
Legenda Nero
Chapter 3 - Kelas Berbakat dan Kelas Pecundang
Karya: yudhaneru
=====================
Semua mata tertuju pada sosok gadis yang sangat cantik, anggun, dan menawan yang telah berhasil merespon 3 dari kristal element air, angin, dan juga metal.
"Hmm.. tahun ini ada 2 orang yang sanggup merespon sampai 3 kristal, dibandingkan dengan boris, Irene dan David mempunyai masa depan yang lebih cerah. Sepertinya angkatan tahun ini pun akan cukup menarik." Gumam sang guru dalam hati.
"Heh, akhirnya muncul juga wanita paling berbakat di akademi ini Irene, dia berasal dari keluarga yang mengurus pemerintahan di kota ini yaitu keluarga Uno. Dikehidupan ku sebelumnya murid-murid di akademi ini sangat tergila-gila padanya.. Sayang hidupnya dulu tidak bahagia sangat terkekang oleh keluarga dan dia kabur entah kemana sampai tragedi pembantaian iblis pun aku tidak pernah melihatnya lagi. Di kehidupanku yang sekarang aku akan mencoba menolongnya, karena keluarga Uno sudah sangat baik padaku dulu." Gumam Nero.
Setelah beberapa waktu berlalu, hingga semua sudah melakukan test dengan sekuat tenaganya. Akhirnya sang guru pun mulai memanggil nama-nama yang akan masuk ke kelas jenius atau kelas A.
"Baiklah murid-murid ku sekalian, test hari ini telah selesai. Bagi yang namanya saya sebutkan harap maju kedepan untuk menerima lencana murid jenius, karena kalian masuk ke dalam kelas A. Dan juga kalian akan mendapatkan akses penuh ke seluruh ruang di akademi ini, juga asrama tingkat 1 di sekitaran danau." Ujar sang guru.
"Irene, David, Boris, Cikal, Nadia, Erza, dan Agus kalian semua masuk ke dalam kelas A, semoga kalian bisa memanfaatkan lencana ini dengan baik, dan bisa membanggakan akademi untuk kedepannya. Bagi yang belum berkesempatan masuk ke kelas A jangan khawatir, karena total kursi di kelas A tiap tahunnya adalah 10, dan baru ada 7 murid yang mengisinya maka siapapun yang berhasil memasuki peringkat 10 besar di dalam turnament yang akan diadakan 6 bulan dari sekarang otomatis akan masuk ke kelas A, dan juga kalian ber 7 harus menempati posisi 10 teratas jika kalian tersingkir dari posisi 10 teratas maka kalian pun akan turun kelas." Jelas sang guru.
"Hahahaha..!! guru tenang saja, para cecunguk-cecunguk ini mana berani menantang kami anak-anak berbakat dari kelas A. Yang ada mereka akan kencing di celana sebelum mereka melihat kemampuan kita. Hahahah!!." Ujar Boris dengan sombong.
"Cih arogan!!", "awas saja nanti..!!", "heh bakatnya masih kalah dengan irene dan david saja sombong..!", "mentang-mentang dari keluarga besar..!!". Bisik bisik para murid yang hadir disana.
"Cih diam kalian para pecundang..!! Hehh kau yang ngupil disana, apa kau meremehkan ku? Hah??!!." Ujar boris seraya tangannya menunjuk ke arah Nero.
__ADS_1
"Ahhhh, nikmatnya dunia~" Nero masih saja ngupil seakan mengacuhkan omongan boris.
"Woyy apa kau tuli hah?!! Kau mau ku hajar sampai kau tidak bisa ngupil lagi?" Ujar boris dengat sangat marah.
"Huh?? Kau bicara dengan ku?" Apakah aku punya masalah dengan mu? Baru masuk kelas A saja sudah banyak bacot. Apa orang tua mu tidak mengajarkan sopan santun kepadamu?" Ujar Nero.
"Wahhh.. siapa dia berani menyinggung salah seorang dari keluarga bangsawan." "Dia benar-benar cari mati!!." "Dia sudah gila." Bisik-bisik para murid.
"Sombong sekali kau, siapa dia guru? Berani menyinggung orang tua ku yang seorang bangsawan, dari kelas mana dia hingga berani berkata kasar seperti itu?" Tanya Boris ke pada guru.
"Ohh dia bernama Nero, dia tidak bisa merespon 1 pun kristal element sehingga aku menempatkannya di kelas E." Ujar sang guru.
"Waahh ternyata hanya seorang sampah, aku kira dia hebat berani berkata seperti itu." "Sepertinya dia frustasi karena tidak bisa merespon 1 pun kristal hingga dia bisa berkata seperti itu." "Hahaha..!!" Semua murid tertawa mengolok-olok Nero.
"Aiyyaahh.. guru apakah tidak ada pawang ayam disini, ayam itu dari tadi berkokok berisik sekali sepertinya dia kelaparan tidak ada yang memberinya makan.." ujar Nero sambil menunjuk ke arah Boris.
"Hahahah ternyata dia lucu juga." "Dia bilang ayam, hahahah!!." "Bagus dia pantas mendapatkannya, dia terlalu sombong." Kata para murid yang juga kesal dengan tingkah laku Boris.
"Apa katamu..??!! Kau mau mati, hah?! Akan ku hajar kau hingga tidak bisa berjalan lagi!!" Boris mengeluarkan element airnya lalu berusaha menembakkan ke arah Nero.
"Hentikan itu Boris..!" Kata guru seraya tangannya menghalangi Boris.
"Dilarang bertarung disini, jika kalian ingin bertarung nanti 6 bulan lagi di turnamen akademi. Sudah-sudah aku akan melanjutkan menyebutkan nama-nama yang akan masuk ke kelas sisanya. Kalian semua tenang, jangan ribut lagi..! Boris kembali ke tempatmu, kalian ber 6 juga sudah boleh kembali.." ujar sang guru.
__ADS_1
"Heh, hari ini kau bisa selamat karena ada guru yang mencegahku, tunggu 6 bulan lagi di turnament akademi, akan ku permalukan kau di depan semua orang!! Ujar Boris sambil menunjuk Nero.
"Huhhh~, berisik sekali..!!." Nero mengabaikan ocehan Boris.
Pembagian kelas pun akhirnya selesai, dari total 150 siswa,
10 masuk ke kelas A,
30 masuk ke kelas B,
40 masuk ke kelas C,
30 masuk ke kelas D dan sisanya
40 orang masuk ke kelas E.
Kelas pun dibubarkan.
"Baik anak-anak hari ini cukup sampai disini, besok kalian akan mulai masuk ke kelas kalian masing-masing, untuk kelas A asrama kalian ada di danau sebelah sana, cari papan yang masih kosong kalian bisa memakai tempat itu, jangan lupa untuk memberikan tanda nama kalian di depan pintu kamar. Untuk kelas B sampai E, kalian bisa tinggal di rumah susun sana, satu kamar ber 2 pilih teman sekamar kalian, dan juga tandai papan nama kalian di depan pintu kamar.. sekian dari saya, jika ada yang ingin ditanyakan kami para guru ada di ruang guru. Baiklah semuanya bubar..!!" Ujar sang guru sambil merapihkan dokumen-dokumennya bersiap untuk pergi.
Di dalam rumah susun kelas B sampai E,
Anak-anak sudah mulai berkenalan dan menentukan teman sekamar masing-masing. Tiba- tiba saja terjadi keributan di lobby rumah susun.
"Heh kalian para kelas E rendahan, lebih baik kalian cari tempat lain sana, kami dari kelas B akan menempati tempat ini..!!" ujar seorang murid dari kelas B.
"Tapi kami lebih dulu yang menemukan tempat ini, sesuai peraturan siapa pun yang mendapatkannya duluan berhak untuk tinggal disitu. Temanku ini sangat lemah, dia tidak mampu berjalan keatas jadi kami memilih kamar yang ada di bawah ini." Ujar murid dari kelas E.
Nero dan Boni, tidak sengaja lewat dan melihat perkelahian tersebut.
"Hmm.. dia adalah Zaskia anak dari keluarga besar Boyke keluarga alchemist dan termasuk ke dalam 5 bangsawan di kota ini, dia mengidap penyakit bawaan dari kecil sehigga mempunyai tubuh yang lemah. Dan dikehidupanku yang dulu dia mati muda karena tidak ada yang sanggup menyembuhkan penyakitnya. Aku akan mencoba membantunya sekarang dengan pengetahuanku, dia adalah gadis yang baik dan sering membantu kita anak-anak di kelas E saat ditindas dulu. Dan disebelahnya adalah Nadine dia adalah anak dari keluarga Corby, keluarga yang mengedepankan fisik kerimbang ilmu element, dan ketua keluarganya adalah salah satu dari 10 bodyguard presiden." Gumam Nero.
__ADS_1