Legenda Nero

Legenda Nero
Chapter 16 - Budak Misterius


__ADS_3

Legenda Nero


Chapter 16 - Budak Misterius


Karya: yudhaneru





==================================




Perdebatan para guru tentang kasus percobaan pembunuhan Nero masih terus berlanjut.



"Apa maksudmu hanya pertengkaran biasa, dia menjebak, mengeroyoki, bahkan membawa beberapa prajurit bayaran untuk membunuh muridku." Ujar guru Andi.



"Haiihh.. tidak perlu sampai semarah itu, toh muridmu tidak terluka sama sekali. Jadi kasus ini tidaklah seserius seperti yang kau pikirkan." Ujar guru Tito.



"Apaa..?? Mencoba membunuh seorang murid kau bilang sesuatu yang tidak serius? Kau benar-benar sudah dibutakan oleh kekuasaan pak Tito." Ujar guru Andi.



"Apa maksudmu..?!? Aku mencoba bersikap adil disini, jika kasus ini sampai ke kepolisian apa yang akan orang katakan pada akademi ini..!! Apa kau berani bertanggung jawab hah Andii..?? menentang perkataanku kau sepertinya sudah bosan menjadi guru hah?" Ujar guru Tito.



"Haaahh... aku sudah tidak tahan lagi pada orang ini, sudahlah guru kita pergi dari sini percuma berdebat pada pengemis jabatan sepertinya.. yang ada nanti kita bisa tertular menjadi pengemis juga." Ujar Nero.



"Kauuuu...!!!!! Anak kurang ajar, tidak tahu di untung..!!!" Guru Tito tiba-tiba menyerang Nero.



"Wuuussshhhh...." guru Andi menangkis serangan guru Tito.


"Syyuuuhhh.." patih Gajah Muda pun ikut bersiap menghadang serangan guru Tito dari bayangan Nero.



Kejadian sesaat itu membuat hawa disekitar akademi menjadi sangat mencekam, pertarungan antara pemekat tingkat tinggi akhir dan bumi ditambah hawa membunuh seorang tingkat langit milik patih membuat waktu seperti berhenti sejenak.



"Hentikaann kaliaaan semuaaa...!!!" Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari kerumunan para murid.



"Bagaimana bisa seorang guru, berani mencoba menyerang seorang murid akademi.." tiba-tiba Saepul muncul dari kerumunan.



"T..Tuan muda Saepul maafkan hamba tuan, mereka ber 2 yang memulainya duluan.. menjelek-jelekkan aku di depan banyak orang." Ujar guru Tito.



"Apa kau pikir aku buta, pak Tito? Aku dari tadi hanya mengamati kalian dan tidak ingin ikut campur, tetapi kau malah tiba-tiba menyerang dan mengancam Nero yang hanya seorang murid. Dimana harga diri anda sebagai seorang guru pak Tito?" Ujar Saepul.



"M..Maafkan aku tuan muda.. aku mengaku salah." Ujar guru Tito.


"Cihh.. kenapa si tuan muda culun itu ada disini, sial kali ini kau bisa selamat bocah." Gumam guru Tito dalam hati.



"Ahhh kak Saepul.. kau sudah sadar, bagaimana kondisimu sekarang?" Tanya Nero.



"Haii Nero, ya aku sudah diperbolehkan masuk sekolah meskipun tidak boleh terlalu banyak bergerak dulu, untung saja dokter Fahri sudah datang ke kota jadi penyembuhanku lumayan cepat." Ujar Saepul.


"Wahh syukurlah kak.." ujar Nero.

__ADS_1



"Huh..?? Bagaimana bocah sialan ini kenal dengan Saepul, sialll bocah ini benar-benar tidak bisa di remehkan." Ujar guru Tito.



"Pak Tito kelakuanmu hari ini aku tidak akan melaporkannya kepada ayah, tetapi jika aku melihatnya lagi aku tidak akan segan-segan melaporkannya." Ujar Saepul.



"Baik tuan muda, saya pamit undur diri dulu. Ayo kalian semua bubar, ini bukan tontonan..!?!!" Ujar guru Tito dengan perasaan kesal.



"Terimakasih kak, berkatmu kita berhasil selamat dari pak Tito." Ujar Nero.



"Tenang saja, aku hanya menegakkan keadilan disini.. aku memang sudah tidak suka padanya dari dulu karena sering menjilat kakek dan ayah.. hanya saja dia bisa sampai ke posisinya sekarang bukanlah hanya karena omongannya, tapi kemampuannya juga sangat hebat kau bisa lihat sendiri tadi, serangan tingkat bumi darinya bahkan bisa membuat aura membunuh seperti itu. Kau harus hati-hati aku hanya bisa menjagamu di area akademi, di luar itu aku tidak yakin." Ujar Saepul.



"Tenang saja kak, aku berhasil menghindari monster tingkat tinggi dan bumi.. untuk kabur dari dia bukan masalah untukku." Ujar Nero.



"Haha ya benar juga, sepertinya kau pantas mendapat julukan bajing lompat karena kelincahanmu itu." Tawa Saepul.



Murid-murid yang datang melihat kejadian tersebut mulai bubar 1 per 1. Akan tetapi rumor banyak menyebar mengenai penyerangan guru Tito kepada seorang murid. Sehingga rumor jelek berdatangan menerpa guru Tito. Hal ini membuat guru Tito makin kesal dengan Nero.



"Siiiaaaallllll...!!!?!? Aku benar-benar sial hari ini.. Nero si bocah sialan dan gurunya Andi, lalu ditambah si tuan muda Saepul sialan mereka semua telah mempermalukanku. Tak akan kubiarkan kalian semua berbuat hal seperti ini padaku." Ujar guru Tito.



Sementara itu guru Setya, Yusril, dan Erik datang ke ruangan guru Tito.



"Dasar kaliann bodoohh, hanya membunuh anak curut sepertinya kalian tidak bisa? Bahkan sampai menculik teman sekelas kalian sendiri.. kalian ini mau apa sebenarnya hah?" Tanya guru Tito.




"Apaaa.. kau bilang Botak menghilang?? Apa kau tidak tau siapa sebenarnya budak itu? Dasar bodoh ayahmu pasti akan sangat marah padamu, dia membeli budak itu dengan harga sangat mahal. Botak adalah pemimpin pemberontak dari suku baduy dalam, dia berhasil di tangkap oleh gabungan 3 keluarga besar. Bahkan dengan bantuan dari keluarga besar mereka kesusahan melawannya, kemampuan fisik dan beladirinya sangat mematikan banyak korban jiwa berjatuhan hanya untuk menangkapnya. Setelah tertangkap Botak dijadikan budak dan kekuatan aslinya telah di segel di dalam tubuhnya. Dan kau membiarkannya hilang begitu saja?" Ujar guru Tito.



"Ahhh... bagaimana ini, ayahku akan sangat marah. Guru bantu aku mencarinya. Huhuhu" ujar Yusril menangis.



"Aku tidak bisa merasakan hawa keberadaanya di sekitar sini, jika dia kabur dari akademi pun pasti akan terdeteksi oleh pelindung akademi. Tapi para penjaga tidak ada yang melaporkan adanya penyusup. Apa yang terjadi padanya bisa menghilang tanpa jejak seperti ini. Apa ini ulah si bocah itu ya.." gumam guru Tito.



"Jangan menangis disini, aku bukan ibumu bodoh.!! Cepat kalian pergilah, kali ini aku bisa menyelamatkan kalian dari hukuman.. tapi jika lain kali gagal lagi aku tidak akan memaafkan kalian, ingat itu pak setya posisimu menjadi guru kelas B tak akan kuberikan lagi padamu jika kau gagal." Ujar guru Tito.



Sementara itu hari menjelang sore, Nero dan lainnya pulang menuju asrama dari kelas tambahan guru Andi. Sesampainya Nero di asrama.



"Bon aku akan berlatih di ruang virtual malam ini, jika ada yang mancariku bilang saja aku sedang pergi ya." Ujar Nero.


"Siappp boss..!!" Ujar Boni.



Nero masuk ruang virtual untuk memulai latihannya.



"Ahh.. sebelum itu lebih baik aku mengganti salah satu prajurit roh ku dengan si Botak, siapa kira-kira yang aku lepaskan rohnya ya.. hmmm ah kera wajah merah saja lah, monster ini hanya mengandalkan kecepatannya saja, sedangkan Botak kecepatan dan kekuatannya seimbang. Tapi aku punya firasat yang bagus dengan roh budak ini, aku penasaran siapa sebenarnya budak ini. Lebih baik aku panggil patih keluar, siapa tau dia bisa membantu. Patih keluarlah..!!" Ujar Nero.



Roh patih Gajah Muda keluar dari bayangan Nero.


__ADS_1


"Yooo bocah ada perlu apa? Aku sedang enak-enak tidur padahal.." ujar patih.


"Apa kerjaanmu itu hanya tidur saja patih di dalam?" Tanya Nero.


"Ya tentu saja, kau tidak membiarkanku keluar seharian ini. Aku bosan sekali, besok aku mau jalan-jalan lihat kota ini ya." Ujar patih.



"Huh dengan wujud seperti itu? Bukankah orang-orang nanti akan ketakutan?" Tanya Nero.


"Tenang saja aku baru mengetahui ternyata teknik merubah wajah bisa bekerja walaupun dengan tubuh roh seperti ini. Coba kau lihat ini." Ujar patih.



Tiba-tiba wajah patih yang hanya ada warna hitam saja berubah menjadi tampan.



"Lihat, inilah wajahku saat berumur 20 tahun. Aku sangat tampan bukan? Hahah" ujar patih.


"Waahh.. kau benar-benar tampan patih, tapi dibagian atas itu tetap tidak berubah ya. Haha." Ujar Nero merasa aneh menatap rambut botak patih.



"Cihh.. rambut tidak lah penting, yang penting adalah wajahmu nak.. jika wajahmu tampan model rambut seperti apapun tetap akan membuatmu terlihat tampan. Hahaha." Tawa patih.



"Apa kau tahu, aku dulu dikenal sebagai jendral seribu pesona. Karena setiap aku lewat semua wanita pasti jatuh cinta padaku. Sehingga aku memiliki 25 istri, itupun karena aku selalu berperang, jika tidak.. mungkin aku sudah punya 50 oh mungkin 100. Hahaha" ujar patih.



"Eeehh... ya ya patih terserah kau sajalah, aku tidak mau membayangkan bagaimana rasanya. " ujar Nero.


"Oh iya patih, tadi aku sempat bertarung dengan seseorang tingkat menengah tetapi fisik dan kecepatannya mungkin berada di atas kemampuan tingkat tinggi. Aku mengalahkannya bersama dengan kera wajah merah, untung saja pemekatannya hanya sampai tahap menengah jika lebih tinggi 1 tingkat saja mungkin aku tidak punya kesempatan. Dan aku sudah berhasil menyegel rohnya, saat ini ada disini." Ujar Nero.



"Hmm.. bagus bagus lalu kenapa tidak langsung kau rekrut saja dia jadi prajuritmu?" Tanya patih


"Hmm.. sebenarnya aku penasaran dengan roh budak ini patih, bagaimana bisa dia memiliki fisik kekuatan seperti itu walaupun hanya berada di tingkat menengah.. sepertinya ada sesuatu yang menyegel tingkat pemekatan elementnya." Ujar Nero.



"Haiihhh.. merepotkan sekali, kau sudah punya aku yang super kuat ini, buat apa lagi mencari tahu asal usul budak ini.. sudah lebih baik langsung jadikan saja dia prajuritmu." Ujar patih malas.



"Ayolaaah patih, aku mempunyai firasat yang bagus pada budak ini. Setidaknya kau dan aku bisa bersantai-santai saat perang tiba biarkan roh budak ini yang bertarung." Ujar Nero menghasut patih.



"Hmm.. kau benar juga, lawan-lawan yang lemah akan dikalahkan oleh dia, jadi kita bisa langsung berfokus pada lawan kuat yang lebih menantang daripada menghabiskan waktu dengan yang lemah. Pintar juga kau nak.. baiklah pertama-tama bangkitkan dia tanpa menghilangkan kesadarannya, dengan begitu kita bisa bertanya padanya apa yang sebenarnya terjadi." Ujar patih.



"Hmm oke patih, ayo mulai." Ujar Nero.



Nero mulai mempersiapkan bahan-bahan untuk kemenyan pembangkitan roh. Akhirnya semua bahan terkumpul dan pembangkitan roh sudah siap dilakukan.



"Ayo nak segera kau mulai ritualnya, jangan lupa siapkan tanaman mandrake itu jikalau roh itu mengamuk.. masukkan sedikit tanaman itu kedalam kemenyan akan membuatnya tenang." Ujar Patih.



Nero memulai ritualnya, hingga roh budak itu berhasil di bangkitkan dan bersatu dengan bayangan Nero.



"Aaaaarrrggggghhh...!!! Huaaaa...!!?!?" Roh itu mulai mengamuk, sesegera mungkin Nero memasukkan sedikit tanaman mandrake kedalam kemenyan.



"Sepertinya dia telah di cuci otaknya setelah menjadi budak, bahkan berbicarapun dia tidak bisa bagaimana kita bisa mencari informasi darinya jika begini.. benar-benar orang yang malang." Ujar patih.



"Hmm.. di dalam rohnya pasti masih menyimpan kenangan masa lalunya tidak mungkin ingatan seseorang bisa menghilang begitu saja, cuci otakpun hanya bersifat menyegel ingatan seseorang sehingga tidak dapat diakses oleh otaknya. Aku akan coba masuk ke ranah jiwanya untuk membuka segel tersebut, tolong jaga tubuh fisikku patih sementara aku masuk ke dalam jiwanya." Ujar Nero.



"Hmm.. pengetahuanmu ini benar-benar sesuatu sekali nak, hal apa saja yang sudah kamu lalui di masa lalu hingga bisa seperti ini.." Gumam patih.

__ADS_1




__ADS_2