
Sedari tadi, Jenar hanya mondar mandir di dalam kamar nya untuk menunggu Arya kembali. Arya masih berkutak dengan pekerjaan nya di ruang kerjanya bersama Arlan. Padahal Jenar sudah gelisah dan cepat ingin bercerita dengan Arya.
"Aahh lama banget sih, apa aku susul ke ruang kerja yah? tapi kalau ganggu gimana? tapi kalau kelamaan nanti aku ngantuk! astaga!" gumam Jenar sambil mengetukkan jarinya di dagu.
Sedangkan di dalam ruang kerja, Arlan sudah tidak ada dan kini hanya ada Arya sendiri tengah mengobrol dengan Bella di telfon.
'Hahaha, istriku memang penakut," ucap Arya tertawa.
"Yah, dan kau beruntung mendapatkan nya," kata Bella di seberang sana.
"Ah sudah lah, aku akan menemuinya, pasti dia sedang menungguku saat ini," ucap Arya.
"Ya ya ya, sampaikan salam maaf ku untuk nya Kak," kata Bella.
"Baiklah," ucap Arya lalu mematikan sambungan telfon nya.
'Ckckckck tikus kecil mau bermain main denganku,' decak Arya menggelengkan kepalanya.
Ceklek!
Arya membuka pintu kamar nya dan melihat Jenar sudah tertidur pulas di atas tempat tidur, membuat Arya tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya.
Cup!
__ADS_1
Arya mencium kening Jenar lalu akhirnya ia ikut menyusul sang istri ke alam mimpi.
Pagi harinya, Jenar terbangun sudah tidak menemukan Arya di samping nya. Jenar pun segera mandi dan bersiap, lalu mencari keberadaan Arya.
"Pagi Mah, Pagi Pah," ucap Jenar.
"Pagi Sayang," jawab Tamara.
"Hem, mas Arya kemana ya Mah?" tanya Jenar.
"Arya sudah berangkat tadi, katanya nanti siang kamu suruh ke kantor," kata Tamara dan Jenar hanya mengangguk.
Karena kerepotan mengurus twin J, akhirnya kini Jenar mau memakai jasa baby sister lagi. Jadi ia tidak terlalu repot saat pagi. Ia pun segera berangkat ke kampus dengan di antar supir.
"Eh gimana kemaren? suami kamu udah tau belum? seperti kata kamu kalau si Bella itu kenal sama suami kamu, aku takut nya nanti kalian salah paham," ujar Hanna.
"Nah itu dia, dari semalam aku nungguin mas Arya gak masuk masuk ke kamar, ampe aku ketiduran. Pas tadi pagi aku bangun dia udah berangkat kerja," kata Jenar lesu.
"Jadi lo belom ngomong sama laki lo Je?" tanya Chaca.
"Belom," jawab Jenar.
"Nanti siang aku ke kantor, aku akan bilang sama mas Arya di sana nanti," imbuhnya.
__ADS_1
"Hay semuanya," sapa Bella tiba tiba ikut bergabung di bangku kantin.
"Bella!" ucap ketiganya terkejut namun Bella malah terkekeh.
"Hehehe, tadi aku mau pulang eh lihat kalian gak jadi pulang deh," ucap Bella santai.
"Kamu abis nemuin pak Dosen?" tanya Hanna.
"Yups, dan ini undangan buat kalian bertiga," ujar Bella memberikan undangan pernikahan untuk ketiga sahabat barunya.
"Woaah undangan pernikahan?" ucap Hanna.
"Iya, harusnya sih masih dua bulan lagi, tapi karena kakeknya pak Robert minta di percebat ya sudah akhirnya minggu depan," ujar Bella dengan semangat.
"Emm Bella, kamu gak salah paham soal kemarin itu kan. Beneran deh a—" ucap Jenar hendak menjelaskan.
"Hahahaha gapapa Je, santuy aja. Untung aku udah kenal sama kamu, dan udah tau kamu istri kak Arya, mungkin kalau cewek itu si Chaca atau Hanna aku baru akan marah hihihi," jelas Bella terkekeh.
"Beneran kamu gak marah? aku takut di sangka pelakor nanti," ucap Jenar membuat Bella semakin tertawa.
"Santuy aja, pokoknya aku tunggu kehadiran kalian yah, aku harus pulang dulu karena masih banyak persiapan, bye bye semuanya," ucap Bella lalu pamit.
"Je, ini kesempatan buat kamu membuktikan bahwa kamu sudah bersuami, kamu harus ajak suami kamu dan bila perlu bawa twin J sekalian biar itu dosen gila berhenti ngejar kamu," ujar Hanna.
__ADS_1
"Nah gue setuju tuh sama si Hanna," imbuh Chaca.