Life After Marriage ( Jenar & Arya )

Life After Marriage ( Jenar & Arya )
Berbaikan


__ADS_3

"Astaga!' Pekik Chaca terkejut kala saat ia membuka pintu kamar Jenar ia mendapati suami dan adik iparnya tengah berdiri di depan pintu.


"Kalian berdua ini ngapain sih disini astaga!" Ucap Chaca masih dengan wajah terkejut nya.


Arya tidak menjawab pertanyaan Chaca, ia langsung memasuki kamar nya dan langsung menutup pintu itu kembali, hingga membuat Chaca mengumpat lagi.


"Iks dasar manusia es!" Umpat Chaca. Dimas pun langsung menarik pinggang Chaca hingga membuat mereka begitu dekat.


"Bagaimana keadaan Jenar?" Tanya Dimas sambil merapikan anakan rambut Chaca.


"Sudah lebih baik, aku harap dia segera sembuh seperti dulu." Kata Chaca. "Mas aku mau naruh ini dulu." Kata Chaca sambil matanya menatap ke arah tangannya yang masih memegang nampan. Dimas pun dengan berat hati akhirnya melepaskan Chaca dan ia memasuki kamar nya.


"Aku seneng lihat kamu sudah sembuh." Kata Arya lembut sambil memegang tangan Jenar.


Jenar hanya tersenyum tipis dan mengangguk lemas membuat Arya pun langsung memeluk Jenar dengan erat.


"Maaf." Kata Arya lirih.


"Maafkan mas sayang, bukan maksud mas untuk menyakiti kamu. Mas terbawa emosi mas tidak sungguh sungguh ingin pergi waktu itu, maafkan mas. Mas bodoh mas bodoh tidak mengerti keadaan kamu maafkan mas." Kata Arya sambil membawa tangan Jenar agar memukul wajah nya.


"Apa mas Arya masih mencintai nya?" Akhirnya pertanyaan itu keluar dari mulut Jenar.

__ADS_1


Arya langsung menatap mata Jenar dengan begitu dalam. Lalu tanpa menjawab pertanyaan Jenar, ia langsung mencium bibir Jenar dengan lembut.


"Tidak ada cinta untuk siapa pun kecuali untuk istri dan anak anak mas." Ucap Arya tegas.


"Mungkin mulut mas bisa berbohong, tapi kamu bisa tatap mata mas, mas hanya mencintai kamu sayang. Mas sangat menyayangi kamu dan anak anak.' Kata Arya lagi lalu ia kembali memeluk Jenar.


"Mas mohon maafkan mas, tolong tegur mas bila mas melakukan kesalahan, jangan mendiamkan mas." kata Arya membuat Jenar hanya mengangguk lemah.


"Apa kamu mau kita berlibur hem? Untuk menenangkan pikiran?" Tanya Arya setelah ia melepaskan pelukan itu.


"Kita bisa ke bandung, kita tinggal di sana sementara bagaimana?" Tanya Arya.


"Bolehkah?" Tanya Jenar antusias.


"Mas," panggil Jenar pelan.


"Mas Arya tentu sudah tau bagaimana keadaan Jenar saat ini, apakah mas akan tetap mencintai Jenar walau Jenar sudah tidak bisa memberikan keturunan untuk mas Arya?" Tanya Jenar sambil menahan sesak di dada.


"Hey sayang lihat mas." Ucap Arya sambil mencangkup wajah Jenar agar menatap nyam


"Mas sudah mempunyai istri secantik dan sebaik kamu serta dua jagoan yang sangat tampan. Jadi mas tidak butuh apapun lagi. Mas hanya butuh kamu untuk selalu menemani mas sampai ajal menjemput nanti." Kata Arya.

__ADS_1


"Tapi--" lirih Jenar.


"Tidak ada tapi sayang. Mas gak mau kamu sedih lagi gara gara itu. Mas mau kamu kembali ceria dan cerewet seperti dulu lagi. Mas sangat merindukan omelan kamu." Kata Arya.


"Terimakasih." Ucap Jenar pelan.


"No, mas yang berterimakasih sama kamu." Ucap Arya sambil memeluk Jenar lagi. "Mas janji gak akan melakukan kesalahan untuk kesekian kalinya lagi. Mas gak mau kehilangan kamu dan juga anak anak. Mas takut sangat takut kehilangan kamu." Ujar Arya.


"Mas." panggil Jenar pelan.


"Iya sayang." Jawab Arya.


"Kapan kita pergi nya?" Tanya Jenar.


"Kamu mau kapan?" Tanya Arya.


"Sekarang." Jawab Jenar cepat.


"Jangan sekarang ya, mas harus kembali ke kantor. Bagaimana kalau besok?" tanya Arya.


"Hufftt baiklah, tapi Jenar gak mau bawa encus. Jenar mau kita berempat saja yang pergi." Kata Jenar.

__ADS_1


"Baiklah." Kata arya tersenyum. Kini masalah nya selesai, hanya tinggal menunggu sidang isbat oleh kedua orang tua nya. Dan Arya yakin itu tidaklah mudah.


__ADS_2