Life After Marriage ( Jenar & Arya )

Life After Marriage ( Jenar & Arya )
Wedding Bella & Robert


__ADS_3

Hari pernikahan telah tiba, Robert dan Bella sudah berdiri di atas pelaminan dengan sangat serasi.


Chaca dan Dimas datang dengan bergandengan tangan untuk memberikan ucapan selamat kepada dosen killer nya tersebut.


"Selamat Bella," ucap Chaca tersenyum lalu memeluk Bella dengan erat.


"Thanks Cha," kata Bella tersenyum tipis.


"Selamat pak Dosen killer," ucap Chaca tersenyum juga menyalami Robert.


"Hemm terimakasih," jawab Robert singkat.


"Lo cari siapa sih?" tanya Dimas yang melihat Robert seperti hendak mencari seseorang.


"Ah tidak, bukan siapa siapa," jawab Robert menggaruk tengkuknya.


"Pak, Bapak nyari Jenar yah?" bisik Chaca di telinga Robert.


"Apa kamu datang bersama nya? mana dia?" tanya Robert.


"Tentu saja aku datang dengan nya, kami kan saudara ipar," ucap Chaca cemberut.


"Ipar?" gumam Robert mengerutkan dahinya.


Deg!

__ADS_1


Robert melihat kedatangan Jenar yang Tenga menggendong seorang anak kecil laki laki yang Robert kira itu adalah adiknya Jenar. Dan jangan lupakan seorang laki laki dewasa yang kini berjalan sambil merangkul pinggang Jenar dengan posesif.


"Selamat Bella, Happy wedding!" ucap Jenar tersenyum bahagia memeluk Bella.


"Ayo sayang, kasih salam sama Aunty," ujar Jenar lalu Javie pun langsung mencium tangan Bella.


"Thanks Je," ucap Bella pelan.


"Selamat Bel, gue doain kalian langgeng," ucap Arya menyalami tangan Bella.


"Thanks Kak, kakak udah dateng kesini sama dua jagoan kakak, woah aku seneng banget, mana mereka ganteng ganteng lagi," ucap Bella terkekeh.


"Avi anteng," kata javie merapikan rambutnya lucu hingga membuat semua tergelak.


"Ah iya, Robert kenalkan dia adikku dan istri juga anak nya. Harusnya kamu masih Inget dong sama Arya," ujar Dimas yang melihat raut wajah kebingungan di wajah Robert.


"Berarti Jenar—" ucap Robert menatap Jenar yang kini tengah berbincang dengan Chaca dan bella.


"Yah, dia ISTRIKU! ibu dari kedua jagoan ku," ucap Arya santai namun penuh penekanan dan senyum kemenangan.


"Arya," kata Dimas menautkan kedua alisnya menatap Arya.


"Berarti benar kalau Jenar sudah menikah, dan memiliki anak?" gumam Robert pelan masih belum sepenuhnya percaya.


"Apa sekarang kau masih belum percaya dan masih akan mengejar istriku?" tanya Arya menahan geram nya.

__ADS_1


"Tunggu! jangan bilang bahwa mahasiswi yang kau ceritakan itu adik iparku?" tanya Dimas terkejut.


"Hemm sorry Dim, gue gak tau," ujar Robert menggaruk tengkuknya.


"Gila!" seru Dimas tak percaya.


"Bel, muka kamu pucet gitu? kamu sakit?" tanya jenar yang sedari tadi memperhatikan wajah Bella.


"Hah! enggak kok, hanya kecapean aja," ujar Bella tersenyum.


"Kalian berdua ganteng banget sih, andai aunty masih seumuran kalian uuhh pasti Aunty dengan senang hati menjadi pacar kalian," ucap Bella terkekeh.


"Tapi aku gak mau punya menantu bar bar kaya kamu bel," saut Jenar cemberut membuat Bella terkekeh begitupun Chaca.


Bella memejamkan matanya beberapa kali, dan itu tak luput dari pandangan Chaca dan Jenar.


"Bella lo sakit?" tanya Chaca.


Bella hanya menggelengkan kepalanya, lalu tiba tiba napasnya tersenggal seperti ia kesulitan bernapas. Bella mencengkram kuat pinggiran sofa tempat nya duduk, ia berusaha mengambil napas panjang dengan mulut nya namun sia sia ia merasa tidak bisa bernapas sama sekali.


"Bella lo kenapa?" tanya Chaca seketika panik melihat napas Bella yang tersenggal.


"Bella minum dulu," ucap Jenar memberikan air minum kepada Bella.


Uhukk hukkk uhukk..

__ADS_1


Bella terbatuk batuk hingga akhirnya ia jatuh tak sadarkan diri dengan mulut yang sudah mengeluarkan darah dari batuk nya.


"Bella!" jerit Jenar dan Chaca bersamaan hingga membuat ketiga pria dewasa yang sedang berbincang tak jauh dari mereka langsung menatap ke arah mereka dan berlari panik.


__ADS_2