya adalah Lily Sadino, cucu ke 11 dari kakek Bon. Saya adalah ketua penyelenggara dari pelelangan hari ini. Pertama-tama saya ingin menyampaikan terimakasih atas semua tamu yang bersedia hadir disini, dan beberapa tamu terhormat yang telah kami undang terimakasih telah datang. Pelelangan kali ini pun kami telah menyiapkan banyak sekali barang-barang langka yang telah di dapatkan oleh para pemburu harta.. dan di akhir acara kami memiliki sebuah kejutan besar untuk para hadirin sekalian, jadi jangan kemana-mana sampai acara ini selesai yaa.. aku yakin para hadirin tidak akan kecewa dengan kejutannya. Hehe okee tanpa basa basi lagi mari kita mulai acaranya.." ujar Lily.
"Duaaarrr... Prok.. prook.." suara kembang api dan beberapa tepuk tangan dari penonton.
"Barang pertama yang kami lelang adalah, bibit tomat api.. tomat api adalah sayuran langka yang hampir punah dan bibitnya hanya keluar 100 tahun sekali. Kami berhasil menemukan bibit ini dari petani di bogor, buahnya bisa dijadikan sebagai obat-obatan, elixir, dll. Harga pertama dimulai dari 1 juta rupiah silahkan dimulai.." ujar Lily.
"5 juta.. 10 jutaa.. 12 juta, 15 juta" ujar beberapa peserta.
"Huh..?? Itu adalah bibit tomat api? Sangat sulit menemukannya di kehidupanku sebelumnya, beberapa bahan obat sangat membutuhkan tomat api itu. Aku harus membelinya." Gumam Nero.
"20 juta..!!" Ujar Nero.
"Huh.?? Siapa bocah itu? Apa dia keponakan dr Fahri? Pantas saja bisa mengeluarkan uang seperti itu, keluarga Boyke memang tak terkalahkan kalau soal uang." Ujar beberapa orang.
"Okee akan kumulai hitung, 20 juta 1.....2...." ujar Lily.
"30 juta..!!" Tiba-tiba saja salah seorang keluarga Sulistyo menaikkan tawaran.
"Wah itu keluarga Sulistyo, jelas saja mereka mengincar bibit tomat api, bisnis mereka adalah membuat jamu tradisonal tomat api merupakan bahan yang sangat penting di sektor perjamuan." Ujar beberapa orang.
"35 juta..!" Ujar Nero.
"50 juta.." ujar Rakma dari keluarga Sulistyo.
"Huh..? Apa aku menyerah saja ya.. toh aku bisa mencarinya nanti si tempat lain, untuk harga segitu aku pikir tidaklah sepadan." Gumam Nero.
"100 juta.." tiba-tiba saja dr Fahri menaikkan tawaran.
"Eehhh..?? Paman??" Tanya Nero heran.
"Hahaha tenang saja Nero, aku akan mendapatkannya untukmu, 100 juta tidak ada artinya bagiku." Ujar dr Fahri.
"Huhh..? Aduh terimakasih banyak paman, aku pasti akan menggantinya nanti." Ujar Nero.
"Hahah lupakan.. lupakan kau ini adalah keluargaku, wajar saja aku membantumu." Ujar dr Fahri.
"Uhh.. hehe terimakasih paman. Ujar Nero.
"Okee hitungan ke 1..... 2.......3. Selesaii.. tomat api berhasil di daoatkan oleh keluarga Boyke." Ujar Lily.
"Gilaa hanya untuk sebuah bibit sampai harus keluar ratusan juta.." bisik-bisik beberapa orang.
"Okee selanjutnya adalah, batu sinar rembulan.. batu ini sangatlah indah jika dijadikan sebagai perhiasan, juga mempunyai efek relaksasi untuk kesehatan tubuh jika digunakan di malam hari. Dimulai dari 10 juta.." ujar Lily.
"20, 30, 50 jutaaa" ujar beberapa orang yang menawar.
__ADS_1