
Legenda Nero
Chapter 24 - Monster Kelelawar Raksasa
Karya: yudhaneru.
==================================
Sementara Patih dan ujang melawan Ahool, Nero pergi sejauh mungkin dan mencari tempat persembunyian.
"Huh..? Kemana aku harus pergi, gelap sekali disini.. sepertinya area sekitar sini terkena efek kegelapan dari Ahool sehingga menjadi gelap seperti ini, benar-benar monster mendekati tingkat Legenda sampai bisa menciptakan efek medan kegelapan seperti ini." Ujar Nero.
Sementara itu disisi Ujang dan Patih yang sedang bertarung dengan Ahool.
"Jang.. pancing dia dulu, aku akan mengeluarkan monster Drake." Ujar patih ke pada Ujang.
"Siapp patih.. Relic burung merak mahkota emas." ujar Ujang sambil mengeluarkan relicnya berbentuk pedang emas yang bisa mekar seperti ekor merak.
"Drake bangkitlah..." ujar patih.
Drake monster tingkat bumi roh prajurit milik patih bangkit.
"Maju serang dia Drake.." ujar patih.
"Groaaaaarrrr...!!" Drake menyerang Ahool.
Terjadi pertempuran yang sangat hebat antara Drake dan Ahool, akan tetapi karena level mereka yang berbeda jauh Drake tidak dapat bertahan lama menghadapi ahool. Sementara itu Nero berhasil kabur sejauh mungkin dan bersembunyi di salah satu gua di dalam air terjun.
"Hmm tempat ini sangat cocok, gelombang pendeteksi Ahool akan terhalang oleh suara air terjun, sehingga tidak akan mencapai ke dalam gua." Gumam Nero.
"Patih.. ujang, aku sudah aman disini, kembali lah.." ujar Nero menggunakam telepati.
"Huh.. kau tepat waktu, kami sudah tidak dapat menahan monster ini lagi. Ujang ayo baliikk...!!" Ujar patih.
Sementara itu ujang yang masih bingung dengan bagaimana cara menggunakan telepati, terus saja bertarung tanpa menghiraukan Nero dan patih.
"Jangggg.. ayo balikkk..!! Lah kenapa si Ujang ga respon ya, oi Nero si Ujang sudah kau kabari kan?" Tanya Patih.
"Udah patih, tapi dia belum jawab-jawab di telepati." Ujar Nero.
"Aihhh ini anak udik sepertinya tidak tahu cara menggunakan telepati. Oiii jannnngggg..!!" Teriak patih.
"Hahh?? Apa patih? Aku juga sedang sibuk ini, tidak bisa membantumu." Ujar Ujang sambil berusaha menangkis serangan-serangan Ahool.
"Syuuuttt...!!" Patih melompat ke arah Ujang.
"Dasar bodoh, apa kau tidak mengerti cara telepati? Dari tadi Nero sudah mendapatkan tempat bersembunyi kini saatnya kita kembali." Ujar patih.
"Huh bagaimana cara telepati, dari tadi aku menghubungi tuan Nero dia tidak pernah jawab, ku kira telepatinya rusak." Ujar Ujang.
"Dasar bodoh, yang rusak adalah otak mu bukan telepatinya, ayo segera kembali." Ujar patih kesal.
__ADS_1
Patih dan ujang pun kembali kedalam bayangan Nero, dan akibat semua mangsanya yang berhasil kabur Ahool sangat kesal dan mengamuk di tengah hutan menembakkan sihir gelombang kemana-mana sehingga membuat pepohonan hancur dan terbakar. Sementara itu diisisi lain gunung.. para penjaga melihat kejadian tersebut dari bawah jika terjadi kebakaran hutan di mana-mana. Karena ini menyangkut keselamatan anak master Diego akhirnya mereka melaporkan kejadian ini ke penjaga pusat. Hingga akhirnya kabar tersebut sampai ke telinga master Diego.
"Apaaa...??? Irene dan temannya masuk ke dalam gunung salak sendirian?? Apa kau tidak salah dengar? Bukankah dia sedang berlatih di rumah temannya?" Ujar master Diego kaget.
"Tidak tuan.. kami sudah memeriksa semua kediaman teman-temannya tetapi tidak 1 pun yang melihat Irene." Ujar asistennya.
"Siall.. bagaimana ini bisa terjadi, ahh aku membuatkannya surat izin ke gunung salak karena dia meminta untuk keluarga temannya tapi kenapa dia juga ikut.. dan bahkan hanya ber 2 dengan bocah berumur 10 tahun. Sial jika mereka bertemu dengan monster habis lah sudah. Cepat kau siapkan pasukan elite dan panggil beberapa orang yang bisa datang dari 10 penjaga kota. Aku akan pergi duluan kesana, kalian cepatlah menyusul." Ujar master Diego.
Master Diego langsung melesat dengan kecepatan penuh ke arah gunung salak. Sesampainya ia disana.
"Bagaimana keadaannya? Apa sudah ada tanda suar api dari anakku?" Tanya master Diego kepada penjaga.
"Belum pak, dari semalam belum ada tanda-tanda dari suar api milik nona. Hanya saja seperti ada pertempuran besar diatas, pohon-pohon terbakar dan terjadi longsor beberapa kali sangat mengerikan." Ujar penjaga.
"Siall kenapa kalian mengizinkan anak-anak itu pergi ke dalam sana? Bukankah peraturannya sudah jelas jika minimal pemekat tingkat bumi yang boleh masuk?" Ujar master Diego.
"Tapi pak, nona muda mengancam kami dengan surat khusus dari anda, kami tidak berani menolaknya." Ujar penjaga.
"Ahh siall.. aku akan masuk kedalam duluan, kalian tunggulah disini akan ada bantuan pasukan elite yang datang." Ujar master diego.
Hari sudah pagi, akan tetapi amukan Ahool belum saja reda, Nero dan Irene masih bersembunyi di dalam gua air terjun. Sementara Ujang dan patih berjaga di depan mengintai keadaan sekitar.
"Nero roh burungku melihat sesuatu disana ada seseorang yang sangat kuat, sepertinya ia seorang pemekat tingkat langit." Ujar patih.
"Hmm dia kira-kira berumur 30-40 tahun, dan memiliki janggut yang tebal tapi tidak berkumis. Ahh tunggu dia pergi ke arah
Ahool, dia mengeluarkan relicnya.. woww itu adalah relic prisai tingkat legenda, siapa dia sebenarnya?" Ujar patih.
"Ahh benar dia paman Diego, kepala negara saat ini patih, jangan keluar dari persembunyianmu patih cukup pantau dia dengan burung bayanganmu, dia pasti tidak sendiri akan ada banyak pasukan membantunya. Ini kesempatan kita untuk melemahkan Ahool." Ujar Nero.
"Roger...!!" Ujar patih.
Sesuai dengan perkataan patih, master Diego akhirnya bertemu dengan Ahool. Ini ke-2 kalinya dia bertemu dengan Ahool, pertama adalah pada saat dia masih berada di tingkat bumi dan melakukan beberapa penelitian mengenai gunung salak bersama dengan beberapa peneliti lain. Hanya saja semua dibantai oleh Ahool, dan hanya menyisakan paman Diego seorang. Sejak paman Diego menjadi pemimpin negara dia melakukan penjagaan yang sangat ketat pada gunung ini, dikarenakan dia tahu apa yang menjadi penunggunya.
"Duaaakkkk... Blaaarrrr.. Wuuunnggg..!!!" Pertempuran antara monster mendekati legenda dengan seorang pemekat langit yang mempunyai relic monster legenda.
"Ahh.. akhirnya kita bertemu lagi disini, jujur saja saat ini akupun masih belum bisa mengalahkanmu, relicku dengan gaya bertarungmu sangat lah berbeda kau adalah kelemahan dari relic tipe petarung yang berfokus di pertahanan. Sepertinya aku hanya bisa menahanmu disini, supaya para pasukanku bisa mencari anakku dengan leluasa." Ujar master Diego.
Pertarungan antara master Diego melawan Ahool berlangsung sengit, hampir semua hutan di gunung salak habis terbakar. Akhirnya pasukan master Diego bersama dengan 3 orang dari 10 penjaga tiba di pertarungan.
"Master.. bagaimana keadaannya? Kami datang membantu." Ujar Arthur dari keluarga Corby dia adalah salah satu 10 penjaga dan juga ayah dari Nadine.
"Huh? Arthur.. kau bantu aku disini, Bimo dan Sila bersama pasukan tolong cari putriku dan temannya." Ujar master Diego.
"Siap tuan..!!" Ujar ke-3 10 penjaga.
__ADS_1
Master diego dibantu dengan Arthur melawan Ahool, dengan kekuatan fisik mereka semua serangan Ahool berhasil mereka tahan.
"Master jika seperti ini terus pertarungan tidak akan segera selesai, dia sangat cepat kita tidak bisa mengimbanginya, jika kita memiliki penyihir seperti Sila disini mungkin akan bisa mengalahkannya." Ujar Arthur.
"Ya kau benar, tapi saat ini yang terpenting adalah menemukan anak-anak itu dulu sebelum malam. Jika malam tiba aku tidak yakin akan bisa mengalahkan Ahool karena tingkat kekuatannya akan menjadi tingkat legenda, dan dengan kemampuan medan kegelapannya dia bisa bergerak leluasa di malam hari sedangkan jarak pandang kita akan sangat terbatas." Ujar master Diego.
"Huh monster ini menjadi tingkat legenda? Bagaimana bisa?" Tanya Arthur.
"Ya monster ini tidak di berikan ranking tingkat legenda karena pada saat siang hari kekuatannya tidak sebesar dengan monster tingkat legenda lainnya yang bisa menghancurkan 1 pulau dengan 1 serangan dan menjadikannya legenda bagi masyarakat sekitar.. sedangkan Ahool selalu berburu pada malam hari dan secara sembunyi-sembunyi dengan menggunakan sihir suara dan kecepatannya sehingga tidak pernah membuat kerusakan seperti bencana alam dan lainnya, yang membuat namanya kurang dikenal oleh masyarakat sekitar." Ujar master Diego
"Ahh jadi begitu, jadi apakah dia tidak punya serangan sekuat monster legenda lainnya?" Tanya Arthur.
"Jika ini membahas tentang kekuatan serangannya maka aku bisa bilang serangannya tidak sekuat yang lainnya dimana daya hancurnya sangat tinggi, akan tetapi jika menilai dari kesulitan dalam mengalahkannya mungkin tipe ini adalah yang paling sulit untukku dibandingkan monster legenda lain, karena kecepatannya itu aku hanya sanggup bertahan dan tidak akan bisa menyerangnya, dan jika dia mengeluarkan serangan gelombang suaranya teknik pertahan solidku tidak bisa menahan sepenuhnya karena karakteristik suara berbeda dengan sihir." Ujar master Diego.
"Ya sepertinya tipe kecepatan adalah kelemahan bagi tipe petarung yang mengandalkan kekuatan fisik seperti kita master, dan jarang sekali pemekat element bertipe kecepatan yang aku tahu hanya beberapa negara saja yang mengembangkan beberapa pemekat elementnya menjadi tipe kecepatan, seperti ninja yang dimilik negara jepang." Ujar Arthur.
"Sudah penjelasannya, sekarang ayo fokus kepada monster ini salah gerakan sedikit saja, kita akan berada dalam target area serangan gelombang suaranya dan jika kita kena tamat lah sudah." Ujar master Diego.
"Siapp master... keluarlah relicku armor beruang api hitam!!" Ujar Arthur sambil mengeluarkan relic armor beruang api hitam monster tingkat langit.
Master Diego dan Arthur berhasil menahan Ahool sampai malam pun tiba. Tiba-tiba saja seluruh area gunung salak mulai berkabut yang membuat jarak pandang semakin terbatas.
"Ahh sial, hari sudah malam akan tetapi belum ada kabar dari Bimo dan Sila tentang keberadaan anakku.. bagaimana ini monster ini akan jauh lebih kuat jika di malam hari. Kami sudah cukup kelelahan melawannya selama berjam-jam. Gumam master Diego.
"Ahoooolll...!!!" Tiba-tiba saja Ahool berteriak yanh menandakan dia sedang memulai serangannya.
"Siap-siap Athur, serangannya kali ini akan berbeda, sepertinya kabut hitam ini juga merupakan ulahnya." Ujar master Diego.
"Huh..? Arthur dimana kau? Sial kabut hitam ini sudah semakin tebal saja, bahkan aku dan Arthur sampai terpisah seperti ini." Ujar master Diego.
"Ahhhhh masterr, hati-hati monster ini sangat cepat gerakannya.. arrgghhhh..!!" Ujar Arthur yang tiba-tiba tidak terdengar suaranya lagi.
"Arthur..!! Arthurr... apa yang terjadi? Dimana kau? Siall...!! Monster ini sangat merepotkan jika malam, mau tidak mau aku harus mulai menyerang jika tidak Arthur dalam bahaya. Garuda bersiap mengisi energi, ubah mode bertahan menjadi mode menyerang." Ujar master Diego.
Seketika prisai garuda milik master Diego berubah bentuk menjadi lebih lancip di ujung seperti pedang.
"Keluar relic armor komodo hitam dan sarung tangan kura-kura emas..!!!" Ujar master Diego sambil mengeluarkan beberapa relicnya.
"Takkk.. takkk..!!" Suara Ahool mulai menyerang master Diego.
"Sial dalam mode menyerangku pertahanan berkurang 70% walaupun sudah di tutupi dengan relic armor dan sarung tanganku, kekuatan pertahanannya jauh dibawah prisai garuda." Ujar master Diego.
__ADS_1
"Baakkkkk..!! Bukkkkk..!!" master Diego berkali-kali terkena serangan fisik dari Ahool.