
"Kakek, Robert sudah katakan bahwa aku tidak mau menikah dengan Bella!" ucap Robert.
"Lalu kau mau menikah dengan siapa? dengan istri orang? mau di taruh dimana muka kamu? seorang dosen menjadi seorang pembinor!" cibir kakek Robert.
"Aku tidak perduli, aku mencintainya kek dan aku tidak mencintai Bella sama sekali, aku hanya menganggapnya adik tidak lebih!" seru Robert.
"Cinta tidak Cinta kakek tidak perduli! Pernikahan kamu tinggal 3 hari lagi dan jangan mempermalukan keluarga kita!" ucap kakek robert lalu pergi.
Tanpa Robert dan kakeknya sadari bahwa sedari tadi, Bella mendengar pembicaraan mereka. Bohong bila Bella tidak sakit hati, namun ia berusaha menahan itu, ia mencoba yakin bahwa kelak Robert akan kembali bersikap lembut kembali padanya.
'Haruskah aku maju? atau berhenti disini?" gumam Bella dala hati..
...πββοΈπββοΈπββοΈ...
"Javie, Vier ayo kita makan dulu Sayang," ujar Jenar memanggil kedua anaknya yang tengah bermain di ruang keluarga.
"Mam mam mam ayun," ucap Javie.
"No no no, mam Yam mom yam!" kata Vier.
"Oke hari ini kita makan Ikan sama Sayur!" ucap Jenar senang begitu juga dengan Javie namun tidak dengan Vier, ia malah memberengut kesal.
__ADS_1
"Besok kita makan Ayam oke?" kata Jenar namun Vier malah melengos.
"Avi akan ayun jojo," gumam Javie.
"Javie pintar mau makan sayur ijo ayo Sayang," ujar Jenar.
"Javier, come on," ucap Jenar masih berusaha merayu Vier.
"No!" jawab Vier tidak mau.
Jenar tampak berpikir bagaimana lagi caranya agar Javier mau makan, akhirnya ia menelfon Arya agar berbicara dengan Vier.
'Ada apa Sayang?' tanya Arya di seberang sana saat sambungan Video Call tersambung.
'Javier ... ' panggil Arya seketika membuat Javier langsung menoleh.
'Kenapa gak mau makan hem?' tanya Arya.
"Mau mam ayam," kata Javier cemberut.
"Memang nya Mommy masak apa sayang?" tanya Arya.
__ADS_1
"Ikang, ier gak au ikang!" seru Javier.
"Hey ikan enak loh, lihat tuh Javie makan ikan sama sayur, masa iya setiap hari harus ayam sih," keluh Jenar menggelengkan kepalanya.
"Ie mau ayam gak au ikang!" kata Vier lagi.
"Baik lah kalau Vier gak mau makan, nanti Daddy gak jadi pulang cepat, Daddy gak jadi ngajak jalan jalan," ucap Arya pura pura sedih.
"Alan alan?" tanya Vier dan arya langsung menganggukkan kepalanya.
"Vier makan, lalu tidur siang nanti Daddy pulang kita jalan jalan bagaimana?" tawar Arya.
"Api gak ada ayam. Ie gak au ikang!" ucap Vier lesu.
"Ya sudah kalau begitu, Daddy gak jadi pulang cepat," kata Arya.
"Avi akan na abis. Avi pintel!" teriak Javie yang sudah menghabiskan makannya.
"Woahh jagoan Daddy pinter yah, ya sudah kalau begitu nanti kita jalan jalan berdua saja," ucap Arya.
"Ie uga pintel! ie mau akan ikang!" kata Vier tegas lalu ia segera berlari ke meja makan.
__ADS_1
Jenar dan Arya hanya terkekeh setiap kali menghadapi Vier uang sangat sulit untuk makan bila tidak dengan ayam.
Terkadang Jenar berpikir apakah gara gara sewaktu hamil ia sering nonton si tuyul boga kembar dengan Aiden sehingga salah satu dari anaknya ikut tergila gila dengan ayam.