Legenda Nero

Legenda Nero
Chapter 29 - Murid yang Aneh


__ADS_3

Legenda Nero


Chapter 29 - Murid yang Aneh


Karya: yudhaneru


\=================================


Turnamen masih terus berlanjut, hingga akhirnya tiba di pertarungan antara Irene melawan murid aneh dari kelas B.


"Huh itu dia Erik si pembantai, kalahkan dia Irene dia telah banyak melukai murid lain, ya dia sudah gila." Ujar beberapa penonton menyoraki Erik.


"Huh.. dia sepertinya tidak sehat, tapi kenapa bisa bertarung sehebat itu? Ada yang tidak beres dengannya." Gumam Nero.


"Siapa namamu? Mengapa kau melakukan itu semua? Apa salah mereka?" Tanya Irene.


"Rrrrrr....Arghhh...!!" Ujar Erik tidak menanggapi Irene sedikitpun sambil kesakitan memegangi kepalanya.


"Ahh kenapa denganmu? Sepertinya kau sedang tidak sehat, mari menyerah saja aku tidak ingin melawan lawan yang sedang tidak dalam kondisi prima." Ujar Irene sambil berjalan mendekati Erik.


"Sraaatttttt...!! Tiba-tiba Erik mencakar Irene yang berusaha mendekatinya.


"Ahhhh.. ." Tangan Irene terluka terkena sayatan Erik.


"Hati-hati Irene ada yang tidak beres dengannya, cepat kau gunakan relicmu." Teriak Nero.


"Ahh... kau ini apa yang salah denganmu? Keluarlah relic syal bunglon es. Lebih baik aku bekukan tubuhmu. Rasakan ini." Ujar Irene mengeluarkan jurus esnya.


"Duaarrrr...!!" Erik berhasil di bekukan akan tetapi dia berhasil menghancurkan esnya dan beberapa bagian kulitnya tertinggal di es membuatnya terluka parah karena melepaskan diri dari es dengan memaksa.


"Rraaaaggghhh...!!" Erik menyerang Irene dengan cepat.


"Aahhh kenapa dia seperti ini, bahkan tubuhnya terluka akibat es ku, tetapi seakan-akan dia tidak merasakan sakitnya." Ujar Irene yang berusaha menangkis serangan-serangan Erik.


"Wooooww ini lah pertarungan yang kita tunggu-tunggu sangat sengit sekali di arena 5.. pertarungan antara murid berbakat." Ujar presenter.


Erik berkali-kali terkena serangan telak dari Irene, dan tubuhnya di penuhi banyak sekali luka, akan tetapi dia tidak terlihat kelelahan bahkan kesakitan sedikitpun justru serangannya semakin cepat.


"Ahhh.. bagaimana bisa? Seranganku semuanya kena tetapi itu tidak berpengaruh sama sekali terhadapnya. Aku sudah mulai kelelahan, jika begini terus aku bisa kalah." Ujar Irene.


Pertarungan antara Irene dan Erik berlangsung lama, sedangkan semua pertandingan di arena lain sudah selesai.


"Wowww di arena 5 sangat sengit sekali, aku sampai menahan nafas karena ketatnya pertarungan ini. Dari kedua belah pihak sudah sama-sama terluka akan tetapi tidak ada yang mau mengalah sedikitpun, mari kita beri tepuk tangan yang meriah untuk kedua peserta." Ujar presenter.


"Wuuuu... prok.. prok... prokk..!!" Suara tepuk tangan penonton menyoraki para peserta.

__ADS_1


"Hahh.. hahh... aku sudah tidak punya tenaga lagi hanya 1 serangan ini yang tersisa, jika tidak berhasil juga aku tidak tau lagi harus bagaimana." Gumam Irene.


Irene melakukan serangan terakhirnya, seperti yang sudah-sudah serangan tombak es Irene terkena telak, akan tetapi serangan itu tidak berefek pada Erik dia hanya terluka tetapi tidak merasa kesakitan.


"Brukkk...!!" Sesaat setelah melakukan serangan Irene pingsan karena kehabisan tenaga.


"Wahh sepertinya pertarungan selesai, peserta Irene tidak sanggup lagi pemenangnya adalah Erik dari kelas B." Ujar presenter.


"Huaaarrrggghhh...!!" Suara Erik yang tiba-tiba melompat menyerang Irene yang sudah pingsan.


"Duaaaarrrrrr...!!" Arena dipenuhi oleh asap debu dari serangan Erik.


"Gila... orang itu sudah benar-benar gila dia tetap menyerang meskipun sudah dinyatakan menang. Bagaimana nasib Irene?" Ujar beberapa penonton.


Setelah asap itu menghilang ternyata Nero dan master Diego sudah berada diatas arena dan berhasil menahan serangan Erik.


"Dia cepat, aku mungkin sedikit terlambat melompat tadi, untung saja ada anak ini.. jika tidak Irene pasti terkena serangannya." Gumam master Diego.


"Kau sudah kelewatan...!!" Ujar Nero dan master Diego sambil mengeluarkan intimidasinya.


"Ughhh... a..apa yang terjadi? Ahhh sakit sekali kenapa badanku banyak terluka seperti ini." Ahh... k..kau anak dari kelas E? Apa kau yang melakukan ini padaku? Apa salahku aku sudah tidak mengganggumu lagi. Arrghhh...." ujar Erik yang tiba-tiba sadar dan kesakitan.


"Huh..? Sepertinya benar dugaanku, dia dirasuki.. sial iblis yang merasukinya itu pasti takut dengan intimidasi master Diego, dan dia bersembunyi di dalam jiwa Erik." Gumam Nero.


"Heh.. apa yang kau bicarakan, justru kau lah yang keterlaluan.. kau lihat sendiri apa yang terjadi kau ingin menyerang Irene yang sudah pingsan dan telah dinyatakan kalah, lihat semua penonton memelototimu.." ujar Nero.


"Apa kau sadar akan kesalahanmu nak? Terlambat 1 detik saja peserta lain bisa terluka akibat perbuatanmu, itu sangat berbahaya menyerang saat lawan tidak lagi bisa bergerak dan mengaku kalah, hukuman yang cocok untukmu saat ini adalah diskualifikasi." Ujar master Diego.


"Aku benar-benar tidak tahu apapun master, aku tiba-tiba berada disini.. tolong jangan keluarkan aku dari turnamen ini master." Ujar Erik memohon.


Sementara itu di salah satu ruangan para guru sedang menyaksikan pertarungan antara Erik melawan Irene. Tiba-tiba saja guru Setya dan guru Tito pergi ke belakang ber 2.


"Dasar bodoohh...!! Sudah aku bilang untuk kali ini biarkan Irene melaju kebabak berikutnya, suruh si Erik itu untuk mengalah." Ujar pak Tito.


"Ahh maafkan aku pak Tito, aku sudah bicara pada Erik untuk tidak mengaktifkan segel iblisnya, tetapi entah kenapa dia malah mengaktifkannya dan hilang kendali." Ujar guru Setya.


"Ahh dasar bodoh, rencanamu tidak ada yang pernah berjalan mulus.. selalu saja seperti ini, aku sudah lelah bekerja sama denganmu." Ujar pak Tito.


"Ahh tidak mohon maafkan aku pak Tito, kali ini aku jamin akan berhasil, Erik akan mengalahkan anak sialan itu, dia pasti akan tamat disini." Ujar pak Setya.


"Awas saja kalau kali ini tidak berhasil, aku tidak akan menjamin jabatanmu di kelas B lagi, mungkin kau akan berakhir di kelas E atau bahkan kau dikeluarkan.." ancam pak Tito.


"Tidaaakk.. maafkan aku pak Tito, aku berjanji kali ini pasti akan berhasil." Melas guru Setya.


"Huh sial, Cikal dan Irene telah tersingkir dari babak atas ke tingkat bawah, hanya gara-gara si bodoh ini, tapi kekuatannya boleh juga sampai Irene tidak mampu mengalahkannya. Mahkluk aneh yang diberikan oleh orang asing itu sangat kuat.. Hehe jika dia berhasil bertemu bocah nakal itu pasti dia akan tamat." Gumam pak Tito dalam hati.

__ADS_1


Sementara itu di arena. Master Diego berencana mengeluarkan Erik dari turnamen.


"Tolong jangan keluarkan aku master aku mohon, jika tidak aku dan keluargaku akan tamat..uhukk uhukk.." ujar Erik dengan kesakitan.


"Huh? Apa maksudmu? Apa hubungannya turnamen ini dengan keluargamu?" Tanya master Diego heran.


"Ahh bukan maksudku aku ingin membuat ayah dan ibuku bangga. Aku harus memenangkan pertandingan ini master tolonglah." Ujar Erik.


"Haihh.. semua peserta juga pasti ingin membuat orang tuanya bangga, tapi tidak seperti ini caranya, kau sudah keterlaluan kali ini. Baiklah kuberi kau 1 kesempatan lagi, jika kejadian seperti ini terjadi lagi aku tidak akan memberikan keringanan lagi." Ujar master Diego.


"Baik terimakasih master, aku berjanji..!!" Ujar Erik.


"Sudah..sudah rawatlah luka mu dulu sana.." ujar master Diego.


"Nak Nero.. terimakasih banyak telah menyelamatkan anakku, aku sedikit terlambat melompat tadi, jika kau tidak ada mungkin dia sudah terluka akibat serangannya tadi." Ujar master Diego.


"Ya paman, Irene adalah temanku sudah sewajarnya aku menyelamatkannya." Ujar Nero.


"Hmm.. kau adalah anak yang baik, tapi aku belum lupa apa yang telah kau lakukan di gunung salak dengan Irene.. seusai turnamen ini berakhir pergilah ke kediamanku aku ingin berbincang-bincang sedikit denganmu." Ujar master Diego.


"Ehehe kau masih ingat saja paman, baiklah aku akan datang nanti. Hehehe.." ujar Nero garuk-garuk kepala.


"Hoho ingatanku ini sangatlah kuat asal kau tahu saja, apalagi kejadian kemarin sangat menyusahkan aku ." Ujar master Diego.


"Oohh begitu ya paman... haha okee sampai jumpa paman, Aku mau siap-siap untuk pertandingan selanjutnya." ujar Nero yang langsung lari dari master Diego karena takut diinterogasi lebih lanjut.


"Dasar anak-anak tetaplah nakal sejenius apapun dia, aku tidak sabar menunggu kedatangannya ke kediamanku nanti. Hehe" ujar master Diego.


Setelah kejadian itu turnamen terus berlanjut, hingga mencapai akhir. Peserta untuk babak 16 besar sudah di dapatkan.. 15 orang dari tingkat atas semua berhak maju ke babak 16 besar sedangkan 1 orang dari tingkat bawah adalah Cikal, dia menang dengan mudah di tingkat bawah, dan sayangnya Irene yang seharusnya memperbutkan 1 kursi kosong di babak 16 besar tidak bisa ikut karena dia masih pingsan dan tidak mampu bertarung sementara waktu. Sementara itu dari kelompok kelas guru Andi Dino, Doni, Azka, dan Vino tidak berhasil masuk ke babak 16 besar mereka berhasil dikalahkan oleh anak-anak kelas A.


"Okee berikut adalah list pertarungan besok, mulai hari ini akan diberlakukan sistem gugur dan tidak ada lagi tingkat bawah dan atas.. siapapun yang kalah akan gugur dari turnamen." Ujar presenter.


"Bonii.. lihat itu sepertinya kau sedang sial, kau langsung bertemu David di babak awal. Haha aku sepertinya bisa unggul darimu." Ujar Nadine.


"Aihhhh.. kenapa mesti David, tetapi sepertinya kekuatanku juga tidak beda jauh darinya, kita tidak akan pernah tau hasilnya sebelum mencoba, besok akan kubuat sejarah Boni si penakluk murid nomor 1. Hahaha..!!" Ujar Boni.


"Sebaiknya kau berhati-hati bon, aku punya firasat David masih menyembunyikan kekuatannya yang sebenarnya." Tiba-tiba Nero menyela pembicaraan Boni dan Nadine.


"Hehe kau tenang saja Nero, aku sebentar lagi mencapai tingkat menengah dia tidak mungkin mencapai tingkat itu, setidaknya dia akan sama atau bahkan lebih rendah dari tingkat pemekatanku. Hehe" ujar Boni.


"Heh.. semoga saja itu benar, dan sebaiknya kau jangan meremehkannya." Ujar Nero.


"Nero... ngomong-ngomong lawanmu selanjutnya bukankah itu si Erik? Bahkan Irene yang sudah berhasil mencapai tingkat menengah tidak berkutik melawannya?" Ujar Nadine.


"Hehe aku sudah tau akan seperti ini.. justru aku sangat berharap melawannya, aku sudah punya rencana untuk mengalahkan orang gila itu. Dan akan ku buka kedok siapa yang membuat dia menjadi seperti itu." Ujar Nero tersenyum licik.

__ADS_1


"Yahhh kalau kau yang bilang seperti itu sih aku percaya saja, bahkan master Diego pun kau kerjai dengan kejadian di gunung salak. Kau ini benar-benar misterius Nero." Ujar Nadine.


"Haha kau ini mau memuji atau meledek sih.." ujar Nero tertawa.


__ADS_2